35 Contoh Teks Anekdot Singkat dengan Berbagai Tema

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 12 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anekdot, cerita pendek yang menggelitik dengan penyelesaian yang tak terduga, sering kali menjadi bumbu humor dalam kehidupan sehari-hari. Contoh teks anekdot singkat seringkali ditemui dalam kebiasaan sehari-hari atau sindiran halus terhadap suatu peristiwa.
Mengutip dari buku Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan, Taufiqur Rahman, (2017), teks anekdot adalah tulisan yang berfokus pada kejadian sehari-hari atau tokoh tertentu, baik mengangkat topik terkait politik, lingkungan, sosial, dan layanan umum.
Selain mengandung kritikan dan dibalut dengan komedi cerdas, teks anekdot ini juga bermanfaat untuk digunakan sebagai sarana komunikasi yang efektif, alat untuk mengingat sesuatu, bahkan sebagai media pembelajaran.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Teks Anekdot Singkat
Untuk lebih memahaminya, inilah beberapa contoh teks anekdot singkat dengan berbagai tema yang bisa dijadikan referensi.
1. Kampanye di Desa Terpencil
Seorang calon pemimpin datang ke sebuah desa yang jauh dari keramaian. Ia berjanji akan membangun banyak fasilitas seperti jalan, sekolah, dan rumah sakit jika terpilih. Dengan nada penuh keyakinan, ia berujar, "Jika saya menang, desa ini akan berubah drastis!"
Seorang warga desa yang sudah lanjut usia kemudian bertanya, "Pak, sudah berkali-kali kami mendengar janji yang sama dari calon pemimpin lain. Apa yang membuat janji Bapak berbeda?"
Dengan senyum lebar, calon pemimpin itu menjawab, "Janji saya akan lebih besar dan lebih baik!"
Warga desa itu hanya mengangguk pelan dan berkata, "Sepertinya kami hanya bisa terus berharap pada janji-janji manis seperti ini tanpa pernah melihat hasilnya."
2. Ujian Matematika
Hari ini ujian matematika. Budi, seorang siswa yang terkenal malas belajar, sangat khawatir. Saat ujian dimulai, Budi langsung panik dan tidak tahu harus mulai dari mana.
Tiba-tiba, temannya berbisik, "Budi, nomor satu jawabannya C!" Budi langsung mencontek jawaban temannya itu tanpa berpikir panjang. Setelah ujian selesai, Budi merasa lega. Namun, saat guru mengumumkan hasil ujian, ternyata Budi mendapat nilai nol.
Guru berkata, "Budi, kamu benar-benar tidak jujur. Saya sudah mengubah semua jawaban menjadi pilihan yang salah!"
3. Tukang Becak dan Polisi
Pak Ahmad, adalah tukang becak langganan pasar, terkenal dengan jawabannya yang selalu nyeleneh. Suatu hari, saat melintas di jalan raya, ia diberhentikan oleh seorang polisi.
"Hei, kamu! Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini!" bentak Pak Polisi.
Dengan santai, Pak Ahmad menjawab, "Oh, saya lihat Pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, berarti boleh masuk, dong?" Pak Polisi terdiam sejenak, lalu menggeleng-gelengkan kepala.
4. Dokter Spesialis Diet
Seorang pasien obesitas berkonsultasi dengan dokter mengenai program diet yang tepat. Dokter memberikan anjuran untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji, meningkatkan asupan buah dan sayur, serta rutin berolahraga.
Pasien tersebut kemudian mengajukan pertanyaan, "Dokter, apakah diperbolehkan jika saya hanya mengonsumsi buah dan sayur namun tetap mengonsumsi minuman bersoda?"
Dokter menjelaskan bahwa hal tersebut tidak efektif karena kandungan gula dalam minuman bersoda dapat menghambat proses penurunan berat badan. Pasien tersebut pun mengangguk tanda mengerti dan berjanji akan mengurangi konsumsi minuman bersoda.
5. Mahasiswa Telat Kuliah
Andi selalu datang terlambat ke kelas. Suatu hari, dosennya menegurnya, "Andi, kenapa kamu selalu terlambat? Apa kamu tidak menghargai waktu kuliah?"
Andi pun menjawab dengan polos, "Maaf Pak, bukannya saya tidak menghargai waktu kuliah. Tapi, jam dinding di rumah saya selalu lebih cepat 15 menit dari jam yang sebenarnya."
Dosen itu pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mendengar alasan Andi.
6. Uang Kertas
Seorang anak kecil mengamati ayahnya yang sedang menghitung uang kas. Dengan rasa penasaran, ia bertanya, "Ayah, mengapa uang kita seolah tidak pernah cukup, meskipun Ayah sering menghitungnya?"
Sang ayah menjelaskan, "Nak, uang itu seperti sungai yang mengalir. Kita bisa terus mengisi, tapi jika ada bendungan yang rusak, airnya akan terus mengalir sia-sia."
Sang anak terdiam sejenak, lalu berkata, "Berarti kita harus memperbaiki bendungannya, Ayah?" Ayahnya mengangguk, "Betul sekali, Nak. Kita harus mencari tahu di mana kebocoran kita dan memperbaikinya."
7. Ibu-Ibu Arisan
Bu Tuti terkenal dengan kue bolunya yang lembut dan lezat. Suatu hari, ia membawa kue bolunya ke arisan. Saat dipotong, ternyata bagian tengah kue bolu itu masih agak mentah.
"Wah, Bu Tuti, kok kue bolunya masih mentah di dalam?" tanya seorang teman arisannya.
Bu Tuti tersenyum dan menjawab, "Ini kue bolu kukus, Bu. Jadi memang masih agak lembut di dalam. Biar lebih nikmat kalau dimakan hangat-hangat."
8. Mie Ajaib
Di warung makan hits, ada menu mie baru yang katanya rasanya unik. Maya, yang doyan nyoba makanan baru, langsung pesen deh. Pas dateng, warnanya aneh, aromanya juga bikin penasaran.
Maya langsung cobain. Eh, pas nyicip, rasanya? Aneh banget! Langsung panggil pelayannya, "Mas, ini mie apaan sih? Rasanya kok aneh banget?" Pelayannya jawab santai, "Ini mie baru, Mbak. Bumbunya spesial."
Maya cuma bisa ketawa kecil, "Oh, jadi ini yang namanya mie ajaib. Ajaibnya bikin penasaran, tapi rasanya... hmm, unik banget!"
9. Mahasiswa dan Skripsi
Andi, mahasiswa tingkat akhir, sudah berbulan-bulan bergelut dengan skripsi. Setiap kali membuka laptop, ia langsung merasa malas. Suatu hari, temannya bertanya, "Kenapa kamu nggak semangat ngerjain skripsi, Andi?"
Dengan wajah lesu, Andi menjawab, "Aku lagi nunggu inspirasi datang, Bro. Siapa tahu tiba-tiba ada malaikat yang turun dan ngasih solusi buat skripsiku."
10. Sapu Lidi
Suatu hari, seorang ayah ingin mengajarkan anak-anaknya sebuah pelajaran berharga. Ia mengambil beberapa lidi dan meminta anak-anaknya untuk mematahkannya satu per satu.
Dengan mudah, lidi-lidi itu putus. Lalu, ia mengikat semua lidi menjadi satu dan berkata, "Lihatlah, anak-anakku. Ketika kita bersatu, kita menjadi kekuatan yang tak terhentikan."
11. Nasruddin dan Telur
Nasruddin, seorang tokoh yang terkenal dengan kelucuannya, suatu hari sedang berjalan-jalan di pasar. Ia melihat seorang penjual telur yang sedang menawarkan dagangannya. "Berapa harga telurnya, Pak?" tanya Nasruddin.
"Lima ribu rupiah satu butir," jawab penjual telur. Nasruddin berpikir sejenak, lalu berkata, "Kalau saya beli sekeranjang, berapa harganya?" Penjual telur pun menghitung dan menyebutkan harganya.
Nasruddin menggeleng-gelengkan kepala, "Mahal sekali! Kalau begitu, saya beli ayamnya saja, nanti saya tunggu telurnya menetas."
12. Jalan Rusak
Pak RT sedang mengadakan rapat warga. "Jalan di depan rumah Pak Lurah kok mulus banget ya," celetuk seorang warga.
Pak RT pun menjawab, "Ah, itu mah jalan protokol. Kalau jalan kita kan jalan kampung, wajar kalau rusak sedikit."
Seorang anak kecil yang sedang bermain di dekat mereka tiba-tiba berseru, "Kalau gitu, rumah Pak Lurah juga jadiin rumah kampung aja, biar nggak mulus jalannya!"
13. Obat Sakit Kepala
Seorang kakek sedang menikmati tayangan favoritnya bersama cucunya. Di tengah tayangan, kakek mengeluhkan sakit kepala. "Aduh, kepala Kakek pusing!" keluhnya.
Cucu pun buru-buru beliin obat yang diiklanin di TV tadi. "Ini obatnya, Kek. Katanya bisa diminum kapan aja." Kakek langsung minum obatnya tanpa ragu.
Cucu yang heran lalu bertanya, "Lho, Kek, kan lagi puasa. Kok minum obat?" Kakeknya santai aja jawab, "Ini obat ajaib, Cu. Boleh diminum kapan aja katanya!"
14. Listrik Padam
Seorang warga mengeluh kepada petugas PLN karena listrik di rumahnya sering padam. "Pak, kok listrik saya sering mati sih?" tanya warga tersebut.
Petugas PLN menjawab, "Maaf ya, Pak. Mungkin karena beban terlalu berat. Bapak kan punya kulkas, TV, AC, dan banyak alat elektronik lainnya."
Warga itu pun menjawab, "Kalau gitu, saya jual semua barang elektronik saya aja biar nggak berat bebannya."
15. Kursi
"Cup, gue punya tebak-tebakan nih," ujar Ridwan sambil menyeruput kopinya. "Kursi, kursi apa yang bikin orang jadi pelupa?" tanya Ridwan.
Yusuf mikir sebentar. "Kursi goyang kali, ya? Soalnya kalau duduk di situ enak banget, jadi ketiduran deh."
Ridwan ketawa. "Enak aja! Jawabannya kursi jabatan!" kata Ridwan. Yusuf melotot. "Hah? Kok bisa?" tanyanya penasaran. "Ya, lo lihat aja para pejabat. Pas lagi kampanye, janji-janji mulu. Eh, pas udah jadi pejabat, lupa semua janjinya."
16. Rahasia yang Terbongkar
Selama bertahun-tahun, Rani dan Siti merahasiakan kegemaran mereka mengoleksi komik superhero. Suatu hari, saat mereka sedang berbelanja di toko buku, secara tidak sengaja mereka bertemu dengan guru mereka.
Guru mereka terkejut melihat mereka membawa tumpukan komik. "Wah, kalian ternyata suka baca komik juga ya?" tanya guru mereka. Rani dan Siti hanya bisa saling memandang dan tersenyum malu.
17. Bos dan Karyawan Baru
Seorang bos baru ingin memberikan kesan tegas pada karyawan-karyawannya. Pada hari pertama bekerja, ia mengumpulkan semua karyawan dan berkata, "Saya tidak ingin ada yang datang terlambat ke kantor. Siapa yang datang terlambat, siap-siap saja menerima hukuman!"
Seorang karyawan baru yang bernama Budi, dengan polos bertanya, "Lantas, apa hukumannya, Pak?"
Bos itu pun menjawab dengan tegas, "Hukumannya adalah kamu harus datang lebih awal besok!"
18. Hukuman
Alfian: "Bu, saya mau nanya nih."
Guru: "Iya, kenapa, Alfian?"
Alfian: "Gini Bu, kalau ada orang dihukum padahal dia nggak salah, itu bener nggak sih?"
Guru: "Ya nggak dong, Alfian! Orang itu harus terbukti bersalah dulu baru boleh dihukum."
Alfian: "Syukur deh. Berarti saya aman dong, Bu? Soalnya PR saya belum kelar."
19. Persahabatan Jarak Jauh
Setelah lulus kuliah, Ani dan Bela harus berpisah karena bekerja di kota yang berbeda. Meskipun begitu, mereka tetap menjalin komunikasi setiap hari.
Suatu hari, Ani mengirim pesan kepada Bela, "Bel, aku kangen banget sama kamu. Rasanya seperti sudah bertahun-tahun kita nggak ketemu."
Bela menjawab, "Aku juga, N. Tapi tenang aja, nanti kalau kita sudah punya cucu, kita bisa liburan bareng lagi."
20. Sampah Berserakan
Seorang turis asing sedang berjalan-jalan di sebuah kota di Indonesia. Ia melihat banyak sampah berserakan di jalanan. Dengan heran, ia bertanya kepada pemandu wisata, "Kenapa banyak sampah sekali di sini?"
Pemandu wisata menjawab, "Itu karena warga kita belum sadar akan pentingnya kebersihan. Mereka lebih suka membuang sampah sembarangan daripada membuangnya di tempat sampah." Turis asing itu pun menggeleng-gelengkan kepala.
21. Lampu
Seorang pria tunanetra terlihat berjalan menuju sungai pada saat senja sambil membawa sebuah pelita. Melihat hal tersebut, seseorang bertanya, "Mengapa Anda membawa pelita padahal Anda tidak dapat melihat?"
Pria tunanetra itu menjawab dengan bijaksana, "Pelita ini bukan untuk peneranganku, melainkan untuk mereka yang memiliki pandangan hati yang gelap agar tidak menabrakku."
22. Uang Makan
Seorang pegawai negeri sipil seringkali membawa pulang makanan dari kantor. Ketika ditanya oleh istrinya, "Kenapa kamu bawa pulang makanan kantor terus?"
Ia menjawab, "Ini kan uang makan. Berarti makanannya juga punya aku dong." Istrinya pun heran, "Lho, tapi kan itu uang negara, bukan uang pribadi kamu."
23. Proyek Mangkrak
Sebuah proyek pembangunan sekolah telah mangkrak selama bertahun-tahun. Padahal, anggaran yang sudah dikeluarkan sangat besar. Seorang warga bertanya kepada anggota DPRD, "Kenapa proyek sekolah itu mangkrak terus?"
Anggota DPRD menjawab, "Itu karena kontraktornya kurang profesional." Warga itu pun bertanya lagi, "Lantas, uang rakyatnya ke mana?" Anggota DPRD tersebut terdiam.
24. Rokok
"Eh, guys, gue punya rokok nih," ujar Andi sambil mengeluarkan sebungkus rokok. "Tapi, koreknya mana?" tanya Andi lagi. "Gue punya korek nih," sahut Beni. "Ada asbak nggak?" tanya Beni lagi.
Carli nyengir, "Nih, ada asbak nih. Eh, Don, lo bawa apaan?" tanya Carli ke Doni. Doni langsung nyeletuk, "Gue cuma bawa paru-paru doang, hehe."
25. Teman Penuh Masalah
Dina sedang curhat tentang masalah kecil yang dialaminya. Tiba-tiba, Cici menyela, "Wah, masalahmu itu berat banget! Aku nggak akan bisa hidup kalau mengalaminya."
Dina hanya bisa menggeleng-geleng kepala. "Tenang aja, Ci, masalahku cuma sepele kok. Nggak perlu dilebih-lebihkan."
26. Barang Pinjaman
Setiap kali bertemu, Eka selalu meminjam barang milik Fajar. Mulai dari buku, pulpen, hingga uang jajan. Suatu hari, Fajar berkata,
"Ek, kamu kalau mau pinjam barang, beli aja. Kan lebih enak."
Eka menjawab, "Nggak bisa dong, Jar. Aku kan lagi hemat."
27. Ojek Online yang Baik Hati
Seorang penumpang ojek online memesan makanan lewat aplikasi. Ketika sampai di restoran, ternyata makanan yang dipesan sudah habis. Pengemudi ojek online itu pun membelikan makanan lain untuk penumpang tersebut.
"Mas, kok Bapak baik banget sih?" tanya penumpang. Pengemudi ojek online itu tersenyum, "Gapapa, Mbak. Anggap aja ini bonus karena Mbak cantik."
28. Tukang Parkir
Andi memarkir mobilnya di sebuah pusat perbelanjaan. Tukang parkir itu langsung menghampiri dan berkata, "Mas, mobilnya bagus. Pasti harganya mahal ya?" Andi mengangguk sambil tersenyum.
Tukang parkir itu melanjutkan, "Kalau boleh tahu, ini mobil merek apa ya? Saya mau beli buat anak saya."
29. Hewan Bicara
Seorang anak kecil sedang bermain dengan kucingnya. Tiba-tiba, kucingnya berkata, "Nak, kamu sudah makan siang?" Anak itu terkejut dan bertanya, "Kok kamu bisa ngomong, Nak?"
Kucingnya menjawab, "Sudah biasa. Kamu aja yang baru tahu."
30. Makan Malam
"Duh, Rina tuh ya, selalu aja telat!" keluh Lina. Semua udah pada siap, cuma Rina aja yang belum nongol juga.
"Kayaknya kita harus undang Rina sejam lebih awal deh, biar pas waktunya," usul Lina lagi. Eh, nggak lama kemudian, Rina datang juga. "Maaf ya, gue telat. Macet soalnya," kata Rina santai.
Lina nyengir, "Oh, jadi kamu emang udah biasa bikin kita nunggu. Makasih ya udah datang, walaupun telatnya minta ampun." Mereka semua ketawa bareng.
31. Lomba Makan
Dono bermimpi menjadi juara lomba makan. Ia berlatih makan dengan sangat keras setiap hari. Suatu hari, ada lomba makan di kampungnya.
Dono sangat semangat mengikuti lomba tersebut. Namun, saat lomba dimulai, Dono hanya mampu makan sedikit dan kalah dari peserta lain. Ternyata, Dono terlalu gugup sehingga nafsu makannya hilang.
32. Perbandingan
Ika selalu membandingkan dirinya dengan orang lain. Suatu hari, ia berkata kepada Jeni, "Lihat dia, cantiknya nggak ketulungan. Beda banget sama aku."
Jeni menjawab, "Setiap orang itu unik, Ik. Kita nggak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain. Yang penting kita nyaman dengan diri sendiri."
33. Tukang Bakso Jago Nari
Pak Budi, tukang bakso langganan, ternyata jago banget nari. Setiap lagi senggang, beliau suka latihan nari di belakang gerobaknya. Suatu hari, ada lomba tari di kampungnya.
Pak Budi pun ikut daftar. Siapa sangka, Pak Budi berhasil jadi juara. Dari situ, Pak Budi jadi sering diundang ke acara-acara untuk ngedance.
34. Kakek-kakek
Pak Karta, seorang kakek-kakek berusia 70 tahun, ternyata jago banget main game online. Setiap hari, beliau menghabiskan waktu luangnya untuk main game bareng cucu-cucunya.
Karena sering menang, Pak Karta jadi terkenal di kalangan gamer muda. Banyak yang nggak percaya kalau Pak Karta sudah sepuh tapi masih lincah main game.
35. Bebek Terbang
"Kenapa aku enggak bisa terbang setinggi elang ya?" gumam bebek. Suatu hari, Bebek Betul nekat melompat dari atap kandang. Dengan sekuat tenaga ia mengepakkan sayapnya.
Sayangnya, ia hanya melayang beberapa sentimeter di atas tanah lalu tercebur ke kolam. "Ah, sudahlah. Jadi bebek itu enak, tinggal makan cacing," gumamnya sambil berenang.
Itulah beberapa contoh teks anekdot singkat dengan berbagai tema yang menarik.
Baca Juga: 5 Contoh Teks Eksposisi Bahasa Inggris beserta Struktur Teksnya
