2 Jenis Metode Penghitungan Indeks Harga dalam Ilmu Ekonomi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Metode penghitungan indeks harga memiliki berbagai jenis rumus. Pada setiap jenis metode terdapat klasifikasi dan rumus penghitungan yang berbeda antara satu metode dengan metode lainnya.
Lalu, bagaimana metode penghitungan indeks harga? Berikut penjelasan selengkapnya.
Pengertian Indeks Harga
Menurut buku Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia oleh Indonesia Stock Exchange, indeks harga adalah angka yang diharapkan dapat dipakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga barang secara menyeluruh dalam suatu periode waktu.
Terdapat tiga kemungkinan dalam hasil perhitungan indeks harga, yaitu:
Jika indeks harga >100 berarti harga naik (inflasi).
Jika indeks harga <100 berarti harga turun (deflasi).
Jika indeks harga = 100 berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun).
Metode Penghitungan Indeks Harga
Berikut ini adalah metode penghitungan indeks harga menurut buku Indeks Harga dan Inflasi oleh Basuki.
1. Indeks harga agregatif sederhana (tidak tertimbang)
Adapun rumus untuk menghitung indeks harga agregatif sederhana, yaitu:
IA = Pn : Po x 100
Keterangan:
IA : indeks harga agregatif tidak ditimbang
Pn : harga yang dihitung angka indeksnya
Po : harga pada tahun dasar
2. Indeks harga agregatif tertimbang
Perhitungan indeks harga agregatif tertimbang dapat dilakukan dengan beberapa metode. Berikut ini macam-macam metode penghitungan indeks harga agregatif tertimbang:
1. Metode laspeyres (IL)
Indeks Laspeyres adalah indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun dasar (Qo ) sebagai faktor penimbangnya.
IL = (Pn x Qo) : (Po x Qo) x 100
Keterangan:
IL = Angka indeks laspeyres
Pn= Harga pada tahun yang dihitung indeksnya
Po= Harga pada tahun dasar
Qo= Kuantitas pada tahun dasar
2. Metode paasche (IP)
Indeks paasche adalah indeks harga tertimbang dengan kuantitas barang pada tahun yang diukur (Qn) sebagai faktor penimbangnya.
IP : (Pn x Qn) : (Po x Qn) x 100
Keterangan:
IP = Angka indeks paasche
Pn = Harga tahun yang dihitung angka indeksnya
Po = Harga pada tahun dasar
Qn= Kuantitas tahun yang dihitung angka indeksnya
3. Metode drobisch and bowley (ID)
Angka indeks tertimbang dengan metode drobisch and bowley dapat dirumuskan sebagai berikut:
ID = IL + IP : 2
Keterangan:
ID = Indeks drobisch and bowley
IL = Indeks laspeyres
IP = Indeks paasche
4. Metode irving fisher
Metode Irving fisher menghitung indeks kompromi dengan cara mencari rata-rata ukur dari indeks laspeyres dan indeks paasche.
IF = akar dari IL x IP
Keteranga :
IF = Angka indeks irving fisher
IL = Angka indeks laspeyres
IP = Angka indeks paasche
5. Metode marshal edgewarth
Menurut metode ini, angka indeks dihitung dengan menggabungkan kuantitas tahun dasar dan kuantitas tahun yang dihitung (n). Lalu mengalikannya dengan harga pada tahun dasar atau tahun n.
IM = (Qo + Qn) x Pn : (Qo + Qn) Po x 100
Keterangan:
IM = Indeks marshal edgewarth
Qo = Jumlah kuantitas pada tahun dasar
Qn = Jumlah kuantitas tahun yang dihitung
Po = Harga pada tahun dasar
Pn = Harga pada tahun yang dihitung
(FNS)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan indeks harga?

Apa yang dimaksud dengan indeks harga?
Angka yang diharapkan dapat dipakai untuk menunjukkan perubahan mengenai harga barang secara menyeluruh dalam suatu periode waktu.
Apa arti dari indeks harga <100?

Apa arti dari indeks harga <100?
Jika indeks harga <100 berarti harga turun (deflasi).
Apa arti dari indeks harga = 100?

Apa arti dari indeks harga = 100?
Jika indeks harga = 100 berarti harga tetap (tidak naik dan tidak turun).
