25+ Contoh Kalimat Transitif serta Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh kalimat transitif yang akan dibagikan di artikel ini dapat membantu memahami bentuk kalimat ini. Seperti diketahui, ada berbagai bentuk kalimat dalam bahasa Indonesia, termasuk kalimat transitif.
Berdasarkan Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 9 oleh Heriyanto S.Pd., M.Pd., dkk., pada 2022, pengertian kalimat transitif adalah kalimat yang dilengkapi dengan objek sehingga memiliki pola berbentuk S-P-O atau S-P-O-K.
Karena adanya objek dalam kalimat tersebut, kalimat transitif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Adapun sederet contoh kalimat transitif akan dijabarkan di artikel ini, jadi simaklah hingga habis!
Contoh Kalimat Transitif
Berdasarkan buku Membaca dan Menulis Konsep dan Praktik Abad 21 oleh Slamet Widodo, tak hanya karena memiliki objek di dalamnya, sebuah kalimat disebut kalimat transitif karena dapat diubah menjadi kalimat pasif. Berikut ini beberapa contoh kalimat transitif:
Ayah Shasa akan menghadiri acara penting pekan depan
Kevin mengalahkan lawannya dalam pertandingan catur internasional
Lili sebagai penyanyi menampilkan performa terbaiknya di atas panggung
Linda sedang membantu ibu menjemur pakaian
Maula meminum air sungai dengan terpaksa karena kehausan
Nita pergi ke tempat olahraga untuk menenangkan pikiran
Polisi telah menangkap seorang pembunuh anaknya sendiri
Semua siswa harus mengumpulkan tugas hari ini
Sita melamar pekerjaan di bank milik negara
Zulfikar mengendarai sepeda motor dengan kencang
Adik mengambil mainannya dari lemari.
Anton menangkap burung tetangga yang lepas dari sangkar.
Ibu menuang susu ke gelasku.
Jangan membuang sampah sembarangan.
Letusan Merapi meluluhlantakkan kawasan sekitar.
Pak Santoso menebang pohon di halaman rumahnya.
Sukma membaca koran.
Aji menggambar pemandangan.
Mustika mencuci mobil.
Murni memasak minuman jahe.
Elizabeth mengejar kucing.
Indah mengajar pelajaran bahasa Indonesia.
Tim badminton meraih medali emas.
Ibu membantu adik mengerjakan PR.
Kakak mengendarai motor ke kampusnya.
Ida sedang mencari pekerjaan.
Dia menugasi saya pekerjaan itu.
Ayah mengirimi kami uang tiap bulan.
Dosen itu memberi kamu kesempatan.
Dia sedang memasak nasi.
Saya akan menulis sepucuk surat kepadanya.
Kami menonton film minggu lalu.
Andi tak sengaja menjatuhkan vas bunga.
Kakek menebang pohon di halaman belakang rumah.
Ibu mencuci sayur setelah pulang dari pasar.
Aku mencuci baju berwarna biru tua.
Kita perlu membawa payung sebelum hujan.
Adikku memainkan gitar setiap sore.
Ami menuang susu ke dalam gelas.
Anabel menulis cerita di halaman.
Ayah mengangkat jemuran karena hujan.
Bibi menyiapkan bekal sekolah
Dodi memanjat atap rumah.
Ibu membuat kue ulang tahun.
Kucing memakan tikus.
Noni sedang mencuci sepeda.
Romi membeli mobil.
Andini menuang jus ke gelas adik.
Arifin mengepel lantai.
Bapak memangkas rumput di halaman depan rumah.
Bu Ari memberikan oleh-oleh dari Bali pada temannya.
Danis menangkap ayam tetangga yang lepas dari kandang.
Ibu menutup jendela kamar.
Jangan membuang sampah sembarangan.
Laila mengambil mainan di dalam lemari.
Letusan gunung berapi meluluhlantahkan desa sekitar.
Nenek meminum obat sakit kepala.
Nisa memperbaiki celana yang sobek.
Pak Joko membuat lemari dari kayu.
Pemerintah mengadakan Pemilu pada 2024.
Baca Juga: 159 Contoh Kalimat Perintah Sehari-hari dalam Bahasa Indonesia
Penjelasan tentang Kalimat Transitif
Kalimat merupakan bagian terkecil dari sebuah teks atau wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara tata bahasa. Dalam bentuk lisan, sebuah kalimat diiringi alunan titinada dan diakhiri intonasi selesai.
Sedangkan, dalam bentuk tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanya, ataupun seru. Di dalam sebuah kalimat dapat menggunakan beberapa tanda baca lain, seperti titik koma, titik dua, koma, dan sebagainya.
Merangkum karya ilmiah berjudul Kemampuan Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Mathlaul Anwar Gisting Tahun Pelajaran 2012/2013 oleh M. Makmun Algani, Universitas Lampung, berdasarkan polanya, kalimat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan pasif.
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau aktor. Sementara, menurut Razak, kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan, umumnya ditandai dengan predikat yang terdiri dari kata kerja.
Kalimat aktif dibagi menjadi tiga jenis, yakni kalimat taktrasitif, kalimat ekatransitif, dan kalimat dwitransitif. Kalimat taktransitif yakni kalimat yang tak memiliki objek dan pelengkap, hanya memiliki dua unsur, yaitu subjek dan predikat.
Sementara, kalimat ekatransitif dan dwitransitif adalah jenis kalimat transitif. Untuk kalimat ekatransitif adalah kalimat yang memiliki objek tetapi tak memiliki pelengkap. Kalimat ini memiliki tiga unsur wajib, yakni subjek, predikat, dan objek. Lalu, kalimat dwitransitif adalah kalimat yang memiliki dua objek.
Ciri-Ciri Kalimat Transitif
Menyadur buku Relasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Hukum Indonesia pada 2023, berikut ini ciri-ciri kalimat transitif:
Memiliki objek di dalamnya.
Objeknya dikenai tindakan atau perbuatan.
Pola kalimat transitif yaitu: S-P-O, S-P,O-Pel, dan S-P-O-K.
Predikatnya berupa kata kerja atau verba yang tak berimbuhan atau berimbuhan me-, me- -kan, memper-, atau memper- -i.
Dapat diubah dalam bentuk kalimat pasif.
Subjeknya akan menjadi objek apabila diubah dalam kalimat pasif.
Perbedaan Kalimat Transitif dan Intransitif
Seperti penjelasan di atas, perbedaan paling menonjol dari kalimat transitif dan intransitif adalah adanya atau tidaknya objek dalam sebuah kalimat. Untuk lebih lengkapnya, berikut perbedaan dua bentuk kalimat tersebut.
1. Struktur Kalimat
Apabila dilihat dari struktur kalimatnya, kalimat transitif memiliki struktur atau pola yang lengkap, yakni S-P-O atau S-P-O-K/Pel. Sementara, kalimat intransitif memiliki struktur kalimat yang tak lengkap karena tak ada objek. Struktur kalimat intransitif, yaitu: S-P atau S-P-K/Pel.
2. Keberadaan Objek
Perbedaan selanjutnya adalah adanya dan tidaknya objek di dalamnya. Kalimat transitif memiliki objek yang terletak setelah predikat. Sedangkan, kalimat intransitif tak memiliki, bahkan tak membutuhkan objek dalam kalimatnya.
3. Dapat Diubah Bentuk Kalimatnya
Sebab adanya objek dalam sebuah kalimat, kalimat transitif dapat diubah menjadi kalimat pasif. Misalnya:
"Sukma membaca koran" (kalimat aktif transitif) menjadi "koran dibaca Sukma" (kalimat pasif).
"Ami menuang susu ke dalam gelas" (kalimat aktif transitif) menjadi "susu dituangkan ami ke dalam gelas" (kalimat pasif).
Lalu, karena kalimat intransitif tak memiliki objek, kalimat tersebut pun tak dapat diubah ke bentuk pasif.
4. Imbuhan
Kalimat transitif umumnya menggunakan predikat dengan kata kerja yang memiliki imbuhan me-, me- -kam, me- -i. Contoh predikat yang digunakan dalam kalimat transitif adalah membaca, mengendarai, menyimak, dan lainnya.
Sementara, kalimat intransitif menggunakan predikat dengan imbuhan ber-, meng-, ter-, se-, ke- -an, ber- -an. Contoh predikat yang digunakan dalam kalimat intransitif adalah tertawa, berjalan, berenang, dan lainnya.
5. Jenis Kata Kerja
Jenis kata kerja dalam kalimat transitif umumnya membutuhkan objek. Sedangkan, pada kalimat intransitif, jenis kata kerjanya umumnya tak membutuhkan objek.
(NSF)
