3 Contoh Paper Tugas Kuliah Berbagai Tema sebagai Referensi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 10 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh paper tugas kuliah dalam berbagai tema jadi informasi yang penting untuk diketahui oleh mahasiswa. Sebab, saat kuliah mahasiswa kerap diberikan tugas untuk membuat paper yang membahas berbagai hal seputar materi perkuliahan.
Paper merupakan karya tulis ilmiah yang membahas topik tertentu secara ringkas. Dikutip dari situs fkip.umsu.ac.id, karya ilmiah dibuat untuk memecahkan masalah yang dilengkapi dengan landasan teori serta metode ilmiah dan berisi fakta dan data.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
3 Contoh Paper Tugas Kuliah sebagai Referensi untuk Mahasiswa
Agar bisa menuliskan paper sebagai karya tulis ilmiah untuk tugas kuliah yang baik, maka penting untuk tahu contohnya terlebih dahulu. Inilah contoh paper tugas kuliah dalam berbagai tema yang bisa dijadikan sebagai referensi.
1. Gambaran Peran Ibu dalam Membimbing Menyikat Gigi pada Anak TK Dharma Wanita Kandangan
Penulis: Riska Ardia, dkk.
Dikutip dari situs http://eprints.poltekkesjogja.ac.id.
Pendahuluan
Anak umur 0 sampai 5 tahun merupakan masa keemasan (golden age). Masa ini merupakan waktu ideal untuk anak mencari, mempelajari dan memperoleh konsep dasar yang mempengaruhi kehidupan anak di masa selanjutnya.
Ibu anak balita yang memiliki peran kurang terhadap kesehatan gigi anaknya sebesar 76,8%, ibu yang tidak pernah memeriksakan gigi anak balitanya ke dokter gigi sebesar 71,33% mereka beranggapan gigi susu hanya sementara dan akan diganti dengan gigi permanen sehingga ibu menganggap kerusakan pada gigi susu bukan merupakan suatu masalah (Anna dkk, 2015).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran ibu dalam membimbing menyikat gigi pada anak TK Dharma Wanita Kandangan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode cross sectional.
Populasi pada penelitian ini adalah ibu dari anak kelas B TK Dharma Wanita Kandangan. Sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh. Data hasil penelitian disajikan dalam distribusi frekuensi dan tabulasi silang.
Pembahasan
Peran aktif orang tua (ibu) terhadap perkembangan anak sangat diperlukan pada saat mereka masih berada dibawah usia 5 tahun. Peran aktif orang tua yang dimaksud adalah membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak (Suherman, 2012).
Menurut Potter dan Perry (2010), menyikat gigi adalah membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan, bakteri, dan plak. Menyikat gigi harus memperhatikan waktu yang tepat, penggunaan alat yang tepat, dan cara yang tepat.
Manfaat menyikat gigi adalah 1) mulut bersih; 2) menurunkan mikroorganisme dalam mulut, dan gigi 3) menurunkan penyakit gigi dan gusi: 4) menurunkan pembentukan sisa makanan pada gigi; dan 5) memperbaiki nafsu makan dan rasa pada makanan.
Orang Tua (ibu) banyak yang kurang peduli terhadap kesehatan gigi anak. Kondisi gigi anak yang tidak bersih dibiarkan begitu saja dan akibatnya, ketika gigi anak menjadi rusak atau gigis masih dianggap biasa.
Seseorang yang memiliki perilaku menyikat gigi yang baik dan benar akan mempengaruhi kesehatan mulutnya. Perilaku menyikat gigi yang benar menyebabkan skor debris menjadi rendah, sedangkan perilaku menyikat gigi yang salah menyebabkan skor debris seseorang menjadi tinggi.
Peneliti melakukan penelitian pada ibu dari anak TK Dharma Wanita Kandungan berjumlah 36 orang seputar peran ibu terhadap cara mengajari anak sikat gigi. Penelitian dilakukan dengan membagikan kuesioner seputar menyikat gigi.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti mengenai Gambaran Menyikat Gigi dengan Bimbingan Ibu pada Anak TK Dharma Wanita Kandangan, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Peran ibu dalam membimbing menyikat gigi anak berdasarkan usia
masuk dalam kriteria baik pada usia 31-40 tahun (52,8%).
2. Peran ibu dalam membimbing menyikat gigi anak berdasarkan pendidikan
SMA masuk dalam kriteria baik (47,2%).
3. Peran ibu dalam membimbing menyikat gigi anak berdasarkan pekerjaan
ibu rumah tangga dalam kriteria baik (52,8%).
4. Peran Ibu dalam membimbing menyikat gigi anak dalam kriteria baik (88,9%).
2. Menulis Makalah, Rangkuman, dan Buku serta Membaca Untuk Menulis Akademik
Penulis: Mohammad Qoimam Bilqisthi Zulfikar
Dikutip dari situs repositori.unud.ac.id.
Pendahuluan
Bahasa Indonesia sangat penting peranannya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bemegara. Selain itu bahasa Indonesia juga memiliki peranan yang penting dalam dunia pendidikan dan pengajaran.
Hal ini dapat diamati dan dirasakan pada waktu kegiatan belajar-mengajar. Pengajaran bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia di alam segala fungsinya, yaitu sarana berkomunikasi, sarana berpikir, sarana persatuan dan sarana kebudayaan.
Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, keterampilan menulis merupakan
keterampilan yang penting dalam kehidupan. Keterampilan menulis perlu diperhatikan karena merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki oleh siswa.
Menulis sebagai suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Keterampilan menulis juga diperlukan saat menulis makalah, rangkuman, buku dan lain lain. Dalam hal tersebut, diperlukannya teknik-teknik menulis yang baik dan benar, baik teknik pembuatan makalah, rangkuman, buku serta teknik membaca untuk menulis.
Pembahasan
Makalah adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah yang membahas satu permasalahan tertentu sebagai hasil kajian pustaka ataupun kajian lapangan. Makalah disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas tertentu (tugas akademik maupun tugas non akademik). Makalah menjadi sarana untuk mendemonstrasikan pemahaman penulis tentang pokok permasalahan teoretis yang dikaji atau kemampuan penulis dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan masalah tertentu.
Rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya (Djuhami, 2001). Rangkuman dapat pula diartikan sebagai hasil merangkai atau menyatukan pokok-pokok pembicaraan atau tulisan yang terpencar dalam bentuk pokok-pokoknya saja.
Kata buku, atau dalam bahasa Inggris book, bukan lagi kata asing untuk didengar atau dibaca di setiap tempat. UNESO mendefinisikan buku sebagai terbitan non berkala yang berupa cetakan minimal 49 halaman tidak termasuk sampul dan dipublikasikan. Secara umum, buku diketahui sebagai kumpulan kertas atau bahan lain yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar.
Membaca berasal dari kata dasar baca, yang artinya memahami arti tulisan. Pengertian membaca secara lebih umum menurut Hodgson dalam bukunya Learning Modem Languages mengatakan, membaca merupakan suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan pembaca untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis.
Sedangkan pengertian menulis adalah suatu kegiatan menyampaikan suatu ide atau gagasan baik itu tulisan huruf, angka, menggunakan tangan dengan pensil, pulpen, spidol melalui media berupa batu, kertas, buku ataupun yang paling popular saat ini melalui jejaring sosial.
Antara membaca dengan menulis terdapat hubungan yang sangat erat. Hubungan antara membaca dan menulis pada dasamya adalah hubungan pembaca dan penulis. Tugas penulis adalah mengatur/menggerakan suatu proses yang mengakibatkan suatu perubahan tertentu dalam bayangan/kesan pembaca.
Kesimpulan
Makalah adalah salah satu jenis karya tulis ilmiah yang membahas satu permasalahan tertentu sebagai hasil kajian pustaka ataupun kajian lapangan. Makalah disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas tertentu (tugas akademik maupun tugas non akademik).
Sistematika pembuatan makalah yaitu bagian awal, bagian isi dan bagian penutup. Sementara rangkuman dapat diartikan sebagai suatu hasil merangkum atau meringkas suatu tulisan atau pembicaraan menjadi suatu uraian yang lebih singkat dengan perbandingan secara proporsional antara bagian yang dirangkum dengan rangkumannya.
Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lain yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Hubungan antara membaca dan menulis antara dengan menulis pada dasarnya adalah hubungan saling keterkaitan dan saling membutuhkan. Tugas penulis adalah mengatur/menggerakan suatu proses yang mengakibatkan suatu perubahan tertentu dalam bayangan/kesan membaca.
3. Tingkat Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya KB di Dusun Jati, Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek
Penulis: Dwi Handoko, dkk.
Dikutip dari situs sawahan-panggul.trenggalekkab.go.id.
Pendahuluan
Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program pemerintah untuk menciptakan masyarakat sejahtera dengan program dua anak cukup. Program Keluarga Berencana (KB) tersebut digalakkan oleh BKKBN Provinsi, khususnya Jawa Timur dalam upaya mempercepat gerak pembangunan negara. Selain itu, bertujuan untuk meminimalisir tingginya angka kelahiran dan mengurangi tingginya angka pengangguran.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Keluarga Berencana, khususnya di dusun Jati tergolong cukup tinggi. Hal ini, dapat dilihat dari ibu-ibu dusun Jati yang mayoritas penduduknya mengikuti program Keluarga Berencana (KB) baik berupa penggunaan alat kontrasepsi maupun alat KB lainnya.
Pertumbuhan masyarakat dusun Jati mayoritas terbilang stabil, dapat dilihat dari angka kelahiran masyarakat setempat. Kestabilan angka kelahiran tersebut tidak terlepas dari upaya yang dilakukan masyarakat pasangan usia subur dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Pasangan usia subur di dusun Jati memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam menciptakan keluarga yang sejahtera dengan perencanaan yang baik.
Tujuan
Mengetahui tingkat kesadaran masyarakat dusun Jati dalam mengikuti program Keluarga Berencana (KB). Selain itu, juga bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas. Dengan demikian, upaya mewujudkan nawacita ketiga Presiden Joko Widodo untuk menciptakan Keluarga Sejahtera dapat diaplikasikan.
Metode
Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode penelitian deskriptif menuntut penulis untuk mengamati latar kehidupan masyarakat untuk memberikan gambaran yang adil terhadap masing-masing individu. Pada saat penelitian, penulis mengamati kehidupan sosial masyarakat di dalam lingkungannya terkait kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Keluarga Berencana (KB).
Teknik Pengumpulan Data
Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik. Pada tahap ini, merupakan tahapan peneliti untuk mengetahui kondisi awal responden sebelum penelitian dilakukan dan mengetahui kondisi lingkungan sekitar yang nantinya bisa mendukung keberhasilan berjalannya penelitian.
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menentukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit (Sugiyono, 2013:137).
Hasil dan Pembahasan
Kesadaran Diri
Kesadaran menurut Hasibuan (2012:193), “kesadaran adalah sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya”. Kesadaran merupakan bagian dari keseluruhan pikiran manusia, kesadaran juga mencakup pemikiran individu yang secara samar-samar disadari oleh individu sehingga perhatiannya dapat terpusat.
Melalui kesadaran diri, perenungan dan tujuan penciptaan, orang akan sadar bahwa pribadi masing-masing itu unik (berbeda satu sama lain) dengan satu misi dalam kehidupan.Kelima, manusia akan memperoleh bantuan besar dalam menghargai unsur kesadaran benar dan kritis terhadap proses perkembangan dan penyucian rohani.
Keluarga Berencana (KB)
Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu usaha yang dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengatur jumlah anak dan jarak kelahiran yang diinginkan. Maka dari itu, pemerintah mencanangkan program untuk mencegah atau menunda kehamilan. Tujuan dilaksanakannya program Keluarga Berencana (KB) salah satunya sebagai upaya untuk membentuk keluarga kecil yang sesuai dengan kekuatan sosial ekonomi dalam suatu keluarga.
Tujuan lain dari program Keluarga Berencana (KB) yaitu untuk menekan angka kelahiran. Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas dengan cara membentuk keluarga usia kawin yang ideal, mengatur jumlah, jarak, usia ideal melahirkan anak, mengatur kehamilan dan membina ketahanan serta kesejahteraan anak.
Dusun Jati, Desa Sawahan, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek
Dusun Jati merupakan salah satu dusun yang terdapat di desa Sawahan, Kecamatan Panggul, kabupaten Trenggalek. Dusun Jati memiliki jumlah warga yang paling banyak dari keseluruhan warga desa Sawahan. Terdiri dari sebelas RT yang masing-masing RT rata-rata 35 Kartu Keluarga (KK).
Masyarakat dusun Jati tergolong masyarakat yang sadar akan pentingnya Keluarga Berencana (KB). Mayoritas penduduk pasangan usia subur yang berada di dusun Jati hampir seluruhnya mengikuti program Keluarga Berencana (KB).
Dilihat dari antusias masyarakat tersebut, tingkat kesadaran masyarakat dusun Jati terhadap pentingnya Keluarga Berencana (KB) tergolong tinggi. Peran Keluarga Berencana ini dalam masyarakat cukuplah penting.
Karena, Keluarga Berencana (KB) bukan hanya sekedar alternatif untuk mengurangi jumlah anak yang lahir dalam sebuah keluarga. Melainkan juga berperan penting dalam membentuk dan menciptakan keluarga yang sejahtera dengan perencanaan atau penataan keberlangsungan hidup menuju keluarga ideal.
Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Kesadaran masyarakat dusun Jati tergolong tinggi.
2. Mayoritas penduduk pasangan usia subur sudah menggunakan KB.
Baca juga: 5 Contoh Proposal Penelitian beserta Strukturnya
Itu dia beberapa contoh paper tugas kuliah untuk karya ilmiah dalam berbagai tema yang bisa dijadikan sebagai referensi. Pastikan susunan penulisan paper sudah benar, mulai dari pendahuluan, tinjauan pustaka, pembahasan, hingga kesimpulan. (PRI)
