Konten dari Pengguna

3 Contoh Teks Negosiasi, Ciri-Ciri, dan Strukturnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh teks negosiasi, ciri-ciri, dan strukturnya. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Contoh teks negosiasi, ciri-ciri, dan strukturnya. Foto: Pixabay

Teks negosiasi memuat bentuk interaksi sosial dengan tujuan mencapai suatu kesepakatan. Biasanya, contoh teks negosiasi kerap ditemui ketika seseorang melakukan transaksi jual beli, seperti di pasar, warung, toko swalayan, dan lain sebagainya.

Untuk mencapai suatu kesepakatan, teks negosiasi perlu mencakup struktur, seperti pengantar, argumen, dan simpulan. Dalam struktur argumen tersebutlah, negosiasi menjadi lebih kompleks.

Untuk memahami lebih jelas, simak informasi selengkapnya tentang pengertian teks negosiasi hingga contohnya di bawah ini.

Pengertian Teks Negosiasi

Menurut buku Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X, XI, XII karangan Tomi Rianto, teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial antara satu orang dengan orang lainnya untuk menetapkan keputusan di antara pihak-pihak yang berbeda kepentingan.

Sementara itu, Sri Satata menyebutkan dalam buku Bahasa Indonesia Paket C Tingkatan V Modul Tema 4 bahwa teks negosiasi adalah teks yang berisi proses untuk mencapai suatu kesepakatan antara dua belah pihak untuk memenuhi kepuasan pihak yang bersangkutan.

Dalam kehidupan sehari-hari, negosiasi diperlukan ketika melakukan interaksi sosial. Dengan begitu, proses tawar-menawar pun bisa terjadi dan apa yang diinginkan oleh seseorang atau perusahaan bisa terlaksana dengan baik.

Ciri Umum Teks Negosiasi

Seperti apa ciri-ciri umum teks negosiasi? Foto: Pixabay

Untuk membedakan teks negosiasi dengan jenis teks yang lainnya, ada beberapa ciri-ciri yang perlu diperhatikan. Menyadur dari buku CCM Cara Cepat Menguasai Bahasa Indonesia SMA dan MA karangan Tomi Rianto, berikut ciri-ciri umum teks negosiasi.

  1. Melibatkan dua belah pihak.

  2. Menghasilkan kesepakatan.

  3. Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan.

  4. Sarana untuk mencari penyelesaian atau jalan tengah.

  5. Mengarah kepada tujuan praktis.

  6. Memprioritaskan kepentingan bersama.

  7. Menyangkut suatu rencana yang belum terjadi.

  8. Kegiatan komunikasi langsung.

  9. Berbentuk dialog atau diubah menjadi monolog.

Struktur Teks Negosiasi

Tidak hanya memperhatikan ciri-cirinya, struktur dalam teks negosiasi juga tak kalah penting. Umumnya, teks negosiasi perlu mencakup struktur, seperti pengantar, argumen, dan simpulan. Namun, ada pun struktur teks negosiasi yang lebih kompleks, yaitu:

1. Orientasi

Orientasi adalah awalan dari percakapan sebuah negosiasi, misalnya kata salam, sapa, dan sebagainya. Struktur teks negosiasi ini berisi pengenalan terhadap masalah pihak-pihak yang berbeda pandangan.

2. Pengajuan

Pengajuan adalah usulan untuk menyelesaikan masalah dari pihak pertama.

3. Penawaran

Pada struktur teks negosiasi, terdapat proses tawar menawar pihak satu dengan yang lain untuk meraih kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

4. Persetujuan

Persetujuan adalah pernyataan yang berisi kesepakatan atau ketidaksepakatan antara pihak.

5. Penutup

Di tahap ini, penutup berisikan penegasan terhadap hasil negosiasi yang pada akhirnya menghasilkan suatu kesepakatan.

Contoh Teks Negosiasi

Berikut contoh teks negosiasi. Foto: Pexels

Supaya bisa lebih memahami teks negosiasi, berikut contoh-contoh teks negosiasi yang lengkap dengan strukturnya seperti yang dikutip dari Sumber Belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan lainnya.

Teks negosiasi ke-1

Penjual: "Good morning, Mam. Selamat pagi."

Pembeli: "Selamat pagi."

Penjual: "Mari, mau beli apa?"

Pembeli: "Ada patung Garuda Wisnu Kencana yang dibuat dari kayu?"

Penjual: "Ya, ada. Di sebelah sana, yang besar atau yang kecil?"

Pembeli: "Yang sedang saja. Yang dibuat dari kuningan ada?"

Penjual: "Ya, ini, tidak terlalu besar. Tapi, terbuat dari kayu. Yang dari kuningan habis."

Pembeli: "Ya, dari kayu tidak apa-apa."

Penjual: "Bagus itu, Mam. Cocok untuk dipakai sendiri atau untuk suvenir?"

Pembeli: "Saya pakai sendiri. Harganya berapa?"

Penjual: "Tiga ratus ribu."

Pembeli: "Wah, mahal. Dua ratus ribu ya?"

Penjual: "Belum boleh. Dua ratus delapan puluh lima ribu. Ini sudah murah, Mam. Di tempat lain lebih mahal."

Pembeli: "Tidak mau. Kalau boleh, dua ratus lima puluh ribu."

Penjual: "Belum boleh. Naik sedikit, Mam."

Pembeli: "Dua ratus tujuh puluh lima ribu."

Penjual: "Ya, sebenarnya ini belum boleh. Tapi, untuk Nyonya boleh. Mau beli apa lagi?"

Pembeli: "Tidak. Itu saja. Ini uangnya."

Penjual: "Ya, terima kasih."

Pembeli: "Terima kasih. Bye, bye. Have a nice day."

Teks negosiasi ke-2

Penjual: "Selamat siang."

Anton: "Selamat siang."

Penjual: "Mau beli apa, Mas?"

Anton: "Saya mau beli kerudung untuk Ibu saya, Mbak."

Penjual: "Cari yang model bagaimana, Mas?"

Anton: "Model biasa saja, Mbak. Kalau yang hijau ini berapa harganya?"

Penjual: "Rp. 50.000,-"

Anton: "Wah, mahal juga ya Mbak, kalau Rp. 30.000,- bagaimana?"

Penjual: "Tidak bisa, Mas. Bahan bagus soalnya."

Anton: "Jadi tidak bisa kurang, Mbak?"

Penjual: "Rp. 45.000,- bisa, Mas."

Anton "Rp. 40.000,- bagaimana, Mbak?"

Penjual: "Wah tidak bisa kurang lagi Mas."

Anton: "Oke deh, saya ambil kerudung hijaunya Rp. 45.000,-. Ini uangnya ya Mbak."

Penjual: "Uangnya Rp. 50.000,- ya Mas, ini kembaliannya Rp. 5.000,-. Terima kasih banyak, Mas."

Anton: "Iya sama-sama, Mbak."

Teks negosiasi ke-3

Anak: "Bapak sama Ibu lagi sibuk enggak?"

Ibu: "Ibu lagi santai aja."

Bapak: "Lagi santai juga nih, memangnya kenapa?"

Anak: "Gini, Pak, besok kan aku les, kalau habis pulang les boleh langsung main?"

Bapak: "Memangnya kamu enggak ada PR dari sekolah?"

Anak: "Ada, Pak, tapi sudah dikerjakan."

Bapak: "Mau pergi ke mana? Jauh ya?"

Anak: "Dekat kok. Cuma main ke rumah teman aja, Pak."

Ibu: "Kamu main sama siapa aja?"

Anak: "Putri, Dinda, sama Vina, Bu."

Ibu: "Gimana, Pak, Dea boleh main sama temannya enggak?"

Anak: "Gimana Pak, Dea boleh main sama teman Dea kan?"

Bapak: "Iya, kamu boleh main sama teman kamu, tapi ingat pulangnya jangan malam-malam."

Anak: "Oke, Pak. Nanti Dea pulangnya enggak sampai malam."

Bapak: "Ingat ya, boleh main, tapi jangan malam-malam."

Ibu: "Kalau main jangan sampai lupa makan."

Anak: "Oke, Pak. Oke, Bu."

Bapak: "Dea, kamu enggak tidur?"

Anak: "Iya, Pak, ini aku mau ke kamar langsung tidur. Selamat malam."

Bapak: "Selamat malam."

Ibu: "Selamat tidur."

(JA)

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian negosiasi?
chevron-down

Negosiasi adalah interaksi sosial antara satu orang dengan orang lainnya untuk menetapkan keputusan di antara pihak-pihak yang berbeda kepentingan.

Bagaimana membuat teks negosiasi?
chevron-down

Cara membuat teks negosiasi adalah menyusun teks sesuai dengan struktur, seperti orientasi, pengajuan, penawaran, persetujuan, dan penutup.

Struktur teks negosiasi apa saja?
chevron-down

Umumnya, teks negosiasi perlu mencakup struktur, seperti pengantar, argumen, dan simpulan.