Konten dari Pengguna

175 Contoh Kalimat Hiperbola beserta Penjelasannya dalam bahasa Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Kalimat Hiperbola. Foto: Unsplash/Nong
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Kalimat Hiperbola. Foto: Unsplash/Nong

Contoh kalimat hiperbola tidak hanya ditemui dalam karya sastra, tetapi juga dapat ditemui dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Majas hiperbola termasuk majas perbandingan.

Majas hiperbola umum digunakan untuk menegaskan atau menunjukkan penekanan. Perlu diingat bahwa majas hiperbola ini adalah kebalikan dari meremehkan jadi umum jika digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Daftar isi

Contoh Kalimat Hiperbola

Ilustrasi Contoh Kalimat Hiperbola. Foto: Unsplash/Dariusz Sankowski

Contoh kalimat hiperbola dapat digunakan untuk penulisan kreatif dan komunikasi, terutama ketika ingin menambahkan warna pada karakter atau humor pada sebuah cerita.

Dikutip dari buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku Bahasa Indonesia, Nur Indah Sholikhati, (2019:111), majas hiperbola merupakan gaya bahasa yang mengandung suatu pernyataan dengan melebih-lebihkan suatu hal yang ditandai dengan pernyataan berlebihan dan melampaui kenyataan yang ada.

Berikut adalah contoh kalimat hiperbola dalam bahasa Indonesia:

  1. Dia memiliki ingatan seekor gajah.

  2. Saya harus berjalan ke ujung bumi untuk menemukannya.

  3. Hujan turun selama 40 hari 40 malam.

  4. Ini adalah hari terburuk sepanjang hidupku

  5. Saya sangat lelah sehingga saya bisa tidur selama sejuta tahun.

  6. Ada cukup makanan di atas meja untuk memberi makan seluruh pasukan.

  7. Suara Desi yang lantang itu benar-benar menggetarkan ruangan ini

  8. Butuh waktu lama untuk mendaki bukit.

  9. Kakiku terasa seperti jeli setelah menaiki roller coaster.

  10. Sepatu ini membunuhku

  11. Dia berlari lebih cepat dari angin.

  12. Itu sangat dingin, bahkan beruang kutub pun menggigil.

  13. Tas ini beratnya satu ton.

  14. Sepakbola adalah permainan terbaik sepanjang masa.

  15. Tidak mungkin untuk menyelesaikan teka-teki ini.

  16. Tanganku sakit sekali sampai mau lepas.

  17. Jari-jariku sangat dingin, mereka akan hancur.

  18. Saya sudah membaca buku ini ratusan kali.

  19. Saya sangat sedih sampai saya tenggelam dalam air mata.

  20. Mobil melaju lebih cepat dari kecepatan cahaya.

  21. Saya akan berjalan sejauh 500 mil hanya untuk bersamamu.

  22. Restoran ini adalah restoran terbaik di dunia.

  23. Kota New York tidak pernah tidur.

  24. Dua jam yang kuhabiskan untuk menonton film itu adalah dua jam terburuk dalam hidupku

  25. Kebaikan adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal.

  26. Dia memiliki es di pembuluh darahnya.

  27. Hembusan dingin AC membekukan darahku.

  28. Kita harus menjadi mitra untuk tujuh kehidupan berikutnya.

  29. Aku mencari di setiap sudut kota untuk menemukanmu.

  30. Ada ribuan alasan mengapa kereta api kita jarang tepat waktu.

  31. Kami bertemu setelah berabad-abad.

  32. Cepat! Aku punya jutaan hal lain yang harus dilakukan.

  33. Aku akan mati tanpamu.

  34. Senyumanmu lebih menular dari virus Covid.

  35. Anda bersin sangat keras sehingga vas di atas meja bergetar.

  36. Kaus kaki yang bau bisa membunuh tikus.

  37. Dia sangat kurus sehingga dia bisa melewati lubang jarum.

  38. Sulit untuk menyingkirkan kecoa. Mereka sebanyak bintang di galaksi.

  39. Telepon saya berdering dengan apa yang tampak seperti sirine polisi.

  40. Para jurnalis menembakkan pertanyaan cepat ke Gubernur seperti senapan mesin.

  41. Kalungmu berkilau lebih terang dari matahari.

  42. Band sekolah saya sama terkenalnya dengan The Beatles di tahun 60an.

  43. Mobil menjadi sangat panas sehingga saya bisa membuat telur dadar di kap mesin.

  44. Smoothie ini menggunakan minyak dibandingkan dengan smoothie yang Anda buat.

  45. Dia seperti granat dengan pin ditarik, siap meledak kapan saja.

  46. Makanannya sangat enak sehingga saya hampir memakan jari saya.

  47. Suaranya begitu merdu sehingga kami tertidur.

  48. Selama masa percobaan, saya merasa seperti serangga di bawah mikroskop.

  49. Saya merasa ditinggalkan seperti tisu bekas.

  50. Suaranya menggelegar membelah angkasa.

  51. Tubuhnya tinggal kulit yang membalut tulang.

  52. Para pahlawan berjuang hingga titik darah penghabisan.

  53. Hatiku meleleh saat laki-laki itu mengungkapkan cintanya padaku.

  54. Air di sungai itu sangat jernih hingga mengalahkan beningnya kristal.

  55. Dia tidur lama sekali hingga aku mengiranya telah menjadi mayat.

  56. Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa.

  57. Seribu kota akan ku lalui untuk mencari kekasih hati.

  58. Orang itu setinggi rumah.

  59. Tugas ini benar-benar membuat ku harus memeras otak.

  60. Kulitmu lebih lembut dari sutra.

  61. Suaranya membuat seluruh penonton konser terhipnotis.

  62. Kejutan ulang tahun kali ini hampir membuat ku terkena serangan jantung.

  63. Ayah memeras keringat demi memberi nafkah kami sekeluarga.

  64. Kakak membanting tulang demi menyekolahkan adik-adiknya.

  65. Dia membacakan pidato sampai berapi-api.

  66. Pujian ibu guru membuat diriku melayang-layang di udara.

  67. Sinar matahari membakar kulitku.

  68. Pencuri itu berlari secepat kilat saat kepergok warga.

  69. Saya sangat lapar hingga bisa makan gajah.

  70. Tangan mu lebih kuat dari besi.

  71. Pesawat itu melaju lebih cepat dari kecepatan cahaya.

  72. Guru sejarah ini sudah mengajar sejak zaman batu.

  73. Sepeda Yayan melaju secepat kilat.

  74. Makanan ini lebih panas dari lava pijar.

  75. Surat itu butuh waktu ribuan tahun untuk tiba.

  76. Kecantikan Miss Indonesia mampu mengalihkan dunia.

  77. Suaramu yang merdu dapat menggemparkan dunia.

  78. Tangis anak kecil itu sungguh menyayat hati.

  79. Darah kami mendidih saat terjadi kecurangan dalam pertandingan tersebut.

  80. Harga kebutuhan pokok yang semakin naik mulai mencekik leher masyarakat.

  81. Doa ibu deras mengalir untuk kebaikan putra dan putrinya.

  82. Sampah itu menumpuk setinggi gunung.

  83. Hatinya pasti seperti disayat sembilu saat mendengar hinaan itu.

  84. Suaranya yang lantang itu benar-benar menggetarkan ruangan ini.

  85. Dia itu selalu berkhayal setinggi langit.

  86. Mulut tukang penipu itu penuh dengan bisa.

  87. Tangisan bayi itu memecah kesunyian di malam hari.

  88. Tinggi gedung-gedung itu menantang langit.

  89. Air matanya membanjiri pipinya saat melihat kedua orang tuanya meninggal dunia.

  90. Gadis berparas ayu itu mampu memanah hatiku.

  91. Perempuan itu membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya.

  92. Harga bahan bakar sedang meroket.

  93. Aku membeku karena dingin sikapnya.

  94. Jakarta adalah kota yang tidak pernah tidur.

  95. Apa yang dikatakannya bak petir menyambar di siang bolong.

  96. Jantung ku serasa berhenti berdetak ketika ia memutuskan hubungan ini.

  97. Tingginya hampir menyentuh langit.

  98. Pesawat jet itu melaju lebih cepat seperti kecepatan cahaya.

  99. Suara klakson motor itu memecahkan gendang telinga ku.

  100. Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah hadir.

  101. Bentakan ayah mampu menggetarkan seisi rumah.

  102. Ia berjalan bahkan lebih lambat dari siput.

  103. Jarak menuju rumahmu bahkan lebih jauh daripada jarak bumi ke bulan.

  104. Berita itu menghantamnya seperti bom nuklir.

  105. Kamar mu seperti kandang babi, sangat kotor.

  106. Perasaanku teriris-iris melihat kau jalan dengannya.

  107. Cacing-cacing di perutku sudah berdemo meminta makan.

  108. Hasil penemuan itu akan mengguncang dunia.

  109. Cintaku sedalam samudra, setinggi langit di angkasa.

  110. Air mataku mengalir deras membanjiri ruang kamar.

  111. Teriakan semangat dari pelatih mampu membakar semangat para anggota timnas.

  112. Paman membanting tulang demi menghidupi keluarganya.

  113. Hatiku tercabik-cabik melihatmu berdua bersamanya.

  114. Aku sudah memperingatkanmu ribuan kali, tetapi tak pernah kau hiraukan.

  115. Kulitku kering terbakar terik matahari akibat lupa memakai tabir surya.

  116. Mengapa kamu selalu terlambat? Bahkan rumahmu tak lebih jauh dari planet Mars.

  117. Amarahnya meledak saat ia menyadari tak satupun anaknya berada di rumah.

  118. Bercita-citalah setinggi langit agar kelak kau jadi orang sukses.

  119. Mendengar kabar tersebut, aku berlari secepat kilat ke rumah sakit.

  120. Aku sudah memberikan nasihat kepadamu sejuta kali, tapi sepertinya telingamu tertutup rapat.

  121. Rinduku kepadanya seperti lautan yang tak pernah kering.

  122. Kamu menghabiskan waktu di kamar mandi begitu lama, seolah-olah sedang membangun istana di sana.

  123. Aku menangis sebanyak air terjun Niagara ketika menonton film tersebut.

  124. Kepandaiannya berbicara seperti mesin pembuat kata-kata yang tak pernah rusak.

  125. Pemandangannya begitu indah, seolah-olah lukisan alam terbesar di dunia.

  126. Aku merasa begitu malu, seakan-akan menyembunyikan ratusan wajah di balik topeng.

  127. Usahanya mencapai cita-cita seperti berlari dengan kecepatan cahaya.

  128. Kesabarannya seperti pegunungan yang tak pernah runtuh di hadapan cobaan.

  129. Perjuangannya begitu gigih, seakan-akan melawan seluruh pasukan musuh sendirian.

  130. Gelombang lautnya begitu tinggi, seakan-akan menyentuh langit.

  131. Aku telah mencoba mengerjakan soal ini sepanjang malam, rasanya seperti berabad-abad yang lalu.

  132. Kau membuang waktu begitu banyak, seolah-olah hari ini memiliki seribu jam.

  133. Anjingnya begitu besar, seakan-akan bisa memakan seluruh kota.

  134. Aku sangat lelah, seakan-akan berlari maraton tanpa henti.

  135. Kesenangan yang kurasakan seperti petir menyambar, begitu cepat dan tiba-tiba.

  136. Suasana di ruangan itu begitu hening, seolah-olah bisa mendengar serangga bernapas.

  137. Kemarahannya sangat panas, seakan-akan membakar segala yang ada di sekitarnya.

  138. Saat itu begitu dingin, seakan-akan ditempatkan di dalam kulkas raksasa.

  139. Kekuatan tubuhnya seperti seribu orang, mampu mengangkat beban seberat gunung

  140. Aku lapar sekali, bisa makan seekor gajah sekarang.

  141. Tugas ini begitu sulit, seakan-akan harus menyelesaikan teka-teki Rubik dengan mata tertutup.

  142. Hujan deras turun seperti air terjun dari langit.

  143. Antreannya begitu panjang, seolah-olah semua orang di dunia ingin masuk.

  144. Kekasihku adalah bintang yang paling bersinar di langit malam hatiku.

  145. Kamu terlambat datang begitu lama, rasanya seperti menunggu selama seribu tahun.

  146. Aku merasa sakit sekali, seolah-olah tubuhku dipukul oleh sepuluh truk besar.

  147. Suaranya begitu keras, bisa membangunkan orang mati.

  148. Harganya sangat mahal, seakan-akan harus menjual ginjal untuk membelinya.

  149. Pujianmu membuatku merasa seperti ratu dunia, layaknya di atas singgasana kebahagiaan

  150. Saya sekarat karena kelaparan, kapan makan malam?

  151. Rasanya libur sekolah tidak pernah datang.

  152. Rumahku dihiasi dengan sejuta bunga.

  153. Saya memiliki jutaan video game.

  154. Saya sudah bilang jutaan kali untuk tidak melakukan itu.

  155. Saya hanya perlu 3 detik untuk sampai kesana.

  156. Kamu berjalan lebih lambat dari siput.

  157. Kamu tidak pernah berhenti berbicara.

  158. Berat badanmu melebihi berat gajah .

  159. Saya sekarat karena malu.

  160. Saya mencoba memecahkan jutaan masalah saat ini.

  161. Saya bertemu teman masa kecilku setelah berabad abad.

  162. Ribuan tahun untuk menyelesaikan pekerjaan ini.

  163. Wanita itu tidak memiliki kendali diri.

  164. Itu adalah soal termudah di dunia.

  165. Tidak ada yang bisa mengganggunya.

  166. Saya mencium bau sate dari satu mil jauhnya.

  167. Ayah saya selalu bekerja.

  168. Miftah memiliki sejuta pasang sepatu dilemarinya.

  169. Pelajaran itu berlangsung selamanya.

  170. Suaranya begitu menggelegar saat menjadi personil upacara minggu lalu.

  171. Usianya yang sudah renta membuat kesehatan kakek menurun, kini tubuhnya tinggal kulit dan tulang saja.

  172. Namun, di saat yang sama, ia seperti terpelanting ke dunia lalunya lagi.

  173. Pada sebuah garis waktu yang merangkak maju, akan ada saatnya kau bertemu dengan satu orang yang mengubah hidupmu untuk selamanya.

  174. Kami tidak tega karena tangisnya sungguh menyayat hati.

  175. Teriakan kekecewaannya membelah angkasa

Baca Juga: 9 Contoh Majas Perbandingan Berdasarkan Klasifikasi

Itulah beberapa contoh kalimat hiperbola yang bisa digunakan untuk untuk menyampaikan sebuah cerita atau gagasan.(glg)