Konten dari Pengguna

170 Contoh Kalimat Adverbia beserta Penjelasan Singkatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh Kalimat Adverbia. Unsplash/Glenn Carstens-Peters.
zoom-in-whitePerbesar
Contoh Kalimat Adverbia. Unsplash/Glenn Carstens-Peters.

Adverbia dalam bahasa Indonesia memiliki fungsi pada sebuah kalimat. Contoh kalimat adverbia dapat menjadi pemahaman baik dalam proses penulisan sebuah karya.

Berdasarkan buku Relasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Hukum Indonesia dalam Penyusunan Perjanjian dan Pembuatan Akta Notaris, Dr. H. Bachrudin, S.H., M.Kn. (2023:92), adverbia merupakan kata keterangan.

Dalam hal ini, adverbia merupakan kata yang memberikan keterangan kata lain, misalnya menerangkan kata kerja dan kata sifat, kata benda yang menerangkan keseluruhan kalimat.

Daftar isi

Pembahasan Kalimat Adverbia

Contoh Kalimat Adverbia. Unsplash/Kaitlyn Baker.

Sebelum masuk pada contoh kalimat adverbia, mari bahas sedikit mengenai adverbia. Seperti diterangkan di atas, pengertian adverbia dalam bahasa Indonesia adalah kata yang memberikan keterangan kata lain:

Ciri-Ciri Adverbia

Ciri-ciri adverbia antara lain, sebagai berikut.

  • Menyajikan pembahasan mengenai kata lain;

  • Dapat berada di awal, di antara kata dalam kalimat atau akhir kalimat;

  • Dapat dipakai di semua jenis kalimat.

Jenis-Jenis Adverbia

Terdapat bermacam-macam jenis adverbia, yang dapat digunakan dalam suatu kalimat.

Berdasarkan bentuknya, seperti termuat dalam buku Relasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Hukum Indonesia dalam Penyusunan Perjanjian dan Pembuatan Akta Notaris, Dr. H. Bachrudin, S.H., M.Kn. (2023:93-95), adverbia dapat dibagi menjadi 2 golongan besar:

1. Adverbia tunggal

  • Adverbia berupa kata dasar

  • Adverbia berupa kata berafiks

  • Adverbia berupa kata berulang

2. Adverbia Gabungan

Berdasarkan maknanya (aspek semantik), adverbia dapat memiliki beragam makna, yaitu:

  • Adverbia bermakna alat: untuk menjelaskan alat dalam suatu kegiatan

  • Adverbia bermakna cara: untuk menjelaskan cara kerja suatu kegiatan atau peristiwa, yang kerap dibubuhkan pada kata kerja.

  • Adverbia bermakna kesertaan: untuk menjelaskan kesertaan atau keterikatan suatu aktivitas atau sifat

  • Adverbia bermakna sebab: untuk menjelaskan sebab suatu kegiatan atau sifat tertentu.

  • Adverbia bermakna akibat: untuk menjelaskan akibat dari sebuah kegiatan atau sifat tertentu

  • Adverbia bermakna waktu: untuk menjelaskan terjadinya suatu peristiwa atau kegiatan.

  • Adverbia bermakna tempat: untuk menjelaskan tempat kejadian dari suatu peristiwa atau kegiatan

  • Adverbia bermakna derajat: Adverbia kualitatif: menjelaskan mutu atau bobot suatu hal atau sifat; Adverbia kuantitatif: menjelaskan kuantitas atau jumlah suatu peristiwa atau sifat

  • Adverbia bermakna aspek: untuk menyatakan keberlangsungan suatu kegiatan atau peristiwa.

  • Adverbia bermakna keniscayaan atau kepastian: untuk menjelaskan tentang kepastian tentang suatu peristiwa yang terjadi atau akan terjadi

  • Adverbia bermakna keterangan pelaku: untuk menyatakan informasi orang yang terlibat dalam sebuah kegiatan atau peristiwa.

  • Adverbia bermakna limitatif: untuk menyatakan batasan atau pembatasan

  • Adverbia bermakna frekuentatif: untuk menyatakan keberulangan atau kekerapan sesuatu

  • Adverbia bermakna kontrastif: untuk menyatakan perbedaan besar atau nyata.

  • Adverbia bermakna perlawanan atau perbandingan: untuk menyatakan sebuah pertentangan atau pengecualian suatu kegiatan atau sifat tertentu

  • Adverbia bermakna tujuan: untuk menjelaskan tentang tujuan sebuah aktivitas atau sifat tertentu.

  • Adverbia bermakna syarat: untuk menerangkan keterangan bersyarat pada suatu aktivitas atau sifat.

Contoh Kalimat Adverbia

Contoh Kalimat Adverbia. Foto hanya sebagai ilustrasi. Sumber: Unsplash/Thomas Lefebvre.

Berikut ini contoh kalimat adverbia dari berbagai jenis adverbia yang ada pada berbagai aturan penulisan bahasa Indonesia:

  1. Alangkah cantik wajah gadis itu.

  2. Ia merasa agak letih sore ini.

  3. Saya amat kecewa melihat hasil pekerjaan Anda.

  4. Ujian hari ini teramat sulit.

  5. Saya bosan menemani dia, pekerjaannya membual belaka.

  6. Laki-laki itu cuma mengganggu saja.

  7. Mohon maaf, bila makanan yang kuberikan sekadarnya saja.

  8. Pakaiannya hampir tertinggal di belakang pintu.

  9. Dia hanya berbicara tentang pekerjaannya.

  10. Saya juga hampir terkecoh.

  11. Kesalahannya itu yang justru menjatuhkan martabatnya.

  12. Kejadian itu kerap menimpanya.

  13. Dia merasa dirinya maha mengetahui.

  14. Dia memang cantik, tetapi hatinya jahat.

  15. Cantik nian anakmu itu!

  16. Cobalah engkau bekerja keras, niscaya hasilnya memuaskan.

  17. Perkampungan itu terlihat nun jauh di sana.

  18. Ia paling benci membaca perihal peperangan.

  19. Perkawinan mereka tenteram dan bahagia pula.

  20. Hati-hati, dia agak; gila.

  21. Kesal saja rasa hatinya melihat orang-orang itu.

  22. Ah, apa benar dia sangat cantik?

  23. Anaknya selalu menolak maju ke depan kelas.

  24. Mereka senantiasa membantu pekerjaanku.

  25. Gedung yang serba modern itu kelihatannya megah.

  26. Alangkah baiknya orang tersebut kepadaku

  27. Rasanya agak canggung bila harus pergi bersama.

  28. Indah nian lukisan yang telah dibuatnya.

  29. Bila lingkungan bersih, niscaya semua akan menjadi indah.

  30. Hal itu nggak boleh dilakukan di sini.

  31. Sebentar lagi akan turun hujan.

  32. Hal ini amat menggangguku.

  33. Soal ujian ini sulit sekali.

  34. Nun jauh di sana, ada bangunan tua yang angker.

  35. Makanan buatan ibuku paling enak.

  36. Barangkali saat menemukan barang itu, aku sudah pergi.

  37. Aku pernah pergi ke Italia satu kali.

  38. Ucapan orang itu hanya bualan belaka.

  39. Ada pula barang yang lebih besar dari itu.

  40. Aku bisa pulang cepat hari ini.

  41. Tempatnya rada jauh dari rumahku.

  42. Dia belum juga menerima paketnya.

  43. Aku boleh menginap Sabtu ini.

  44. Biarkan saja dia dengan temannya itu.

  45. Aku bukan datang untuk bekerja.

  46. Mereka saling menyukai.

  47. Permen ini cuma ada satu.

  48. Hal ini sangat baik untuk perkembangan kasus.

  49. Tentu hal ini dapat terjadi begitu saja.

  50. Yuki selalu pergi pada pukul 10.00 pagi.

  51. Aku hanya punya uang tiga puluh ribu doang.

  52. Lingkungan ini senantiasa menjadi hal

  53. Semuanya menjadi serba murah.

  54. Dia menghabiskan dua piring nasi sekaligus.

  55. Wanita itu sering pergi ke minimarket itu.

  56. Bus itu hampir meninggalkanku.

  57. Aku bahkan baru belajar 30 menit.

  58. Dia memiliki uang yang banyak.

  59. Dia baru saja pulang dari Budapest.

  60. Uangnya hanya cukup untuk dua hari perjalanan.

  61. Rumahnya jarang dibersihkan.

  62. Justru karena perbuatannya, ia sekarang menjadi kaya.

  63. Kursusnya kurang membantu pelajarannya di sekolah.

  64. Kasus ini lebih rumit dari kelihatannya.

  65. Anak itu malah pergi dari ibunya.

  66. Susan adalah anak paling baik di kelasnya.

  67. Pekerjaan ini pasti membuatku gila.

  68. Pergilah ke rumah orang tuamu saja,

  69. Jumlah uangnya sangat banyak.

  70. Ibu sedang sedikit tidak enak badan.

  71. Ayah akan segera pulang.

  72. Aku bukan sekadar bermain-main.

  73. Dia selalu pergi bersama adiknya.

  74. Jangan sering bertemu pria itu.

  75. Semuanya tentu ada penjelasannya.

  76. la sudah pergi.

  77. barangkali, bukan, justru, memang, mungkin.

  78. Andi sangat mencintai anaknya.

  79. Ibuku selalu sedih mendengar lagu kenangannya bersama ayah semasa hidupnya.

  80. Anak tirinya hampir selalu dimarahinya setiap hari.

  81. Ahmad saja tidak dapat menyelesaikan permasalahan rumah tangganya.

  82. Setiap libur akhir pekan, kami sekeluarga selalu ke kebun.

  83. Dengan menggunakan pena kuno, dia menulis surat itu.

  84. Dengan cara berenang ke tepian danau, anjing itu menyelamatkan diri.

  85. Diam-diam orang itu menyukai kakakku.

  86. Pelan-pelan kucing itu mendekati anak laki-laki itu.

  87. Murni harus pulang secepatnya.

  88. Sri Wedari akan bertanding dengan atlet bulu tangkis itu.

  89. Ayah pergi bersama ibu.

  90. Semua anak dapat apel merah, kecuali Komari.

  91. Selain sekolah, ayah mencari adik kemana-mana.

  92. Tempat itu indah, tetapi agak menakutkan.

  93. Tempat ini adalah tempat yang tepat untuk bersenang-senang.

  94. Ia pergi karena ada pekerjaan yang harus dikerjakan.

  95. Ia sakit akibat terlalu banyak membeli makan sembarangan.

  96. Orang itu menjadi satu-satunya orang yang berbaik hati.

  97. Ia baru akan pergi ketika matahari terbenam.

  98. Anak itu harus segera dibawa ke rumah sakit.

  99. Ibu menyuruhku membeli garam sekarang.

  100. Toko itu baru buka besok.

  101. Cintya akan pergi ke Australia, lusa.

  102. Hari ini ayah akan pulang cepat.

  103. Kemarin bibi datang dari Solok.

  104. Panci itu ada di dapur.

  105. Kakak pergi ke bioskop.

  106. Mona mendapat kue dari sahabatnya.

  107. Kamar ini banyak nyamuk.

  108. Cukup sekali ia mengalami pengalaman itu.

  109. Sedikit yang bisa dipahami dari pelajaran itu.

  110. Cinta ayah tentu sebesar samudra.

  111. Ia makan sangat banyak hari itu.

  112. Paman perlu minum obat tiga kali sehari.

  113. Ayah sedang pergi ke rumah temannya.

  114. Handphone-nya mulai rusak.

  115. Anak itu sudah tiga kali pergi ke toilet.

  116. Kue itu untuk ibu.

  117. Hadiah manis itu dari kedua orang tuanya.

  118. Puisi indah ini ditulis oleh anak perempuan itu.

  119. Beberapa pria menyukai sepak bola.

  120. Banyak pelanggan memasuki kedai mi itu.

  121. Penghasilannya sedikit untuk membeli rumah.

  122. Gedung perkantoran itu cukup tinggi.

  123. Rumahnya lah yang paling besar.

  124. Kakak mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibanding ujian sebelumnya.

  125. Kue buatan ibu sangat menggugah selera.

  126. Buku yang dibagikan itu jumlahnya kurang.

  127. Dia memarahi seorang pria dengan amarah memuncak.

  128. Kami sering pergi ke toko buku di akhir tahun.

  129. Paman kadang-kadang datang menjenguk keponakannya.

  130. Kucing berbulu lebat itu sering lewat di depan rumah Lula.

  131. Rumah sering kebanjiran saat hujan deras turun.

  132. Kakak jarang membawa tas ke tempat les.

  133. Anjing itu terus melolong ketika malam tiba.

  134. Kucing itu terkadang meminta makanan ke rumahku.

  135. Orang tuanya sering memberikan makanan enak padaku.

  136. Lagi-lagi kucing itu mengambil ikan dari warung makan ibuku.

  137. Tetanggaku diam-diam mengetahui semuanya.

  138. Ari tidak kapok juga sekalipun sudah ketahuan beberapa kali.

  139. Meskipun sudah terburu-buru, saya belum sampai juga.

  140. Bukan saya saja yang merasakan hal itu.

  141. Orang itu sangat ramah.

  142. Adiknya sangat tampan dan rupawan.

  143. Sebaiknya kalian segera menyelesaikan tugas yang diberikan itu.

  144. Sebetulnya keduanya itu tidak mengerti politik.

  145. Agaknya ucapannya itu sangat menyakitkan hati teman-temannya.

  146. Rasanya saya sudah melaporkan kejadian itu kepada satpam yang bertugas.

  147. Burung elang itu terbang tinggi-tinggi.

  148. Usaha kecil-kecilan yang dijalankannya itu berbuah manis.

  149. Tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya agar tidak menyesal di kemudian hari.

  150. Petugas itu agak malas ketika melayani pengunjung.

  151. Ia terus menerus mengulang kata-katanya.

  152. Ia harus melunasi hutang sekurang-kurangnya pada minggu depan.

  153. Memang benar, sehat itu sangat mahal.

  154. Pekerjaan ini hanya buang-buang waktuku saja.

  155. Hari sangat terpukul sekali oleh peristiwa yang menimpanya itu.

  156. Paman baru tiba di Bandung.

  157. Adik belum mengerjakan tugas sekolahnya.

  158. Ayah ingin sekali memiliki mobil listrik terbaru.

  159. Kami selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama-sama.

  160. Kakak sering lupa hari ulang tahunku.

  161. Mereka berdua sudah jarang berbicara.

  162. Kadang-kadang, saya kagum dengan semangatmu itu.

  163. Banjir selalu menjadi langganan ibu kota setiap musim hujan.

  164. Orang-orang yang sering terkena air hujan beresiko sakit di musim penghujan ini.

  165. Warga yang kerap membuang sampah sembarangan harus ditegur RT.

  166. Dengan membuang sampah pada tempatnya, masyarakat telah membantu pemerintah untuk menanggulangi banjir.

  167. Untuk menghindari banjir pada saat musim hujan, masyarakat akan membersihkan saluran air.

  168. Ayah tidak pernah mengantar kakak ke sekolah.

  169. Ayah selalu mengantar adik ke Taman Kanak-Kanak.

  170. Ibu kadang diminta membuat kue untuk arisan.

Baca Juga: 250 Contoh Kalimat Majemuk dan Penjelasannya

Itulah informasi mengenai contoh kalimat adverbia beserta dengan penjelasan singkatnya. (Fitri A)