Konten dari Pengguna

3 Pidato tentang Ramadhan Singkat dengan Berbagai Tema

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi contoh pidato tentang ramadhan. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi contoh pidato tentang ramadhan. Foto: unsplash.com.

Daftar isi

Pidato tentang Ramadhan menjadi hal umum yang ada di berbagai acara saat bulan Ramadhan. Pidato tersebut umumnya berisi ceramah atau nasihat tentang anjuran ibadah puasa maupun keutamaan ibadah tersebut yang didasarkan hadits dan Alquran.

Mengutip buku dengan judul Menjadi Publik Speaker Andal oleh Viera Restuani Adia, pidato adalah kegiatan yang dilakukan di depan umum untuk mengungkapkan ide atau gagasan secara lisan melalui serangkaian kata-kata pada khalayak dengan tujuan tertentu.

Pidato Ramadhan termasuk jenis pidato informatif dan persuasif. Sebab, selain berisi ilmu tentang ibadah puasa, pidato ini juga berisi tentang ajakan untuk berbuat amal kebaikan.

Agar lebih paham, simaklah artikel ini sampai selesai untuk mengetahui contoh pidato tentang Ramadhan.

Kumpulan Contoh Pidato tentang Ramadhan

ilustrasi contoh pidato tentang ramadhan. Foto: unsplash.com.

Dikutip dari buku Kumpulan Kultum Ramadhan: Berkaca Pada Jiwa 2 oleh Prito Windiarto,dkk., dan buku Lancar Pidato & Publik Speaking tanpa Grogi tanpa Panik oleh Destila Vitista Putri, berikut contoh pidato Ramadhan dengan berbagai judul yang bisa disimak.

1. Menyambut Ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahi robbil alami, Wabihi Nastainu ala umuridunnya wadin. Assolatu wassalamu ala nabiyina muhammadin SAW .Amma ba’du.

Puji beserta syukur tentang kehadirat Allah SWT atas nikmat-Nya yang luar biasa. Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada junjungan alam, nabi kita Muhammad SAW.

Hadirin yang dimuliakan Allah SWT. Ramadhan, bulan suci ini menyapa kembali. Kemuliaannya dihadapi. Kedatangannya disambut beraneka rasa oleh orang-orang.

Pertama. Ada orang yang menyambutnya biasa-biasa saja. Ramadhan baginya tak lebih dari rutinitas tahunan. Tak ada perubahan apa-apa. Biasa saja. Hadirnya bulan kemuliaan baginya tak memberikan pengaruh sedikitpun, selain kenyataan harus berpuasa, menahan lapar dahaga.

Bagi orang seperti ini apa yang dilewatkan selama Ramadhan ini takkan akan membekas makna, takkan memberi pengaruh setitikpun. Kedua. Orang yang menanggapi secara sinis. Orang ini merasa berat ketika datangnya bukan suci. Ia malas melakukan ibadah.

Baginya puasa itu berat. Ramadhan itu bikin eneg. Karena selama Ramadhan ia tak lagi bisa makan secara bebas dan berbuat sesuka hati. Orang menganggap datangnya Ramadhan adalah musibah. Naudzubillahimindalik.

Ketiga. Orang yang begitu antusias menyambutnya. Ia begitu merasa Istimewa di bulan berkah ini. Ia menyapa Ramadhan dengan kegembiraan. Meski begitu, nyatanya ada dua golongan atas sambutan penuh kegembiraan ini.

Ada yang antusias menyambut, sekadar karena ramhdan merasa seru, ada pesta petasan, ngabuburit, sahur bareng keluarga, berbuka dengan makaann yang enak, puasa djadikan ajang diet, melangsingkan perut, dan lain-lain. Golongan ini menyambut antusias Ramadhan karena menyenangkan.

Golongan yang kedua, antusias menyambut Ramadhan karena keimanan dan keilmuan. Ia senang karena paham Ramadhan adalah bulan keberkahan. Bulan kemuliaan. Saat ganjaran kebaikan dilipatgandakan, ia menyambutnya dengan khusyuk. Bukan sekedar karena banyak hal menarik selama Ramadhan. Baginya itu hanya sebagai tambahan, yang terutama adalah karena keinsyafan betapa berharganya bulan ini, sayang jika terlewatkan tanpa makna yang terhadirkan.

Termasuk manakah kita? Semoga termasuk yang menyambut Ramdhan dengan antusias berlandas keimanan dan keilmuan. Pada gilirannya semoga kitab isa mengisi Ramadhan ini dengan banyak Kebajikan. Aamin Ya Robbal alamin.

Rabbana aatina fidunya hasanah, wafilakhiroti hasah waqina adzabannar. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Wassalamualikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca Juga: Contoh Kultum Singkat tentang Kehidupan Sehari-hari

2. Sambutan Acara Songsong Ramadhan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Kepada yang terhormat Bapak Lurah Desan Cangkringan.

Kepada yang terhormat bapak Ketua RT desa Sidoarum.

Bapak-bapak, ibu-ibu dan segenap tamu undangan yang berbahagia.

Marilah pertama kita panjatkan puja dan puji syukur kepada Allah Subhanahu wa tala yang telah memperkenankan kita untuk bertemu dengan bulan ynagpenuh kemuliaan yaitu bulan Ramadhan tahun ini.

Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada suri tauladan kita, Nabi Muhammad Sholalahu alaihi wasalam yang sellau kita nanti-nantikan syafaatnya kelak di yaumul akhir.

Bapak-bapak ibu-ibu dan para hadirin sekalian. Tak terasa, sebentar lagi kita akan berpisah dengan bulan Sya’ban ini dan akan kedatangan tamu agung. Bulan yang ditunggu-tunggu oleh jutaan umat muslim di seluruh dunia yaitu bulan Ramadhan.

Sebelum Ramadhan datang, ada baiknya bila kuta bertanya apakah kita sudah melakukan persiapan-persiapan untuk menyambut kehadirannya?

Bapak -bapak ibu-ibu dan para hadirin sekalian, Ramdhan tak serta merta harus disambut dengan mengisi almari es dengan buah-buahan aneka minuman manis, bumbu dapur dan sebagainya. Hal penting yang harus disiapkan justru persiapan fisik, keimanan dan hati kita untuk bekerja lebih keras.

Fisik kita diminta untuk bisa menahan haus dahaga dan lapar serta harus bisa beraktivitas dalam keadaan lemas dan sebagainya. Sementara hati kita diminta untuk bisa membuat jauh-jauh rasa iri, benci, hasad dan sebagainya.

Sedangkan iman kita dituntut untuk bisa terus meningkat agar kita bisa beribadah dengan maksimal. Selain itu, ada pula persiapan mental juga persiapan spiritual.

Persiapan mental berarti bahwa kita harus menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan penuh rasa syukur kepada Allah dan juga dengan penuh kegembiraan. Hendaklah kita tanamkan tekad dan niat untuk memperbaiki diri, memperbaiki ibadah puasa agar lebih baik dari sebelumnya.

Sedangkan yang dimaksud dengan persiapan spiritual adalah membekali diri dengan ketentuan, aturan, dan hukum-hukum puasa, adab etikanya serta amalan-amalan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah.

Hal tersebut bisa dilkukan dengan cara mencari informasi, membaca buku-buku tentang fiqih puasa atau fiqih sunah, sehingga bisa semakin terpacu untuk beribadah di bulan yang penuh berkah.

Bapak ibu dan para hadirin sekalian, yang terpenting dari beberapa persiapan di atas, kita bisa memanfaatkan momen Ramadhan untuk beribadah sebanyak-banyaknya agar bisa mendapatkan Rahmat-Nya, hidayah-Nya serta ampunan-Nya.

Kiranya hanya itu yang bisa saya sampaikan. Saya meminta maaf apabila selama ini bnayak berbuat salah, banyak perbuatan saya yang menyinggung, bnyak sekali janji dan amanah yang belum dipenuhi.

Selamat berpuasa, semoga Allah menerima ibadah kita, puasa kita, sujud kita dan juga sholat kita. Wasslaamuailaikum warhamatullahi wabarakatuh.

3. Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum Wr. Wb.

Puji serta syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas nikmatnya, kita semua dapat berkumpul di sini. Shalat serta salam juga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan petunjuk kepada umatnya.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah, bulan puasa adalah salah satu bulan yang sangat spesial. Salah satunya karena akan hadir malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih dari seribu bulan.pada malam ini, Allah akan mengampuni dosa para hambanya dan bahwa melipat gandakan pahalanya.

Maka dari itu, pada malam yang penuh kemuliaan ini kita harus banyak beribadah kepada Allah SWT. seperti yang sudah disampaikan dalam surat Al-Qadr ayat satu sampai lima, betapa umat muslim menantikan malam ini.

Demikian pidato singkat dan sederhana tentang malam Lailatul Qadar. Semoga apa yang sudah disampaikan dapat menambah iman dan ketaqwaan di bulan ramadhan ini.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

(IPT)