250 Contoh Kalimat Aktif, Pengertian, dan Cara Membuatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, terdapat berbagai macam kalimat. Mengetahui contoh kalimat aktif adalah penting disamping mempelajari pengertian, macam-macamnya, hingga cara menyusunnya.
Selain menjadi salah satu faktor penting dalam komunikasi. Kalimat aktif juga menjadi komponen penting dalam penulisan akademis, karena akan membuat tulisan menjadi jelas dan lugas, sebagaimana mengutip dari writingcenter.uagc.edu.
Kalimat aktif selalu beriringan dengan kalimat pasif. Namun, kalimat aktif adalah kalimat dasar, sedangkan kalimat pasif merupakan perubahan dari kalimat pasif.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian Kalimat Aktif
Mengetahui penggunaan kalimat aktif bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam hal komunikasi dengan orang lain.
Berdasarkan buku Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar, Sugono (2009:108), kalimat aktif adalah kalimat yang mempunyai predikat verba perbuatan.
Dengan kata lain, kalimat ini merupakan kalimat yang subjeknya menjadi pelaku perbuatan sedangkan verbanya berupa kata kerja aktif.
Cara Membuat Kalimat Aktif berdasarkan Jenisnya
Biasanya, kalimat aktif diikuti oleh awalan kata me- dan ber- untuk predikat. Subjek dalam kalimat ini selalu melakukan tindakan langsung serta memiliki pola kalimat Subjek - Predikat-Objek-Keterangan (S-P-O-K) atau S-P-K (Subjek-Predikat-Keterangan).
Meskipun menjadi kalimat dasar, masih terdapat kesalahan dalam membuat kalimat aktif. Berikut adalah jenis-jenis kalimat aktif dan cara membuatnya.
1. Kalimat Aktif Transitif
Mengutip dari buku PUEBI & Sastra Indonesia, Redaksi Cemerlang (2018:99), kalimat ini merupakan kalimat yang diikuti oleh objek dalam susunan kalimatnya.
Tanpa objek, kalimat ini menjadi tidak bermakna secara gramatikal (susunan). Kata kerja pada kalimat ini biasanya berawalan dengan me-, me-kan, dan me-i, serta dapat diubah menjadi kalimat pasif.
Contoh: Eni mencuci piring (S-P-O).
Dengan demikian, kalimat aktif selalu memiliki pola S-P-O atau S-P-O-K.
2. Kalimat Aktif Intransitif
Kalimat ini predikatnya tidak memerlukan objek, namun bisa diikuti oleh keterangan atau pelengkap dalam susunan kalimatnya.
Subjek di kalimat ini melakukan perbuatan yang dinyatakan oleh predikat dan biasanya diikuti kata berawalan ber-. Jika menggunakan awalan me-, maka tidak diikuti objek. Kalimat ini juga tidak bisa diubah menjadi kalimat pasif.
Contoh: Adik sedang bernyanyi (S-P), Sarah tidur di kamar (S-P-K), Kakak belajar dengan rajin (S-P-Pel).
Kalimat aktif intransitif memiliki pola S-P, S-P-K, dan S-P-Pel.
3. Kalimat Aktif Semitransitif
Kalimat aktif ini predikatnya tidak membutuhkan objek, namun hanya diikuti pelengkap. Kalimat aktif semitransitif tidak dapat diubah dalam bentuk kalimat pasif karena tidak memiliki objek. Adapun pola kalimatnya yaitu S-P-Pel.
Contoh: Aku berjalan cepat (S-P-Pel)
4. Kalimat Aktif Dwitransitif
Kalimat aktif dwitransitif adalah jenis kalimat aktif yang predikatnya membutuhkan objek dan pelengkap agar kalimat menjadi sempurna susunannya. Kalimat aktif ini bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif. Pola kalimatnya yaitu S-P-O-Pel,
Contoh: Ayah membelikan Ibram sepatu baru (S-P-O-Pel)
250 Contoh Kalimat Aktif
Berikut adalah contoh kalimat aktif, baik secara transitif, intransitif, semitransitif, maupun dwitransitif:
Ibnu membaca buku.
Ayah menyiram tanaman.
Petani menanam padi.
Ibu memetik sayur.
Ibu menulis surat.
Kakak memasak nasi.
Ayah membantu paman di ladang.
Ibu sedang memasak di dapur.
Ibu guru menulis di papan tulis.
Tomi menggunting kertas.
Nisa melipat baju.
Adik membeli bakso.
Ibu membuat kue.
Kakak meminum susu.
Sarah menyapu halaman.
Rina menjahit baju.
Adam menjual makanan.
Bima mendengarkan musik.
Bara membuka pintu.
Yura sedang menyanyi dengan temannya.
Ayah memotong rumput.
Adik mengerjakan PR.
Nenek menyulam kain.
Randi menendang bola.
Adik memukul meja.
Tias bermain boneka.
Ayah mencuci mobil.
Anisa membuka jendela.
Reno memanjat pohon.
Dita menonton pertunjukan tari.
Kakek menimba air di sumur.
Siska menggunting kertas.
Kucing itu mengejar tikus.
Ibu mencukur rambut adik.
Paman mencangkul tanah di ladang.
Raisa mengepel lantai.
Sinta merapikan lemari.
Dinar menyusun buku di rak.
Ibu menuang teh ke gelas.
Rasya menikahi Putri hari ini.
Mirna menjemur pakaian.
Jesika menyimpan uang di bank.
Ibu menghadiri rapat.
Amanda melihat bintang jatuh.
Pratama Arhan mencetak gol ke gawang lawan.
Pekerja menebang pohon di jalan.
Sania menggoreng ikan.
Ayah mengendarai mobil ke kantor.
Ibu menggoreng bakwan.
Kakek menyalakan lampu.
Kakak membakar sampah di belakang rumah.
Roni menyapa Santi di jalan.
Polisi menangkap pencuri motor.
Susi menjawab pertanyaan dengan benar.
Aisyah mengikuti lomba lari.
Kakak menggambar bunga.
Rania menangis dengan keras.
Adik merapikan tempat tidur.
Dodo membuang sampah sembarangan.
Kucing itu mencuri ikan.
Sulis sedang bernyanyi.
Dila tidur di kamar.
Vidi makan dengan lahap.
Aulia bermain boneka.
Arin berangkat ke sekolah.
Syafa bertemu Bunga.
Hasza bercocok tanam di kebun.
Salsa Sedang bertanya.
Ayah sedang berlayar ke laut.
Alarm Hana berbunyi dengan keras.
Tangan ayah terluka parah.
Semua orang bertepuk tangan.
Angin berembus kencang.
Fina tersenyum senang.
Ibu menangis terharu.
Tamu sudah datang.
Sekar memeluk ibu.
Karina mengayuh sepeda di halaman.
Bu Asih menjual berasnya.
Iwan mencubit Andi di kelas.
Aku menerima hadiah dari Salma.
Via menganggukan kepalanya dengan cepat.
Adik sedang bertengkar.
Penonton berteriak dengan kencang.
Kakak berkeringat setelah olahraga.
Tiara berbicara dengan temannya.
Seno berguru silat.
Paman berburu di hutan.
Rumah itu berdinding kayu.
Ibu berdandan seperti artis.
Bibi berbelanja di pasar.
Adik bermain lumpur.
Baju adik berlumuran darah.
Polisi berbaris dengan rapi.
Ayah bekerja setiap hari.
Kakek sedang bersalaman.
Adik bercanda dengan senang.
Kepala sekolah berpidato di lapangan.
Ayam berkokok di pagi hari.
Ular itu bersembunyi di bawah kolong.
Vannya bersepeda setiap Minggu.
Rumah itu berpagar besi.
Kue itu berbungkus plastik.
Para siswa berlatih drama.
Bumi berputar pada porosnya.
Kakak sedang bersedih.
Adik sedang berenang.
Kinan berlatih menari.
Sarah bermain petak umpat.
Murid-murid sangat berisik.
Rizal berdiri di depan kelas.
Nenek berjalan menggunakan tongkat.
Ibu masak di dapur.
Adik bersin di pagi hari.
Andi berjalan-jalan di taman.
Santi sedang tertawa.
Kuda itu berpacu di lapangan.
Bulan bersinar terang.
Buku itu berjejer rapi di rak.
Rerumputan berdesir tertiup angin.
Debu beterbangan di udara.
Kucing berjemur di halaman.
Lusi membayar utangnya.
Dia berbuat tidak baik.
Syamil berpikir kritis.
Risy bersuara merdu.
Lukman berbicara lantang.
Ayah berdiri tegak.
Amar bergerak lincah.
Paman bepergian jauh.
Ninik berjalan sempoyongan.
Makanan ini berlabel halal.
Lelaki itu berparas tampan.
Adik bertindak diluar kendali.
Ibu berkata lembut.
Pak Yandi berpengetahuan luas.
Samsul bergegas pulang.
Rudi terlihat gugup.
Budi tersenyum dengan manis.
Septian berlari menuju rumahnya.
Ega bertingkah aneh.
Nenek berbicara dengan pelan.
Kakek duduk merenung.
Firda berusaha dengan sungguh-sungguh.
Pengunjung berlarian keluar gedung.
Sania tertawa terbahak-bahak.
Kakak memakan salad.
Kucing itu melompati pagar.
Dinda membeli tas baru.
Sifa menonton di bioskop.
Guru mengajar pelajaran Fisika.
Anggi menari dengan lemah gemulai.
Indah bekerja hingga pagi.
Ibu berdoa untuk Ayah.
Mereka berjuang hingga titik darah penghabisan.
Direktur membalas surat kepada perusahaan itu.
Ayah menyimpan berkas di lemari.
Dania memberikan bunga.
Dia menaruh sapu.
Adik menarik tali.
Asnawi memberikan umpan bola kepada penyerang.
Ibu mengajarkan pelajaran IPA kepada anak-anaknya.
Hakim memutuskan hukuman untuk pelaku.
Tante membelikan Ibu nasi goreng.
Adik sedang merengek.
Polisi memberikan denda kepadanya.
Isna memberikan buku kepada Uswah.
Ibu membelikan David baju baru.
Kakak mencicipi masakan Ibu.
Ayah memperbaiki komputer kantor.
Rektor memberi kami motivasi.
Ibu menyiapkan bekal.
Rina menawarkan Putri roti.
Roni meminjami buku pada Rasyid.
Ayah membelikan adik peralatan sekolah.
Lala mencoba masakan ibunya.
Tomo mengirimi pacarnya boneka.
Teman-teman memberi aku kejutan.
Kakak membelikan adik sepeda.
Paman menguras kolam ikan.
Budi mengajarkan adiknya berhitung.
Adit memakan apel pemberian Adel sampai habis.
Hilda memperbaiki riasan Gina dengan cepat.
Ibu membuatkan Ayah kopi setiap pagi.
Kakek mendongengkan kisah nabi di rumah.
Paman memberi adik hadiah.
Mobil itu menepi.
Malik menggigil saat hujan lebat semalam.
Ibu sedang membelikan adik permen.
Pak Banu menawarkan Andi pekerjaan.
Ayah membelikan aku laptop baru.
Bu Nunik mengoreksi ulangan siswanya.
Saat ulang tahun, Ibu menghadiahi aku sepeda.
Kakak membawakan buku adiknya saat berangkat sekolah.
Pak Karman memperbaiki televisi tetangganya.
Taufik bekerja dengan giat agar mendapatkan gaji tambahan.
Adam membawa oleh-oleh dari Jakarta.
Es mencair.
Silma menyanyi di kamar mandi.
Paman selalu mengumpat saat marah besar.
Laura menyamai prestasi Kenneth.
Iis bekerja hingga lelah.
Aku mengenali raut mukanya.
Bobi berteriak hingga suaranya serak.
Umam menyuapi adiknya dengan hati-hati.
Kakek beribadah di pura.
Dia membelikanku segelas kopi.
Mereka berbincang di teras.
Paman berlibur ke Surabaya pekan lalu.
Maria berdoa dengan khusyuk.
Angga memeluk ibunya dengan erat.
Kami berdiskusi di aula sekolah.
Ania berbelanja aksesoris di toko.
Laudia berteriak histeris.
Rere menari Jaipong.
Nabil membaca puisi dengan lantang.
Ayah mencukur jenggot.
Adik menjawab soal dengan tepat.
Kurir mengantar paket setiap hari.
Ayah pulang dari kantor setiap malam.
Paman menyewa mobil untuk digunakan berwisata nanti.
Bang Jaka menceritakan pengalamannya berkelana.
Ibu memakaikan Alif Jaket.
Miska meminjami aku uang.
Ibu meminumi adik obat agar cepat sembuh.
Hani mencicipi masakan Erna di dapur.
Abyan mengucap janji.
Kelakuan Tama melampaui batas.
Tentara itu berpangkat jenderal.
Aku bertahan sendirian.
Adele merilis album terbaru.
Isyana menyanyi untuk ribuan penggemarnya.
Ayah merantau demi mencari nafkah.
Rohmi menunggu hingga bosan.
Adik menabung untuk membeli mainan baru.
Paman mengecat hingga selesai.
Kakek menikmati waktu senggangnya.
Selly menyesali keputusannya.
Kami menertawai kelucuannya.
Paus itu bernapas dengan paru-paru.
Mahasiswa belajar melalui aplikasi Zoom.
Martha berbaris di loket.
Kami bermain bola saat hujan turun.
Saya berpakaian lengkap saat sekolah.
Kami memperhatikan dengan seksama.
Kami berlatih sebelum tampil.
Aku mengetik di depan komputer.
Pablo berada di samping Juanito.
Aku menoleh saat temanku memanggil.
Aku mandi setelah mengepel.
Itulah sederet contoh kalimat aktif yang bisa dijadikan referensi untuk belajar menyampaikan ungakapan atau dalam bentuk tulisan. Semoga bermanfaat! (fat)
Baca juga: Contoh Kalimat Ironi dan Penjelasannya dalam Bahasa Indonesia
