Konten dari Pengguna

4 Januari Memperingati Hari Braille Sedunia

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kalender. Foto: inewsfoto/Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kalender. Foto: inewsfoto/Shutterstock.

Dalam kalender Gregorian, tanggal 4 Januari adalah hari ke-4. Pada tanggal ini terjadi serangkaian peristiwa penting di dalam negeri. Berikut ini beberapa peristiwa penting di Indonesia dan dunia pada tanggal 4 Januari.

Tanggal 4 Januari Diperingati sebagai Hari Braille Sedunia

Pada tanggal 4 Januari, Hari Braille Sedunia adalah hari internasional untuk mengangkat pentingnya braille sebagai alat komunikasi dalam realisasi penuh hak asasi manusia bagi tunanetra atau tunanetra.

Tanggal ini dipilih oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui pengumuman pada November 2018, ulang tahun Louis Braille, penulisan sistem penulisan ini. Pada tanggal 4 Januari 2019, Hari Braille Sedunia pertama kali diperingati.

Serentetan Peristiwa 4 Januari

  • 1946 - Presiden Soekarno Indonesia beserta rombongan tiba di Yogyakarta dengan kereta api dalam rangka pemindahan ibu kota Republik Indonesia ke Yogyakarta, yang situasinya sudah tidak aman lagi dan telah diduduki oleh Belanda.

Kelahiran Happy Salma

Happy Salma (lahir 4 Januari 1980) adalah seorang aktris Indonesia yang juga berprofesi sebagai aktor teater dan pengusaha perhiasan.

Menurut majalah Malaysia Tatler pada tahun 2020, ia menduduki peringkat sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Asia.

Meninggalnya Abu Hanifah

Prof. Dr. (H.C.) dr. Abu Hanifah Datuak Maharajo Ameh atau yang lebih dikenal dengan Abu Hanifah (6 Januari 1906 – 4 Januari 1980) adalah seorang pejuang kemerdekaan, ahli kesehatan, seniman, dan politisi Indonesia. Abu Hanifah pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950 dalam Kabinet RIS. Selain itu, ia juga pernah ditugaskan sebagai Duta Besar RI untuk Brasil.

Abu Hanifah juga dikenal sebagai seniman. Ia menulis naskah lakon atau drama dan novel. Dalam naskah lakon atau dramanya, Abu Hanifah memakai nama El Hakim. Ia ikut meramaikan dunia teater pada masa-masa pendudukan Jepang bersama adik kandungnya, Usmar Ismail serta temannya Armijn Pane. Beberapa karya sastranya pernah dipentaskan oleh perkumpulan drama Maya, seperti Taufan di Atas Asia pada tahun 1943. Di samping itu, ia juga dikenal sebagai pelukis.