30 Contoh Energi Gerak dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Energi gerak atau yang disebut sebagai energi kinetik dapat muncul karena sebuah benda memiliki gerakan atau kecepatan. Terdapat banyak contoh energi gerak yang bisa ditemukan dalam aktivitas dan kegiatan sehari-hari.
Dikutip dari buku Energi dan Perubahannya, Drs. Kandi, M.A. dan Drs. Yamin Winduono, M.Pd.I., (2012, 11), energi gerak dapat dilihat pada setiap gerakan manusia saat berlari.
Saat manusia berlari per detik akan mengalami perubahan. Ini menunjukkan adanya energi gerak yang dimiliki.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Energi Gerak dan Cara Menghasilkannya
Contoh energi gerak bisa muncul karena berbagai aktivitas yang dilakukan manusia. Berikut adalah penjelasan tentang energi gerak yang bisa dihasilkan melalui berbagai cara sebagai berikut:
1. Perubahan Kecepatan
Saat kecepatan pada suatu benda berubah, energi gerak yang dihasilkan juga berubah. Misalnya, saat mobil bergerak dari keadaan diam kemudian saat mobil bergerak lambat, dan mobil bergerak cepat.
2. Perputaran Benda
Energi gerak juga bisa muncul pada benda yang berputar. Contohnya seperti roda, roda menimbulkan energi gerak yang berkaitan dengan laju putarannya.
3. Gaya Dorong atau Tarik
Gaya dorong atau tarik yang diterapkan pada sebuah benda akan memberikan efek timbulnya energi gerak. Contohnya adalah mendorong dan menarik pintu.
4. Gaya Gravitasi
Saat sebuah benda diangkat ke atas permukaan bumi, maka akan menimbulkan energi gerak yang bertambah karena mengatasi gravitasi.
5. Energi Potensial Menjadi Energi Gerak
Benda yang jatuh dari tempat ketinggian memiliki energi potensial gravitasi. Energi ini kemudian berubah menjadi energi gerak saat jatuh.
6. Interaksi dengan Medan Magnetik
Beberapa benda yang terlibat dalam interaksi dengan medan magnetik dapat menghasilkan energi gerak. Contohnya seperti elektromagnet yang ditemukan dalam motor listrik.
7. Proses Kimia
Reaksi kimia yang terdapat pada mesin pembakaran dalam kendaraan juga dapat menghasilkan energi gerak. Contohnya melalui perubahan energi kimia menjadi energi kinetik saat kendaraan berjalan.
Contoh Energi Gerak dan Perubahannya
Dari beberapa contoh energi gerak yang hendak dijelaskan nanti, terdapat perubahan dari energi lain yang menghasilkan energi gerak. Berikut penjelasannya:
1. Energi Gerak dari Energi Potensial Gravitasi
Saat benda diangkat ke ketinggian maka energi potensial gravitasinya akan semakin bertambah. Saat benda tersebut jatuh, hal ini yang menyebabkan energi potensial gravitasinya berubah menjadi energi gerak.
2. Energi Gerak dari Energi Potensial Elastis
Pada saat pegas diregangkan maka energi potensial elastisnya akan bertambah. Kemudian pada saat pegas dilepaskan, energi potensial elastisnya akan berubah menjadi energi gerak.
3. Energi Gerak dari Energi Panas
Perubahan energi gerak menjadi energi panas terdapat pada mesin termal, seperti mesin uap dan mesin pembakaran dalam. Mesin termal dapat mengubah energi panas menjadi energi mekanik, yang pada prosesnya akan berubah menjadi energi gerak.
4. Energi Gerak dari Energi Listrik
Pada kasus motor listrik, terjadi perubahan dari energi listrik menjadi energi mekanik. Selanjutnya energi tersebut menghasilkan energi gerak pada perangkat yang ditenagai oleh motor tersebut saat berjalan.
5. Energi Gerak dari Energi Kimia
Dalam proses pembakaran bahan bakar yang terjadi pada mesin kendaraan, energi kimia yang terdapat dalam bahan bakar berubah menjadi energi panas.
Kemudian energi panas ini selanjutnya menghasilkan energi gerak yang menyebabkan mesin kendaraan menyala dan kendaraan berjalan.
6. Energi Gerak dari Energi Angin
Energi angin dapat digunakan untuk menggerakkan turbin angin. Hal ini mengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik yang kemudian dapat dikonversi dan berubah menjadi energi listrik.
7. Energi Gerak dari Energi Ombak
Energi gelombang air laut pada ombak dapat diubah menjadi energi gerak. Proses ini terjadi melalui penggunaan alat-alat seperti turbin ombak atau pegas laut yang menghasilkan energi gerak.
Beberapa perubahan energi tersebut membuktikan banyak transformasi energi yang dapat menghasilkan energi gerak. Hal ini menunjukkan konsep bahwa energi dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk lain sesuai dengan hukum kekekalan energi.
Contoh Energi Gerak di Kehidupan Sehari-hari
Energi gerak adalah bentuk energi yang dapat diubah menjadi bentuk energi lainnya sesuai dengan hukum kekekalan energi. Terdapat banyak contoh energi gerak yang bisa ditemukan dalam aktivitas manusia sehari-hari.
Berikut adalah contoh-contoh energi gerak yang bisa ditemukan di lingkungan sekitar:
Pada saat manusia berjalan Energi gerak digunakan pada saat manusia berjalan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain.
Bersepeda Pada saat mengayuh sepeda, manusia menggunakan energi gerak untuk menggerakkan kendaraan.
Mengangkat Barang Saat mengangkat atau membawa barang, manusia menggunakan energi gerak untuk mengatasi gravitasi.
Berlari Aktivitas berlari menggunakan energi gerak pada tubuh manusia untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan cara cepat.
Bermain Olahraga Berbagai olahraga seperti bermain sepak bola, basket, atau tenis membutuhkan energi gerak untuk bergerak, berlari, atau melompat.
Menggunakan Eskalator Meskipun tidak berjalan secara fisik, menaiki eskalator tetap melibatkan energi gerak untuk bergerak ke atas atau ke bawah yang merupakan perubahan dari energi listrik menjadi energi gerak.
Menggunakan Alat Fitnes Saat menggunakan peralatan fitnes seperti treadmill, eliptikal, atau sepeda statis, energi gerak digunakan untuk melibatkan tubuh manusia dalam aktivitas olahraga.
Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga Aktivitas seperti menyapu, mengepel dan mengelap lantai, atau membersihkan rumah juga menimbulkan energi gerak.
Konveyor Bergerak Sistem konveyor di pabrik menggunakan energi gerak untuk memindahkan sebuah barang atau bahan mentah dari satu tempat ke tempat lain secara otomatis.
Mesin Produksi Mesin-mesin di pabrik, seperti mesin pemotong, mesin penggiling, atau mesin pengepres, menggunakan energi gerak untuk melakukan operasi produksi.
Robot Industri Robot industri yang ada di pabrik menggunakan energi gerak untuk melakukan tugas-tugas seperti pengangkatan, perakitan, atau pemindahan barang.
Transportasi Barang Otomatis Sistem transportasi otomatis yang digunakan untuk proses produksi di pabrik seperti AGV (Automatic Guided Vehicle) atau konveyor bergerak secara otomatis. Sistem ini menggunakan energi gerak untuk mengangkut barang dari satu stasi kerja ke stasi kerja lainnya.
Pemindahan Material dengan Forklift Forklift atau alat berat serupa menggunakan energi gerak untuk dapat mengangkat, memindahkan, dan menempatkan material atau barang di pabrik saat proses produksi berlangsung.
Penggunaan Peralatan Elektrik Berbagai peralatan listrik yang terdapat di pabrik seperti mesin bor, penggergajian listrik, atau pengelasan listrik, menggunakan energi listrik yang kemudian diubah menjadi energi gerak untuk melakukan pekerjaan produksi.
Sistem Perpipaan dan Konveyor Udara Sistem perpipaan atau konveyor udara yang digunakan di pabrik untuk mengalirkan bahan-bahan seperti bubuk atau serbuk secara otomatis menggunakan energi gerak.
Sistem Penyortiran Otomatis Pabrik yang menggunakan sistem penyortiran otomatis bekerja untuk mengelompokkan dan memisahkan barang-barang berdasarkan kriteria tertentu menggunakan energi gerak. Sehingga energi gerak yang dihasilkan semakin mempermudah proses produksi.
Peralatan Pengemasan Otomatis Pabrik yang menggunakan mesin pengemas otomatis menggunakan energi gerak pada setiap prosesnya. Termasuk untuk memproses, mengukur, dan membungkus produk secara efisien.
Sistem Pemanipulasi Robotik Sistem robotik yang digunakan untuk manipulasi dan penanganan material di pabrik juga menggunakan energi gerak untuk dapat bergerak dan berinteraksi dengan barang atau bahan produksi lainnya.
Mesin Kendaraan Bermotor Pada mesin kendaraan bermotor, mesin menggunakan energi gerak untuk menggerakkan roda, yang menyebabkan kendaraan dapat bergerak, berpindah tempat, dan mempermudah manusia untuk sampai ke tempat tujuan.
Transmisi Otomatis Sistem transmisi otomatis pada mobil menggunakan energi gerak untuk mengubah gigi-gigi sehingga kendaraan dapat bergerak dengan efisien dalam kondisi berbagai kecepatan.
Rem Kendaraan Sistem rem pada kendaraan bermotor menggunakan energi gerak untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan dengan efektif dan halus.
Sistem Suspensi Komponen suspensi pada kendaraan menggunakan energi gerak untuk menyerap getaran. Tidak hanya itu, energi gerak pada komponen suspensi juga dapat memastikan kenyamanan saat berkendara.
Sistem Pengereman Regeneratif Beberapa mobil listrik atau hibrida menggunakan sistem pengereman regeneratif. Dimana dalam sistem ini energi gerak saat melakukan pengereman dikonversi kembali menjadi energi listrik dan disimpan dalam baterai.
Sistem Kemudi Elektrik Sistem kemudi elektrik menggunakan energi gerak untuk membantu pengemudi dapat mengendalikan arah kendaraan dengan lebih mudah dan teratur.
Pompa Bahan Bakar Elektrik Pompa bahan bakar pada jenis kendaraan modern sering menggunakan energi gerak elektrik untuk memompa bahan bakar dari tangki ke mesin kendaraan.
Kipas Pendingin Mesin Kipas pendingin mesin kendaraan menggunakan energi gerak untuk mengatur suhu mesin dan mencegahnya dari overheating atau terlalu panas.
Pompa Air Radiator Pompa air pada sistem pendingin kendaraan menggunakan energi gerak untuk memompa cairan pendingin melalui radiator yang fungsinya menyejukkan mesin kendaraan.
Sistem Penggerak 4x4 atau All Wheel Drive Sistem penggerak pada keempat roda kendaraan (4x4) atau semua roda (All Wheel Drive) menggunakan energi gerak untuk mendistribusikan tenaga ke semua roda kendaraan untuk meningkatkan traksi pada saat kendaraan berjalan.
Ketika Hewan Bergerak Pada saat hewan berlari atau berenang, energi kinetik dihasilkan dari aktivitasnya. Energi gerak juga terkait dengan gerakan tubuh hewan.
Hewan Melompat Pada saat seekor hewan melompat atau naik ke tempat yang lebih tinggi, energi potensial gravitasi akan meningkat. Ketika hewan tersebut turun atau melompat, energi ini diubah menjadi energi gerak.
Berbagai energi gerak membantu penyelesaian tugas dan pekerjaan manusia dalam kesehariannya. Demikian penjelasan lengkap dan contoh-contoh energi gerak yang bisa ditemukan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Rumus Energi Kinetik dan Contoh Soalnya
