Konten dari Pengguna

2 Jenis Metode Penghitungan Indeks Harga dalam Ilmu Ekonomi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menghitung indeks harga. Foto: Pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menghitung indeks harga. Foto: Pixabay.com

Metode penghitungan indeks harga memiliki berbagai jenis rumus. Pada setiap jenis metode terdapat klasifikasi dan rumus penghitungan yang berbeda antara satu metode dengan metode lainnya.

Lalu, bagaimana metode penghitungan indeks harga? Berikut penjelasan selengkapnya.

Pengertian Indeks Harga

Menurut buku Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia oleh Indonesia Stock Exchange, indeks harga adalah angka yang diharapkan dapat dipakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga barang secara menyeluruh dalam suatu periode waktu.

Terdapat tiga kemungkinan dalam hasil perhitungan indeks harga, yaitu:

  1. Jika indeks harga >100 berarti harga naik (inflasi).

  2. Jika indeks harga <100 berarti harga turun (deflasi).

  3. Jika indeks harga = 100 berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun).

Metode Penghitungan Indeks Harga

Ilustrasi menghitung indeks harga. Foto: Pixabay.com

Berikut ini adalah metode penghitungan indeks harga menurut buku Indeks Harga dan Inflasi oleh Basuki.

1. Indeks harga agregatif sederhana (tidak tertimbang)

Adapun rumus untuk menghitung indeks harga agregatif sederhana, yaitu:

IA = Pn : Po x 100

Keterangan:

IA : indeks harga agregatif tidak ditimbang

Pn : harga yang dihitung angka indeksnya

Po : harga pada tahun dasar

2. Indeks harga agregatif tertimbang

Perhitungan indeks harga agregatif tertimbang dapat dilakukan dengan beberapa metode. Berikut ini macam-macam metode penghitungan indeks harga agregatif tertimbang:

1. Metode laspeyres (IL)

Indeks Laspeyres adalah indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun dasar (Qo ) sebagai faktor penimbangnya.

IL = (Pn x Qo) : (Po x Qo) x 100

Keterangan:

IL = Angka indeks laspeyres

Pn= Harga pada tahun yang dihitung indeksnya

Po= Harga pada tahun dasar

Qo= Kuantitas pada tahun dasar

2. Metode paasche (IP)

Indeks paasche adalah indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun yang diukur (Qn) sebagai faktor penimbangnya.

IP : (Pn x Qn) : (Po x Qn) x 100

Keterangan:

IP = Angka indeks paasche

Pn = Harga tahun yang dihitung angka indeksnya

Po = Harga pada tahun dasar

Qn= Kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya

3. Metode drobisch and bowley (ID)

Angka indeks tertimbang dengan metode drobisch and bowley dapat dirumuskan sebagai berikut:

ID = IL + IP : 2

Keterangan:

ID = Indeks drobisch and bowley

IL = Indeks laspeyres

IP = Indeks paasche

4. Metode irving fisher

Metode Irving fisher menghitung indeks kompromi dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks laspeyres dan indeks paasche.

IF = akar dari IL x IP

Keteranga :

IF = Angka indeks irving fisher

IL = Angka indeks laspeyres

IP = Angka indeks paasche

5. Metode marshal edgewarth

Menurut metode ini, angka indeks dihitung dengan menggabungkan kuantitas tahun dasar dan kuantitas tahun yang dihitung (n). Lalu mengalikannya dengan harga pada tahun dasar atau tahun n.

IM = (Qo + Qn) x Pn : (Qo + Qn) Po x 100

Keterangan:

IM = Indeks marshal edgewarth

Qo = Jumlah kuantitas pada tahun dasar

Qn = Jumlah kuantitas tahun yang dihitung

Po = Harga pada tahun dasar

Pn = Harga pada tahun yang dihitung

(FNS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan indeks harga?

chevron-down

Angka yang diharapkan dapat dipakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga barang secara menyeluruh dalam suatu periode waktu.

Apa arti dari indeks harga <100?

chevron-down

Jika indeks harga <100 berarti harga turun (deflasi).

Apa arti dari indeks harga = 100?

chevron-down

Jika indeks harga = 100 berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun).