4 Sifat Gereja Katolik dan Maknanya bagi Umat

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sifat Gereja Katolik terdiri dari empat aspek, yakni satu, kudus, katolik (umum), dan apostolik. Keempat sifat tersebut mewakili tanda, karakteristik, dan bagian yang merujuk pada klasifikasi umat beriman Katolik.
Selain itu, sifat Gereja Katolik juga menyatakan pada dunia bahwa Gereja Katolik adalah Gereja Kristus yang sejati. Keempat sifat tersebut telah diuraikan secara jelas dalam Katekusmus Gereja Katolik (KGK).
Mengutip buku Kisah Tujuh Puluh Murid karya Klement Christian (2022), kata Katolik sendiri berasal dari bahasa Yunani “katholou” yang berarti keseluruhan. Kata ini juga bisa berarti “am atau universal” yang merujuk pada ketidakterbatasan.
Dalam Pengakuan Iman Nikea Tahun 325 butir ke-9 disebutkan bahwa: “Aku percaya kepada Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik”. Agar lebih paham tentang sifat Gereja Katolik, simaklah penjelasan lengkapnya berikut ini.
Mengenal 4 Sifat Gereja Katolik
Sifat Gereja Katolik mencerminkan karakteristik gereja yang dilihat dari aspek keimanan dan keagamaannya. Ada 4 sifat yang paling mendasar, yakni satu, kudus, katolik, dan apostolik.
Makna “katolik” di sini bukan merujuk pada nama atau merk suatu Gereja, misalnya Gereja Katolik Roma. Namun, makna katolik tersebut lebih diperuntukkan pada sifat gerejanya.
Masing-masing sifat tersebut memiliki hakikat pemaknaannya sendiri. Dirangkum dari buku Majalah Keuskupan Agung Medan Menjemaat Edisi Mei, berikut penjelasannya:
1. Satu
KGK nomor 811 berbunyi, “Itulah (Gereja Katolik) satu-satunya Gereja Kristus yang dalam syahadat iman kita akui sebagai Gereja yang satu, kudus, katolik, dan apolistik. Keempat sifat ini tidak boleh dipisahkan satu dari yang lain karena melukiskan ciri-ciri hakikat Gereja dan perutusannya.”
Dalam KGK nomor 815 diuraikan komponen kesatuan yang dimaksud dalam butir tersebut. Selain cinta, ada juga ikatan persekutuan lain yang tampak, yaitu:
Pengakuan iman yang satu dan sama, diwariskan oleh para rasul.
Perayaan ibadat bersama, khususnya untuk sakramen-sakramen.
Suksesi apostolik yang disepakati sebagai saudara-saura dalam keluarga Allah menurut sakramen tahbisan.
2. Kudus
Umat Katolik mengimani bahwa Gereja tidak dapat kehilangan kesuciannya. Sebab Kristus, Putra Allah yang bersama Bapa dan Roh, mengatakan bahwa hanya Dialah Kudus yang mengasihi gereja sebagai mempelai-Nya. Gereja adalah umat Allah yang kudus dan anggota-anggotanya pun dinamakan kudus.
3. Katolik
Kata katolik di sini berarti merangkul semua, seluruhnya, dan lengkap. Artinya, Gereja Katolik itu bersifat umum dan universal. Di mana Yesus Kristus ada, maka di situlah ada Gereja Katolik.
Sifat universal tersebut merupakan karunia Tuhan sendiri. Sehingga, Gereja Katolik berusaha merangkum segenap umat manusia beserta segala harta kekayaannya untuk berkumpul di bawah naungan Kristus.
4. Apostolik
Gereja Katolik didirikan oleh para rasul. Ada tiga makna yang mendasarinya, yakni sebagai berikut:
Ia tetap dibangun atas dasar para rasul dan para nabi, atas saksi-saksi yang dipilih dan diutus oleh Kristus sendiri.
Dengan bantuan roh yang tinggal di dalamnya, ia menjaga ajaran, warisann iman, serta pedoman para rasul.
Ia tetap diajarkan, dikuduskan, dan dibimbing oleh para rasul sampai saat kedatangan kembali Kristus.
(MSD)
