2 Contoh Essay Beasiswa Unggulan dengan Struktur Penulisan yang Tepat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beasiswa Unggulan merupakan salah satu program beasiswa dari pemerintah Indonesia yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Salah satu dokumen yang harus disiapkan adalah essay. Beruntungnya, ada dua contoh essay Beasiswa Unggulan.
Struktur penulisan untuk essay program beasiswa memang cenderung berbeda dengan essay pada umumnya. Hal inilah yang kemudian perlu menjadi perhatian bagi pelamar.
2 Contoh Essay Beasiswa Unggulan Sesuai dengan Struktur Penulisan yang Tepat
Mengutip dari buku BULB EDISI 10, HIMABIO (2023:15), Beasiswa Unggulan merupakan beasiswa dalam negeri jenjang S1, S2, dan S3. Program beasiswa ini bisa diikuti oleh calon mahasiswa yang sudah punya surat diterima di perguruan tinggi maupun mahasiswa yang sudah melangsungkan perkuliahan maksimal semester 2 pada saat mendaftar.
Berikut adalah dua contoh essay Beasiswa Unggulan sebagai panduan para pelamar program beasiswa pemerintah ini.
Contoh 1
Kontribusiku sebagai Agen Perubahan di Era Digital
Saya adalah pelajar generasi Z yang kadang mendapatkan stigma buruk sebagai generasi lemah. Mungkin saja salah satunya akibat perkembangan teknologi digital yang sangat pesat. Alhasil perjuangan mendapatkan informasi tidak sesulit dahulu dan kini bisa terakses melalui gawai.
Saya tidak memungkiri dalam kehidupan ini tidak lepas dari pemakaian gawai. Saya aktif menggunakan internet hingga berbagai media sosial. Saya juga memanfaatkan aplikasi pembelajaran dan perangkat lunak lainnya untuk menunjang pendidikan dan kehidupan sosial.
Namun, saya memakai semua kemudahan teknologi untuk berbagai hal bermanfaat. Sehari-hari, saya memanfaatkan teknologi untuk mencari informasi, berkomunikasi sampai hingga menghibur diri. Tanpa disadari, dunia digital memberikan pengaruh pada pembentukan sebagian besar cara pandang dan perilaku saya pada lingkungan, diri sendiri, dan sesama.
Dari sinilah saya mulai menyadari jika teknologi juga membawa tantangan besar dalam membentuk karakter seseorang. Banyak teman yang saya temui tampak kurang sabar menghadapi masalah, gampang tersulut emosi, dan kehilangan empati akibat terlalu aktif berinteraksi dengan dunia maya.
Ada pula yang mulai menunjukkan sikap individualistis dan tampak kecanduan pada media sosial. Fenomena memunculkan tanda tanya dalam saya: Apakah kemajuan teknologi saat ini akan membentuk karakter individu menjadi lebih baik atau justru merusaknya?
Saya pun mulai merefleksikan kembali peran saya sebagai generasi muda bagian dari masyarakat digital. Saya menyadari tidak tidak bisa lagi menjadi pengguna teknologi. Saya perlu menjadi agen perubahan dalam kampanye pemanfaatan teknologi yang positif.
Karakter positif di era digital tidak bisa terbentuk dengan sendiri. Ada kebutuhan untuk memunculkan kesadaran, tindakan, dan keteladanan dari setiap individu, termasuk saya.
Seiring dengan tumbuhnya kesadaran pengaruh teknologi karakter, saya akan mengambil peran sebagai "Duta Karakter Positif di Era Digital". Saya meyakini generasi muda mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun budaya digital sehat, etis, dan berkarakter. Saya berkomitmen menjadi contoh nyata pada memanfaatkan teknologi yang bijak dan bertanggung jawab.
Peran yang saya ambil meliputi upaya memberikan edukasi bagi lingkungan sekitar. Hal itu diwujudkan mulai dari lingkungan sekolah, keluarga sampai komunitas. Semua pihak perlu menyadari pentingnya literasi digital dan etika menggunakan internet.
Edukasi juga perlu dilakukan agar lingkungan saya mampu memilah informasi yang benar. Tidak dipungkiri informasi hoaks cukup masif pergerakannya saat ini. Namun, jika lingkungan telah terdidik dan terbina dengan aktivitas menyaring informasi, kabar hoaks bisa ditangkal.
Agar semua harapan saya itu terwujud, saya akan memulai meningkatkan kesadaran menggunakan teknologi secara positif dari diri sendiri. Jika saya mampu menjadikan teknologi yang ada ke arah positif, niscaya saya pun dapat menjadi contoh untuk orang lain.
Saya juga akan meningkatkan kemampuan dalam urusan literasi digital dan makin memahami etika di dunia maya. Selain nantinya bisa menyaring informasi yang benar, saya pun bisa menggunakan internet pada hal-hal positif saja.
Saat saya berhasil melalui tantangan tersebut, saya mesti menjadi teladan dalam perilaku digital bagi semua orang di lingkungan saya. Saya akan mengajak semua teman untuk melakukan aksi yang sama. Nanti kami akan menjadi generasi yang peduli dengan tata krama di dunia digital dan menjadikan teknologi untuk membentuk karakter diri yang lebih baik.
Sumber: Essay Beasiswa Unggulan 2020 - Melati Julia Rahma
Contoh 2
Indonesia termasuk negara yang mempunyai keistimewaan tersendiri dari segi letak geografis dibandingkan dengan sejumlah negara lain. Selain memiliki wilayah yang strategis, Indonesia termasuk negara kepulauan dengan tanah yang subur, sehingga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.
Sejak dulu, saya memiliki motivasi yang kuat untuk turut andil dalam mendorong kemajuan bangsa. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA), saya selalu aktif mengikuti kegiatan organisasi siswa sebagai salah satu cara untuk meningkatkan wawasan serta kualitas hidup.
Di masa sekolah dasar, saya telah dipercaya menjadi ketua kelas dan beberapa kali terpilih mewakili sekolah dalam berbagai perlombaan, baik di bidang akademik maupun non-akademik, di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Masuk ke tingkat SMP, langkah yang sama juga saya tempuh. Selain meningkatkan nilai akademik, saya mulai aktif di beberapa organisasi sekolah, seperti OSIS, Pramuka, dan ekstrakurikuler lain yang sesuai dengan minat saya.
Kemudian, pada tingkat SMA, kemampuan berorganisasi saya mulai terasah dan saya terbiasa dengan kondisi serta tantangan yang dihadapi di lapangan. Sebagai pengurus OSIS dan Pramuka pun saya menjadi anggota yang mampu menerapkan kemampuan pribadi dalam menjalankan organisasi. Dipandu kerja sama tim, kami bisa menjadikan kedua organisasi tersebut sebagai media siswa dalam menyampaikan gagasan dan mengembangkan potensi diri.
Pengalaman pribadi saya kemudian berlanjut hingga ke jenjang kuliah. Saya menjadi salah satu mahasiswa jurusan Hubungan Internasional (HI). Selama menjalani perkuliahan, saya juga terlibat aktif dalam sejumlah diskusi dan seminar baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk memperkuat kontribusi saya dalam memajukan bangsa, saya berkomitmen menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan. Usai menempuh pendidikan tinggi, saya bertekad ingin menjadi seorang diplomat yang kompeten dan berintegritas, sehingga mampu menempatkan Indonesia sebagai pemain utama, tidak hanya di Asia, tetapi juga di kancah global.
Dengan bekal pengalaman berorganisasi dan latar belakang pendidikan yang selaras, saya yakin dapat berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana tercantum dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945:
“... melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia...”
Baca Juga: Contoh Surat Rekomendasi Beasiswa Unggulan 2025 dan Cara Daftarnya
Itulah dua contoh essay Beasiswa Unggulan dengan struktur penulisan yang tepat dan bisa disesuaikan kembali dengan pengalaman pribadi. (Anne)
