Konten dari Pengguna

3 Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta dalam Ilmu Geografi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peta Indonesia. Foto: REUTERS/Beawiharta/File Photo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peta Indonesia. Foto: REUTERS/Beawiharta/File Photo

Dalam ilmu geografi, skala peta dapat diperbesar dan diperkecil sesuai dengan penggunaannya. Ada tiga cara memperbesar dan memperkecil peta yang dapat dilakukan, yaitu menggunakan alat pantograf, fotokopi, dan grid.

Mengutip buku Pengetahuan Sosial: Geografi tulisan Idianto Mu'in, mengubah skala peta bukan berarti mengubah ukuran bidang atau lembar peta. Lembar-lembar peta tersebut tetap sama, yang diubah adalah perbandingan jarak dan luasnya saja.

Biasanya, peta desa dibuat dengan skala besar, sedangkan peta provinsi atau negara dibuat dengan skala kecil. Jika angka pembagi skalanya bertambah kecil, artinya skala peta itu diperbesar. Sebaliknya, apabila angka pembagi skalanya ditambah, artinya skala peta tersebut diperkecil.

Prinsip-prinsip Pembuatan Peta

Ilustrasi peta. Foto: Dok. Kemenparekraf

Sebelum mengetahui cara memperbesar dan memperkecil peta, ada baiknya Anda memahami prinsip dasar pembuatan peta terlebih dahulu. Ini merupakan bagian dari pembuatan peta atau kartografi.

Dijelaskan dalam buku Pasti Lulus Bimbel 6 Mapel Siap UN SMA IPS susunan Forum Indonesia Cerdas, kartografi bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari hasil ukuran berbagai pola atau unsur permukaan bumi dan menyatakan unsur-unsur tersebut dengan skala tertentu.

Kartografi sendiri menggunakan empat sistem komunikasi untuk menyampaikan informasi peta pada penggunanya, yakni numeracy (matematis), articulacy (verbal), literacy (huruf), dan graphicacy (simbol). Graphicacy merupakan jenis komunikasi yang paling umum dipakai dalam kartografi.

Dalam pembuatan peta, terdapat langkah-langkah pokok yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Menentukan daerah yang akan dipetakan.

  • Membuat peta dasar (base map), yakni peta yang belum diberi simbol sebagai acuan.

  • Mencari dan menggolongkan data sesuai dengan tujuan pembuatan peta, misalnya batas administrasi, jaringan jalan, atau gedung sekolah.

  • Menentukan simbol-simbol yang merupakan representasi data.

  • Memplot simbol pada peta dasar.

  • Membuat legenda, yaitu menjelaskan simbol-simbol yang ditampilkan pada peta.

  • Melengkapi peta dengan tulisan (lettering) secara baik dan benar serta menarik.

Baca juga: Pengertian Peta, Fungsi, dan Unsur-unsurnya

Cara Menggambar Peta

Ilustrasi peta. Foto: Pixabay

Mengutip buku New Edition Mega Bank Soal SD/MI Kelas 4, 5, & 6 tulisan Uly Amalia, dkk., terdapat beberapa cara untuk menggambar peta, di antaranya:

1. Menjiplak

Cara menggambar peta dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Siapkan alat-alat seperti kertas tembus pandang (mika), kertas gambar, penggaris, pensil, spidol, dan peta.

  2. Buat garis-garis tegak dan mendatar pada kertas mika. Pastikan jarak pada setiap garis sama besar.

  3. Tempelkan kertas mika pada yang akan dijiplak. Supaya tidak bergeser, jepit di bagian pinggirnya.

  4. Jiplak gambar peta menggunakan pensil atau spidol di atas kertas mika. Lakukan dengan hati-hati hasil jiplakan sesuai dan akurat.

  5. Gambar peta di kertas gambar dengan membuat garis tegak dan mendatar menggunakan pensil. samakan ukuran antargaris dengan garis pada kertas mika.

  6. Gunakan pensil untuk menggambar peta di atas kertas. Kemudian, tiru gambar yang terdapat pada kertas mika dengan memperhatikan setiap garis yang dibuat.

  7. Setelah selesai, ulangi goresan pensil menggunakan spidol. Lalu, hapus garis-garis pensil agar hasilnya lebih rapi.

  8. Selanjutnya, warnai peta tersebut sesuai dengan peta dasarnya. Jangan lupa pula untuk menyertakan simbol-simbol peta yang ada.

2. Membuat Kotak

Selain menjiplak, menggambar peta juga bisa dilakukan dengan membuat kotak. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Persiapkan alat-alat seperti atlas, pensil, penghapus, spidol warna, dan penghapus.

  2. Buka atlas dan tentukan peta yang ingin digambar. Kemudian, amati letak kota, sungai, danau, gunung, dan batas-batas lainnya.

  3. Buat garis melintang dan membujur pada gambar peta asli menggunakan pensil dengan luas kotak 1 x 1 cm.

  4. Tandai pada pinggir garis tepi dengan memberi nomor pada setiap garis lintang dan beri huruf pada setiap garis yang membujur.

  5. Siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar. Samakan ukuran kertas dengan ukuran peta asli.

  6. BUat kotak-kotak dengan ukuran sama seperti peta asli, lalu beri nomor dan huruf pada garis lintang dan bujur.

  7. Gambar peta di atas kertas. Pastikan setiap goresan pensil sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta.

  8. Setelah selesai, pertebal gambar peta dengan simbol agar hasilnya lebih jelas. Lalu, beri warna seperti yang ada pada peta asli.

  9. Hapus kotak-kotak, huruf, dan nomor yang sebelumnya dibuat dengan pensil.

  10. Lengkapi peta dengan simbol-simbol yang sesuai.

Cara Penulisan pada Peta

Ilustrasi peta. Foto: Pixabay

Arti dari simbol-simbol yang ada di dalam peta dijelaskan lewat tulisan yang disebut lettering. Proses lettering ini harus sesuai dengan aturan yang telah disepakati para ahli, antara lain:

  • Nama geografis ditulis menggunakan bahasa atau istilah yang familiar atau biasa digunakan penduduk setempat. Sebagai contoh, sungai ditulis “Ci” untuk daerah Jawa Barat dan sebagian DKI, “Kreung” untuk Aceh, “Way” untuk Lampung, dan “Kali” untuk Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

  • Nama-nama objek geografis berupa kawasan perairan, seperti danau, laut, sungai, waduk, ditulis dengan huruf miring. Misalnya Laut Jawa, Danau Toba, Samudra Hindia, dan Sungai Ci Manuk.

  • Nama jalan harus ditulis searah dengan arah jalan tersebut dan ditulis menggunakan huruf cetak kecil.

Baca juga: 9 Unsur-unsur Peta yang Tidak Ada pada Gambar

Cara Memperbesar dan Memperkecil Peta

Ilustrasi cara memperbesar dan memperkecil peta. Foto: Pixabay

Sebagaimana telah disebutkan, cara memperbesar dan memperkecil peta bisa dilakukan dengan tiga metode, yaitu menggunakan alat pantograf, fotokopi, serta grid (sistem kotak-kotak).

Berikut penjelasannya dirangkum dari buku Geografi SMP/MTs Kelas VII karangan Wirastuti Widyatmanti dan Geografi: Membuka Cakrawala Dunia tulisan Bambang Utoyo:

1. Menggunakan Alat Pantograf

Pantograf adalah alat untuk memperbesar dan memperkecil skala peta yang berbentuk jajaran genjang. Karena itu, cara kerjanya juga mengikuti prinsip jajaran genjang, di mana tiga dari empat sisinya (a, b, dan c) memiliki skala faktor yang sama.

Untuk memperbesar dan memperkecil peta, pengguna cukup mengubah faktor skala pada ketiga sisi pantograf tersebut. Adapun formulasi yang digunakan, yaitu:

Skala faktor = m/M x 100 n

Keterangan:

m = besar peta yang asli

M = besar peta yang akan dibuat

n = besaran skala yang ingin diubah

Contoh:

Suatu peta akan diperbesar 5 kali lipat. Jika m = 1 dan M = 2, maka skala faktornya adalah:

Skala faktor = m/M x 100 n

= ½ x 100 x 5

= ½ x 500

= 250

Setelah besar skala faktor diperoleh, pantograf diatur sedemikian rupa agar masing-masing lengannya memiliki skala faktor yang sesuai. Caranya, letakkan peta yang akan diperbesar di tempat B dan kertas kosong di tempat gambar A.

Kemudian, gerakkan B mengikuti peta asal. Lakukan proses penjiplakan ini dengan hati-hati agar peta yang dijiplak tidak mengalami kerusakan.

2. Fotokopi

Ilustrasi peta. Foto: Unsplash

Ini merupakan cara paling sederhana untuk memperbesar dan memperkecil skala peta. Objek pada peta perbesaran hasil fotokopi akan tergambar lebih jelas dengan ukuran yang lebih besar.

Meski begitu, hal ini tidak lantas membuat isi peta jadi lebih detail. Isi peta memang tetap akan tergambar lebih jelas, tetapi tidak menambah atau mengurangi kedetailan informasi yang ditampilkan.

Metode ini sebaiknya diterapkan pada peta yang menggunakan skala garis. Jika ingin memperbesar dan memperkecil peta yang menggunakan skala angka atau bilangan dengan mesin fotokopi, alangkah baiknya untuk mengubahnya terlebih dulu ke skala garis agar lebih mudah.

Baca juga: Cara Membaca Skala Peta dengan Mudah

3. Grid (Sistem Kotak-Kotak)

Sistem grid adalah penggunaan garis lintang dan bujur pada peta untuk mengetahui letak atau batas suatu objek. Cara memperkecil dan memperbesar skala peta menggunakan sistem grid dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Buat grid atau kotak-kotak pada peta yang akan diperbesar. Ukuran kotak tidak ditentukan, tetapi untuk memudahkan penggambaran peta, buatlah kotak-kotak dengan ukuran 1 cm x 1 cm.

  2. Pada kertas lain, buat grid yang lebih besar sesuai skala peta yang ingin dihasilkan. Misalnya, apabila peta ingin diperbesar dua kali, maka ukuran grid harus dua kali lipat ukuran grid awal.

  3. Selanjutnya, gambar ulang garis peta yang diperbesar ke peta baru. Pastikan agar posisi garis peta tepat dan akurat sesuai dengan pada peta awal.

  4. Ketentuan perubahan skala dalam memperbesar dan memperkecil peta adalah, jika peta diperbesar, penyebut skala harus dibagi dengan bilangan n. Sebaliknya, jika peta diperkecil sebesar n kali, penyebut skala harus dikali dengan bilangan n.

(ADS)