Konten dari Pengguna

21 Besaran Turunan beserta Satuan, Dimensi, dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Besaran Turunan. Foto: Unsplash/Wim van 't Einde.
zoom-in-whitePerbesar
Besaran Turunan. Foto: Unsplash/Wim van 't Einde.

Besaran turunan merupakan salah satu materi pokok dalam pelajaran fisika yang biasa ditemui di Sekolah Menengah Atas (SMA). Besaran turunan merupakan besaran yang bisa diturunkan dari besaran pokok.

Sementara besaran pokok adalah besaran yang mana satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu, sehingga bisa berdiri sendiri dan tidak bergantung pada satuan-satuan dari besaran lain.

Mengutip dari website repo.undiksha.ac.id, besaran turunan diperoleh dari pengukuran secara langsung dan tidak langsung. Ciri khas dari besaran turunan ini adalah memiliki lebih dari satu satuan.

Daftar isi

21 Besaran Turunan Lengkap

Besaran Turunan. Foto: Unsplash/Aaron Lefler.

Besaran turunan diperoleh dari beberapa proses perhitungan. Contohnya seperti besaran turunan dari gaya yang diperoleh dari perhitungan satuan massa benda dengan percepatan.

Kemudian besaran turunan dari luas yang diperoleh dari hasil perkalian antara panjang dan lebar dari sebuah bangun.

Berikut adalah beberapa contoh dari besaran turunan beserta dimensi, symbol dan rumusnya yang perlu diketahui:

  1. Gaya

    Satuan internasional: Newton (kg m/s^2)

    Dimensi: N : MLT^-2

    Simbol dan rumus: F = m.a

  2. Usaha

    Satuan inernasional: Joule (kg m^2 s^-2)

    Dimensi: J : M L^2 T^−2

    Simbol dan rumus: W = F.s

  3. Kecepatan

    Satuan internasional: Jarak/waktu (m/s)

    Dimensi: V : LT-1

    Simbol dan rumus: V = s/t

  4. Percepatan

    Satuan internasional: L T^-2 (m/ s2)

    Dimensi: a : LT^-2

    Simbol dan rumus: a= Δv / Δt

  5. Momentum

    Satuan Internasional: Kg m/s

    Dimensi: [M][L][T]⁻

    Simbol dan Rumus: P = m.v

  6. Daya

    Satuan internasional: Watt (kg m^2 s^-3)

    Dimensi: W : [M] [L] [T]⁻²

    Simbol dan rumus: P = W/t

  7. Massa jenis

    Satuan Internasional: Rho (kg/m^3)

    Dimensi: ρ

    Simbol dan rumus: ρ = m/V

  8. Frekuensi

    Satuan internasional: Hertz (s^-1)

    Dimensi: Hz

    Simbol dan rumsu: f = 1/t

  9. Muatan

    Satuan internasional: Coulomb

    Dimensi: C

    Simbol dan rumus: I = Q/t

  10. Tegangan listrik

    Satua internasional: Volt

    Dimensi: V

    Simbol dan rumus: V = I.R

  11. Hambatan listrik

    Ssatuan internasional: Ohm (Ω)

    Dimensi: R

    Simbol dan rumus: R = V/I

  12. Luas

    Satuan internasional: m^2

    Dimensi: [L]^2

    Simbol dan rumus: L = P x L

  13. Volume

    Satuan internasional: M^3

    Dimensi: [L]^3

    Simbol dan rumus: V = P x L x T

  14. Tekanan

    Satuan internasional: Pascal (Pa) (N/m^2)

    Dimensi: [M][T]^-2 [L]^-1

    Simbol dan rumus: P = F/A

  15. Kecepatan sudut

    Satua internasional: Rad/s

    Dimensinya: [Rad] [T]⁻

  16. Impuls

    Satuan internasional: Kg/m

    Dimensi: [M][L][T]⁻¹

  17. Energi Kinetik (Ek)

    Satuan internasional: Kgm²/s²

    Dimensi: [M][L]²[T]⁻²

  18. Energi Potensial (EP)

    Satuan internasional: Kgm²/s²

    Dimensi: [M][L]²[T]⁻²

  19. Debit volume

    Satuan internasional: m²/s

    Dimensi: [L]²[T]⁻¹

  20. Kerapatan

    Satuan internasional: Kg/m³

    Dimensi: [M][L]⁻³

  21. Kalor jenis

    Satuan internasional: J/kgK

    Dimensi: [L]²[T]⁻²[θ]⁻¹

Definisi Besaran

Besaran Turunan. Foto: Usnplash/NITISH GOSWAMI.

Dalam pelajaran fisika, terdapat istilah yang namanya besaran. Definisi dari besaran sendiri merupakan sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan dengan menggunakan angka. Setiap besaran dalam ilmu fisika memiliki satuan.

Satuan ini adalah sebuah hal yang digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran atau besaran dari sebuah bidang. Besaran sendiri memiliki dua kategori, yaitu besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokok merupakan besaran yang bisa berdiri sindiri alias tidak bergantung pada satuan-satuan dari besaran lain, dan tidak bisa diturunkan. Besaran pokok menjadi penentu atau dasar perhitungan besaran turunan.

Besaran pokok memiliki tujuh jenis satuan. Di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Panjang, dengan satuan internasional yaitu meter (m).

  2. Massa, dengan satuan internasional yaitu kilogram (kg).

  3. waktu, dengan satuan internasional yaitu sekon (s).

  4. Suhu, dengan satuan internasional yaitu kelvin (K).

  5. Kuat arus listrik, dengan satuan internasional yaitu Ampere (A).

  6. Jumlah zat, dengan satuan internasional yaitu mole (Mol).

  7. Intensitas cahaya, dengan satuan internasional yaitu Candela (Cd).

Sementara besaran turunan adalah Sebuah besaran yang satuannya merupakan hasil turunan dari satuan besaran pokok, atau besaran yang dihasilkan dari gabungan antara dua atau lebih besaran pokok.

Jadi, apabila disimpulkan, besaran turuna memiliki satuan yang berasal dari gabungan dua atau lebih satuan besaran pokok.

Misalnya, besaran turunan adalah luas, volume, tekanan, gaya, kalor jenis, momentum, dan lainnya.

Satuan besaran juga dibedakan menjadi satuan baku dan tidak baku. Satuan baku adalah satuan yang hasil pengukurannya selalu sama walaupun digunakan oleh orang yang berbeda. Contoh satuan baku adalah meter, centimeter, kilogram, derajat, dan sebagainya.

Berkebalikan dengan satuan baku, satuan tidak baku adalah satuan yang hasil pengukurannya dapat berubah jika digunakan oleh orang yang berbeda, contohnya jengkal, depa, hasta, kaki, dan lainnya.

Definisi Jenis Besaran Turunan dan Besaran Pokok

Besaran Turunan. Foto: Unsplash/Kati Hoehl.

Besaran pokok dan besaran turunan masing-masing memiliki beberapa jenis. Berikut adalah pengertiannya:

1. Besaran Turunan

Pengertian dari beberapa jenis besaran turunan adalah di bawah ini:

  1. Gaya

    Gaya adalah jenis besaran turunan yang dihasilkan dari perkalian antara satuan massa dengan satuan percepatan (F = m.a). Gaya mempunyai satuan internasional Newton (N) atau kg m/s2.

  2. Usaha

    Pengertian usaha sendiri adalah jumlah gaya yang dibutuhkan untuk memindahkan sebuah beban. Dalam prosesnya, usaha dirumuskan W = F.s. Satuan internasional usaha adalah Joule atau kg m2/s2.

  3. Kecepatan

    Kecepatan adalah besaran yang diperoleh dari perpaduan jarak yang telah ditempuh dibagi dengan waktu tempuh atau dirumuskan sebagai V = s/t. Satuan besaran kecepatan ini adalah m/s.

    Pada umumnya, besaran ini digunakan pada bidang fisika dan matematika.

  4. Percepatan

    Percepatan diperoleh dari perhitungan kecepatan yang dibagi dengan waktu. Besaran ini disimbolkan dengan huruf V.

    Rumus untuk mendapatkan percepatan adalah a = perubahan kecepatan/perubahan waktu atau jika disingkat menjadi a= Δv / Δt.

  5. Momentum

    Momentum dilambangkan dengan huruf P. Momentum adalah sebuah besaran yang satuannya diperoleh dari perkalian antara massa dan kecepatan atau P = m.v. Besaran ini mempunyai satuan kilogram meter persegi atau disingkat menjadi kg m/s.

  6. Daya

    Satuan yang digunakan untuk penghitungan daya disebut watt. Satuan watt atau daya diperoleh dari perhitungan antara usaha yang dibagi dengan satuan pokok. Rumusnya berupa P = W/t.

  7. Massa jenis

    Untuk menghitung massa jenis sebuah benda, bisamenggunakan rumus besaran pokok massa dan panjang. Rumus massa jenis adalah kg/m3.

    Istilah yang biasa digunakan dalam satuan massa jenis dikenal juga dengan sebutan Rho. Rho atau massa jenis bisa dicari melalui sebuah rumus, yaitu ρ = m/V.

2. Besaran Pokok

Sama dengan besaran yang telah dijelaskan sebelumnya, besaran pokok juga memiliki beberapa jenis. Berikut adalah pengertiannya:

  1. Panjang

    Pada umumnya, besaran panjang akan digunakan ketika mengukur sebuah benda. Sesuai dengan Sistem Satuan Internasional (SSI), satuan panjang adalah meter (m) dengan dimensi (L).

    Adapun peralatan yang bisa digunakan untuk mengukur panjang, di antaranya adalah penggaris, pita pengukur, jangka sorong, dan lain sebagainya.

  2. Massa

    Massa didefinisikan sebagai jumlah materi yang terdapat dalam suatu benda. Satuan internasional yang digunakan untuk mengukur massa adalah kilogram (kg) dan dimensinya (m).

    Alat yang bisa digunakan untuk mengukur massa, meliputi neraca lengan, neraca kimia, neraca elektronik, dan masih banyak lagi.

  3. Waktu

    Waktu adalah besaran pokok yang digunakan untuk mengukur intensitas suatu peristiwa atau kejadian.

    Satuan Standar Internasional (SSI) yang digunakan dalam satuan waktu adalah detik atau sekon (s) dengan dimensi (T). Asapun alat pengukurnya bisa menggunakan jam dan stopwatch.

  4. Kuat arus listrik

    Sesuai dengan namanya, kuat arus listrik digunakan untuk mengukur tingkat kekuatan arus listrik dari satu tempat ke tempat lain.

    Sesuai Satuan Standart Internasional (SSI), kuat arus listrik memil ampere (A) dan dimensi (I). Amperemeter adlah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik.

  5. Suhu

    Suhu adalah besaran untuk mengukur kalor atau panas sebuah benda. Satuan internasional suhu adalah Kelvin (K). Biasanya, alat yang sering digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer.

  6. Jumlah zat

    Besaran pokok selanjutnya adalah jumlah zat. Besaran yang satu ini biasanya dimanfaatkan untuk menghitung banyaknya jumlah partikel yang terdapat dalam suatu benda.

    Besaran ini mempunyai satuan ukur mol, sesuai dengan Satuan Standart Internasional (SSI) dengan dimensi N.

  7. Intensitas cahaya

    Terakhir adalah intensitas cahaya. Satuan ini merupakan besaran yang digunakan untuk keperluan mengukur apakah cahaya mengenai permukaan suata benda atau tidak.

    Satuan internasional darti intensitas cahaya sendiri ialah candela (cd) dengan dimensinya J. Alat yang biasa digunakan dalam mengukur intensitas cahaya yaitu LuxMeter atau LightMeter.

Demikian adalah pembahasan mengenai jenis-jenis besaran pokok dan besaran turunan yang perlu diketahui. Semoga membantu. (Nisa)

Baca juga: Besaran, Satuan, dan Dimensi Energi Kinetik dalam Ilmu Fisika