Konten dari Pengguna

3 Jenis Barang yang Tidak Terpengaruh oleh Hukum Permintaan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 3 Jenis Barang yang Tidak Terpengaruh oleh Hukum Permintaan. Foto: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 3 Jenis Barang yang Tidak Terpengaruh oleh Hukum Permintaan. Foto: Freepik.com

Dalam hukum permintaan, terdapat beberapa jenis barang yang ‘kebal’ olehnya. Namun, sebelum mengidentifikasi jenis barang yang tidak terpengaruh oleh hukum permintaan, ada baiknya jika kita memahami konsep permintaan terlebih dahulu.

Konsep dan Hukum Permintaan

Mengutip dari buku Bahas Total Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi oleh Budhi Setyono, dkk., permintaan adalah kesanggupan konsumen untuk membeli barang pada berbagai tingkat dan waktu tertentu.

Dalam buku Ekonomi 1: SMA Kelas X yang disusun oleh Sukwaiaty, dkk., berdasarkan perspektif konsumen, permintaan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, antara lain:

  1. Permintaan absolut, yaitu permintaan yang tidak diiringi dengan kemampuan daya beli.

  2. Permintaan potensial, yaitu permintaan yang diikuti dengan daya beli, tetapi belum dilaksanakan.

  3. Permintaan efektif, yaitu permintaan yang disertai dengan daya beli sehingga dapat dilaksanakan.

Dalam aktivitas permintaan, terdapat hukum yang menjelaskan hubungan antara harga dengan jumlah barang maupun jasa yang diminta oleh konsumen.

Adapun hukum permintaan berbunyi:

“Apabila harga naik, permintaan akan menurun, sebaliknya jika harga turun permintaan akan meningkat" (berbanding terbalik)

Namun pada jenis barang tertentu, hukum permintaan di atas tidak berlaku.

Identifikasikan Jenis Barang yang Menunjukkan Permintaan yang Menurun Tidak Berlaku!

Mengutip dari buku Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) yang disusun oleh Prathama Rahardja dan Mandala Manurung, terdapat tiga jenis barang yang tidak terpengaruh oleh hukum permintaan. Berikut masing-masing uraiannya:

Ilustrasi emas adalah salah satu contoh barang spekulasi. Foto: Pixabay.com

1. Barang spekulasi

Seperti namanya, barang ini merupakan jenis barang yang memiliki unsur spekulasi. Barang spekulasi diasumsikan dapat mendatangkan keuntungan di masa mendatang.

Hal tersebut menyebabkan konsumen menambah jumlah pembelian ketika harga barang ini naik. Contoh barang spekulasi antara lain emas, saham, tanah di perkotaan, dan sebagainya.

Ilustrasi mobil mewah merupakan salah satu contoh barang prestise. Foto: Pixabay.com

2. Barang prestise

Jenis barang ini umumnya dapat memberikan kebanggaan sekaligus rasa percaya diri bagi pemiliknya. Biasanya, barang prestise memiliki harga yang mahal.

Sama halnya dengan barang spekulasi, permintaan terhadap barang prestise akan meningkat seiring dengan makin tingginya wibawa yang didapatkan.

Contoh barang prestise antara lain mobil mewah, permata, barang antik, dan sebagainya.

Ilustrasi kentang adalah salah satu contoh barang giffen. Foto: Pixabay.com

3. Barang giffen

Berbeda dengan dua jenis barang sebelumnya, permintaan barang giffen akan berkurang ketika harganya menurun. Hal ini berkaitan dengan pendapatan riil konsumen yang ikut meningkat. Begitu pula ketika harga barang giffen meningkat, maka permintaan atas barang ini juga ikut naik.

Alasan mengapa hukum permintaan tak berpengaruh pada barang giffen adalah kenaikan harga barang memiliki dampak pendapatan yang kuat.

Hal tersebut secara implisit dapat mengurangi daya beli konsumen. Akibatnya, konsumen beralih dari barang mewah ke barang giffen. Contoh barang giffen antara lain kentang, singkong, dan sebagainya.

Itulah beberapa jenis barang yang tidak berpengaruh terhadap hukum permintaan. Semoga bermanfaat!

(ANM)