Konten dari Pengguna

210 Pantun Cinta Gombal 2 Baris yang Menggelitik Hati dan Mengundang Tawa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 11 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk pantun cinta gombal. Foto: Unsplash/mohit suthar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk pantun cinta gombal. Foto: Unsplash/mohit suthar

Pantun cinta gombal sering menjadi hiburan ringan yang mampu mencairkan suasana dan mencuri senyuman. Dengan rima unik dan kalimat jenaka, pantun ini cocok untuk menyampaikan rasa sayang dan kekaguman.

Menurut laman umsu.ac.id, pada dasarnya pantun adalah puisi lama yang terdiri atas empat baris bersajak a-b-a-b. Warisan budaya ini terus berkembang seiring waktu, termasuk dengan munculnya bentuk pantun dua baris.

Meski berbeda jumlahnya, kedua pantun ini tetap mempertahankan rima dan seni berbahasa. Karena itu, saat dipakai dalam gombalan, pantun dua baris menjadi sangat menarik, mudah diingat, dan lebih berkesan.

Daftar isi

Pantun Cinta Gombal 2 Baris

Ilustrasi untuk pantun cinta gombal. Foto: Unsplash/Brooke Cagle

Bagi yang sedang mencari inspirasi gombalan unik, simaklah kumpulan pantun cinta gombal dua baris dengan berbagai tema lucu dan romantis yang cocok untuk berbagai kesempatan, berikut ini:

Kumpulan Pantun 1: Ajakan Hubungan

  1. Pagi-pagi minum jamu,

    Bolehkah aku jadi milikmu?

  2. Melamun di waktu senja,

    Hatiku manis, terima aja.

  3. Pergi ke pasar beli paku,

    Maukah kamu jadi kekasihku?

  4. Ngadon kue pake tangan,

    Hatiku sepi, butuh pasangan.

  5. Jawanya sayur disebut jangan,

    Maukah kita mulai hubungan?

  6. Lagi presentasi, badan gugup,

    Aku naksir, kamu sanggup?

  7. Buka pintu, ada tamu,

    Ijinkan aku jadi pasanganmu.

  8. Di kebun banyak hama,

    Kamu yang aku suka sejak lama.

  9. Karena lari aku terengah,

    Aku tulus, gak setengah-setengah.

  10. Biar sehat minum jamu,

    Aku gak main-main soal kamu.

  11. Matematika banyak bilangan,

    Maukah kita saling gandengan?

  12. Makan nasi pake sambel goang,

    Aku serius, bukan main doang.

  13. Cetak skor, hasilnya sama,

    Maukah kamu jadi yang pertama?

  14. Di pramuka ada ramu,

    Hatiku tulus cuma buat kamu.

  15. Hari Lebaran, makan ketupat,

    Hatiku yakin, kamu yang tepat.

  16. Dari Tasik, bawa buah tangan,

    Bolehkah kita jadi pasangan?

  17. Pohon jambu punya Pak Galih,

    Aku ingin jadi yang kamu pilih.

  18. Ke pasar membeli kain,

    Butuhnya kamu, bukan yang lain.

  19. Gambar guci namanya seni,

    Sayangku murni, ayo jalani.

  20. Bunga mawar cantik merekah,

    Kalo kamu siap, ayo menikah.

  21. Di atas genteng aku melangkah,

    Cintaku mateng, tinggal akad nikah.

  22. Kucing jatuh, banyak tingkah,

    Kalau kamu yes, aku melangkah.

  23. Pakai pewangi, hilangkan bau,

    Kalau kamu mau, aku lebih mau.

  24. Menyimpan uang dalam saku,

    Maukah kamu jadi punyaku?

  25. Dalam sungai, banyak batu,

    Kamu dan aku, enaknya bersatu.

  26. Roti gosong masih dimakan,

    Kamu susah, tetap kuperjuangkan.

  27. Buat rumah, pakai papan,

    Aku yakin, kamu harapan.

  28. Karena bingung, aku bertanya,

    Bolehkah aku jadi pelukannya?

  29. Buka puasa, makan kurma,

    Maukah kamu kuajak bersama?

  30. Berat badan mulai ditimbang,

    Tanpamu hidupku kurang seimbang.

Kumpulan Pantun 2: Gombal Perandaian

  1. Makan Samyang sambil berenang,

    If kamu sayang, else aku senang.

  2. Masak nasi biar gak basi,

    Cintaku konklusi, bukan asumsi.

  3. Nonton Netflix sama baba,

    Rasa ini fix, bukan uji coba.

  4. Pakai tas, siap-siap ngampus,

    Cintaku padamu sulit dihapus.

  5. Beli gelang, jatuh di jalan,

    Kamu hilang, aku reboot pelan-pelan.

  6. Jual jamu sambil setel musik,

    Tanpa kamu, logikaku berisik.

  7. Alang-alang tinggi sedinding,

    Kamu hilang, aku not responding.

  8. Jalan-jalan ke negara Kenya,

    Logika bilang, kamu jawabannya.

  9. Sendok jatuh di atas piring,

    Tanpa kamu, mood-ku buffering.

  10. Angin sejuk datang bertamu,

    Tanpa kamu, logikaku semu.

  11. Semen diaduk, ditimpa baja,

    Kamu duduk, algoritmaku kerja.

  12. Lulus S1, dapet gelar,

    Kamu senyum, hancur semua nalar.

  13. Bareng walid membeli sagu,

    Cintamu valid, tak butuh ragu.

  14. Burung hantu hinggap di dahan,

    Cintaku konstan, tanpa perubahan.

  15. Air kolam diam terpaku,

    Premisnya kamu, simpulannya rinduku.

  16. Membuat kopi untuk si tamu,

    Cintaku padamu bukan variabel semu.

  17. Buah mengkudu dibuat jamu,

    Analisis rindu, hasilnya kamu.

  18. Langit mendung penuh tanda,

    Rumus rindu = kamu + ada.

  19. Ke toko kue hendak beli tart,

    Kamu senyum, hati langsung restart.

  20. Masak beras dicampur salam,

    Cantikmu deras, aku tenggelam.

  21. Kucing lompat dari jendela,

    Cintaku konstan, tak berubah skala.

  22. Pemain sinetron namanya Samu,

    Hatiku penuh, overload karena kamu.

  23. Tangkap bebek, tak tau arah,

    Kamu cuek, aku reinstall pasrah.

  24. Suara riuh, penonton alay,

    Kamu jauh, logikaku delay.

  25. Bersama Gilang memetik kersen,

    Logikaku bilang kamu the chosen.

  26. Hujan gerimis, basah emperan,

    Kamu manis, logikaku keteteran.

  27. Makan kelapa bareng Aheng,

    Kamu sapa, otakku nge-hang.

  28. Buah ranum di kebun Mumun,

    Kamu senyum, sistemku ngalamun.

  29. Ada tamu namanya Jeni,

    Sebab kamu, efeknya begini.

  30. Hati jemu, melihat hantu,

    Tanpa kamu, simpulanku buntu.

Kumpulan Pantun 3: Mata ke Hati

  1. Berolahraga karena paksaan,

    Sekali lihat langsung jatuh perasaan.

  2. Jalan-jalan ke kota lama,

    Kamu lewat jantungku drama.

  3. Ada tamu minta kelapa,

    Sejak melihatmu, aku tak bisa lupa.

  4. Berjalan pelan menyusuri kali,

    Tatapanmu buat hati tak terkendali.

  5. Menulis puisi di pagi buta,

    Sekali tatap langsung jatuh cinta.

  6. Air diminum, pisau diasah,

    Kau tersenyum, hatiku resah.

  7. Bareng Samu mencari paku,

    Lihat kamu, logika pun beku.

  8. Sandal dilepas, naik pohon sukun,

    Ditatapmu, hati berantakan jadi rukun.

  9. Hari Rabu, angin menerpa,

    Lihat kamu, cinta langsung menyapa.

  10. Wajan dijinjing, piring ditaruh,

    Tatapanmu bikin dadaku bergemuruh.

  11. Di Kota Padang ada kera,

    Sekali pandang, cinta membara.

  12. Buah ranum, dipetik galah,

    Kau tersenyum, aku kalah.

  13. Burung hantu bersiul malam,

    Wajahmu indah, bikin tenggelam.

  14. Pakai kawat, asah belati,

    Kamu lewat, dunia berhenti.

  15. Anak hukum datang ke desa,

    Kau tersenyum, hangat terasa.

  16. Ada dukun memakan ikan,

    Kau tersenyum, hatiku berantakan.

  17. Berburu ikan, tak mau kalah,

    Lihat kamu, langsung lupa lelah.

  18. Pergi meramu di kebun jati,

    Lihat senyummu, hangatlah hati.

  19. Jalan kaki di sore hari,

    Lihat kamu, aku lupa diri.

  20. Cuci motor depan rumah,

    Kamu lewat, jantung pun lemah.

  21. Naik ojek tak tahu arah,

    Senyummu bikin menyerah.

  22. Istri bupati namanya Sonya,

    Lihat kamu, lupa segalanya.

  23. Bibir dikulum, dada meledak,

    Kamu senyum, aku lemas mendadak.

  24. Bunga sekuntum, wangi melati,

    Senyummu cukup obati hati.

  25. Ikan kecil berenang cepat,

    Kamu lewat, jantungku lompat.

  26. Beban berat dibawa ke Manggarai,

    Kamu lewat, fokusku terurai.

  27. Olahraga membuat gerah,

    Kamu jawab, aku lupa arah.

  28. Pohon kelapa milik Pak Hanan,

    Kamu nyapa, aku hilang pertahanan.

  29. Baru ketemu bunga keladi,

    Tatap kamu bikin lupa remidi.

  30. Mulai ranum bunga yang dua,

    Kalo kamu senyum, PR kelar semua.

Kumpulan Pantun 4: Cinta Diam-diam

  1. Di pasar becek membeli degan,

    Pura-pura cuek padahal deg-degan.

  2. Beli cuka, bikin sambel goang,

    Aku suka, tapi diem doang.

  3. Menyapa kasir di meja bundar,

    Aku naksir, kamu nggak nyadar.

  4. Beli donat isi stroberi,

    Pengen deket, tapi malu sendiri.

  5. Roti tawar dibalut coklat,

    Kamu diem aja, aku nekat.

  6. Duduk diem denger lagu,

    Kamu deket, dada tumbuh ragu.

  7. Sakit bahu, terkena palu,

    Liat kamu, deg-degan mulu.

  8. Bareng Jaka membawa papan,

    Aku suka, tapi disimpan.

  9. Anak IPA belajar bahasa,

    Pengen nyapa, tapi gak bisa.

  10. Bawa alu, tumbuk jerami,

    Senyummu teh manis alami.

  11. Pakai gelang pemberian bapa,

    Fokus ilang pas kamu nyapa.

  12. Bawa cangkul, tangan kram,

    Kamu muncul, hati tentram.

  13. Ada tamu namanya Mahalini,

    Pengennya kamu duduk di sini.

  14. Naik kuda milik Pak Jaka,

    Awalnya bercanda, sekarang suka.

  15. Keluar kawat, terkena jampi,

    Kamu lewat, degup berapi.

  16. Beli dua, dibagi rata,

    Kamu ketawa, aku jatuh cinta.

  17. Tali sepatu lepas sendiri,

    Liat kamu, guguplah diri.

  18. Waktu buka, memakan bebek,

    Akunya suka, kamunya cuek.

  19. Ke Bogor bareng Kania,

    Mau ngobrol, tapi beda dunia.

  20. Agar cantik, didandan MUA,

    Kamu deket, bingung semua.

  21. Beli lem, lupa mendadak,

    Akunya diem, hatinya meledak.

  22. Hilang gelang, tak ketemu,

    Pura-pura tenang liat kamu.

  23. Rumah kumuh, bau semerbak,

    Liat kamu, hati terjebak.

  24. Piring pecah kena lutut,

    Ngobrol dikit, hati ribut.

  25. Daun kelapa membuat gatal,

    Kamu sapa, aku gemetar total.

  26. Tali tambang diikat erat,

    Rasa ini semakin berat.

  27. Pergi berenang di tepi pantai,

    Kamu tenang, aku yang usai.

  28. Reza Arap disebut menang,

    Aku berharap, walau pun tak tenang.

  29. Tanah kasar, banyak bongkahan.

    Rasaku besar, tapi tertahan.

  30. Bentuk mengkal, batang akasia,

    Kamu spesial, tapi rahasia.

Kumpulan Pantun 5: Ungkapan Rindu

  1. Susun bantal agar tak berantakan,

    Rinduku brutal, tolong ditenangkan.

  2. Sebelum maghrib beli bukaan,

    Rindu ini bikin sesak perasaan.

  3. Bikin kue memakai ragi,

    Rinduku padamu tak tertampung lagi.

  4. Pergi ke toko membeli jamu,

    Hatiku kosong tanpa hadirmu.

  5. Di dalam kolam banyak ikan,

    Rinduku liar tak terkendalikan.

  6. Tanaman tumbuh karena hara,

    Rinduku deras, nyaris mengudara.

  7. Merek kosmetik buatan Wawa,

    Senyummu terus menghantui jiwa.

  8. Jendela tua berderit malam,

    Kau tak hadir, rindu pun dalam.

  9. Agar kenyang, makan nasi,

    Tanpa kamu, rasanya basi.

  10. Wajan gosong, banyak keraknya,

    Hatiku kosong, kamu penyebabnya.

  11. Sawah dibajak memakai kerbau,

    Rinduku galau, malu-malu mau.

  12. Jalan buntu, pecah ban,

    Tanpa kamu, napas pun beban.

  13. Beli kentang bersama Nana,

    Rindu datang, kamu ke mana?

  14. Pergi kandang, lihat sapi,

    Tanpa kamu rasanya sepi.

  15. Di pinggir kali ada mengkudu,

    Senyummu lebih bikin rindu.

  16. Dengar musik sambil rebahan,

    Rindu kamu nggak ketahan.

  17. Badan jatuh, tangga menimpa,

    LDR ini bikin nestapa.

  18. Lihat sepupu, lama tak jumpa,

    Tanpa kamu, dunia hampa.

  19. Naik motor pakai celana,

    Jarak jauh bikin merana.

  20. Ke lantai 2 naik tangga,

    Pengen cepat ketemu juga.

  21. Olah jamu, bahan diperah,

    Pengen ketemu, rindu parah.

  22. Beli lem bareng Dudu,

    Aku diem, nahan rindu.

  23. Tali tambang ditarik kencang,

    Kamu jauh, hati terguncang.

  24. Bunga telang di kolam renang,

    Kamu hilang, rinduku menang.

  25. Jam berdetak menanti pagi,

    Rinduku penuh, nggak muat lagi.

  26. Buah rambutan ranum di dahan,

    Rindu padamu bagai kutukan Tuhan.

  27. Ada tamu memakai gelang,

    Jauh darimu rasanya hilang.

  28. Pergi ke teluk sama Jehan,

    Pengen peluk, tapi jauhan.

  29. Kaki Adudu tersangkut tali,

    Rindu ini gak punya nyali.

  30. Menyapa tamu, senyum merekah.

    Aku rindu kamu, sampe akad nikah.

Kumpulan Pantun 6: Gombal Sehari-hari

  1. Nyiram bunga tiap pagi,

    Rasanya manis kalau kamu yang bagi.

  2. Terus menggambar, aku tak jemu,

    Rasanya hambar kalau bukan kamu.

  3. Ibu gurumu bernama Hagia,

    Inget kamu, langsung bahagia.

  4. Jalanan macet saat mengantar,

    Kamu chat, hati langsung bergetar.

  5. Meminta palu pada Mbak Lala,

    Namamu selalu dalam kepala.

  6. Makan roti memakai selai,

    Tanpamu, hidup nggak selesai.

  7. Pergi ke pasar bareng bunda,

    Cinta ini nggak ada jeda.

  8. Bareng Mbak Lala beli es dingin,

    Cintaku tetep nyala, walau ga diterangin.

  9. Ada yang tanya, kujawab boleh,

    Bayangmu bikin senyum leleh.

  10. Cuaca terik, pipi bersemu,

    Pikiranku ini cuma di kamu.

  11. Bertamu ke tanah Melayu,

    Tanpa kamu, aku pun layu.

  12. Jalan pagi hendak ke pasar,

    Sayang kamu semakin besar.

  13. Gigi ular mengandung bisa,

    Cinta ini bukan cinta biasa.

  14. Makan mi pakai tangan,

    Sayang ini nggak ketulungan.

  15. Muka sepet gak kebagian ikan,

    Kamu deket, pikiran berantakan.

  16. Pisang matang dipetik pagi,

    Rasaku ini tak bisa pergi.

  17. Suara riuh, kedatangan Pai,

    Kamu jauh, rasa tetap sampai.

  18. Pisau tajam jatuh ke lantai,

    Sayang ini gak bisa santai.

  19. Bu Anis istrinya pak lurah,

    Kamu manis, aku yang pasrah.

  20. Rumah runtuh milik Pak Kusai,

    Sayangku utuh, tak pernah usai.

  21. Daun jatuh di tanah merah,

    Cintaku tumbuh, tak bisa menyerah.

  22. Makan jambu di Balikpapan,

    Ngeliat kamu, inget masa depan.

  23. Anaknya lugu, namanya Lulu,

    Cintaku padamu, sampai penghulu.

  24. Nyala rambu di depan AHAS,

    Masa depanmu, aku yang bahas.

  25. Pakai gelas milik Pak Rama,

    Kamu yang jelas: cinta utama.

  26. Lem lengket tumpah di ranjang,

    Kamu itu target jangka panjang.

  27. Mulai berenang, gaya kayang,

    Kamu tenang, aku yang sayang.

  28. Melihat tandu, aku gagu,

    Sayang kamu, tanpa ku ragu.

  29. Bawa rakit bersama Rangga,

    Kalo kamu sakit, aku yang jaga.

  30. Pakai iket di ujung lengan,

    Kalo kamu deket, semua jadi ringan.

Kumpulan Pantun 7: Cemburu dan Patah Hati

  1. Ada ranting penuh duri,

    Kamu salting, aku iri.

  2. Ada karat di kursi duduk,

    Kamu curhat, hatiku ngaduk.

  3. Ada begal badannya tinggi,

    Rasamu tinggal, meski kau pergi.

  4. Tikus lari ke balik lemari,

    Kamu menjauh, aku sendiri.

  5. Setiap malam lalat beterbangan,

    Aku tenggelam dalam kenangan.

  6. Ada angka, kuhitung bisa,

    Hatiku luka, kamu tak merasa.

  7. Kaca buram kena embun pagi,

    Kamu dekat, tapi tak bisa digenggam lagi.

  8. Pakai gelang pemberian Sai,

    Kamu hilang, rasaku usai.

  9. Ke Belgia di waktu senja,

    Kamu bahagia, aku diam saja.

  10. Ada sekat di depan mata,

    Kita dekat, tapi tak nyata.

  11. Simpan di saku mainannya,

    Kamu bukan milikku, itu nyatanya.

  12. Bareng teman makan dadar,

    Kamu nyaman, tapi sebatas sadar.

  13. Salah zakat, pakai ketan,

    Kita dekat, tapi tanpa ikatan.

  14. Terbagi dua tanpa paksaan,

    Kamu milik dia, kutahan perasaan.

  15. Terlihat miskin, uangnya banyak,

    Mau milikin, tapi nggak layak.

  16. Samyang pedas banyak cabainya,

    Sayang, memang bukan aku orangnya.

  17. Semangat juang tak pernah kendur,

    Kamu tenang, aku yang mundur.

  18. Beli kopi bareng Alan,

    Cinta ini gak ada jalan.

  19. Namanya Tia, adik Riri,

    Kamu sama dia, aku iri.

  20. Umur belia, banyak harta,

    Kamu dan dia, aku gak nyata.

  21. Nasib malang motor Dilan,

    Aku hilang, kamu jalan-jalan.

  22. Namanya Nadia, nenek tua renta,

    Kamu peluk dia, aku pura-pura buta.

  23. Cokelat Belgia dibuat selai,

    Kamu dan dia, aku selesai.

  24. Beli dua biar ganti gaya,

    Kamu ketawa, bukan sama aku ya?

  25. Sisa reruntuh bikin nostalgia,

    Siapa tuh yang bikin kamu bahagia?

  26. Barack Obama membeli gula,

    Kamu nyebut nama, bukan aku pula.

  27. Bikin ketupat, ibu meringis,

    Dia balas cepat, aku balas nangis.

  28. Mobil Xenia terkena paku,

    Kamu nyari dia, aku langsung beku.

  29. Tikar digulung dijemur siang,

    Kalian serasi, aku meriang.

  30. Minum jamu bersama Syahrini.

    Semoga kamu ngerti isi hati ini.

Itulah deretan pantun cinta gombal dua baris yang menggelitik hati dan mengundang tawa. Semoga ulasan tersebut bisa menjadi referensi menyenangkan untuk menyampaikan perasaan dengan cara yang unik dan ringan. (NF)

Baca juga: 126 Pantun Gombal yang Bikin Salting dan Baper