16 Manfaat Suka Memberi pada Sesama di Dunia dan Akhirat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manfaat suka memberi pada sesama akan dirasakan di dunia maupun di akhirat kelak. Dalam ajaran Islam, hal tersebut merupakan jaminan dari Allah Swt. kepada hamba-Nya yang mau berbagi kebahagiaan di jalan Allah.
Kata memberi lebih dikenal dengan istilah sedekah. Menurut Abdurrahman (Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir), sedekah adalah suatu pemberian seseorang kepada yang membutuhkan secara sukarela tanpa ditentukan jumlahnya.
Dalam memberi, manusia tidak dibatasi pada ranah materi saja, namun juga bisa dalam bentuk perilaku, barang, pangan, dan lainnya. Kendati demikian, manusia yang gemar memberi tidak akan merugi, justru bertambah untung dari berbagai aspek.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Manfaat Suka Memberi
Baik dari aspek sosial maupun religi, manusia terikat dengan hubungan timbal balik. Dalam artian, manusia akan menuai apa yang telah ditanamnya, sebagaimana kebiasaan baik dalam memberi. Berikut pengertian dan manfaat suka memberi pada sesama:
Pengertian Memberi (Sedekah)
Kata sedekah berasal dari bahasa Arab, yaitu shadaqah yang artinya memberikan suatu hal berupa materi maupun non-materi kepada seseorang dengan tujuan semata-mata untuk mendapatkan ridha Allah Swt., tanpa mendamba balasan orang (Rohman, 2016).
Hukum sedekah adalah sunnah yang sangat dianjurkan (Gafuri, 2020). Allah Swt. memerintah hamba-Nya untuk memberi, sebagaimana tercantum dalam berbagai ayat suci Al-Quran, salah satunya surat Al-Hadid ayat 18, berikut:
اِنَّ الْمُصَّدِّقِيْنَ وَالْمُصَّدِّقٰتِ وَاَقْرَضُوا اللّٰهَ قَرْضًا حَسَنًا يُّضٰعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ اَجْرٌ كَرِيْمٌ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia."
Menurut Saputra (Gunung Djati Conference Series, 2022), sedekah materiil berupa uang atau harta benda diutamakan bagi orang-orang yang memiliki kelebihan harta. Sedangkan, sedekah non-materiil terdiri dari berbagai bentuk yang dapat dilakukan siapa saja.
Bentuk-bentuk sedekah non-materiil, di antaranya yaitu, berdzikir kepada Allah Swt., senyuman dan bermuka manis di hadapan orang lain, sholat berjamaah, menolong orang yang sedang mengalami kesulitan, dan lain sebagainya.
Dengan adanya sedekah non-materiil, setiap orang bisa mendapatkan peluang yang sama untuk memperoleh pahala sedekah. Sehingga, tidak perlu ada kecemburuan bagi orang-orang yang tidak memiliki kelebihan harta dalam bersedekah (Jannati, 2021).
Manfaat bagi Orang yang Gemar Memberi
Berikut merupakan berbagai manfaat suka memberi yang bisa didapatkan di dunia dan akhirat berdasarkan pada beberapa sumber, seperti Saputra (2022), Abdurrahman (Jurnal Ilmu Al-Quran dan Tafsir), dan Jannati (2021):
Semakin taat kepada Allah Swt. Sedekah termasuk pada perbuatan baik atau ihsan. Segala perbuatan baik adalah cara manusia berusaha taat kepada Allah Swt. dan orang yang taat kepada Allah akan senantiasa dijaga hatinya untuk senantiasa dekat dengan-Nya. Adapun pengetian ihsan menurut Buya Hamka dalam tafsir Al-Azhar mengenai surah Al-A’raf ayat 56, yaitu “senantiasa berbuat baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah untuk diri sendiri ataupun orang lain agar tercapainya kehidupan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan terciptanya hubungan hablumminnallah dan habluminanaas yang baik.”
Menghapus dosa Jaminan Allah Swt. terhadap orang yang suka memberi, sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam hadis riwayat Tirmidzi yang berbunyi, “sedekah dapat menghapus dosa-dosa, laksana air dapat memadamkan api.”
Mendapat Balasan berlipat ganda dari Allah Swt. Orang yang memberi pada sesama, baik dengan materi atau non-materi yang halal akan dibalas berlipat ganda kebaikannya. Balasan Allah Swt. dapat berupa pahala berlipat maupun rezeki yang berdatangan pada orang yang bersedekah. “Orang yang gemar bersedekah di jalan Allah Swt. dengan harta yang halal walaupun hanya sebutir kurma, maka Allah akan menerimanya dengan baik dan Allah akan membalasnya dengan kebaikan yang melebihi dari sedekahnya atau berlipat ganda,” (HR Bukhari Muslim).
Mendapatkan naungan di hari kiamat kelak Umat Islam percaya akan kehidupan akhirat, di mana saat dibangkitkan, manusia akan berkumpul di Padang Mahsyar yang diketahui panas luar biasa. Kendati demikian, orang yang gemar berbagi akan dinaungi, sebagaimana hadis Rasulullah saw.: “Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan di hari kiamat kelak, di antaranya seseorang yang bersedekah menggunakan tangan kanannya dan menyembunyikannya sampai tangan kirinya tidak mengetahui,” (HR Bukhari).
Menjauhkan manusia dari api neraka Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari, Imam Muslim dan Imam Ahmad, Nabi Muhammad saw. memerintahkan “hendaknya kita menjaga diri kita dari api neraka meskipun hanya dengan sedekah sebiji kurma,” (Arif 2018).
Terbebaskan dari siksa kubur Sebelum memasuki alam akhirat, umat Islam percaya bahwa manusia akan menunggu di alam kubur. Selama di alam kubur, manusia ditanyai perihal kehidupan dunianya dan segala hal yang melenceng dari aturan Allah akan dibalas dengan siksa kubur. Pada saat seperti itu, sedekah dapat menjadi penolong manusia agar terhindar dari siksa kubur, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw. dalam HR Thabrani, yang artinya “sedekah akan memadamkan api siksaan di dalam kubur.”
Didoakan malaikat Malaikat adalah makhluk Allah Swt. yang dikenal suci dan doanya sangat mudah diijabah. Kesempatan ini merupakan hal yang berharga untuk didapatkan manusia dengan cara bersedekah, sebagaimana sabda Rasulullah saw., berikut: "Tidaklah datang satu hari pun bagi seorang hamba, melainkan akan turun dua malaikat. Salah satu dari malaikat itu berkata 'Ya Allah, berilah balasan yang baik bagi orang yang bersedekah' dan malaikat yang satu lagi akan berkata, 'Ya Allah, berilah kemusnahan atas orang yang menahan hartanya.'" (HR Bukhari dan Muslim)
Menyembuhkan penyakit Nabi Muhammad saw. bersabda, “hendaknya seseorang memeliharanya hartanya dengan cara mengeluarkan zakat, kemudian hendaknya seseorang mengobati penyakitnya dengan cara bersedekah dan hendaknya seseorang mencegah bencana atau musibah (bala) dengan cara berdo’a,” (HR Ath-Thabrani).
Meminimalisir tingkat kemiskinan di suatu daerah Sedekah dapat dilakukan dengan memberi harta sehingga dapat meminimalisir kemiskinan dari segi finansial. Semakin banyak orang yang gemar memberi, maka semakin banyak pula orang yang terjamin hidupnya.
Menciptakan ketentraman dan kedamaian Sedekah juga dapat dilakukan dengan memberi jasa ataupun senyuman yang dalam senyuman itu terdapat nilai kesopanan yang berikan kepada orang lain, sehingga dapat melahirkan kententraman dan kedamaian. Umumnya, kejahatan atau kekerasan kerap kali lahir diawali dari ketidaksopanan atau minimnya moral kebaikan yang menyebabkan orang jadi tersinggung dan terjadi konflik. Oleh sebab itu, sedekah non-materiil penting dilakukan.
Memajukan usaha Manfaat ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Gafuri (2020) tentang “Dampak Sedekah bagi Perkembangan Usaha.” Selain karena dijamin oleh Allah Swt., kebaikan manusia akan mengundang rasa percaya orang lain.
Terhindar dari marabahaya Manfaat ini tidak termasuk pada manfaat materi yang didapatkan manusia saat bersedekah, namun ini penting untuk kehidupan. Manfaat ini dijaminkan melalui sabda Rasulullah saw. dalam HR Baihaqi dan Thabrani, yang artinya: ”Bersegeralah untuk bersedekah sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitan yang kamu lalui dengan sedekah. Bersedekah itu merupakan sesuatu yang ajaib. Sedekah juga menolak hingga 70 macam bala bencana dan yang paling ringan adalah menolak penyakit sopak dan kusta.”
Lebih dihargai orang lain Pemberian yang didasari rasa tulus dan ikhlas akan membawa banyak kebaikan, baik bagi pemberi maupun penerima. Sikap senang memberi akan membuat orang lebih dihargai oleh penerima maupun lingkungannya. Segala hal baik sejatinya disenangi orang lain. Jadi, ketika manusia dikenal dengan sifat baiknya; seperti senang memberi, maka orang di sekitar secara naluriah akan menumbuhkan respect-nya kepada orang tersebut.
Menumbuhkan rasa syukur Kegiatan berbagi biasanya dilakukan pada orang yang membutuhkan. Dari sana, manusia dapat bercermin tentang betapa beruntung hidupnya yang diliputi kecukupan oleh Allah Swt., sehingga timbul rasa syukur.
Mengurangi tekanan/stres Manusia cenderung bahagia jika merasa hidupnya berguna bagi orang lain dan mampu menjadi salah satu alasan kebahagiaan orang lain. Begitu pun dengan orang-orang yang senang memberi dan membantu sesamanya. Ketika manusia bahagia, produksi hormon dopamin (hormon bahagia) di dalam otak akan meningkat. Sedangkan, di saat yang bersamaan, produksi hormon kortisol (hormon stres) dan hormon sedih lainnya akan ditekan.
Meningkatkan rasa kepedulian sosial Keinginan untuk bersedekah datang karena manusia memiliki kepedulian terhadap sesama. Kebiasaan yang terbentuk dari keinginan tersebut berdampak positif dalam kehidupan, termasuk meningkatkan rasa kepedulian sosial.
Demikian berbagai manfaat suka memberi yang dapat manusia rasakan ketika di dunia dan di akhirat kelak. Meskipun begitu, manusia tetaplah harus berlaku baik dengan hati yang ikhlas dan bukan sekedar ingin mendapat iming-iming manfaatnya.
Baca juga: 12 Hadits tentang Sedekah sebagai Pengingat Umat Muslim
