Konten dari Pengguna

2 Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya dalam Bahasa Indonesia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 2 Contoh Teks Anekdot, sumber gambar unsplash/Eliabe Costa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 2 Contoh Teks Anekdot, sumber gambar unsplash/Eliabe Costa

Ada 2 contoh teks anekdot yang menarik untuk disimak. Teks anekdot merupakan cerita singkat yang lucu dan biasanya membahas tentang orang terkenal berdasarkan peristiwa yang sebenarnya.

Teks ini dipelajari di kelas 10 SMA dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Mengetahui contoh tulisan anekdot cukup penting untuk menambah wawasan terkait jenis teks dalam Bahasa Indonesia.

2 Contoh Teks Anekdot beserta Strukturnya

Ilustrasi 2 Contoh Teks Anekdot, sumber gambar unsplash/Clay Banks

Mengutip buku Bahan Ajar Teks Anekdot oleh Yuli Amelia (2022), teks anekdot berisi cerita-cerita yang membuat jengkel dan konyol bagi partisipan yang mengamalinya. Struktur teks anekdot ada empat, yaitu abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Adapun 2 contoh teks anekdot yaitu:

1. Keluarga Miskin dan Durian

a. Abstraksi

Di suatu desa, hiduplah seorang janda dan anaknya bernama Hasan. Hari ini tidak ada kepulan asap di dapur, padahal Hasan sangat lapar. Ia memutuskan pergi dari rumah, berhara ada orang yang mengasihaninya. Namun, tidak ada seorang pun yang menaruh kasihan kepadanya. Akhirnya, Hasan memiliki ide untuk mencuri buah durian milik tetangganya yang kikir.

b. Orientasi

Dia pulang ke rumah membawa sebuah durian. Ibunya pun senang mendapati anaknya yang membawa makanan. Ibunya memuji Hasan. "Lain kali lebih banyak, Nak! Jangan hanya satu!" kata ibunya dengan polos.

c. Krisis

Hari ini cuaca lebih cerah. Hasan pergi ke kebun untuk mengambil dua buah durian. Namun nahas, warga sudah menghadangnya. Hasan dihakimi oleh warga. "Ini bukan keinginan saya, tapi keinginan ibuku." ucap Hasan yang menjerit kesakitan. Ibunya hanya diam."Bagaimana warga, apakah kita lanjutkan hukuman ini!" tanya kepala kampung.

"Lanjut, hajar dia, biar kapok!" seru warga. Ibunya hanya bisa menatap buah hatinya yang malang itu dihakimi massa. Usai warga puas melampiaskan amarahnya dan pergi, sangat ibu datang memeluk Hasan. Namun, Hasan justru memukul ibunya hingga jatuh tersungkur ke tanah.

d. Reaksi

"Kenapa ibu dulu tidak memarahiku saay aku mencuri pertama kali. Sekarang, akibatnya seperti ini. Ya Allah, hukumlah Ibu yang tidak menyayangi anaknya!" doa Hasan.

2. Selembar Uang Rp50.000

a. Abstraksi

Suatu sore yang cerah, seorang suami pulang ke rumah dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan.

b. Orientasi

Sang suami berwajah lelah, tetapi tetap tersenyum karena telah ditunggu oleh istri dan dua anaknya yang berusia 8 dan 6 tahun di rumah.

c. Krisis

Sang suami menyerahkan selembar uang Rp50.000 kepada istrinya di depan dua anaknya. Suami berkata, "Dik, ini uang untuk belanja satu bulan, semoga cukup." Sang istri menjawab, "Iya, Mas, ini sudah cukup kok, bahkan cukup untuk belanja setahun!" Sang suami pun kembali menjawab, "Wah, Adik hebat sekali bisa sehemat itu, memangnya untuk belanja apa bisa bertahan selama setahun?" Istri menjawab, "Buat beli kalender...!".

d. Reaksi

Sang suami terdiam dan kedua anaknya tertawa lepas.

Baca juga: Fungsi Teks Anekdot dan Tujuan Pembuatannya

2 contoh teks anekdot yang disebutkan di atas tidak hanya mengandung sindiran, tetapi juga menghibur pembaca. Dengan memahami contoh anekdot tersebut, diharapkan pembaca dapat memahami struktur dan karakteristiknya. (DLA)