Konten dari Pengguna

4 Cara Mengenalkan Tarian Tradisional Indonesia pada Anak

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi cara mengenalkan tari tradisional pada anak sejak usia dini. Foto: pixabay.com.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi cara mengenalkan tari tradisional pada anak sejak usia dini. Foto: pixabay.com.

Ada berbagai cara mengenalkan tarian tradisional Indonesia pada anak sejak usia dini. Selain menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan kebhinekaan, hal tersebut juga dapat membuka berbagai potensi bakat yang dimiliki anak.

Usia 0-6 tahun merupakan masa tumbuh kembang anak yang sayang jika dilewatkan. Pada usia ini, anak akan mengalami perkembangan secara fisik, kecerdasan, sosial, emosi, bahasa, hingga komunikasi sesuai dengan tahap-tahap perkembangan usianya.

Untuk mendukung tumbuh kembang anak, setiap orang tua perlu memilih berbagai kegiatan anak dengan tepat. Salah satunya, yaitu mengenalkan tari tradisional Indonesia. Simaklah cara mengenalkan tarian tradisional pada anak usia dini dan manfaatnya di bawah ini.

Cara Mengenalkan Tarian Tradisional Indonesia pada Anak

ilustrasi cara mengenalkan tari tradisional pada anak sejak usia dini. Foto: unsplash.com.

Tari tradisional Indonesia merupakan bentuk tarian yang diwariskan secara turun temurun dan mengandung berbagai nilai filosofis, budaya, simbolis, dan religi. Indonesia memiliki ratusan tarian tradisional dari berbagai daerah Nusantara.

Menyadur buku Pembelajaran Seni Tari di Indonesia dan Mancanegara karya Arina Restian, tarian tradisional Indonesia yang berkembang di masyarakat terdiri dari berbagai jenis.

Mulai dari tari tradisional klasik, tari tradisional kerakyatan, tari kreasi baru, hingga tari kontemporer. Seiring berkembangnya teknologi dan masuknya budaya asing, tari tradisional menjadi sedikit terabaikan. Banyak generasi muda lebih menyukai tari modern.

Oleh karena itu, setiap orang tua perlu mengenalkan ragam tarian tradisional kepada anak sejak dini agar budaya asli Indonesia tak tergeser oleh budaya asing.

Dikutip dari buku Bunga Rampai Perkembangan Anak dalam Multiperspektif yang disusun oleh Yufi Fisalma, dkk., ada berbagai cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mengenalkan tarian tradisional Indonesia sejak dini, yaitu;

1. Dibacakan Buku tentang Keragaman Budaya

Orang tua dapat mencoba membacakan buku tentang budaya Indonesia. Ada berbagai macam buku tentang tari tradisional maupun keragaman budaya yang bisa dikenalkan pada anak.

Hal ini bisa menjadi modal awal untuk pengetahuan anak, bahwa Indonesia memiliki ragam adat istiadat dan budaya yang beragam.

2. Mengajak Anak Menyaksikan Pertunjukan Seni

Setiap daerah di Indonesia mempunyai tari tradisional dengan ciri-ciri filosofis dan nilai yang berbeda-beda. Orang tua dapat mengenalkan tari tradisional dengan mengajak anak ke berbagai pertujukan seni.

Contohnya, menyaksikan tari Gambyong di daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta atau pertunjukan tari Saman di daerah Aceh.

3. Menunjukkan Berbagai Video Tari Tradisional

Selain menyaksikan pertunjukan seni secara langsung, orang tua dapat mengenalkan tari tradisional dari rumah dengan memutar berbagai video tari dari berbagai media. Aktivitas ini akan menstimulasi anak untuk berimajinasi dengan meniru gerakan-gerakan yang ada pada tarian tersebut.

Selain itu, anak akan mudah bermain peran dan melakukan improvisasi tarian. Kegiatan tersebut juga bisa meningkatkan kemampuan motorik halus maupun motorik kasar anak.

4. Memperkenalkan Komunitas atau Les Tari

Mengenalkan tari tradisional pada anak usia dini bisa dimulai dengan memasukkan anak pada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

Berada dalam satu kelompok atau komunitas dengan minat yang sama, akan membantu anak memperoleh berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan tentang tari tradisional.

Selain itu, aktivitas ini dapat memperkaya ide, imajinasi dan kreativitas anak berdasarkan hasil pemahaman materi yang disampaikan oleh guru maupun karya yang dihasilkan teman-temannya.

Tarian Tradisional Indonesia untuk Anak

Sejumlah anak mengikuti arahan instruktur saat latihan secara massal Tari Zapin Lancang Kuning asal Riau di Pos Bloc, Jakarta, Minggu (14/7/2024). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, ada beragam tarian tradisional Indonesia untuk anak yang bisa dikenalkan sejak usia dini. Berikut daftarnya:

1. Tari Ratoh Jaroe

Tari Ratoh Jaroe merupakan tradisional asal Aceh. Ini merupakan jenis tari kelompok yang diperagakan oleh penari wanita. Dengan gerakan yang hampir sama, banyak masyarakat mengira bahwa tari ini sama dengan Saman.

Bedanya, tari Ratoh Jaroe diperagakan oleh penari wanita berjumlah genap. Sementara tari Saman diperagakan oleh penari wanita berjumlah ganjil.

2. Tari Kecak

Tari kecak adalah tari tradisional Indonesia dari Bali yang terkenal di kalangan wisatawan internasional. Keistimewaan tari ini tidak membutuhkan iringan alat musik. Iringan tari Kecak hanya menggunakan paduan suara dari para penarinya.

3. Tari Jaipong

Tari Jaipong adalah tarian tradisional Indonesia yang berasal dari daerah Jawa Barat. Tari ini biasanya digunakan untuk menyambut kedatangan tamu negara yang berkunjung ke Indonesia.

Ciri khas tari ini memiliki gerakan dengan tempo cepat dan membuatnya menjadi salah satu tarian tradisional yang disukai banyak kalangan.

4. Tari Tor-Tor

Tari Tor-Tor berasal dari Sumatera Utara. Tari ini diriingi dengan serangkaian musik Magondangi yang menimbulkan hentakan kaki para penarinya.

5. Tari Poco-Poco

Tari Poco-Poco adalah tari tradisional Indonesia yang terkenal dari daerah Maluku. Irama dari Tari Poco-poco sangat menyenangkan untuk didengar. Gerakannya pun sangat mudah, sehingga banyak dipilih sebagai tarian tradisional yang dipelajari oleh anak-anak.

6. Tari Topeng

Tari topeng adalah tari tradisional Indonesia yang sering diperagakan sebagai awal pertunjukan topeng Betawi. Tari ini terbagi menjadi tari kembang, tari topeng tunggak, dan tari ronggeng topeng.

Pakaian penari terdiri dari kembang atau hiasan kepala dari kain perca, toka-toka, kain kebaya, batik, selendang, dan andong.

7. Tari Caci

Tari Caci berasal dari Indonesia bagian Timur, tepatnya Nusa Tenggara Timur. Keunikan tarian ini yaitu memiliki gerakan dan gestur kegiatan tempur atau perang.

Tarian ini biasa dilakukan sebagai ucapan syukur masa panen, acara besar setempat, perayaan tahun baru, atau penyambutan tamu.

Baca Juga: Cara Mengenalkan Budaya Nusantara pada Anak

Manfaat Mengenalkan Tarian Tradisional pada Anak

ilustrasi manfaat mengenalkan tari tradisional. Foto; unsplash.com.

Dirangkum dari jurnal berjudul Pengaruh Menanamkan Seni Budaya Tradisional di Masa Kecil karya Cici Nugraheni, berikut ini beberapa manfaat mengenalkan tarian tradisional pada anak sejak usia dini.

1. Meningkatkan Kemampuan Motorik

Mengajarkan tarian tradisional sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Saat menari, semua bagian tubuh akan digerakkan dan secara otomatis akan membakar kalori dalam tubuhnya sehingga terhindar dari bahaya obesitas.

Lebih lanjut, teknik menari yang meliputi gerakan dasar seperti berlari, berjalan, melompat, hingga membungkukkan badan, dapat meningkatkan keterampilan motorik dasar anak.

2. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada Anak

Mengenalkan berbagai bentuk tarian tradisional sejak dini dapat membantu anak menumbuhkan rasa percaya diri. Kegiatan menari dapat mengembangkan anak secara multidimensional, multilingual, serta multikurtural yang terintegrasi dengan baik.

Kegiatan menari dapat menarik perhatian anak dengan gerakan yang variatif sehingga menumbuhkan rasa keinginan anak untuk melakukan kegiatan tersebut. Dengan begitu rasa percaya diri anak akan terstimulasi dengan baik.

3. Mengembangkan Kreativitas dan Ekspresi Diri

Mengenalkan tarian tradisional bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kreativitas dan ekspresi diri. Mempelajari dan mempraktikkan tarian dapat mengembangkan bakat seni yang dimiliki anak hingga mengeksplorasi diri melalui gerakan tubuh.

Selain itu, mempelajari tarian tradisional dapat memberikan ruang yang luas bagi kreativitas dan memicu imajinasi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Selain itu, tak hanya memperoleh keterampilan artistik, anak juga dapat mengembangkan daya pikir kreatif lebih luas.

4. Memupuk Toleransi

Mengenalkan tarian tradisional sejak usia dini dapat membantu anak memahami dan menghargai keanekaragaman budaya di sekitar mereka. Seiring dengan perkembangan zaman, kemampuan untuk menghargai perbedaan menjadi salah satu keterampilan yang penting.

Seni tari dapat memberi peluang bagi anak untuk menjelajah dan meresapi berbagai budaya hingga memupuk rasa toleransi.

5. Memahami tentang Keanekaragaman

Mengenalkan anak pada tari tradisional dapat membawa manfaat besar untuk memahami dan menghargai keanekaragaman. Anak menjadi lebih terbuka dalam meresapi kekayaan budaya Indonesia.

Tak hanya memupuk toleransi, anak dapat memperkaya pengalaman dan memperluas pandangannya di masa depan. Dengan begitu, anak dapat mudah menumbuhkan kesadaran diri untuk lebih mencintai bangsa dan menghargai keragaman budaya.

Oleh karena itu, penting untuk orang tua dapat mengenalkan tari tradisional sejak dini dan mengupayakan beberapa hal untuk menumbuhkan rasa cinta anak terhadap tari tradisional.

Nah, di acara kumparanMOM Festival Hari Anak 2024, terdapat berbagai penampilan kesenian yang edukatif! Acara ini gratis dan akan diselenggarakan pada 27-28 Juli 2024 di Taman Anggrek GBK Jakarta Pusat dengan ragam aktivitas bermain yang menarik.

Dengan bergabung di acara ini, anak akan diajak mengenal ragam budaya Nusantara. Informasi lengkap dan tiket dapat diakses di: kum.pr/infofha24.

(IPT)