Konten dari Pengguna

5 Doa saat Hujan yang Bisa Dilafalkan oleh Umat Muslim

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Doa saat Hujan, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Jacek Dudzinski
zoom-in-whitePerbesar
Doa saat Hujan, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Jacek Dudzinski

Hujan adalah salah satu anugerah dari Allah untuk makhluknya yang ada di bumi. Sebagai umat muslim, ada beberapa doa saat hujan yang dianjurkan untuk dipanjatkan sebagai bentuk syukur kepada Allah sekaligus mencegah terjadinya bencana akibat hujan.

Turunnya hujan dari langit di muka bumi juga menjadi salah satu tanda dari kekuasaan Allah sebagaimana dikutip dari buku Ensiklopedia Al-Quran dan Hadis Per Tema; Bagian 1 Khalik dan Makhluk, Alita Aksara Media, (2021:178). Hal ini menunjukkan bahwa hujan adalah rezeki dan rahmat.

Hujan yang turun ke bumi bisa digunakan untuk berbagai hal, karena air adalah komponen penting dalam kehidupan. Air hujan diturunkan untuk menjadi minuman, menyuburkan tanaman, hingga menggembalakan ternak, serta hal lainnya yang bermanfaat bagi makhluk hidup.

Daftar isi

Pengertian Hujan

Doa saat Hujan, foto hanya ilustrasi: Pexels/Vlad Chețan

Sebelum membahas mengenai doa yang bisa dipanjatkan ketika turun hujan, maka ada baiknya mengetahui pengertian dari hujan terlebih dahulu. Berdasarkan KBBI, hujan memiliki definisi berupa titik-titik air yang berjatuhan dari udara karena proses pendinginan.

Proses terjadinya hujan berasal dari uap air yang telah mengalami kondensasi atau pendinginan udara. Proses kondensasi ini menghasilkan awan yang berasal dari proses penyinaran matahari dan membuat terjadinya proses penguapan.

Awan atau kumpulan uap air yang naik ke atmosfer akan bertambah berat pada kondisi tertentu. Apabila uap air di awan mencapai kondisi jenuh, maka akan terjadi hujan.

Indonesia sebagai negara tropis memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Di kedua musim tersebut, hujan kerap turun, terutama pada musim hujan.

Dikutip dari buku Metode Klasifikasi Iklim di Indonesia, Ariffin, (2019:64), musim hujan umumnya terjadinya di Indonesia pada bulan September, Oktober, dan November. Pada bulan tersebut wilayah Indonesia bagian barat dan daerah lain yang berdekatan dengan ekuator akan memiliki curah hujan yang meningkat.

Selain itu, pada bulan Desember, Januari, dan Februari curah hujan juga akan meningkat di wilayah lainnya di Indonesia. Sementara, di daerah sekitar ekuator akan mengalami curah hujan yang mulai melemah.

Dalam Islam, Allah juga menjelaskan mengenai peristiwa hujan. Disebutkan dalam surat Al-Furqan ayat 50 bahwa hujan merupakan pengaturan Allah dengan dipergilirkannya hujan dari satu daerah ke daerah lainnya, yaitu sebagai berikut:

وَلَقَدْ صَرَّفْنٰهُ بَيْنَهُمْ لِيَذَّكَّرُوْاۖ فَاَبٰىٓ اَكْثَرُ النَّاسِ اِلَّا كُفُوْرً

Wa laqad sharrafnâhu bainahum liyadzdzakkarû fa abâ aktsarun-nâsi illâ kufûrâ.

Arti: “Sungguh, Kami benar-benar telah mempergilirkannya (hujan itu) di antara mereka agar mereka mengambil pelajaran. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mau (bersyukur), bahkan mereka mengingkari (nikmat).” (Dikutip dari quran.nu.or.id)

Melalui ayat tersebut dapat diketahui bahwa hujan bukan sesuatu yang terjadi dengan sendirinya. Tetapi, hujan merupakan peristiwa alam yang diatur oleh Allah dengan kesempurnaan, sehingga kehadiran hujan bisa menjamin keberlangsungan hidup umat manusia.

Allah menurunkan hujan diawali dengan meniupkan angin, sehingga awan mendung dapat bergerak ke satu daerah sebagaimana dikutip dari Buku Islamic Wisdom, Dr. Abdul Ghoni, S. Ag., M. Hum., (2018:135). Awan mendung tersebut merupakan hasil dari penguapan air yang berkumpul.

Menariknya, air yang menguap berasal dari air laut yang asin dan bercampur dengan cairan lain yang memiliki rasa beragam. Namun, air yang jatuh melalui hujan akan berubah menjadi air tawar berkat kekuasaan Allah Swt.

Hal inilah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan Allah dalam kehidupan. Proses terjadinya hujan untuk menghasilkan air di muka bumi menunjukkan kebesaran Allah atas segala hal yang terjadi di dunia.

5 Doa saat Hujan yang Bisa Dibaca Ketika Hujan Turun

Doa saat Hujan, foto hanya ilustrasi: Unsplash/Masjid MABA

Dalam ajaran agama Islam, ada beberapa doa yang bisa dibaca ketika turun hujan. Doa tersebut selain menjadi bentuk syukur kepada Allah, juga sebagai harapan agar hujan tidak membawa bencana dan bisa bermanfaat.

Membaca doa juga bisa menjadi cara untuk mempersiapkan diri saat hujan. Bagi yang ingin mengamalkannya, inilah deretan doa saat hujan yang bisa dilafalkan oleh umat muslim.

1. Doa saat Turun Hujan agar Menambah Keberkahan

Ketika turun hujan, sebagai umat muslim haruslah mensyukurinya karena merupakan bagian dari nikmat Allah. Melalui doa yang dipanjatkan, maka bisa menjadi harapan agar hujan yang turun membawa keberkahan bagi kehidupan. Berikut doa tersebut:

Dikutip dari situs lampung.nu.or.id:

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.

Arti: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

2. Doa saat Hujan Deras agar Tidak Banjir

Tidak hanya berharap hujan yang turun membawa berkah, umat muslim juga bisa berdoa agar hujan tidak menjadi bencana seperti banjir. Ada doa yang bisa dipanjatkan untuk mencegah hujan menjadi banjir, yaitu sebagai berikut:

Dikutip dari situs lampung.nu.or.id:

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.

Arti: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

Doa untuk mencegah hujan menjadi banjir ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang ditulis oleh Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam Kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib. Doa tersebut dibaca oleh Rasulullah saat khutbah Jumat.

Jadi saat khutbah Jumat tengah berlangsung, ada seorang sahabat datang melapor bahwa hujan deras yang terjadi selama 6 hari membuat masyarakat kehilangan harta benda hingga merusak lingkungan. Oleh karena itu, Rasulullah berdoa agar hujan bisa menjadi berkah bagi semesta.

3. Doa ketika Hujan Disertai Petir

Turunnya hujan ke bumi biasanya disertai dengan kilat dan petir. Apabila terjadi hal tersebut, maka terdapat doa yang bisa dipanjatkan sebagai bentuk meminta perlindungan kepada Allah Swt. Adapun doanya adalah sebagai berikut:

Dikutip dari situs baznasjabar.org:

اللَّهُمَّ لاَ تَقْتُلْنَا بِغَضَبِكَ وَلاَ تُهْلِكْنَا بِعَذَابِكَ وَعَافِنَا قَبْلَ ذَلِكَ

Allahumma la taqtulna bi-ghadobika, wa-la tuhlikna bi-’adhabika, wa-’afina qabla dhalik.

Arti: “Ya Allah, jangan bunuh kami dengan murka-Mu, dan jangan hancurkan kami dengan hukuman-Mu, dan maafkan kami sebelum itu.” (H.R. At-Tirmizi)

4. Doa ketika Awan Mendung

Tidak hanya ada doa yang bisa dipanjatkan ketika hujan sudah turun, ada juga doa yang bisa dibacakan oleh umat muslim ketika awan mendung mulai terlihat. Doa ini dipanjatkan oleh Rasulullah Saw. ketika melihat awan mendung.

Tujuan dipanjatkannya doa ini adalah untuk memohon agar awan yang membawa hujan tidak menyebabkan bencana mau pun azab bagi umat manusia, tetapi membawa rahmat dan berkah. Berikut doanya:

Dikutip dari situs lampung.nu.or.id:

اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ

Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin.

Arti: “Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab.”

5. Doa saat Hujan Reda

Setelah hujan yang turun mereda, ada juga doa yang bisa dibacakan. Doa setelah hujan reda ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah Swt. atas rahmat yang telah diturunkan melalui hujan. Doanya adalah sebagai berikut:

Dikutip dari situs baznasjabar.org:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللـهِ ورَحْمَتِهِ

Muthirnaa bifadhlillahi wa rahmatihi.

Arti: “Diturunkan kepada kami hujan berkat anugerah Allah dan rahmat-Nya.“ (HR Bukhari)

Berbagai doa mengenai hujan tersebut memang tidak wajib untuk dibacakan ketika hujan turun. Namun, ada baiknya untuk dilafalkan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus meminta perlindungan kepada Allah Swt.

Selain membaca doa-doa tersebut, ketika hujan turun umat muslim juga bisa memanjatkan doa untuk segala harapan dan keinginan. Hujan disebut sebagai waktu yang mustajab untuk memanjatkan doa. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Saw, yang berbunyi,

“Ada dua hal yang tidak akan ditolak, yakni doa saat azan berkumandang dan diguyur hujan.” (HR. Hakim, Baihaqi, dan Abu Dawud) sebagaimana dikutip dari buku Rahasia Agar Doa Selalu Dikabulkan Allah, Fahruddin Ghozy, (2018:220).

Oleh karena itu, saat hujan turun orang-orang bisa meminta keinginan dan harapannya melalui doa. Sebab, orang yang berdoa ketika hujan turun, maka doanya akan dikabulkan oleh Allah Swt.

Baca juga: Bacaan Doa Ketika Gempa Bumi dalam Islam

Itu dia beberapa doa saat hujan yang bisa dipanjatkan oleh umat muslim. Dengan memanjatkan doa ketika hujan turun, maka hujan bisa membawa keberkahan kepada kehidupan dan selalu diberi perlindungan oleh Allah Swt. (PRI)