Konten dari Pengguna

30 Surat Pendek Juz Amma dan Tip Menghafalnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 22 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 30 surat pendek juz amma  Foto Muhammad Aaman/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 30 surat pendek juz amma Foto Muhammad Aaman/Unsplash

Juz Amma merupakan juz terakhir atau juz ke-30 dalam Al Quran. Isinya berupa surat pendek-pendek yang mudah dihafal. Jumlahnya ada 37 surat, dan di antaranya adalah 30 Surat Pendek Juz Amma.

Dikutip dari idr.uin-antasari.ac.id, juz 30 disebut juz amma karena di awal juz tersebut diawali dengan surat an-Nabâ yang mana ayat pertamanya berbunyi ‘amma yatasᾶ’alũn.

Daftar isi

30 Surat Pendek Juz Amma

Ilustrasi Al Quran. Foto Masjid MABA/Unsplash

Surat-surat pendek yang ada di juz amma seringkali digunakan dalam bacaan salat.

Berikut ini adalah 30 surat pendek juz amma dalam huruf latin beserta terjemahannya.

1. Al-Ghaasyiyah

Hal ataaka hadiitsul ghaasyiyah

Wujuuhuy yawmaidzin khaasyi'ah

'Aamilatun naashibah

Tashlaa naaran ḥaamiyah

Tusqaa min 'aynin aaniyah

Laysa lahum tha'aamun illaa min dharii'

Laa yusminu walaa yughnii min juu'

Wujuuhun yawma-idzin naa'imah

Lisa'yihaa raadhiyah

Fii jannatin 'aaliyah

Laa tasma'u fiihaa laaghiyah

Fiihaa 'aynun jaariyah

Fiihaa sururun marfuu'ah

Wa-akwaabun mawdhuu'ah

Wanamaariqu mashfuufah

Wazaraabiyyu mabtsuutsah

Afalaa yanzhuruuna ilaa al-ibili kayfa khuliqat

Wa-ilaas samaa-i kayfa rufi'at

Wa-ilal jibaali kayfa nushibat

Wa-ilal ardhi kayfa suthiḥat

Fadzakkir, innamaaa anta mudzakkir

Lasta 'alayhim bimushaythir

Illaa man tawallaa wakafar

Fa yu'azzibuhullahul 'azabal akbar

Inna ilaynaa iyaabahum

Tsumma inna 'alaynaa ḥisaabahum

Artinya:

"Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?

Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka),

diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.

Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya, dalam surga yang tinggi,

tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna.

Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya),

dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan, Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?

Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.

Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar.

Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”

2. Al-Balad

Laa uqsimu bihaadzaal balad

Wa-anta ḥillun bihaadzaa albalad

Wawaalidin wamaa walad

Laqad khalaqnal insaana fii kabad

Ayaḥsabu an lay yaqdira 'alayhi aḥad

Yaquulu ahlaktu maalal lubadaa

Ayaḥsabu allam yarahu aḥad

Alam naj'al lahu 'aynayn

Walisaanaw wa syafatayn

Wahadaynaahun najdayn

Falaq tahamaal 'aqabah

Wamaa adraaka mal'aqabah

Fakku raqabatin

Aw ith'aamun fii yawmin dzii masghabah

Yatiiman dzaa maqrabah

Aw miskiinan dzaa matrabah

Tsumma kaana minalladziina aamanuu watawaashaw bishshabri watawaashaw bilmarhamah

Ulaa-ika ash-ḥaabul maymanah

Waalladziina kafaruu bi-aayaatinaa hum ash-ḥaabul masy-amah

'Alayhim naarun mu' sadah

Artinya:

"Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini (Mekah), dan kamu (Muhammad) bertempat di kota Mekah ini, dan demi bapak dan anaknya.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.

Apakah manusia itu menyangka bahwa sekali-kali tiada seorang pun yang berkuasa atasnya?

Dan mengatakan: 'Aku telah menghabiskan harta yang banyak'.

Apakah dia menyangka bahwa tiada seorangpun yang melihatnya?

Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir.

Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar.

Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan,

atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.

Dan dia (tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.

Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, mereka itu adalah golongan kiri.

Mereka berada dalam neraka yang ditutup rapat.”

3. Al-Infitar

Idzaassamaaun fatharat

Wa-idzaal kawaakibun tatsarat

Wa-idzaal biḥaaru fujjirat

Wa-idzaal qubuuru bu'tsirat

'Alimat nafsum maa qaddamat wa-akhkharat

Yaa ayyuhaal-insaanu maa gharraka birabbikal kariim(i)

Al-ladzii khalaqaka fasawwaaka fa'adalak(a)

Fii ayyi shuuratin maa syaa-a rakkabak(a)

Kallaa bal tukadzdzibuuna biddiin(i)

Wa-inna 'alaikum lahaafidzhiin(a)

Kiraaman kaatibiin(a)

Ya'lamuuna maa taf'aluun(a)

Innal-abraara lafii na'iimin

Wa-innal fujjaara lafii jaḥiimin

Yashlawnahaa yawmaddiin(i)

Wamaa hum 'anhaa bighaa-ibiin(a)

Wamaa adraaka maa yawmuddiin(i)

Tsumma maa adraaka maa yawmuddiin(i)

Yawma laa tamliku nafsun linafsin syai-aa(n) waal-amru yawma-idzil lillaah

Artinya:

"Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan, dan apabila lautan menjadikan meluap,

dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

Bukan hanya durhaka saja, bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),

mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,

dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu. Tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.”

4. At-Thariq

Was sama'i wath-thaariq

Wa maa adraaka math-thaariq

An-najmuts tsaaqib

Ing kullu nafsil lamma 'alaiha hafizh

Falyandzhuril-insanu mimma khuliq

Khuliqa mim ma'in daafiq

Yakhruju mim bainish-shulbi wath-tharaa 'ib

Innahu 'ala raj'ihi laqaadir

Yauma tublas-saraa`ir

Fa maa lahuu ming quwwatiw wa laa naashir

Was-samaa`i dzaatir-raj'

Wal-ardhi dzaatish-shad'

Innahuu laqaulun fashl

Wa maa huwa bil-hazl

Innahum yakiiduuna kaidaa

Wa akiidu kaidaa

Fa mahhilil-kaafiriina am-hil-hum ruwaidaa

Artinya:

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya.

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?

Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.

Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).

Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun dan tidak (pula) seorang penolong.

Demi langit yang mengandung hujan dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil.

Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya.

Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.

Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar.”

5. Asy-Syams

Wasy-syamsi wa duḥaahaa

Wal-qamari idzaa talaahaa

Wan-nahaari idzaa jallaahaa

Wal-laili idzaa yagsyaahaa

Was-samaa'i wa maa banaahaa

Wal-ardhi wa maa thaahaahaa

Wa nafsiw wa maa sawwaahaa

Fa al-hamahaa fujuurahaa wa taqwaahaa

Qad aflaḥa man zakkaahaa

Wa qad khaaba man dassaahaa

Kadzdzabat tsamuudu bitagwaahaa

Idzimba'atsa asyqaahaa

Fa qaala lahum rasuulullaahi naaqatallaahi wa suqyaahaa

Fa kadzdzabuuhu fa 'aqaruuhaa, fa damdama 'alaihim rabbuhum bidzambihim fa sawwaahaa

Wa laa yakhaafu 'uqbaahaa

Artinya:

"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya,

dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),

maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka,

lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ('Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya'.

Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah),

dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.”

6. Al-Lail

Wal-laili idzaa yagsyaa

Wan-nahaari idzaa tajallaa

Wa maa khalaqadz-dzakara wal-untsaa

Inna sa'yakum lasyattaa

Fa ammaa man 'atsa wattaqaa

Wa shaddaqa bil-ḥusnaa

Fa sanuyassiruhuu lil-yusraa

Wa ammaa mam bakhila wastagnaa

Wa kadzdzaba bil-ḥusnaa

Fa sanuyassiruhuu lil-'usraa

Wa maa yugnii 'an-hu maaluhuu idzaa taraddaa

Inna 'alainaa lal-hudaa

Wa inna lanaa lal-aakhirata wal-uulaa

Fa andzartukum naaran taladzdzaa

Laa yashlaahaa illal-asyqaa

Alladzii kadzdzaba wa tawallaa

Wa sayujannabuhal-atqaa

Alladzii yu'ti maalahuu yatazakkaa

Wa maa li 'ahadin 'indahuu min ni'matin tujzaa

Illabtigaa'a waj-hi rabbihil-a'laa

Wa lasaufa yardhaa

Artinya:

"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang, dan penciptaan laki-laki dan perempuan, sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga),

maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.

Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar.

Dan hartanya tidak bermanfaat baginya apabila ia telah binasa.

Sesungguhnya kewajiban Kamilah memberi petunjuk, dan sesungguhnya kepunyaan Kamilah akhirat dan dunia.

Maka, kami memperingatkan kamu dengan neraka yang menyala-nyala.

Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka, yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman).

Dan kelak akan dijauhkan orang yang paling takwa dari neraka itu, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkannya,

padahal tidak ada seseorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya,

tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha Tinggi.

Dan kelak dia benar-benar mendapat kepuasan.”

7. Ad-Duha

Waḍ-ḍuḥā

Wal-laili iżā sajā

Mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

Wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā

A lam yajidka yatīman fa āwā

Wa wajadaka ḍāllan fa hadā

Wa wajadaka 'ā`ilan fa agnā

Fa ammal-yatīma fa lā taq-har

Wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

Wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ

Artinya:

"Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).

Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas.

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.

Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.

Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.

Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”

8. Al-Insyirah

Alam nasyroh laka shodrok

Wawadho'naa 'anka wizrok

Alladzii ankqodho dhohrok

Warofa'naa laka dzikrok fa-inna ma'al 'usri yusroo

Inna ma'al 'usri yusroo fa-idzaa faroghta fangsob wa-ilaa robbika farghob

Artinya:

"Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?

Dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu?

Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,

dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”

9. At-Tin

Wat-tīni waz-zaitūn

Wa thūri sīnīn

Wa hādzal-baladil-amīn

Laqad khalaqnal-insāna fī ahsani taqwim

Summa radadnāhu asfala sāfilīn

Illal-lażīna āmanū wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti falahum ajrun gairu mamnūn(in). Fa ma yukazzibuka ba'du bid-din

Alaisallāhu bi' ahkamil-hakimin

Artinya:

"Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.

Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?

Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”

10. Al-Bayyinah

Lam yakunil ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina mungfakkiina hattaa ta'tiyahumul bayyinah

Rosuulum minalloohi yatluu suhufam muthohharoh

Fiiha kutubung qoyyimah

Wamaa tafarroqol ladziina uutul kitaaba illaa mim ba'dimaa jaa-athumul bayyinah

Wamaa umiruu illaa liya'budullaaha mukhlishiina lahuddiina hunafaa'a, wa yuqiimushshalaata wa yu'tuzzakaata wa dzaalika diinul qayyimah

Innal ladziina kafaruu min ahlil kitaabi wal musyrikiina fii naari jahannama khoolidiina fiiha ulaa-ika hum syarrul bariyyah

Innal ladziina aamanuu wa'amilush shoolihaati ulaa-ika hum khoirul bariyyah

Jazaa-uhum 'inda robbihim jannaatu 'adnin tajrii min taḥtihal anhaaru khoolidiina fiiha abadaa, rodhiyalloohu 'anhum warodhuu 'anhu dzaalika liman khosyiya robbah

Artinya:

Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata,

(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran), di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus.

Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

Allah rida terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.”

11. Al-Alaq

Iqra' bismi rabbikal ladzii khalaq

Khalaqal insaana min 'alaq

Iqra' warabbukal akram

Al-ladzii 'allama bil qalam

'Allamal insaana maa lam ya'lam

Kallaa innal insaana layathghaa

An ra-aahuustaghnaa

Inna ilaa rabbikarruj'aa

Ara-aital ladzii yanhaa

'Abdan idzaa shallaa

Ara-aita ing kaana 'alal hudaa

Au amara bittaqwaa

Ara-aita ing kadz-dzaba watawallaa

Alam ya'lam bi-annallaha yaraa

Kallaa la-il lam yantahi lanasfa'an binnaashiyah

Naashiyatin kaadzibatin khaathi'ah

Falyad'u naadiyah

Sanad'uzzabaaniyah

Kallaa, laa tuthi'hu waasjud waaqtarib

Artinya:

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang, seorang hamba ketika mengerjakan salat, bagaimana pendapatmu jika orang yang dilarang itu berada di atas kebenaran, atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

Bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya), kelak Kami akan memanggil malaikat Zabaniyah,

sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).”

12. At-Takwir

Iżasy-syamsu kuwwirat

Wa iżan-nujūmunkadarat

Wa iżal-jibālu suyyirat

Wa iżal-'isyāru 'uṭṭilat

Wa iżal-wuḥūsy ḥusyirat

Wa iżal-biḥāru sujjirat

Wa iżan-nufūsu zuwwijat

Wa iżal-mau'ūdatu su'ilat

Bi'ayyi żambin qutilat

Wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat

Wa iżas-samā'u kusyiṭat

Wa iżal-jaḥīmu su''irat

Wa iżal-jannatu uzlifat

'Alimat nafsum mā aḥḍarat

Falā uqsimu bil-khunnas(i)

Al-jawāril-kunnas(i)

Wal-laili iżā 'as'as(a)

Waṣ-ṣubḥi iżā tanaffas(a)

Innahū laqaulu rasūlin karīm(in)

Żī quwwatin 'inda żil-'arsyi makīn(in)

Muṭā'in ṡamma amīn(in)

Wa mā ṣāḥibukum bimajnūn(in)

Wa laqad ra'āhu bil-ufuqil-mubīn(i)

Wa mā huwa 'alal-gaibi biḍanīn(in)

Wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm(in)

Fa aina tażhabūn(a)

In huwa illā żikrul lil-'ālamīn(a)

Liman syā'a minkum ay yastaqīm(a)

Wa mā tasyā'ūna illā ay yasyā'allāhu rabbul-'ālamīn

Artinya:

Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila gunung-gunung dihancurkan, dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak dipedulikan), dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan, dan apabila lautan dijadikan meluap, dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh), dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya, karena dosa apakah dia dibunuh,

dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka, dan apabila langit dilenyapkan, dan apabila neraka Jahim dinyalakan, dan apabila surga didekatkan, maka tiap-tiap jika akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang, yang beredar dan terbenam, demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa 9leh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, maka ke manakah kamu akan pergi?

Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.

13. Al-Qadr

Innaa anzalnaahu fii lailatil qodr(i)

Wamaa adrooka maa lailatul qodr(i)

Lailatu qodri khoirum min alfi syahr(in)

Tanazzalul malaa-ikatu war ruuhu fiihaa bi idzni robbihim min kulli amr(in)

Salaamun hiya hattaa mathla'il fajr(i)

Artinya:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

14. Al-Zalzalah

Idzaa zulzilatil ardhu zilzaalahaa

Wa akhrojatil ardhu atsqoolahaa

Wa qoolal insaanu maa lahaa

Yaumaidzin tuḥadditsu akhbaarohaa

Bianna robbaka auḥaa lahaa

Yaumaidziy yashdurun naasu asytaatal liyuraw a'maalahum

Famay ya'mal mitsqoola dzaarotin khoiroy yaroh(u)

Wamay ya'mal mitsqoola dzarrotin syarroy yaroh

Artinya:

"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

dan manusia bertanya: 'Mengapa bumi (menjadi begini)?', pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

15. Al-Adiyat

Wal'aadiyaati dhob-ḥaa

Falmuuriyaati qod-ḥaa

Falmughiirooti shub-ḥaa

Fa atsarnabihii naq'aa

Fawasathna bihii jam'aa

Innal insaana lirobbihii lakanuud(un)

Wainnahuu 'alaa dzaalika lasyahiid(un)

Wa innahuu lihubbil khoiri lasyadiid(un)

Afalaa ya'lamu idzaa bu'tsiro maa fil qubuur(i)

Wahushshila maa fish shuduur(i)

Inna robbahum bihim yaumaidzil lakhobiir(un)

Artinya:

"Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu,

dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta.

Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka.”

16. Al-Qari'ah

Al qoori'ah

Mal qoori'ah

Wamaa adrooka mal qoori'ah

Yauma yakuunun naasu kalfaroosyil mabtsuuts(i)

Watakuunul jibaalu kal'ihnil manfuus(y)

Fa Ammaa man tsaqulat mawaazinuh(u)

Fahuwa fii'iisyatir raadhiyah

Wa Ammaa man khoffat mawaaziinuh

Fa ummuhuu haawiyah

Wa maa adrooka maa hiyah

Naa runḥaa miyah

Artinya:

"Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?

Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.

Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.

Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.”

17. Al-a'la

Sabbihiisma rabbikal a'laa

Al-ladzii khalaqa fasawwaa

Wal ladzii qaddara fahadaa

Wal ladzii akhrajal mar-'aa

Faja'alahuu ghutsaa-an aḥwaa

Sanuqri-uka falaa tansaa

Illaa maa syaa-allahu innahu ya'lamul jahra wamaa yakhfaa

Wa nuyassiruka lilyusraa

Fa dzakkir in nafa'atidz-dzikraa

Sayadz-dzakkaru man yakhsyaa

Wa yatajannabuhaal asyqaa

Al-ladzii yashlannaaral kubraa

Tsumma laa yamuutu fiihaa walaa yaḥyaa

Qad aflaḥa man tazakkaa

Wa dzakaraasma rabbihii fashallaa

Bal tu`tsiruunal hayaataddunyaa

Wal-aakhiratu khairun wa-abqaa

Inna haadzaa lafiish-shuhufil uulaa

Shuhufi ibraahiima wamuusaa

Artinya:

"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi, yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),

dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk, dan yang menumbuhkan rumput-rumputan,

lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman.

Kami akan membacakan (Al Quran) kepadamu (Muhammad) maka kamu tidak akan lupa,

kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi.

Dan Kami akan memberi kamu taufik ke jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peringatan karena peringatan itu bermanfaat,

orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran, dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya.

(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.

Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia sembahyang.

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.

Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.”

18. At-Takatsur

Al Haakumut takaatsur(u)

Ḥattaa zurtumul maqaabir(a)

Kallaa saufa ta'lamuun(a)

Tsumma kallaa saufa ta'lamuun(a)

Kallaa lau ta'lamuuna 'ilmal yaqiin(i)

Latarawunnal jahiim(a)

Tsumma latarawunnahaa 'ainal yaqiin(i)

Tsumma latus-alunna yaumaidzin 'anin na'iim(i)

Artinya:

"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.

Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.

Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

19. Al-Asr

Wal 'ashr(i)

Innal insaana lafii khusr(in)

Illal-ladziina aamanuu wa 'amiluush-shaliḥaati wa tawaashau bilḥaqqi wa tawaashaubish-shabr(i)

Artinya:

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

20. Al-Humazah

Wailul likulli humazatil lumazah

Al-ladzii jama'a maa law wa'addadah

Yaḥsabu anna maa lahuu akhladah

Kallaa layumbadzanna fiil ḥuthamah

Wamaa adraaka maal ḥuthamah

Naarullahil muuqadah

Allatii tath-thali'u 'alal af-idah

Innahaa 'alaihim mu`shadah

Fii 'amadim mumad-dadah

Artinya:

"Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela, yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitung,

dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengkekalkannya,

sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah.

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati.

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”

21. Al-Fiil

Alam tara kaifa fa'ala rabbuka bi-ash ḥaabil fiil

Alam yaj'al kaidahum fii tadhliil

Wa-arsala 'alaihim thairan abaabiil

Tarmiihim bihijaaratim(n) min sijjiil

Faja'alahum ka'ashfim(n) ma`kuul

Artinya:

"Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah?

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia?

Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong,

yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar,

lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

22. Al-Quraisy

Li-iilaafi quraisyin

Ilaafihim riḥlatasy-syitaa-i wash-shaif

Falya'buduu rabba haadzal bait

Al ladzii ath'amahum minjuu'in wa aamanahum min khauf

Artinya:

"Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.

Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah).

Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.”

23. Al-Maun

Ara-aital-ladzii yukadz-dzibu biddiin

Fadzaalikal-ladzii yadu'-'ul yatiim

Walaa yaḥudh-dhu 'alaa tha'aamil miskiin

Fawailul-lilmushalliin

Al ladziina hum 'an shalaatihim saahuun

Al ladziina hum yuraa-uun

Wayamna'uunal maa'uun

Artinya:

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”

24. Al-Kautsar

Innaa a'thainaakal kautsar

Fashalli lirabbika wanhar

Inna syaani-aka huwal abtar

Artinya:

"Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.”

25. Al-Kafirun

Qul yaa ayyuhaal kaafiruun

Laa a'budu maa ta'buduun

Wa laa antum 'aabiduuna maa a'bud

Walaa anaa 'aabidum maa 'abadtum

Walaa antum 'aabiduuna maa a'bud

Lakum diinukum waliya diin

Artinya:

"Katakanlah: 'Hai orang-orang kafir! Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.

Dan kamu tidak pernah menjadi penyembah apa yang aku sembah.

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku'.”

26. An-Nasr

Idzaa jaa-a nashrullahi wal fatḥ

Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillahi afwaajaa

Fasabbiḥ biḥamdi rabbika waastaghfir-hu, innahuu kaana tawwaabaa

Artinya:

"Apabila datang pertolongan Allah dan kemenangan,

Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah,

Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

Sungguh, Dia adalah Maha Penerima Tobat.”

27. Al-Lahab

Tabbat yadaa abii lahabiw watab

Maa aghnaa 'anhumaa luhu wa maa kasab

Sayashlaa naaran dzaata lahab

Waamra-atuhu ḥammaalatatal khathab

Fii jiidihaa hablun min masad

Artinya:

"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.

Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.

Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”

28. Al-Ikhlas

Qul Huwallahu aḥad

Allahu sh-shamad

Lam yalid walam yuulad

Wa lam yakullahu kufuwan aḥad

Artinya:

"Katakanlah: ‘Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”

29. Al-Falaq

Qul a'udzuu bi rabbil-falaq

Min syarri maa khalaq

Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab

Wa min syarrin naffaatsaati fiil 'uqad

Wa min syarri ḥaasidin idzaa ḥasad

Artinya:

“Katakanlah: ‘Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki’.

30. An-Naas

Qul a'uudzu birabbin-naas

Malikinnaaas

Ilaahin-naas

Min syarril waswaasil khannaas

Al Ladzii yuwaswisu fii shuduurin-naas

Minal jinnati wannaas

Artinya:

"Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.

Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia'.”

Tip Menghafal Juz Amma

Ilustrasi menghafal Al Quran. Foto Mishary Alafasi/Unsplash

Menghafalkan ayat Al-quran merupakan salah satu amalan baik bagi umat muslim. Banyak keutamaan yang didapat seperti dijanjikan derajatnya oleh Allah Swt, mendapat syafaat dari membaca Al-quran, serta mendapatkan pahala yang berlipat-lipat.

Bagi yang kesulitan menghafal 30 surat pendek Juz Amma, bisa mengikuti tip berikut ini:

Membacanya Berulang Kali

Membacanya berulang kali adalah langkah awal untuk menghafal. Bacalah surat yang ingin dihafal sampai dirasa tidak ada kesalahan dalam bacaan, dan lancar saat membacanya.

Dari Ayat ke Ayat

Cara agar mudah menghafalkan surat dalam Juz Amma yaitu dengan menghafal dari ayat ke ayat. Lafalkan satu ayat hingga benar-benar hafal, kemudian lanjut ke ayat berikutnya. Setelah beberapa ayat dihafalkan, baca dari ayat pertama sampai jumlah ayat yang dihafalkan tersebut. Ulangi prosesnya sampai ayat terakhir dalam surat yang sedang dihafalkan.

Sering Melafalkan dalam Salat

Agar hafalan tidak menguap, segera terapkan surat juz amma dalam salat. Tidak apa-apa jika dalam awal penerapan mungkin agak terbata-bata, lama-lama akan lancar juga.

Mengulangi Hafalan Secara Konsisten

Di sela-sela waktu luang, cobalah isi waktu dengan mengulang hafalan surat pendek juz amma. Hal ini akan membuat ingatan dan hafalan semakin melekat di kepala.

Itulah penjelasan mengenai 30 surat pendek juz amma dalam huruf latin serta tips menghafalnya.(adt)