3 Jenis Rawa Berdasarkan Genangannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jenis rawa berdasarkan genangannya meliputi rawa pasang surut, rawa lebak, dan rawa lebak peralihan.
Dikutip dari CCM Cara Cepat Menguasai Geografi SMA dan MA oleh Hendyono Sasongko, rawa adalah bagian permukaan bumi yang tergenang air dan ditumbuhi oleh tumbuhan serta letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya.
Genangan lahan rawa dapat disebabkan oleh pasangnya air laut, genangan air hujan, atau luapan air sungai.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai jenis-jenis lahan rawa berdasarkan genangannya. Lebih lengkap, simak pembahasan berikut.
Jenis Rawa Berdasarkan Genangannya
Dikutip dari Tata Ruang Air oleh Robert J. Kodoatie dan Roestam Sjarief, pada umumnya lahan rawa berdasarkan genangan airnya dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:
1. Rawa Pasang Surut
Rawa ditetapkan sebagai rawa pasang surut apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.
Terletak di tepi pantai, dekat pantai, muara sungai, atau dekat muara sungai.
Tergenangi air yang dipengaruhi pasang surut air laut.
Rawa pasang surut adalah semua lahan daratan yang menerima pengaruh langsung dari perubahan tinggi air laut pada waktu pasang, mulai dari arah pantai atau hilir dengan air yang asin sampai dengan ke daratan (arah hulu) dengan air yang tawar.
Berdasarkan tipologinya, rawa pasang surut dibedakan ke dalam beberapa tipe sebagai berikut.
Lahan potensial, yakni lahan yang mempunyai kedalaman pirit (lapisan beracun) pada kedalaman lebih dari 50 cm di atas permukaan tanah, luasannya diperkirakan sekitar 10%.
Lahan sulfat masam, yakni lahan yang mempunyai lapisan pirit pada kedalaman 0-50 cm di atas permukaan tanah, luasannya sekitar 33%.
Lahan gambut, yakni lahan yang mengandung lapisan gambut dengan kedalaman yang sangat bervariasi, luasannya sekitar 55%.
Berdasarkan tipe luapan air, rawa pasang surut digolongkan menjadi 4 tipe, yaitu:
Tipe A: lahan yang terluapi oleh air pasang besar atau pasang tunggal (spring tide) maupun pasang kecil (neap tide).
Tipe B: lahan yang hanya terluapi oleh pasang besar saja.
Tipe C: lahan yang tidak terluapi pasang, muka air tanah dipengaruhi pasang melalui resapan (seepage), muka air tanah kurang dari 50 cm dari permukaaan tanah.
Tipe D: lahan tegalan atau lahan kering, muka air tanah lebih dari 50 cm dari permukaan.
2. Lahan Rawa Lebak
Lahan rawa lebak yang pasang surutnya air laut masih terasa di saluran primer atau di sungai. Pada lahan seperti ini, endapan laut yang dicirikan oleh adanya lapisan pirit, biasanya terdapat pada kedalaman 80-120 cm di bawah permukaan tanah.
Rawa ditetapkan sebagai rawa lebak apabila memenuhi kriteria sebagai berikut.
Terletak jauh dari pantai.
Tergenangi air akibat luapan air sungai dan atau air hujan yang menggenang secara periodik atau menerus.
Untuk rawa lebaknya sendiri terdiri dari:
a. Lebak Pematang
Rawa lebak ini berupa sawah di belakang perkampungan dan merupakan sebagian dari wilayah tanggul sungai dan sebagian wilayah dataran rawa belakang.
Lama genangan banjir umumnya kurang dari 3 bulan atau minimal satu bulan dalam setahun. Tinggi genangan rata-rata kurang dari 50 cm. Oleh karena genangan air banjir selalu dangkal, maka bagian lebak ini sering juga disebut Lebak Dangkal.
b. Lebak Tengahan
Rawa lebak ini berupa sawah yang lebih jauh lagi dari perkampungan. Tinggi genangan lebih dalam, antara 50-100 cm, selama kurang dari 3 bulan atau antara 3-6 bulan. Masih termasuk wilayah lebak tengahan, yaitu kurang dari 3 bulan.
c. Lebak Dalam
Rawa lebak ini karena bentuknya mirip suatu cekungan, kondisi airnya relatif masih tetap dalam walaupun di musim kemarau.
Tinggi air genangan umumnya lebih dari 100 cm, selama 3-6 bulan atau lebih dari 6 bulan. Masih termasuk lebak dalam, apabila genangannya lebih dangkal antara 50-100 cm, tetapi lama genangannya harus lebih dari 6 bulan secara berturut-turut dalam setahun.
Lebak dalam ini sesuai untuk budi daya perikanan air tawar. Sedangkan lebak dangkal dan lebak tengahan hanya sesuai untuk pertanian tanaman pangan.
3. Rawa Lebak Peralihan
Rawa lebak peralihan adalah lahan rawa lebak yang pasang surutnya air laut masih terasa di saluran primer atau di sungai. Pada lahan seperti ini, endapan laut yang dicirikan oleh adanya lapisan pirit, biasanya terdapat pada kedalaman 80-120 cm di bawah permukaan tanah.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa pengertian rawa?

Apa pengertian rawa?
Rawa adalah bagian permukaan bumi yang tergenang air dan ditumbuhi oleh tumbuhan serta letaknya lebih rendah dari daerah sekitarnya.
Apa pengertian rawa pasang surut?

Apa pengertian rawa pasang surut?
Rawa pasang surut adalah semua lahan daratan yang menerima pengaruh langsung dari perubahan tinggi air laut pada waktu pasang, mulai dari arah pantai atau hilir dengan air yang asin sampai dengan ke daratan (arah hulu) dengan air yang tawar.
Apa saja tipe rawa pasang surut berdasarkan tipologi?

Apa saja tipe rawa pasang surut berdasarkan tipologi?
Berdasarkan tipologinya, rawa pasang surut dibedakan ke dalam beberapa tipe, yaitu lahan potensial, lahan sulfat masam, dan lahan gambut.
