Konten dari Pengguna

2 Pidato Maulid Nabi Singkat di Sekolah untuk Referensi Lomba

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pidato Maulid Nabi Muhammad singkat di sekolah untuk referensi lomba. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pidato Maulid Nabi Muhammad singkat di sekolah untuk referensi lomba. Foto: Unsplash.

Peringatan Maulid Nabi di sekolah umumnya diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa Islami, mulai dari membaca sholawat, doa bersama, hingga lomba pidato. Bagi siswa yang mengikuti lomba, naskah pidato Maulid Nabi singkat diperlukan sebagai referensi.

Naskah pidato berisi informasi atau gagasan tentang tema tertentu. Umumnya teks disusun ke dalam tiga bagian, yakni pembuka, isi, dan penutup.

Isi teks pidato perlu memuat informasi yang bermanfaat dan relevan dengan acara yang diselenggarakan, tapi dengan narasi yang singkat agar tidak membuat pendengar bosan. Berikut ini 2 contoh teks pidato Maulid Nabi untuk singkat yang bisa dijadikan sebagai referensi lomba.

2 Pidato Maulid Nabi Singkat

Ilustrasi 2 pidato Maulid Nabi singkat di sekolah untuk referensi lomba. Foto: Pexels.

Menurut Sihabuddin dalam buku Terampil Berbicara dan Menulis untuk Mahasiswa, Guru, Dosen, dan Umum (2019), pidato yang baik memiliki materi yang menarik dan dibawakan dengan penuh semangat.

Adapun materi pidato harus sesuai dengan acara yang diselenggarakan. Misalnya untuk acara Maulid Nabi Muhammad, tema pidato yang dapat dipilih bisa mencakup kisah hidup Rasulullah atau sifat-sifat terpujinya yang patut dijadikan teladan.

Dirangkum dari NU Online dan buku Juara Pidato 3 Bahasa oleh Andi Holilullah, berikut contoh teks pidato Maulid Nabi singkat yang dapat dijadikan referensi siswa untuk mengikuti lomba.

Contoh Pidato 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru SMA Yaspen Tugu Ibu 1 serta teman-teman yang saya cintai.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT karena hanya dengan rahmat-Nya kita dapat berkumpul dan memperingati hari bahagia ini.

Saat ini kita berada di bulan Rabi’ul Awwal, bulan di mana manusia termulia akhlaknya dilahirkan, yaitu Rasulullah saw. Maka sebagai ummatnya, wajib kiranya kita mengungkapkan syukur yang tak terhingga sebab kelahiran baginda Rasulullah SAW adalah termasuk nikmat yang agung.

Dalam buku berjudul Cahaya karya al Imam al Habib Abu Bakar bin Hasan Al Athas Azzabidi, disebutkan pernah terjadi dialog antara Allah ta’ala dengan Nabiyullah Daud Alaihissalam. Nabi Daud bertanya kepada Allah ta’ala: “Ya Allah, nikmat apakah yang kecil di sisi-Mu?”. Allah ta’ala menjawab, “Napas yang kamu hirup sehari-hari adalah nikmat yang kecil di sisi-Ku”. (Bayangkan, napas yang kita hirup sehari-hari, yang menjadi oksigen bagi kita, bagi Allah ta’ala adalah nikmat terkecil.) “Lalu nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu?” Tanya Nabi Daud lagi. “Diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam” jawab Allah ta’ala.

Tak heran, jika dalam hadist Qudsi dikatakan:

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك

Artinya: “Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini”.

Diantara cara mensyukuri atas hadirnya Rasulullah SAW di muka bumi ini, sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an adalah dengan cara bergembira. Allah ta’ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Artinya: "Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan". (Yunus: 58)

Lalu apakah yang dimaksud dengan rahmat dalam ayat ini? Apakah bentuk rahmat itu? Abdullah Ibnu Abbas menfasirkan ayat tersebut dengan cukup jelas:

وأحرج أبو الشيخ عن ابن عباس فى الأية قال: فضل الله العلم ورحمته محمد صلى الله عليه وسلم : قال الله (وما أرسلنك إلا رحمة للعالمين)

Bahwa yang dimaksudkan dengan karunia Allah swt sekaligus ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muahammad saw. Allah swt telah berfirman (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam) (al-Anbiya: 107)

Maka menjadi jelas bahwa Rasulullah saw memang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat bagi alam jagad raya. Maka kalimat selanjutnya dalam Surat Yunus di atas yang berbunyi ‘hendaklah mereka bergembira’ secara otomatis memerintahkan kepada umat muslim menyambut gembira atas rahmat tersebut.

Demikian pentingnya merasa bergembira menyambut kelahiran Rasulullah saw sehingga Imam Imam al-Suyuthy (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid memberikan petunjuk cara merayakan maulid nabi yang benar:

أنَّ أصْلَ عَمَلِ الْمَوْلدِ الَّذِى هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ. وَرِواَيَةُ الأخْبَارِ الوَارِدَة فِى مَبْدَءِ أمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا وَقَعَ فِى مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ ثُمَّ يَمُدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِى يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالاِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ.

Artinya: "Bahwa asal perayaan Maulid Nabi Muhammad, yaitu manusia berkumpul, membaca al-Qur’an dan kisah-kisah teladan kemudian menghidangkan makanan yang dinikmati bersama, setelah itu mereka pulang. Hanya itu yang dilakukan, tidak lebih. Semua itu termasuk bid’ah hasanah. Orang yang melakukannya diberi pahala karena mengagungkan derajat Nabi, menampakkan suka cita dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad yang mulia". (Al-Hawy Lil Fatawa, Juz I, h. 189-197 )

Hal pertama yang harus ada dalam perayaan, sebagai bukti kegembiraan umat muslim atas kelahiran Rasulullah adalah membaca al-Qur’an karena al-Qur’an adalah mukjizat Rasulullah saw sekaligus pedoman hidup bagi umat Islam.

Hal kedua yang tidak boleh terlewatkan adalah bercerita tentang kisah Rasulullah saw yang penuh keteladanan. Teladan bagi pemuda, bagi pedagang, bagi seorang suami, bagi seorang pemimpin dan juga bagi segenap umatnya.

Dan hal ketiga adalah menyedekahkan makanan untuk dinikmati bersama-sama dengan niatan membahagiakan mereka yang hadir pada majelis maulid.

Sekian pidato dari saya hari ini, semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat untuk banyak orang. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

Contoh Pidato 2

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Marilah kita panjatkan puji dan Syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang mulia ini.

Shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membebaskan kita dari zaman jahiliah menuju zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan, dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang benderang seperti sinar matahari.

Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato dengan judul Maulid Nabi Muhammad SAW.

Tanggal 12 bulan Rabi'ul Awwal merupakan hari dilahirkannya seorang yang paling mulia di dunia ini, ia adalah Muhammad. Sebagai seorang Muslim yang baik sudah menjadi keharusan bagi kita semua untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW dan mengambil hikmah dari kelahiran sang kekasih Allah.

Hari ketika dilahirkan Nabi Muhammad dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa memiliki ciri-ciri, alam semesta ikut bergembira, langit teduh, bumi sejuk, dan seluruh pohon-pohon berbuah dengan sempurna.

Kelahiran Nabi Muhammad bukan saja menjadi kebahagiaan bagi seluruh alam, akan tetapi juga kebahagiaan seluruh makhluk di muka bumi.

Ini karena Rasulullah adalah khatamunnabiyyin. Beliau juga bagaikan nurun fauqa kulli nur (cahaya di atas cahaya) dan basyarun lakal basyari, (manusia tidak seperti manusia).

Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari adanya peringatan Maulid Nabi. Namun yang paling utama adalah senantiasa menjadikan Nabi Muhammad panutan dalam kita.

Nabi Muhammad memiliki akhlak yang sangat mulia karenanya kita harus berusaha mempraktikkan akhlak nabi untuk dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Suray Ali Imran ayat 31:

"Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.'

Dengan mengenang Maulid Nabi, marilah kita kaum Muslimin senantiasa mengikuti akhlak Rasulullahagar kita mendapatkan ridha dan ampunan dari Allah SWT sebagaimana telah tertera dalam ayat tersebut.

Pertanyaannya, bagaimana jika diterapkan dalam konteks umat sekarang yang tidak berjumpa dengan Rasulullah secara langsung? Maka dalam rangka meneladani akhlak Nabi Muhammad, seharusnya kita sebagai umat muslim di era modern ini mengikuti akhlak guru kita, guru-guru yang benar-benar memiliki sanad keilmuan sampai kepada Rasulullah. Hal ini sangat penting supaya kita tidak salah arah atau tersesat dalam kehidupan.

Demikian pidato yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat untuk banyak orang. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.

(GLW)