Konten dari Pengguna

3 Ciri-Ciri Lagu Bertangga Nada Mayor yang Perlu Diketahui

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lagu bertangga nada mayor. Sumber: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lagu bertangga nada mayor. Sumber: Pexels.com

Nada merupakan elemen yang penting dalam menciptakan musik yang baik. Untuk membantu dalam memainkan nada yang harmonis, musisi biasanya menggunakan tangga nada agar mempermudah proses penciptaan musik.

Tangga nada menurut M. Said Noor dalam bukunya yang berjudul Nada dan Irama adalah sekumpulan nada-nada yang harmonis yang kemudian mengatur nada-nada tersebut agar menciptakan musik yang harmonis.

Tangga nada sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yakni tangga nada diatonis, pentatonis, dan kromatis.

Tangga nada diatonis merupakan tangga nada yang memiliki tujuh buah nada, yaitu “Do Re Mi Fa Sol La Si” dan memiliki 2 jarak, yaitu satu dan setengah tangga nada.

Tangga nada diatonis dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu tangga nada diatonis minor dan tangga nada diatonis mayor. Kedua jenis ini sangat bertolak belakang.

Hal itu karena nada diatonis minor memiliki alunan yang melankolis dan lembut, sedangkan nada diatonis mayor biasanya lebih ceria dan bersemangat.

Untuk mengenal lagu bertangga nada mayor lebih mudah, pastinya harus mengenal ciri-ciri nada tersebut. Berikut penjelasannya.

Ciri-Ciri Lagu Bertangga Nada Mayor

Berikut ini adalah ciri-ciri lagu bertangga nada mayor yang perlu diketahui.

1. Bernuansa Ceria dan Bersemangat

Ilustrasi seseorang memainkan lagu bertangga nada mayor. Sumber: Pexels.com

Ciri yang paling mudah dikenali dari musik bertangga nada diatonis mayor adalah nuansanya yang ceria dan bersemangat.

Menyadur dari buku Mahir Bermain Keyboard karya Jenard Kidjing, nada diatonis mayor sangat memperhatikan jarak antar nada. Karena jarak tersebut, lagu bertangga nada mayor pun menjadi lebih ceria dan bersemangat serta memberikan kesan riang gembira.

2. Memiliki Kombinasi Interval Semitone dan Wholetone

Musik bertangga nada mayor memiliki aturan tersendiri yang mengatur jarak atau interval antar nada yakni 1 – 1 – ½ - 1 – 1 – 1 -1 – 1/2 , dengan nada dasar do-re-mo-fa-so-la-si-do. Contoh tangga nada ini yakni C Mayor yang terdiri dari do, re, mi, fa, sol, la, si, dan do.

3. Biasanya Digunakan untuk Lagu-lagu Perjuangan

Tangga nada mayor sering digunakan untuk lagu-lagu perjuangan karena memiliki kombinasi interval semitone.

Dalam Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 8 yang ditulis oleh Heny Kusumawati, interval nada mayor memiliki ciri bersemangat membakar semangat para pendengarnya. Lagu dengan nada mayor juga memberikan suasana yang riang gembira.

Ilustrasi lagu bertangga nada mayor. Sumber: Pexels.com

Tangga nada mayor juga biasanya digunakan pada lagu daerah yang memperkenalkan budaya daerah tersebut seperti lagu Apuse. Tak hanya itu, tangga nada mayor juga biasa digunakan oleh musik-musik dari barat.

Nah itulah 3 ciri lagu bertangga nada mayor. Untuk menambah informasi, contoh lagu yang menggunakan tangga nada mayor lainnya adalah Garuda Pancasila, Maju Tak Gentar dan Bangun Pemudi-Pemuda.

(SAI)