Konten dari Pengguna

22 Contoh Pantun 2 Bait dalam Berbagai Tema yang Menarik

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh pantun 2 bait, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Fa Barboza
zoom-in-whitePerbesar
Contoh pantun 2 bait, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Fa Barboza

Contoh pantun 2 bait dalam berbagai tema bisa jadi bahan belajar yang menarik, terutama saat belajar pantun. Apalagi pantun memiliki berbagai jenis, sehingga penting untuk mengetahui setiap contohnya.

Pantun merupakan salah satu karya sastra yang dipelajari di tingkat sekolah. Biasanya materi ini dijumpai oleh para pelajar saat duduk di bangku sekolah, baik di tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Pantun dipelajari pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Sebagai salah satu materi yang diajarkan di sekolah, maka penting untuk memahami berbagai hal tentang pantun. Mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contoh dari pantun.

Daftar isi

Pengertian Pantun

Contoh pantun 2 bait, foto hanya ilustrasi: Pexels/lil artsy

Pantun adalah puisi melayu lama asli Indonesia, sebagaimana dikutip dari buku Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang, (2018:33). Pantun tidak hanya menjadi sebuah karya sastra, tetapi juga memiliki rima dan irama yang indah serta makna yang penting.

Awalnya pantun merupakan karya sastra Indonesia lama yang diungkapkan secara lisan. Namun, seiring berkembangnya zaman, kini pantun juga mulai diungkapkan secara tertulis.

Pantun jadi salah satu karya sastra yang dapat menghibur sekaligus mendidik maupun menegur.

Melalui pantun seseorang dapat mengungkapkan perasaan dan pikiran, terlebih ungkapan tersebut disusun sedemikian rupa, sehingga menjadi kalimat yang menarik untuk didengar maupun dibaca.

Ciri-Ciri Pantun

Contoh pantun 2 bait, foto hanya ilustrasi: Pexels/Pixabay

Sebuah karya sastra dapat disebut pantun apabila memenuhi ciri-ciri dari pantun. Berdasarkan informasi dari buku Sastra Indonesia Lengkap, Tim Sastra Cemerlang, (2018:34), berikut adalah ciri-ciri dari sebuah pantun.

  1. Pantun memiliki bait, yang di setiap bait pantun disusun oleh baris-baris.

  2. Satu bait pantun terdiri dari 4 baris.

  3. Setiap baris pantun terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.

  4. Setiap baris pantun terdiri dari 4 hingga 6 kata.

  5. Setiap bait pantun terdiri dari sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua adalah sampiran, sementara baris ketiga dan keempat merupakan isi.

  6. Pantun berakhiran a-b-a-b atau a-a-a-a.

Dengan mengetahui ciri-ciri di atas, maka dapat membedakan pantun dengan jenis puisi lama yang lain. Sebab, sebuah karya sastra dapat disebut pantun apabila memiliki ciri-ciri seperti yang telah disebutkan di atas.

Jenis Pantun

Contoh pantun 2 bait, foto hanya ilustrasi: Pexels/Jess Bailey Designs

Terdapat beberapa jenis pantun yang terbagi sesuai tujuan dari pantun tersebut. Dikutip dari buku Mengenal Lebih Dekat, Sri Khairani Lubis, dkk., (2020:33), ada beberapa jenis pantun apabila disesuaikan dengan kelompok usia, yakni sebagai berikut.

  • Pantun anak-anak

  • Pantun remaja

  • Pantun orang tua

Sementara, jika pantun dibagi berdasarkan isinya, maka akan ada beberapa jenis lainnya. Adapun jenis lain dari pantun sesuai isinya adalah sebagai berikut, sesuai informasi dari buku Mengenal Lebih Dekat, Sri Khairani Lubis, dkk., (2020:35).

  • Pantun sukacita

  • Pantun dukacita

  • Pantun cinta

  • Pantun jenaka

  • Pantun agama

  • Pantun nasihat

  • Pantun adat istiadat

  • Pantun nasib

  • Pantun peribahasa

  • Pantun perkenalan

  • Pantun persahabatan

  • Pantun kiasan

22 Contoh Pantun 2 Bait dengan Tema yang Beragam untuk Dipelajari

Contoh pantun 2 bait, foto hanya ilustrasi: Pexels/Pixabay

Salah satu jenis pantun yang dipelajari adalah pantun 2 bait. Berbeda dengan pantun 1 bait, pantun 2 bait terdiri dari 2 bait yang saling berkesinambungan. Agar lebih paham, berikut adalah contoh pantun 2 bait dalam berbagai tema yang bisa dipelajari.

  1. Buah ara batang dibantun

    Mari dibantun dengan parang

    Hai saudara dengarlah pantun

    Pantun tidak mengata orang

    Mari dibantun dengan parang

    Berangan besar di dalam padi

    Pantun tidak mengata orang

    Jangan curiga di dalam hati

  2. Sedang terbang burung gagak

    Jatuh melayang seleranya

    Meski ilmu setinggi tegak

    Tidak sembahyang apa gunanya

    Sudah lulus jadi alumni

    Ke cempedak jalan ke panti

    Meninggalkan sembahyang jadi berani

    Seperti badan takkan mati

  3. Banyaklah masa antara masa

    Tidak seelok mereka bersuka

    Meninggalkan sembahyang jadi biasa

    Tidak takut api neraka?

    Asam kandis ada yang kabur

    Ketiga asam siriang-riang

    Menangis mayat di pintu kubur

    Teringat badan tidak sembahyang

  4. Ada ikan di rawa-rawa

    Kutangkap menggunakan jaring

    Di pojok aku menahan tawa

    Sebab ada gigi palsu jatuh ke piring

    Kodok loncat di rawa-rawa

    Di sebelahnya ada badak

    Perutku sakit karena tertawa

    Sebab ada kucing duduk berbedak

  5. Punya teman namanya Ratih

    Ratih punya teman namanya Genu

    Dirimu memang putih

    Tetapi putih karena panu

    Temanku bernama Genu

    Hobinya mengikat tali

    Tidak apa putih karena panu

    Daripada hitam seperti kuali

  6. Rasanya enak itu jus alpukat

    Meski tidak seenak selai kacang

    Jangan tatap aku terlalu dekat

    Sebab dadaku berdebar kencang

    Tampak indah batu permata

    Warnanya tampak belang-belang

    Oh inilah rasanya jatuh cinta

    Hatiku terasa riang seakan sedih menghilang

  7. Burung belibis di jalan landai

    Buah remai dalam peti

    Tuan Raffles orang yang pandai

    Tahu sungguh mengambil hati

    Buah remai dalam peti

    Lezat pula cita rasanya

    Tahu sungguh mengambil hati

    Serta dengan budi bahasanya

  8. Teman dari Korea namanya Heejin

    Kalau dari Jepang namanya Hakuna

    Belajarlah kamu dengan rajin

    Agar nanti bisa berguna

    Jalan-jalan ke Blitar

    Paling enak sambil beli sukun

    Jika dirimu ingin pintar

    Maka belajarlah dengan tekun

  9. Mentari muncul saat fajar

    Indah sekali pemandangannya

    Jangan lupakan untuk belajar

    Agar bisa sukses nantinya

    Baca buku cari ilmu

    Bukunya berbahasa

    Mari hormati orang tuamu

    Karena mereka telah berjasa

  10. Minyak ikan dioleskan kawat

    Ikannya besar karena disulap

    Banyaklah makan supaya kuat

    Agar besar nanti jadi pembalap

    Duku hilang dimakan pesulap

    Makannya naik di atas ayunan

    Aku memang seorang pembalap

    Tapi ogah jika naik mobil mainan

  11. Di puncak ada tanah datar

    Mendaki dengan rasa teguh

    Jika ingin menjadi pintar

    Maka belajarlah dengan sungguh-sungguh

    Di pantai ada batu cadas

    Melihatnya membuatku bahagia

    Jika murid tumbuh dengan cerdas

    Guru pun ikut berbahagia

  12. Ke pasar beli sukun

    Pulangnya membeli gelas

    Mari belajar dengan tekun

    Agar tidak tertinggal kelas

    Ada jalan sangat landai

    Jalannya juga berliku

    Jika ingin diri menjadi pandai

    Rajin-rajinlah membaca buku

  13. Dalam diri aku berbatin

    Ketika melihat benda-benda bersejarah

    Bumi gersang bencana rutin

    Sebab pohon telah habis dijarah

    Makan sambal rasanya pedas

    Gelar tikar duduk di atas tanah

    Hutan rusak berganti cadas

    Air kering satwa pun punah

  14. Minum jus buah di rumah Pak Lek

    Rumah Pak Lek ada di Surabaya

    Eh kamu yang sudah jelek

    Janganlah kebanyakan gaya

    Si baju biru matanya melek

    Si baju kuning kena cuka

    Biarlah muka saya jelek

    Yang penting banyak yang suka

  15. Minum teh di atas genteng

    Tidak lupa pakai bedak

    Eh kamu jangan sok ganteng

    Muka mu kayak ketombe landak

    Enak rasanya buah cempedak

    Buahnya jatuh jadi penyet

    Biarlah mirip ketombe landak

    Daripada mirip ingus monyet

  16. Anak ayam turun dengan teguh

    Mati satu tinggal sembilan

    Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh

    Supaya engkau tidak ketinggalan

    Anak ayam turun sembilan

    Di tengah jalan ada yang putus

    Ilmu boleh sedikit ketinggalan

    Tapi jangan sampai putus

  17. Bermain mata sambil berdiri

    Bermain cinta tanpa perasaan

    Tapi kamu tak mau introspeksi diri

    Karena kamu tak punya perasaan

    Bermain cinta tanpa perasaan

    Bermain api harus hati-hati

    Karena kamu tak punya perasaan

    Makanya kamu banyak mempermainkan hati

  18. Hari Minggu pergi ke Cianjur

    Di Cianjur bertemu dengan Mumu

    Jika aku boleh berkata jujur

    Rasanya aku masih sayang padamu

    Di Cianjur bertemu dengan Mumu

    Saat bertemu Mumu sudah tak kukuh

    Diriku masih sayang padamu

    Tapi mengapa kamu malah selingkuh

  19. Saat bertemu Mumu sudah tak kukuh

    Lalu aku memilih pergi jalan jalan ke Maluku

    Tetapi mengapa dirimu selingkuh

    Selingkuhnya dengan teman baikku

    Diriku pergi jalan jalan ke Maluku

    Setibanya di Maluku bertemu Sintia

    Dengan teman baikku

    Kamu katakan akan setia

  20. Naik kereta api di dalam gerbong

    Bangkunya panas berbau sangit

    Jadi orang janganlah sombong

    Masih ada langit di atas langit

    Naik kereta api di dalam gerbong

    Dalam gerbong bangkunya terasa aman

    Jadi orang janganlah sombong

    Kalau sombong tidak punya teman

  21. Putri cantik akan menikah

    Menikahnya dengan bahagia

    Di pagi hari penuh berkah

    Mari bekerja dengan bahagia

    Putri menikah dengan bahagia

    Banyak yang datang dengan sukacita

    Jika hidup sudah bahagia

    Jangan lupa bersyukur dengan Sang Pencipta

  22. Sakit gigi juga sakit kaki

    Melihat burung-burung tekukur

    Setiap hari banyak rezeki

    Jangan lupa untuk bersyukur

    Melihat burung-burung tekukur

    Burungnya terbang jauh dan berjaga

    Karena semakin bersyukur

    Hidup terasa semakin berharga

Baca juga: 5 Contoh Proposal Skripsi Pendidikan dengan Berbagai Tema

Itu dia berbagai contoh pantun 2 bait dengan beragam tema yang bisa dipelajari. Informasi lainnya seputar pantun juga penting untuk dipahami, agar dapat mengerti materi satu ini dengan lebih baik. (PRI)