Konten dari Pengguna

4 Contoh Esai Beasiswa sebagai Referensi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 10 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Contoh Esai Beasiswa, Foto Unsplash/Unseen Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Esai Beasiswa, Foto Unsplash/Unseen Studio

Contoh esai beasiswa sering dicari para pelajar untuk mencari program beasiswa di sekolahnya. Dengan esai yang bagus dan menarik membuat peluang memperoleh beasiswa semakin besar. Sering kali, para penilai melihat kemampuan seseorang dalam menulis esai.

Berdasarkan laman umn.ac.id, esai beasiswa adalah salah satu berkas dokumen yang dipenuhi oleh calon awardee dan bersifat wajib ketika melakukan seleksi administrasi.

Esai berisi narasi tentang topik tertentu yang biasanya sudah disiapkan oleh panitia seleksi dan kandidat diminta untuk menjabarkan sesuai dengan tema yang ditentukan.

Daftar isi

Contoh Esai Beasiswa

Ilustrasi Contoh Esai Beasiswa, Foto Unsplash/Aaron Burden

Berikut merupakan beberapa contoh esai beasiswa yang dapat dijadikan sebagai referensi.

Contoh 1

Sebelum mengawali essay ini, perkenalkan saya Ahmad Ramadhani, anak kedua dari tiga bersaudara. Saya lahir di Pekanbaru pada 14 November 1994.

Pada tahun ini, ... telah menganugerahkan kepada ... untuk mahasiswa strata 2 (S2) sebanyak ... orang yang berhasil untuk mengikuti Psikotest dalam rangka memenuhi syarat sebagai penerima beasiswa ... .

Dalam rangka untuk mengikuti psikotest tersebut maka ada syarat untuk menulis essay, maka dari itu, saya mencoba menguraikan essay mengenai alasan kenapa ... harus memilih saya sebagai penerima beasiswa adalah sebagai berikut:

Latar belakang finansial saya adalah seorang yang bisa dikatakan keluarga kurang mampu, karena orang tua saya hanya bekerja sebagai petani dengan penghasilan rata-rata per bulan tak menentu.

Saya sedikit memiliki keaktifan dalam berbagai kegiatan, salah satunya adalah saya pernah menjadi salah satu Ketua BEM ..., selain itu juga aktif dalam kegiatan seminar nasional sebagai peserta dan panitia.

Jarak dari tempat asal ke tempat studi itu menjadi faktor penimbangan, karena Pekanbaru, Riau ... adalah jarak yang terlampau jauh. Rata-rata memakan waktu selama ... jam dengan biaya perjalanan ... .

Saya adalah salah satu lulusan terbaik dengan predikat pujian pada Program Studi ...

Saya belum pernah meraih beasiswa mana pun.

Kebutuhan akan biaya perkuliahan adalah hal yang menjadi dasar bahwa saya harus dapat menyelesaikan pendidikan sehingga itu menjadi faktor pertimbangan.

Pembangunan bangsa membutuhkan generasi muda yang kreatif, tangguh dan bermartabat, dalam artian bahwa penyediaan sumber daya manusia itu sangat diperlukan sehingga pendidikan tinggi menjadi salah satu penghasil sumber daya manusia.

Akhir dari essay ini saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ... yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengikuti psikotest untuk memenuhi syarat dari beasiswa ... .

Contoh 2

Saya Sri Utami kelahiran Jember, 10 Agustus 2002 yang merupakan anak pertama dari dua saudara.

Saya merupakan lulusan S1 Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan predikat cumlaude. Kesibukan saya saat ini adalah mengajar di salah satu sekolah menengah pertama yang ada di Kabupaten Jember.

Selain itu, saya juga aktif di organisasi kemasyarakatan untuk menambah pengalaman saya di bidang sosial dan masyarakat.

Berbekal ilmu yang saya miliki, saya tertarik untuk melanjutkan S2 pada jurusan Magister Pendidikan Agama Islam yang linier dengan S1 yang telah saya tempuh.

Dan juga pengalaman saya selama di kuliah, yakni saya aktif dalam ikut serta perlombaan di bidang penulisan dan mendapat beberapa juara.

Salah satunya juara 1 lomba penulisan esai tingkat nasional, juara 2 lomba penulisan artikel populer tingkat nasional, juara 3 lomba penulisan artikel tingkat nasional, dan sebagainya.

Serta pengalaman saya dibidang organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan PAI semasa kuliah menjadi bekal saya dalam menjalani kehidupan.

Tujuan saya memilih jurusan Magister Pendidikan Agama Islam selain karena relevan, juga karena saya ingin memperdalam ilmu agama.

Sehingga nanti dapat lebih banyak berguna bagi masyarakat luas terlebih menggunakan beasiswa ini.

Hal ini dikarenakan beasiswa ini bukan hanya mensupport secara finansial saja melainkan juga banyak program lain yang mensupport secara keilmuan.

Jika saya diterima dalam program beasiswa ini, saya akan belajar bersungguh-sungguh dan memanfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan seperti aktif dalam kegiatannya.

Contoh 3

Bagi saya kesuksesan seseorang itu tidak dapat diukur dari segi apapun karena kesuksesan itu sangat bersifat kualitatif. Jika menurut saya saat ini saya sudah mencapai kesuksesan, tetapi belum tentu sukses menurut teman-teman atau rekan kerja saya. Kesuksesan hanyalah penilaian yang diberikan oleh orang di sekitar kita terhadap apa yang sudah kita lakukan dan penilaian ini biasanya bersifat subjektif.

Dari sudut pandang saya kesuksesan itu sendiri sangat berkaitan dengan proses dan hasil akhir. Ini saya aplikasikan pada diri saya sendiri. Saya tidak pernah menargetkan agar apa yang saya lakukan dan saya rencanakan tersebut akan menjadi sukses, tetapi saya sangat menghargai proses. Begitu pula dengan hasil akhir, apapun itu hasilnya bagus atau jelek, benar atau salah menurut orang-orang disekitar, tetapi bagi saya proses dalam pengerjaan itu yang membuat kita sadar dimana letak kesalahan ataupun kelebihan kita, sehingga kita lebih termotivasi untuk mencoba lagi.

Sampai saat ini saya belum bisa menilai diri saya sendiri sudah cukup sukses atau belum. Karena menurut saya biarkan orang lain yang menilai saya sudah cukup sukses atau belum. Sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) saya tidak pernah menargetkan diri saya untuk menjadi seorang dokter. Yang ada dalam benak saya saat itu hanyalah belajar dan apapun hasilnya akan saya terima.

Dari SD hingga SMA saya selalu mencari sekolah dengan kemampuan saya sendiri dan puji syukur saya selalu diterima di sekolah favorit di Denpasar dan saya selalu menduduki peringkat tiga besar di dalam kelas. Klimaksnya ketika saya melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, saya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana melalui jalur Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK). Saat itu keluarga saya bangga akan saya karena belum ada satupun dokter dari keluarga kami, baik dari pihak ibu ataupun ayah saya. Disaat itulah orang-orang disekitar saya dan keluarga terdekat saya menganggap bahwa kedua orang tua saya sudah sukses membesarkan saya hingga menjadi seorang mahasiswa kedokteran.

Belum selesai sampai disana, panjangnya masa studi di fakultas kedokteran tidak membuat saya gentar. Kembali saya memegang prinsip diatas, dimana yang diperlukan untuk menjadi seorang dokter selain ilmu, skill atau keterampilan yang tidak kalah penting adalah proses selama menimba ilmu dan berbagai keterampilan selama menjalani pendidikan profesi sebagai dokter muda.

Dari proses pendidikan di fakultas kedokteran ini saya bisa melihat kekurangan dan kelebihan saya dibidang apa. Hingga akhirnya masa studi 6 tahun itu pun saya lewati dan saya berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Saat itu kembali kedua orang tua saya yang mendapat pujian dari teman-teman mereka ataupun keluarga terdekat kami karena dianggap sukses mengantarkan anaknya menjadi dokter pertama di keluarga dan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Ujian sesungguhnya dari seorang dokter itu adalah ketika kita sudah menyelesaikan masa studi. Disini kembali saya dihadapkan pada banyak pilihan. Banyak teman-teman saya yang langsung melanjutkan ke jenjang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) namun tidak dengan saya. Sadar akan kondisi ekonomi keluarga, saya putuskan untuk bekerja terlebih dahulu. Sebenarnya cita-cita terbesar ayah saya adalah ingin melihat anaknya menjadi seorang dokter spesialis, sedangkan keinginan terbesar saya adalah ingin menjadi seorang dosen di almamater saya sendiri. Belum sempat terpenuhi cita-cita ayah saya, Sang Pencipta sudah memanggil beliau terlebih dahulu.

Kembali saya dihadapkan pada situasi sulit yang mengharuskan saya menjadi tulang punggung keluarga. Saat itu saya bekerja di klinik-klinik swasta di daerah Denpasar untuk menafkahi keluarga saya sementara cita-cita saya untuk menjadi dosen saya tunda sementara waktu. Namun seiring berjalannya waktu saya pun bangkit mengingat keinginan terbesar saya dan juga tidak ingin melihat cita-cita ayah saya ikut terkubur. Saya pun bertekad agar terus dapat melanjutkan studi saya hingga ke jenjang tertinggi. Tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar.

Akhirnya saya diterima menjadi salah satu staf dosen di almamater kampus saya di bagian Mikrobiologi Klinik FK Unud. Saya sendiri adalah orang yang senang belajar dan dengan menjadi dosen banyak terbuka kesempatan beasiswa untuk melanjutkan studi S2 ataupun Program Pendidikan Spesialis (PPDS) untuk saya.

Jadi ketika pertanyaan apakah sukses terbesar dalam hidup saya, saya belum bisa menilai diri saya sukses sampai saat ini tetapi saya bangga menjadi anak dari ibu dan almarhum ayah saya yang menurut saya mereka berdua sangat sukses membesarkan dan mengantarkan saya sampai saat ini. Karena menurut saya pribadi mereka berdualah kesuksesan terbesar dalam hidup saya.

Contoh 4

Saya adalah salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta. Saya pernah melakukan penelitian di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian yang pernah saya lakukan mengenai Tinjauan Interior Perpustakaan.

Penelitian saya bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi interior perpustakaan di Perpustakaan Pusat Universitas Negeri Yogyakarta yang meliputi sirkulasi, zoning, perabot, warna, elemen pembentuk ruang, dan tata kondisi ruang perpustakaan. Manfaat yang bisa diambil setelah melakukan penelitian adalah dapat memberikan sumbangan pengetahuan tentang desain interior, khususnya pada interior perpustakaan universitas sehingga dapat mencapai visi dan misi perpustakaan mereka di masa mendatang.

Salah satu daerah yang pernah saya kunjungi adalah Dusun Manggong, Wukirsari, Cangkringan, Yogyakarta Gondang III yang merupakan salah satu daerah yang terkena erupsi Merapi.

Saya dan teman-teman melakukan kegiatan Malam Binaan Takwa (Mabit) di selter tersebut selama hampir dua hari. Kegiatan yang kami lakukan adalah yang pertama ikut merasakan hidup bersama para warga di sekitar selter Gondang III yang terkena erupsi merapi dan melaksanakan agenda Al-Huda. Setelah kami sampai di Gondang III dan sempat berbincang-bincang dengan warga sekitar yang mayoritas perempuan. Semenjak erupsi merapi menimpa warga, bila pagi hari sampai sore hari para lelaki kembali ke rumah masing-masing memeriksa keadaan rumah dan mengecek barang-barang yang kira-kira masih dibutuhkan di selter, barulah para lelaki kembali ke selter bila menjelang malam tiba.

Banyak sekali pengalaman yang bisa kami petik ketika kami singgah di selter tersebut, banyak anak-anak yang harus libur sekolah, makan seadanya, dan pada waktu itu mencari air lumayan susah karena abu vulkanik yang tebal sudah menutupi rumah warga sekaligus sumur warga sehingga mereka kekurangan air bersih. Mereka hanya bisa pasrah dan menunggu bantuan dari para relawan. Tujuan kami datang ke daerah Gondang III adalah untuk ikut merasakan hidup dengan para warga dan menghibur para warga terutama anak-anak dengan mengadakan permainan.

Saya juga pernah melakukan kegiatan KKN di Desa Lungguhrejo, Turi, Sleman. Salah satu tujuan dari KKN adalah memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dalam masyarakat secara langsung. Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan KKN kami bisa berkunjung ke daerah tersebut yang mayoritas penduduknya punya kebun salak. Secara geografis wilayah Lungguhrejo merupakan salah satu wilayah di Kelurahan Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, yang terbagi menjadi dua RT, yaitu RT. 05 dan 06. Wilayah ini berbatasan dengan wilayah batas timur

Salah satu tujuan dari KKN adalah memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatan dałam masyarakat secara langsung. Program kerja yang kami lakukan pada waktu iłu contohnya adalah kerja bakti rutłn dilakukan setiap hari minggu pagi. Kami bekerja sama dengan pemuda Karang Taruna beserta seluruh warga Lungguhrejo melakukan gotong royong dan bersih desa. Sederhana sekaÎi sebenarnya kegłatan kami pada waktu itu, tetapi melihat kerja sama dan kontribusi yang dilakukan bersama-sama menjadi lebih berarti dan menyadarkan kepada saya bahwa hidup ternyata banyak manfaatnya juga, terutama memberi inspirasi bagi saya sendiri dan daerah di sekitar kita.

Saya mempunyai cita-cita menjadi seorang dosen. Seorang dosen dituntut untuk bisa mendidik dan melakukan penelitian. Saya harap saya dapat melanjutkan pendidikan di bidang penelitian guna meningkatkan kemampuan pribadi saya dalam bidang penelitian. Diharapkan ke depannya saya dapat menjadi salah satu pendidik yang dapat memberikan kontribusi dan dapat menyumbangkan ilmu, ide serta gagasan mengenai penelitian terutama dibidang seni dan budaya yang dapat bermanfaat bagi masyarakat ataupun lembaga tempat saya bekerja.

Itulah contoh esai beasiswa sebagai referensi. Csemoga ontoh di atas, bisa membantu untuk mendapatkan beasiswa yang diinginkan. (Eln)

Baca juga: Daftar Beasiswa S2 Luar Negeri 2024 dan Persyaratannya