Konten dari Pengguna

20 Contoh Soal Mikrometer Sekrup dan Pembahasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrai Contoh Soal Mikrometer Sekrup. Foto: Unsplash/Annie Spratt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrai Contoh Soal Mikrometer Sekrup. Foto: Unsplash/Annie Spratt

Pemahaman yang baik mengenai cara membaca dan menggunakan mikrometer sekrup menjadi bagian penting dalam kurikulum sekolah. Oleh karena itu, memahami contoh soal mikrometer sekrup dan pemabahsannya akan sangat membantu.

Mengutip Buku Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VII, Teguh Sugiyarto & Eny Ismawati, (2008: 19), mikrometer sekrup merupakan alat ukur panjang yang memiliki tingkat ketelitian yang paling tinggi yaitu 0,01 mm.

Daftar isi

Contoh Soal Mikrometer Sekrup dan Pembahasannya

Ilustrasi Contoh Soal Mikrometer Sekrup. Foto: Unsplash/Greg Rosenke

Mikrometer sekrup mampu mengukur dimensi benda kerja dengan ketelitian hingga seper seratus milimeter, menjadikannya sangat penting dalam proses kontrol kualitas. Berikut adalah contoh soal mikrometer sekrup dan pembahasannya.

1. Soal 1

Seorang teknisi sedang memeriksa ketebalan sebuah pelat logam menggunakan mikrometer sekrup. Ia mengamati bahwa skala utama menunjukkan angka 5,5 mm dan skala nonius menunjukkan garis ke-23 yang sejajar dengan garis utama. Berapakah ketebalan pelat logam tersebut?

Jawaban:

Skala utama = 5,5 mm

Skala nonius = 23 x 0,01 mm = 0,23 mm

Total = 5,5 + 0,23 = 5,73 mm

2. Soal 2

Andi sedang mengukur diameter kawat tembaga dengan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 3 mm dan skala nonius berada pada garis ke-47. Berapa diameter kawat tersebut?

Jawaban:

Skala utama = 3 mm

Skala nonius = 47 × 0,01 mm = 0,47 mm

Total = 3 + 0,47 = 3,47 mm

3. Soal 3

Dalam praktikum fisika, Lani mencatat hasil pengukuran diameter batang baja menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 6,0 mm dan skala nonius menunjukkan angka ke-18. Hitunglah diameter batang tersebut.

Jawaban:

Skala utama = 6 mm

Skala nonius = 18 × 0,01 mm = 0,18 mm

Total = 6 + 0,18 = 6,18 mm

4. Soal 4

Seorang teknisi di pabrik suku cadang mengukur ketebalan plat besi menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 4,5 mm, sedangkan skala nonius menunjukkan angka ke-38.

Setelah pengukuran, teknisi tersebut mengatakan ketebalan plat tersebut kurang dari 5 mm. Apakah pernyataan tersebut benar? Jelaskan dengan perhitungan.

Jawaban:

Skala utama = 4,5 mm

Skala nonius = 38 × 0,01 mm = 0,38 mm

Total ketebalan = 4,5 + 0,38 = 4,88 mm

Karena 4,88 mm < 5 mm, pernyataan teknisi benar.

5. Soal 5

Lina mengukur diameter kawat tembaga menggunakan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 2,0 mm dan skala nonius 75. Setelah pengukuran, ia ingin mengubah hasil pengukuran ke dalam satuan cm. Berapakah diameter kawat dalam cm?

Jawaban:

Skala utama = 2,0 mm

Skala nonius = 75 × 0,01 mm = 0,75 mm

Total = 2,0 + 0,75 = 2,75 mm

Konversi ke cm = 2,75 mm ÷ 10 = 0,275 cm

6. Soal 6

Seorang siswa mengukur diameter bola kecil dan mendapatkan hasil 5,3 mm pada skala utama dan angka ke-64 pada skala nonius. Jika mikrometer tersebut memiliki ketelitian 0,01 mm, tentukan hasil pengukuran dan jelaskan ketelitiannya.

Jawaban:

Skala utama = 5,3 mm

Skala nonius = 64 × 0,01 mm = 0,64 mm

Total = 5,3 + 0,64 = 5,94 mm

Ketelitian mikrometer = 0,01 mm, artinya hasil ini dapat dipercaya hingga 2 desimal mm.

7. Soal 7

Budi mengukur ketebalan pelat besi menggunakan mikrometer. Jika skala utama menunjukkan 3,2 mm dan skala nonius menunjukkan angka ke-56, berapakah ketebalan pelat besi tersebut dalam satuan meter?

Jawaban:

Skala utama = 3,2 mm

Skala nonius = 56 × 0,01 mm = 0,56 mm

Total = 3,2 + 0,56 = 3,76 mm

Konversi ke meter = 3,76 mm ÷ 1000 = 0,00376 m

8. Soal 8

Sebuah baut memiliki diameter yang diukur dengan mikrometer sekrup. Skala utama menunjukkan 6 mm dan skala nonius 42. Jika batas toleransi diameter baut adalah ±0,05 mm dari ukuran standar 6,42 mm, apakah baut tersebut masih dalam toleransi?

Jawaban:

Ukuran hasil = 6 + (42 × 0,01) = 6,42 mm

Batas toleransi = 6,42 ± 0,05 mm → Rentang: 6,37 mm sampai 6,47 mm

Karena hasil 6,42 mm berada dalam rentang tersebut, baut masih dalam toleransi.

9. Soal 9

Saat mengukur ketebalan sebuah pelat plastik, Mikrometer menunjukkan 1,8 mm pada skala utama dan 85 pada skala nonius.

Jika pengukuran berikutnya menunjukkan 2,0 mm pada skala utama dan 10 pada skala nonius, berapa perbedaan ketebalan pelat tersebut dalam mm?

Jawaban:

Pengukuran pertama = 1,8 + 0,85 = 2,65 mm

Pengukuran kedua = 2,0 + 0,10 = 2,10 mm

Perbedaan = 2,65 – 2,10 = 0,55 mm

10. Soal 10

Sebuah mesin membutuhkan komponen dengan diameter tepat 7,50 mm. Jika mikrometer menunjukkan skala utama 7,0 mm dan nonius 48, apakah komponen tersebut sesuai spesifikasi?

Jawaban:

Hasil pengukuran = 7,0 + 0,48 = 7,48 mm

Spesifikasi = 7,50 mm

Perbedaan = 7,50 – 7,48 = 0,02 mm (masih sangat dekat dan kemungkinan dalam toleransi pabrik, tetapi perlu dibandingkan dengan toleransi yang diizinkan.)

11. Soal 11

Seorang siswa mengukur diameter kawat dan mendapat hasil 0,5 mm pada skala utama dan 96 pada skala nonius. Berapakah hasil pengukuran dalam mikrometer (μm)?

Jawaban:

Hasil = 0,5 + 0,96 = 1,46 mm

Konversi ke mikrometer = 1,46 × 1000 = 1460 μm

12. Soal 12

Pengukuran diameter poros menggunakan mikrometer sekrup menunjukkan skala utama 12,0 mm dan skala nonius 30. Jika diameter yang diukur harus 12,30 mm dengan toleransi ±0,02 mm, apakah poros sesuai standar?

Jawaban:

Hasil = 12,0 + 0,30 = 12,30 mm

Toleransi = 12,30 ± 0,02 mm → 12,28 sampai 12,32 mm

Hasil sesuai standar.

13. Soal 13

Saat mengukur sebuah benda kecil, skala utama mikrometer menunjukkan 0 mm dan skala nonius 92. Jika benda tersebut ternyata tidak bisa masuk ke mikrometer karena terlalu besar, jelaskan kemungkinan kesalahan yang terjadi.

Jawaban:

Skala utama 0 mm dan nonius 92 berarti pengukuran 0,92 mm, benda sangat kecil. Jika benda tidak bisa masuk, kemungkinan benda terlalu besar atau salah dalam penggunaan alat.

14. Soal 14

Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur ketebalan sebuah pelat logam tiga kali berturut-turut dengan hasil: 3,68 mm; 3,70 mm; dan 3,69 mm. Hitung rata-rata ketebalan pelat tersebut.

Jawaban:

Rata-rata = (3,68 + 3,70 + 3,69) ÷ 3 = 11,07 ÷ 3 = 3,69 mm

15. Soal 15

Seorang teknisi ingin mengukur tebal sebuah lapisan dengan mikrometer sekrup. Setelah membaca skala utama, ia memperoleh nilai 5,0 mm, sedangkan skala nonius menunjukkan angka 0. Apakah ketebalan lapisan tepat 5 mm? Jelaskan.

Jawaban:

Skala nonius 0 berarti 0 × 0,01 = 0 mm.

Jadi ketebalan = 5,0 + 0 = 5,0 mm. Tepat 5 mm.

16. Soal 16

Skala utama menunjukkan 9,4 mm dan skala nonius menunjukkan angka 13. Jika pengukuran ini dilakukan dalam suhu sangat dingin, sebutkan faktor apa yang harus diperhatikan agar hasil pengukuran tetap akurat.

Jawaban:

Perlu memperhatikan faktor perubahan dimensi alat dan benda akibat suhu (termal ekspansi), serta pastikan alat tidak mengalami kontraksi. Kalibrasi ulang dan penyesuaian suhu diperlukan.

17. Soal 17

Sebuah pengukuran menunjukkan hasil 2 mm pada skala utama dan garis ke-99 pada skala nonius. Tentukan panjang benda tersebut.

Jawaban:

Skala utama = 2 mm

Skala nonius = 99 × 0,01 mm = 0,99 mm

Total = 2,99 mm

18. Soal 18

Skala utama menunjukkan 0 mm dan skala nonius menunjukkan 46. Berapa hasil pengukuran panjang benda tersebut?

Jawaban:

Skala utama = 0 mm

Skala nonius = 46 × 0,01 mm = 0,46 mm

Total = 0,46 mm

19. Soal 19

Dalam pengukuran oleh teknisi pabrik, mikrometer menunjukkan angka 9 mm dan 57 pada skala nonius. Hitung hasil pengukuran tersebut.

Jawaban:

Skala utama = 9 mm

Skala nonius = 57 × 0,01 mm = 0,57 mm

Total = 9 + 0,57 = 9,57 mm

20. Soal 20

Sebuah pabrik menggunakan mikrometer sekrup untuk mengukur ketebalan bahan karet. Jika mikrometer memiliki skala utama dari 0 sampai 25 mm dan ketelitian 0,01 mm, berapa jumlah garis skala nonius yang ada?

Jawaban:

Biasanya skala nonius pada mikrometer memiliki 50 atau 100 garis untuk ketelitian 0,01 mm. Jika ketelitian 0,01 mm, maka jumlah garis nonius adalah 50 garis (karena 1 mm dibagi 50 = 0,02 mm per garis, tapi untuk ketelitian 0,01 biasanya 100 garis nonius). Jadi, untuk ketelitian 0,01 mm, skala nonius umumnya memiliki 50 garis dengan tiap garis 0,01 mm.

Demikian contoh soal mikrometer sekrup dan pembahasannya. Latihan soal yang bervariasi tidak hanya membantu memperkuat pemahaman konsep dasar alat ukur ini, tetapi juga membiasakan diri menghadapi situasi nyata di dunia industri. (Nab)

Baca Juga: 55 Soal UAS PKn Kelas 10 Semester 2 Pilihan Ganda dan Kunci Jawabannya