16 Tenses dalam Bahasa Inggris: Pengertian, Rumus, Kegunaan, dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 11 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tantangan saat belajar bahasa Inggris adalah memahami tenses. Terdapat 16 tenses dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menyatakan suatu aksi yang dipengaruhi oleh waktu.
Tenses menjadi bagian yang tidak bisa lepas saat menulis suatu kalimat dalam bahasa Inggris. Dikutip dari Buku Pintar Tenses, Anik M. Indriastuti (2009:15), tenses dibagi berdasarkan waktu kejadian, seperti masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang.
Masing-masing tenses memiliki rumus dengan karakteristik masing-masing. Setelah mengetahui rumus dan ketentuannya, membuat kalimat berbahasa Inggris dalam berbagai jenis tenses secara tepat akan lebih mudah.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
16 Tenses dalam Bahasa Inggris
Dalam grammar, penting untuk memperhatikan bagaimana penulisan tenses yang benar berdasar pada kapan waktu terjadinya sesuatu. Berikut adalah penjelasan 16 tenses dalam bahasa Inggris beserta rumus, kegunaan, dan contoh kalimatnya:
1. Simple Present Tense
Tenses yang pertama adalah Simple Present Tense, bentuk yang paling umum digunakan. Jenis tenses ini diperlukan untuk mengungkapkan suatu kejadian atau bisa juga kebiasaan di masa sekarang.
Rumus
(+) Subject + Verb 1
(-) Subject + do/does + not + Verb 1
(?) Do/does + Subject + Verb 1
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang dilakukan secara berulang-ulang atau rutinitas.
Menunjukkan suatu fakta yang sudah tidak perlu dibuktikan kebenarannya.
Contoh Kalimat
(+) “I speak Korean very well.”
(-) “I don’t speak Korean very well.”
(?) “Do you speak Korean very well?”
2. Present Continuous Tense
Berbeda dengan tenses sebelumnya, Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang sedang berlangsung pada saat berbicara. Ini menjadi salah satu dari 16 tenses dalam bahasa Inggris untuk mengungkapkan peristiwa sekarang.
Rumus
(+) Subject + am/are/is + Verb 1-ing
(-) Subject + am/are/is + not + Verb 1-ing
(?) Am/are/is + Subject + Verb 1-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang sedang berlaku di masa sekarang.
Menunjukkan kegiatan yang akan berlangsung pada saat beberapa saat setelah diucapkan.
Contoh Kalimat
(+) “She is studying English now.”
(-) “She is not studying English now”
(?) “Is she studying English now?”
3. Present Perfect Tense
Tenses yang ketiga adalah Present Perfect Tense. Jenis tenses ini mengindikasikan suatu kejadian sedang berjalan atau baru saja selesai. Poin pentingnya adalah dampak dari kejadian itu masih bisa dirasakan sampai saat ini.
Rumus
(+) Subject + has/have + Verb 3
(-) Subject + has/have + not + Verb 3
(?) Has/have + Subject + Verb 3
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang sedang berjalan pada saat diucapkan.
Menunjukkan kejadian atau aksi yang baru saja selesai di mana dampak dari aksi masih bisa dirasakan.
Contoh Kalimat
(+) “They have seen the movie Spider-Man: No Way Home.”
(-) “They have not seen the movie Spider-Man: No Way Home.”
(?) “Have they seen the movie Spider-Man: No Way Home?”
4. Present Perfect Continuous Tense
Salah satu dari 16 tenses dalam bahasa Inggris lainnya adalah Present Perfect Continuous Tense. Tipe ini sedikit berbeda dengan tenses sebelumnya.
Rumus
(+) Subject + has/have + been + Verb-ing
(-) Subject + has/have + not + been + Verb-ing
(?) Has/have + Subject + been + Verb-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang sudah selesai dan masih berlanjut sampai saat ini.
Menunjukkan kejadian di masa lampau yang masih berlanjut sampai sekarang.
Contoh Kalimat
(+) “I have been speaking about it.”
(-) “I have not been speaking about it.”
(?) “Have you been speaking about it?”
5. Simple Past Tense
Selanjutnya adalah Simple Past Tense, bisa dikatakan sebagai kebalikan dari Simple Present Tense. Tenses ini menggunakan Verb 2 yaitu kata kerja bentuk lampau untuk menyatakan kegiatan di masa lalu.
Rumus
(+) Subject + Verb 2
(-) Subject + did + not + Verb 1
(?) Did + Subject + Verb 2
Kegunaan
Menunjukkan kejadian sudah berlangsung.
Menunjukkan kebiasaan, fakta, atau situasi yang ada di masa lampau.
Contoh Kalimat
(+) “I spoke Korean very well yesterday.”
(-) “I didn't speak Korean very well yesterday.”
(?) “Did you speak Korean very well yesterday?”
6. Past Continuous Tense
Tenses yang keenam adalah Past Continuous Tense. Jenis tenses ini menceritakan kejadian yang sedang terjadi di masa lampau dengan acuan aktivitas atau kejadian yang lain.
Rumus
(+) Subject + was/were + Verb-ing
(-) Subject + was/were + not + Verb-ing
(?) Was/were + Subject + Verb-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang terjadi di masa lampau dengan dibarengi oleh aktivitas lain.
Termasuk continuous form.
Contoh Kalimat
(+) “She was washing her clothes when the phone rang.”
(-) “She was not washing her clothes when the phone rang.”
(?) “Was she washing her clothes when the phone rang?”
7. Past Perfect Tense
Past Perfect Tense biasanya digunakan untuk mengungkapkan suatu kejadian yang terjadi pada suatu waktu di masa lampau. Ini biasanya menekankan pada fakta bahwa kejadiannya sudah terjadi dan bukan pada lamanya aksi.
Rumus
(+) Subject + had + Verb 3
(-) Subject + had + not + Verb 3
(?) Had + Subject + Verb 3
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang sudah terjadi di masa lampau pada waktu tertentu.
Termasuk past participle form.
Contoh Kalimat
(+) “The boy had cried before her mother came.”
(-) “The boy had not cried before her mother came.”
(?) “Had the boy cried before her mother came?”
8. Past Perfect Continuous Tense
Salah satu 16 tenses dalam bahasa Inggris ini banyak digunakan untuk menyatakan kegiatan yang terjadi di masa lalu dan sudah selesai pada titik waktu tertentu. Perbedaan dengan Past Perfect Tense, tenses ini lebih menekankan pada durasinya.
Rumus
(+) Subject + had + been + Verb-ing
(-) Subject + had + not + been + Verb-ing
(?) Had + Subject + been + Verb-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang berlangsung pada masa lalu dan telah selesai pada titik waktu tertentu.
Termasuk continuous form.
Contoh Kalimat
(+) “He had been studying English all day.”
(-) “He had not been studying English all day.”
(?) “Had you been studying English all day?”
9. Simple Future Tense
Tenses yang kesembilan ini biasanya dipakai untuk mengungkapkan kejadian yang akan berlangsung. Simple Future Tense mengekspresikan sesuatu yang belum terjadi atau akan terjadi di masa yang akan datang.
Rumus
(+) Subject + will/be going to + Verb 1
(-) Subject + will/be going to + not + Verb 1
(?) Will/be going to + Subject + Verb 1
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang terjadi di masa depan, biasanya diungkapkan secara spontan.
Termasuk present form.
Contoh Kalimat
(+) “She will come to the hospital tomorrow.”
(-) “She will not come to the hospital tomorrow.”
(?) “Will she come to the hospital tomorrow?”
10. Future Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk mengungkapkan suatu kejadian yang pasti banyak terjadi dalam waktu dekat. Ini menunjukkan adanya kepastian suatu rencana aksi yang terjadi di masa depan.
Rumus
(+) Subject + will + be + V-ing
(-) Subject + will + not + be + V-ing
(?) Will + Subject + be + V-ing?
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang pasti akan terjadi dalam waktu dekat, terdapat kepastian bahwa aksi akan benar-benar terjadi.
Termasuk continuous form.
Contoh Kalimat
(+) “They will be playing basketball in the playground tomorrow morning.”
(-) “They will not be playing basketball in the playground tomorrow morning.”
(?) “Will they be playing basketball in the playground tomorrow morning?”
11. Future Perfect Tense
Tenses ini diperlukan untuk mengungkapkan suatu aksi yang akan dilakukan dan di waktu tertentu di masa yang akan datang. Penggunaan tenses ini menunjukkan kehendak atau keinginan yang ingin dilakukan di masa depan.
Rumus
(+) Subject + will + have + Verb 3
(-) Subject + will + not + have + Verb 3
(?) Will + Subject + have + Verb 3
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang akan dilakukan dan diselesaikan di waktu tertentu, tetapi terjadinya di beberapa waktu yang akan datang.
Termausk past participle form.
Contoh Kalimat
(+) “We will have finished our homework by tomorrow.”
(-) “We will not have finished our homework by tomorrow”
(?) “Will we have finished our homework by tomorrow?”
12. Future Perfect Continuous Tense
Tenses ini diperlukan dalam mengungkapkan suatu kejadian yang akan berlanjut sampai dengan titik waktu tertentu di masa depan. Kejadiannya biasanya dimulai pada masa lalu, sekarang, atau di masa depan.
Rumus
(+) Subject + will + have + been + V-ing
(-) Subject + will + not + have + been + V-ing
(?) Will + Subject + have + been + Verb-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang dilakukan sampai titik waktu tertentu di masa yang akan datang.
Kejadiannya dapat dimulai kapan saja yang diperkirakan masih akan berlangsung sampai jangka waktu tertentu di masa depan.
Contoh Kalimat
(+) “In December, I will have been working at my company for one year.”
(-) “I will not have been working at my company for one year in December.”
(?) “In December, will you have been working at your company for one year?”
13. Simple Past Future Tense
Tenses ini diperlukan saat membuat kalimat tentang masa depan dari sudut pandang masa lalu Ini menjadi sebuah prediksi yang dibuat dengan acuan waktu di masa lalu.
Rumus
(+) Subject + would + bare infinitive atau Subject + was/were + going to + bare infinitive
(-) Subject + would + not + bare infinitive atau Subject + was/were + going to + bare infinitive
(?) Would + Subject + bare infinitive atau Subject + was/were + going to + bare infinitive
Kegunaan
Menunjukkan tindakan yang akan dilakukan.
Menunjukkan suatu prediksi.
Untuk membuat janji di masa depan pada saat berada di masa lalu
Contoh Kalimat
(+) “Awwaliyah was going to give one beautiful bag to her best friend.”
(-) “Awwaliyah was not going to give one beautiful bag to her best friend.”
(?) “Was Awwaliyah going to give one beautiful bag to her best friend?”
14. Past Future Continuous Tense
Tenses ini digunakan untuk menunjukkan peristiwa di masa lampau. Hal yang membedakan dengan tenses sebelumnya terletak pada kemungkinan terjadinya tidak akan dapat menjadi nyata.
Rumus
(+) Subject + would + be + Verb-ing
(-) Subject + would + not + be + Verb-ing
(?) Would + Subject + be + Verb-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang akan terjadi di masa lalu, akan tetapi tidak menjadi nyata atau hanya angan-angan.
Termasuk bentuk past tenses.
Contoh Kalimat
(+) “I would be studying at your house yesterday, but I didn’t because I got sick.”
(-) I would not be studying at your house yesterday, but I didn’t because I got sick.”
(?) “Would you be studying at your house yesterday, but I didn’t because I got sick?”
15. Past Future Perfect Tense
Tenses yang berikutnya adalah Past Future Perfect Tense. Tipe ini digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang seharusnya sudah selesai di masa lalu, akan tetapi belum terselesaikan hingga saat ini.
Rumus
(+) Subject + would + have + Verb 3
(-) Subject + would + not + have + Verb 3
(?) Would + Subject + have + Verb 3
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang tidak terselesaikan di masa lalu karena satu dan lain hal.
Untuk membuat kalimat conditional type three.
Contoh Kalimat
(+) “Amina would have finished her homework if she hadn’t gone shopping.”
(-) “Amina would not have finished her homework if she hadn’t gone shopping.”
(?) “Would she have finished her homework if she hadn’t gone shopping?”
16. Past Future Perfect Continuous Tense
Tenses yang terakhir ini biasanya untuk menjelaskan suatu kejadian yang akan, sedang, dan sudah dilakukan di masa lalu. Akan tetapi, Past Future Perfect Continuous Tense ini hanya asumsi atau andai-andai belaka.
Rumus
(+) Subject + would + have been + Verb-ing
(-) Subject + would + not + have been + Verb-ing
(?) Would + Subject + have been + Verb-ing
Kegunaan
Menunjukkan kejadian yang akan, sedang, dan telah dikerjakan di masa lalu dengan perbandingan lebih dari satu keterangan waktu.
Untuk membentuk suatu pengandaian belaka atau sekadar asumsi yang tidak akan nyata terjadi.
Contoh Kalimat
(+) “I would have been working in leading companies for six months.”
(-) “I would not have been working in leading companies for six months.”
(?) “Would you have been working in leading companies for six months?”
Keseluruhan tenses memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan satu sama lain. Perbedaannya berdasar pada waktu berlangsungnya suatu kejadian, apakah di masa sekarang, lampau, atau akan datang.
Itulah penjelasan tentang 16 tenses dalam bahasa Inggris yang perlu dipelajari saat belajar menyusun sebuah kalimat. Pemahaman terhadap tenses menjadi penting agar dapat menyusun kalimat sesuai dengan kaidah yang benar.(Aww)
Baca juga: 20 Contoh Action Verb dalam Bentuk Kalimat dan Artinya
