16 Contoh Soal Hukum Dasar Kimia dan Pengertiannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam mempelajari ilmu Kimia, pelajar akan diberikan materi mengenai hukum-hukum kimia. Untuk bisa memahami konsep kimia secara luas, perlu latihan dengan contoh soal hukum dasar kimia dengan konsep yang tepat.
Hukum kimia harus diketahui agar mata pelajaran ini bisa dikuasai dengan baik. Apabila konsep tersebut tidak dipahami dengan baik, dapat membuat seseorang akan merasa kebingungan dalam hal mengerjakan soal-soal hukum dasar kimia.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Hukum Dasar Kimia
Mengutip dari buku Kimia Dasar Konsep Dan Aplikasi Dalam Ilmu Tanah, Sulakhudin (2019: 51-53), hukum dasar kimia yang sering dipelajari meliputi hukum Lavoisier, hukum Proust, hukum Dalton, hukum Gay Lussac, dan hukum Avogadro.
Hukum dasar kimia merupakan hukum yang digunakan untuk mendasari hitungan kimia dan hubungan kuantitatif dari reaktan dan produk dalam persamaan kimia. Perhitungan kuantitatif biasanya melibatkan jumlah atom-atom yang terlibat dalam reaksi kimia.
16 Contoh Soal Hukum Dasar Kimia
Hukum dasar kimia penting diketahui para pelajar untuk membantu dan mempermudah dalam melakukan perhitungan kimia dan penentuan rumus kimia zat. Beberapa contoh soal hukum dasar kimia dapat diketahui sebagai berikut.
1. Hukum Lavoisier (Hukum Kekekalan Massa)
Hukum dasar ini ditemukan oleh Antoine Laurent Lavoisier. Ia menganalisis massa zat sebelum dan sesudah reaksi. Hasilnya, ia membuktikan yang berbunyi "Di dalam suatu sistem tertutup, massa zat-zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi".
Contoh Soal:
1.) Pada pembakaran magnesium yang dilakukan di udara akan dihasilkan zat magnesium oksida. Jika magnesium yang dibakar sebanyak 0,098 gram menghasilkan 0,162 gram MgO (magnesium oksida). Berapa jumlah massa gas oksigen yang digunakan dalam reaksi tersebut?
Jawaban:
Mg(s) + O2 (g) -> MgO(s) 0,098 gr + O2 (g) -> 0,162 gr O2 (g) = 0,162 gr – 0,098 gr O2 (g) = 0,064gr.
Jadi, jumlah massa gas oksigen yang digunakan adalah 0,064gr.
2.) 39 gram Kalium direaksikan dengan 36,5 gram HCl. Berapakah zat hasil reaksi jika BA K = 39; BA Cl = 35,5; BA H = 1?
Jawaban:
2 K + 2 HCl -> 2 KCL + H2 mol Kalium = 39/39 mol Kalium = 1 mol.
Jadi, zat hasil reaksi adalah 1 mol.
3.) Kawat tembaga dibakar dalam pembakar bunsen sehingga terbentuk tembaga oksida (CuO).
2 CU(s) + O2(g) -> 2CuO(s)
Jika berat Cu emula 32 gram dan CuO yang terbentuk 40 gram, berapa berat O2 yang bereaksi?
Jawaban:
Menurut Hukum Kekekalan Massa, dalam reaksi kimia tidak terjadi perubahan massa. Untuk itu, berat O2 yang bereaksi adalah 40 gram – 32 gram = 8 gram.
32 gram CU(s) + 8 gram O2(g) -> 40 gram CuO(s)
Jadi, berat oksigen yang bereaksi adalah 8 gram.
4.) Sebanyak 31,75 gr logam tembaga (I) direaksikan dengan 8 gr gas oksigen di dalam wadah yang tertutup membentuk tembaga (II) oksida 2 Cu(s) + O2 (g) -> 2 CuS (s), berapa jumlah massa zat yang dihasilkan?
Jawaban:
2 Cu(s) + O2 -> 2 CuS 31,75 gr Cu(s) + 8 gr O2-> 39,79 gr CuS
2. Hukum Proust (Perbandingan Tetap)
Hukum Proust ditemukan oleh Joseph Louis Proust pada 1709 yang menyatakan bahwa susunan senyawa terdiri dari unsur dan komposisi tertentu secara tetap. Bunyi hukum Proust adalah "Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap."
Contoh Soal:
1.) Suatu campuran mengandung belerang sebanyak 48 gram yang dibakar sempurna sehingga seluruh belerang dalam campuran berubah menjadi SO3. Jika SO3 yang terbentuk sebanyak 80 gram , hitunglah kadar belerang (dalam %) dalam campuran semula! (Ar S = 32, Ar O = 16).
Jawaban:
Mr SO3 = 32 + (3 x 16) = 32 +48 = 80 Massa S dalam SO3 = (1 x 32)80 x 80 gram = 32 gram % S dalam campuran = massa Smassa campuran x 100% = 32 gram48 gram x 100% = 66,67%
2.) Sebuah senyawa terdiri dari unsur A dan unsur B. Jika 12 gram unsur A bereaksi dengan 8 gram unsur B. Tentukan perbandingan massa antara unsur A dan unsur B dalam senyawa tersebut berdasarkan Hukum Proust.
Jawaban:
12 gram A : 8 gram B Dibagi dengan faktor pengali 4, menjadi: 3 gram A : 2 gram B
Jadi, perbandingan massa antara unsur A dan unsur B dalam senyawa tersebut adalah 3:2.
3.) Perbandingan unsur karbon dan oksigen dalam senyawa karbon doksida adalah 3 : 8. Massa karbon yang tepat bereaksi dengan 24 gram oksigen membentuk senyawa karbon dioksida adalah…
Jawaban:
Massa karbon = 3/8 x massa oksigen Massa karbon = 3/8 x 24 gram Massa karbon = 9 gram
4.) Diketahui, besi (Fe) dan belerang (S) yang menyusun senyawa besi sulfida (FeS) memiliki perbandingan massa sebanyak 7:4. Diperlukan 28 gram besi (Fe) untuk menyusun senyawa besi sulfida (FeS) tanpa ada sisa reaktan, maka hitunglah massa belerang (S) yang diperlukan?
Jawaban:
Massa belerang (S) = [Perbandingan belerang (S) : Perbandingan besi (Fe)] x Massa besi (Fe) Massa belerang (S) = (4:7) x 28 gram Massa belerang (S) = 4×4 gram Massa belerang (S) = 16 gram.
3. Hukum Dalton (Kelipatan Perbandingan)
Hukum dasar kimia Dalton dikembangkan oleh John Dalton. Ia mengamati suatu keteraturan terkait perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa. Lalu, diketahui bunyi hukum Dalton adalah sebagai berikut.
"Jika dua jenis unsur bergabung membentuk lebih dari satu senyawa, dan jika, massa salah satu unsur dalam senyawa tersebut sama, sedangkan massa unsur lainnya berbeda, maka perbandingan massa unsur lainnya dalam senyawa tersebut merupakan bilangan bulat sederhana."
Contoh Soal:
1.) Terdapat karbon dan hidrogen yang akan membentuk senyawa metana yang perbandingannya adalah 3 : 1. Lalu, berapa jumlah masaa karbon yang dibutuhkan untuk beraksi dengan 200 gram H pada senyawa metana?
Jawaban:
Perbandingan C : H = 3 : 1 Sehingga, massa C yang dibutuhkan adalah
C= 3/1 x 200 gram = 600 gram.
2.) Tentukan perbandingan nitrogen jika nitrogen dan oksigen membentuk senyawa-senyawa NO2, NO, dan N2O?
Jawaban:
Untuk menentukan perbandingan nitrogen, buat jumlah oksigen pada semua senyawa NO2, NO dan N2O sama, sehingga menjadi 3/2 NO2, 3NO, dan 3 N2O.
Perbandingan nitrogen adalah 3/2N : 3N : 6N = 3 : 6 : 12
3.) Unsur Belerang (S) dan Oksigen (O) membentuk dua jenis senyawa. Kadar belerang dalam senyawa I adalah 50% dan IU 40%. Apakah hukum perbandingan berganda berlaku untuk senyawa tersebut?
Jawaban:
Senyawa I mengandung 50% belerang, berarti massa oksigennya adalah 50%. Massa S : O dalam senyawa I = 50:50 = 1 : 1.
Senyawa II mengandung 40% belerang, berarti massa oksigennya adalah 60%. Massa S : O dalam senyawa II = 40 : 60 = 1 : 1,5.
Jika massa belerang dalam kedua senyawa sama, misalnya sama-sama 1 gram, maka perbandingan massa oksigen dalam senyawa I : senyawa II = 1 : 1,5 = 2 : 3.
4. Hukum Gay Lussac (Perbandingan Volume)
Hasil pengamatan Joseph Louis Gay Lussac pada hukum Gay Lussac berbunyi "Pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana.”
Contoh Soal:
1.) Sebanyak 4 L CH4 dibakar habis dengan gas oksigen sesuai persamaan reaksi CH4(g) + 2 O2(g) -> CO2(g) + 2 H2O(l) pada suhu dan tekanan yang sama. Lalu, berapa volume gas CO2 yang dihasilkan?
Jawaban:
Perbandingan volume CH4 : O2 : CO2 : H2O = 1: 2: 1: 2. Jika volume CH4 sebanyak 4 L, maka volume gas CO2 yang dihasilkan yaitu:
Volume CO2 = koefisien CO2 / koefisien CH4 x volume CH4 = 1/1 x 4L = 4L
2.) Tekanan awal gas di dalam tangki adalah 2 Pa pada suhu 100 K. Tentukan tekanan akhir jika gas dipanaskan hingga suhu 200 K.
Jawaban:
P1T1 = P2T2 2100 = P2200 (dikali silang) 2 x 200 = 100 x P2 400 = 100P2 P2 = 4 Pa
3.) Mula-mula terdapat gas yang bertekanan P pada suhu T. Lalu, tekanan gas tersebut berubah menjadi 8 kali lipat. Berapa kali kenaikan yang dialami suhu gas tersebut saat ini?
Jawaban:
P / T = 8P / T2 T2 = 8P x T / P T2 = 8T T2 = 8 kali
5. Hukum Hipotesis Avogadro
Hukum hipotesis Avogadro yang ditemukan oleh Amedeo Avogadro di tahun 1811. Dalam pengamatannya, ia menemukan hipotesis Avogadro sebagai "Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas bervolume sama mengandung jumlah molekul yang sama pula".
Contoh Soal:
1.) Pada suhu dan tekanan tertentu 1 liter gas NO = 0,75 gram. Tentukan volume 1 mol NO!
Jawaban:
1 mol NO = 0,75 gram (Mr NO = 30 gram/mol)
2.) Sebuah tabung memiliki volume 5 L terdapat 2 x 1022 molekul gas karbon dioksida pada suhu dan tekanan sama. Berapakah jumlah molekul gas nitrogen pada tabung dengan volume 4 L.
Jawaban:
N1/V1 = N2/V2 2 x 1022 / 5 = N2/4 N2 = 1,6 x 1022 molekul
Demikian informasi mengenai contoh soal hukum dasar kimia dan pengertiannya. (APR)
Baca Juga: Hukum Dasar Kimia: Pengertian dan Contoh Soalnya
