Konten dari Pengguna

203 Nama Tumbuhan dari Tanaman Buah hingga Obat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nama tumbuhan. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama tumbuhan. Foto: unsplash.com.

Daftar isi

Ada beragam makhluk hidup termasuk tumbuhan dengan berbagai jenis. Nama tumbuhan perlu diketahui agar dapat membedakan tumbuhan satu dengan lainnya.

Nama tumbuhan pertama kali tak muncul dalam buku atau tulisan melainkan hanya ingatan manusia. Pemberian nama pada tumbuhan mulanya diberikan agar manusia dapat bertahan hidup dan memudahkan komunikasi antar sesama.

Luasnya komunikasi antar manusia dengan bahasa daerah membuat pemberian nama tumbuhan kurang praktis. Akibatnya, dijumpai kesulitan saat ingin mempelajari tumbuhan tersebut.

Semakin banyak tumbuhan yang dikenal, semakin dirasa perlu aturan pemberian nama yang dapat berlaku secara umum. Oleh karena itu, dibentuklah aturan tata nama tumbuhan yang berlaku secara internasional menggunakan bahasa ilmiah.

Aturan Penulisan Nama Tumbuhan dalam Bahasa Ilmiah

ilustrasi aturan nama tumbuhan dalam bahasa ilmiah. Foto: pexels.com.

Mengutip buku Botani Tumbuhan Tinggi oleh Hasanuddin, saat ini pemberian nama tumbuhan untuk kepentingan ilmiah menggunakan bahasa Latin tanpa memandang asal kata yang digunakan. Penerapan nama ilmiah ini dilatarbelakangi oleh berbagai faktor.

Salah satunya nama tumbuhan dalam arti pendek dan panjang. Saat menggunakan nama tumbuhan dengan bahasa daerah, terdapat banyak sinonim dan homonim.

Selain itu, nama tumbuhan yang menggunakan bahasa daerah sulit diterima dunia internasional. Oleh karena itu, dibuatlah nama tumbuhan dari bahasa Latin dengan berbagai aturan.

Mengutip buku Botani Tumbuhan Rendah oleh Hasanuddin dan Mulyadi, penulisan nama tumbuhan dalam bahasa ilmiah secara umum harus mengikuti aturan sebagai berikut:

1. Penggunaan huruf kapital dan kecil

Huruf pertama pada nama genus atau marga selalu dimulai dengan huruf besar. Sementara nama petunjuk spesies semuanya harus menggunakan huruf kecil. Misalnya: Hibiscus archery. Hibiscus adalah nama genus dan archery adalah petunjuk jenis.

2. Cara Membedakan Nama Genus dengan Tulisan yang Lain

Untuk membedakan antara nama genus dengan nama taxon tumbuhan, nama genus dapat ditulis dengan huruf tebal atau huruf miring jika ditulis menggunakan komputer.

Namun, saat ditulis menggunakan tangan membuat huruf miring atau tebal cukup sulit dilakukan. Oleh karena itu, untuk membedakan nama genus dengan nama taxon tumbuhan, huruf miring dapat diganti dengan garis bawah.

3. Nama Ilmiah Berdiri Sendiri dan Diikuti dengan Singkatan Author

Maksudnya, nama ilmiah tumbuhan tak boleh sama antara nama genus dengan petunjuk jenis. Contohnya Dryopteris filis-mas. Selain itu, nama ilmiah yang lengkap harus diikuti dengan nama orang yang pertama mempublikasikan nama tumbuhan tersebut.

Baca Juga: Tingkatan Terendah dari Klasifikasi Tumbuhan

Daftar Nama Tumbuhan dalam Bahasa Ilmiah

ilustrasi nama tumbuhan dalam bahasa ilmiah. Foto: unsplash.com.

Dirangkum dari laman theplantist.org, wfoplantlist.org, libang.kemkes.go.id, dan beberapa sumber lainnya, berikut contoh nama tumbuhan dari berbagai jenis lengkap dengan nama latinnya:

1. Nama Tumbuhan Buah

  1. Alpukat (Persea americana)

  2. Apel (Pyrus malus)

  3. Anggur (Vitis Vinifera)

  4. Belimbing Manis (Averrhoa carambola)

  5. Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi)

  6. Blackberry (Rubus Frusticosus)

  7. Blueberry (Vaccinium Corymbosum)

  8. Ceremai (Phyllanthus acidus)

  9. Cery (Prunus Avium)

  10. Delima (Punica granatum)

  11. Durian (Durio zibethinus)

  12. Duwet (Syzygium cumini)

  13. Gayam (Inocarpus fagiferus)

  14. Jambu Air (Eugenia aquea)

  15. Jeruk Manis (Citrus sinensis)

  16. Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia)

  17. Kasturi (Mangifera casturi)

  18. Kawista (Limonia acidissima)

  19. Kedoya (Dysoxylum gaudichaudianum)

  20. Kemang (Mangifera kemanga)

  21. Kelapa (Cocos nucifera)

  22. Kepa (Syzygium polycephalum)

  23. Kepel (Stelechocarpus burahol)

  24. Kersen (Muntingia calabura)

  25. Korma rawa (Phoenix paludosa)

  26. Kesemek (Diospyros Kaki)

  27. Kiwi ( Actinidia Deliciosa)

  28. Lontar (Borassus flabellifer)

  29. Lemon (Citrus Limon)

  30. Leci (Litchi Chinensis)

  31. Mangga (Mangifera indica)

  32. Manggis (Garcinia mangostana)

  33. Markisa (Passiflora Edulis)

  34. Matoa (Pometia pinnata)

  35. Menteng (Baccaurea racemosa)

  36. Mundu (Garcinia dulcis)

  37. Nam Nam (Cynometra cauliflora)

  38. Nangka (Artocarpus heterophyllus)

  39. Naga (Hylocereus Undatus)

  40. Pisang (Musa paradisiaca)

  41. Pepaya (Carica papaya)

  42. Rambutan (Nephelium lappaceum)

  43. Salak (Salacca zalacca)

  44. Sawo Kecik (Manilkara kauki)

  45. Sawo Manila (Manilkara zapota)

  46. Stroberi (Fragraria)

  47. Semangka (Citrullus Lanatus)

2. Nama Tumbuhan Keras

  1. Ajan Kelicung (Diospyros macrophylla)

  2. Andalas (Morus macroura)

  3. Baobab (Adansonia Digitata)

  4. Bintaro (Cerbera manghas)

  5. Eboni (Diospyros celebica)

  6. Gaharu (Aquilaria moluccensis)

  7. Gandaria (Bouea macrophylla)

  8. Jati (Tectona grandis)

  9. Karet (Hevea braziliensis)

  10. Kapuk Randu (Ceiba pentandra)

  11. Kenari (Canarium ovatum)

  12. Kendal (Cordia bantamensis)

  13. Kepuh (Sterculia foetida)

  14. Kokoleceran (Vatica bantamensis)

  15. Limpasu (Baccaurea lanceolata)

  16. Maja (Aegle marmelos)

  17. Majegau (Dysoxylum densiflorum)

  18. Nagasari (Palaquium rostratum)

  19. Trembesi (Albizia saman Sin. Samanea saman)

3. Nama Tumbuhan Tanaman Hias

  1. Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis)

  2. Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)

  3. Anggrek Tebu (Grammatophyllum speciosum)

  4. Bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium)

  5. Cempaka Putih (Michelia alba)

  6. Cempaka Kuning (Michelia champaka)

  7. Cempaka Telor (Magnolia coco)

  8. Edelweis Jawa (Anaphalis javanica)

  9. Kenanga (Cananga odorata)

  10. Melati Gambir (Jasminum pubescens)

  11. Melati Putih (Jasminus sambac)

  12. Nibung (Oncosperma tigillarium)

  13. Mawar (Rosa)

  14. Bunga Matahari (Helianthus annuus)

  15. Daisy (Bellis perennis)

  16. Bunga Bakung atau Lili (Lilium)

  17. Iris (iris germanica)

  18. Tulip (Tulipa)

  19. Anyelir (Dianthus Caryophyllus)

  20. Krisan (Chrysanthemum Indicum)

  21. Eceng Gondok (Hyacinthus Orientalis)

  22. Banci (Viola Tricolor)

  23. Bakung (Narcissus pesudonarcissus)

  24. Marigold (Tagetes Erecta)

  25. Poppy (Ppaver Rhoeas)

  26. Lavender (Lavandula Angustifolia)

  27. Peony (Paeonia Lactiflora)

  28. Zinnia (Zinnia Elegens)

  29. Petunia (Petunia hybrida)

  30. Geranium (Pelargoniym Graveolens)

4. Nama Tumbuhan Umbi dan Rimpang

  1. Jahe (Zingiber officinale)

  2. Bengkuang (Pachyrhizus erosus)

  3. Garut (Maranta arundinacea)

  4. Ganyong (Canna edulis)

  5. Kedawung (Parkia roxburghii)

  6. Lengkuas (Alpinia galanga)

  7. Singkong (Manihot esculenta)

  8. Ubi Jalar (Ipomoea batatas)

5. Nama Tumbuhan Rempah

  1. Asam Jawa (Tamarindus indica)

  2. Bawang Merah (Allium cepa)

  3. Bawang Putih (Allium sativum)

  4. Cabai (Capsicum annum)

  5. Cabai Rawit (Capsicum frutescens)

  6. Cengkeh (Syzygium aromaticum)

  7. Kencur (Kaempferia galanga)

  8. Lada (Piper nigrum)

  9. Pala (Myristica fragrans)

  10. Cabai merah (Capsicum anuum)

  11. Cabai hijau (Capsicum frutencens)

  12. Bawang merah (Allium ascalonicum ., L)

  13. Bawang putih (Allium sativum ., L)

  14. Bawang bombay (Allium cepa)

  15. Tomat (Solanum lycopersicum)

  16. Paprika (Capsicum anuum ., L)

  17. Ketumbar (Coriandrum sativum)

  18. Kemiri (Aleurites moluccana)

  19. Daun salam (Syzygium polyanthum)

  20. Cengkeh (Syzygium aromaticum)

  21. Daun jeruk purut (Citrus hystrix)

  22. Kunyit (Curcuma domestica)

  23. Daun kunyit (Curcuma longa)

  24. Merica (Piper alba)

6. Nama Tumbuhan Kacang

  1. Kacang Hijau (Vigna radiata)

  2. Kacang Kapri (Pisum sativum)

  3. Kacang Merah (Phaseolus vulgaris)

  4. Kacang Panjang (Phaseolus vulgaris)

  5. Kacang Tanah (Arachis hypogaea)

  6. Kentang (Solanum tuberosum)

  7. Kesambi (Schleichera oleosa)

  8. Kacang arab (Cicer arietinum)

  9. Kacang azuki (Vigna angularis)

  10. Kacang babi (Vicia faba)

  11. Kacang bogor (Vigna subterranea)

  12. Kacang gude (Cajanus cajan)

  13. Kacang kedelai (Glycine)

  14. Kacang kratok (Phaseolus lunatus)

  15. Kacang lentil (Lens culinaris)

  16. Kacang lima (Phaseolus lunatus kv.)

  17. Kacang mede (Anacardium occidentale )

  18. Kacang merah (Phaseolus vulgaris)

  19. Kacang panjang (Phaseolus vulgaris)

  20. Kacang ercis (Pisum sativum)

  21. Kacang tunggak/kacang tolo (Vigna unguiculata)

  22. Kacang koro (Canavalia ensiformis)

7. Nama Tumbuhan Sayuran

  1. kentang (Solanum tuberosum)

  2. Tomat (Solanum Lycopersicum)

  3. Bawang bombai (Allium Cepa)

  4. Wortel (Daucus carota)

  5. Terong (Solanum melogena)

  6. Okra (Abelmoschus esculentus)

  7. Bayam (Spinacia oleracea)

  8. Kubis (Brassica oleracea)

  9. Kol bunga (Brassica oleracea botrytis)

  10. Brokoli (Brassica oleracea italica)

  11. Labu (Cucurbita pepo)

  12. Jari Nyonya (Abelmoschus esculentus)

  13. Botol labu (Lagenaria Siceraria)

  14. Labu Punggung Bukit (Luffa acutagula)

  15. Labu pahit (Momordica charantia)

  16. Labu Ular (Trichosanthes cucumerina)

  17. Lobak (Raphanus sativus)

  18. Lobak (Brassica rapa)

  19. Akar bit (Beta Vulgaris)

  20. Ubi (Ipomoea batatas)

  21. Umbi Uwi (Dioscorea spp)

  22. Pemukul drum (Moringa Oleifera)

  23. Fenugreek (Trigonella foenum-graecum)

  24. Bayam (Spinacia oleracea)

  25. Selada (Lactusa sativa)

8. Nama Tumbuhan Obat

  1. Ciplukan (Physalis angulata)

  2. Gambir (Uncaria gambir)

  3. Mengkudu (Morinda citrifolia)

  4. Sirih (Piper betle)

  5. Zodia (Evodia suaveolens)

  6. Akar Wangi (Vetiveria zizaniodes)

  7. Amis-Amisan (Houttoynia cordata)

  8. Awar-Awar (Ficus septica)

  9. Abiu (Pouteria caimito)

  10. Bawang Dayak (Eleutherine americana)

  11. Beluntas (Pluchea indica)

  12. Bidara (Merremia mammosa)

  13. Binahong (Anredera cordifolia)

  14. Brotowali (Tinospora tuberculate)

  15. Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa)

  16. Cabean Piper (sarmentosum)

  17. Catnip Nepeta (cataria)

  18. Cincau Hijau (Cyclea barbata)

  19. Ceplikan Kecil (Ruellia tuberosa)

  20. Daun Dewa (Gynura segetum)

  21. Daun Encok (Plumbago zeylanica)

  22. Daun Insulin (Tithonia diversifolia)

  23. Daun Kari (Murraya koenigii)

9. Nama Tumbuhan Lainnya

  1. Jagung (Zea mays)

  2. Padi (Oryza sativa)

  3. Petai Cina (Leucaena leucocephala)

  4. Terung (Solanum melongena)

  5. Tuba (Derris elliptica)

Keuntungan Nama Tumbuhan dengan Bahasa Ilmiah

Ilustrasi keuntungan penggunaan nama ilmiah. Foto: unsplash.com.

Mengutip laman leadthecompetition.in, ada beberapa keuntungan penggunaan nama ilmiah pada nama tumbuhan, yaitu:

1. Klasifikasi dan Organisasi

Entitas tumbuhan dapat diatur secara komperhensif, sehingga pemahaman untuk mempelajari karakteristik tumbuhan tertentu menjadi mudah dan teroganisir.

2. Presisi dan Jelas

Nama tumbuhan yang diberikan bersifat unik. Artinya, setiap tumbuhan diberi satu nama ilmiah sehingga menghindari kebingungan pada pelajar maupun akademisi.

3. Nama Ilmiah Diakui secara Universal

Nama ilmiah diakui dan dibakukan secara universal. Sekalipun spesies dipindahkan ke genus lain berdasarkan pengetahuan baru, namanya tetap dipertahankan.

Dengan begitu, adanya aturan nama ilmiah pada tumbuhan membantu memahami perbedaan antara tumbuhan satu dengan lainnya.

(IPT)