4 Cara Pengelolaan Sampah yang Mudah dan Ramah Lingkungan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengelolaan sampah merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, pengelolaan sampah juga sangat mudah dilakukan karena manusia pastinya menghasilkan sampah tiap hari.
Oleh karena itu, pengelolaan sampah dibutuhkan agar barang habis pakai bisa dimanfaatkan supaya barang tersebut tidak berakhir jadi sampah.
Sayangnya, banyak orang yang menangani masalah sampah dengan cara yang salah, seperti menumpuk sampah, kemudian membakarnya. Cara tersebut hanya akan menimbulkan permasalahan baru, yaitu polusi udara.
Berikut penjelasan mengenai sampah serta cara pengelolaan sampah yang mudah dan ramah lingkungan.
Sampah dan Jenis-Jenisnya
Sebelum memahami cara pengelolaan sampah, pahami terlebih dahulu definisi dari sampah beserta jenis-jenisnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat.
Sampah dikelompokkan menjadi dua jenis sampah berdasarkan sifatnya, yaitu sampah organik (dapat diurai atau degradable) dan sampah anorganik (tidak dapat diurai atau undegradable).
Pengelolaan Sampah dan Aspek yang Terkait
Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah.
Mengutip dari penelitian The Comparison Between Waste Management System in Indonesia and South Korea: 5 Aspects of Waste Management Analysed karya Yulia Hendra, pengelolaan sampah ini bukan hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga mencakup aspek-aspek yang lain, yaitu:
Aspek teknik operasional
Aspek kelembagaan
Aspek peran masyarakat
Aspek hukum dan aturan
Aspek pembiayaan
Cara Pengelolaan Sampah
Masyarakat perlu mengambil peran dalam menangani permasalahan sampah, salah satunya adalah pengelolaannya. Berikut beberapa cara pengelolaan sampah berdasarkan sifat dari sampah itu sendiri.
Sampah Organik
Sampah organik adalah sampah-sampah yang berasal dari bahan organik, seperti daging-dagingan, sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.
Sampah ini bisa kita olah kembali menjadi pakan ternak atau pakan ikan. Selain itu, pengelolaan sampah juga dibutuhkan untuk dijadikan sebagai pupuk kompos.
Seperti yang kita ketahui, pupuk kompos adalah salah satu pupuk yang baik untuk tanaman. Pupuk ini berasal dari bahan-bahan organik yang kemudian terurai secara alamiah dan akhirnya menjadi pupuk.
Sampah Anorganik
Untuk sampah anorganik tentunya karena memiliki penanganan yang berbeda dengan sampah organik. Contoh pengelolaan sampah anorganik adalah 3 R (reduce, reuse, recycle), yakni:
Reduce adalah cara penanganan sampah anorganik dengan cara mengurangi penggunaan sampah. Contohnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai seperti tas plastik, botol plastik, dan sebagainya.
Reuse adalah salah satu cara penanganan sampah anorganik dengan menggunakan barang yang sudah dipakai dan dimanfaatkan kembali. Misalnya, seperti menggunakan sisi kertas yang masih kosong, membeli baju bekas, dan sebagainya.
Recycle adalah cara penanganan sampah anorganik dengan cara menggunakan mengubah bentuk atau fungsi atau keduanya dari suatu benda agar bisa dipakai kembali. Contoh dari cara ini ialah botol plastik yang kita olah menjadi pot atau vas bunga.
(SAI)
Frequently Asked Question Section
Apa saja jenis sampah berdasarkan sifatnya?

Apa saja jenis sampah berdasarkan sifatnya?
Sampah organik (dapat diurai atau degradable) dan sampah anorganik (tidak dapat diurai atau undegradable).
Apa saja aspek yang penting dalam pengelolaan sampah?

Apa saja aspek yang penting dalam pengelolaan sampah?
Aspek teknik operasional, kelembagaan, peran masyarakat, hukum dan aturan, dan pembiayaan.
Apa yang dimaksud dengan sampah organik?

Apa yang dimaksud dengan sampah organik?
Sampah organik adalah sampah-sampah yang berasal dari bahan organik, seperti daging-dagingan, sayuran, buah-buahan, dan sebagainya.
