5 Kumpulan Teks Ceramah Menyentuh Hati tentang Ramadan

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pada bulan suci Ramadan, hampir seluruh masjid dan musala beramai-ramai mengadakan kegiatan keagamaan, yaitu ceramah. Tujuannya untuk menyampaikan ajaran Islam yang penuh makna. Maka itu, para penceramah akan menyiapkan dengan matang materi teks ceramah menyentuh hati untuk pendengarnya.
Menurut buku Merenung Sampai Mati karangan Prie G.S, ceramah bisa menjadi media dakwah yang tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, materi ceramah sering dijadikan sebagai siraman rohani bagi beberapa orang. Supaya bisa menyampaikan ceramah yang bermakna, simak kumpulan teks ceramah di bawah ini.
Kumpulan Teks Ceramah Menyentuh Hati
Ceramah yang disampaikan di bulan Ramadan ini bisa bertemakan tentang apa pun, seperti keluarga, menjadi pribadi yang baik, berbakti kepada orang tua, dan masih banyak lagi yang lainnya. Berikut contoh teks ceramah menyentuh hati tentang berbagai macam tema.
1. Keutamaan puasa Ramadan
Alhamdulillah, segala puji hanya untuk-Nya penguasa alam semesta dan karunia-Nya yang tak terhingga.
Selawat dan salam teruntuk junjungan mulia, Muhammad SAW, semoga kita dapat terus mengikuti sunahnya. Tak terasa, hari ini kita sudah berada di masa bulan kemuliaan. Bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih utama dari 1000 bulan. Inilah saat salah satu ibadah yang teragung, yaitu puasa yang wajib untuk dikerjakan.
Kita meyakini dengan sepenuh hati bahwa bulan Ramadan adalah bulan penuh keberkahan. Di bulan nan indah ini kita diperintahkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Ibadah puasa spesial karena ia benar-benar jalur langsung antara seorang hamba dengan Rabb-Nya. Ibadah ini langsung dinilai oleh Allah Sang Maha Kuasa.
Rasulullah SAW meriwayatkan firman Allah SAW dalam hadis Qudsi yang artinya, “Setiap amal manusia adalah untuknya kecuali puasa, sesungguhnya (puasa) itu untuk-Ku, dan Aku yang akan membalasnya.” (HR Ahmad dan Muslim)
Pada kesempatan ini izinkan saya untuk memaparkan ulang keutamaan puasa yang dihimpun dari berbagai sumber, yaitu:
Puasa sebagai penghapus dosa-dosa.
Puasa adalah perisai (penghalang).
Demikianlah, dua dari banyak keutamaan puasa ini semoga menjadi motivasi bagi kita untuk menjalankan puasa sebaik-baiknya.
Allahumma a'inni ‘ala dzikrika wasyukrika wahusni ibadatika. Aamiin ya robbal alamin.
2. Membangun keluarga Islami
Keluarga yang islami, sebuah kata yang indah diucapkan tapi sulit dipraktikkan. Bila kita cermati keluarga-keluarga di tengah masyarakat Islam, kita akan menemukan berbagai tipe keluarga.
Di dalam agama Islam, keluarga yang harus tumbuh di tengah masyarakat muslim, mukmin, adalah tipe rumah tangga yang mencerminkan masjid dan indah.
Kalau kita di masjid, adakah yang menentang imam? Jika imamnya takbir, apakah ada makmum yang menolak bertakbir. Imam salah sedikit, diingatkan, dan imamnya juga mau diingatkan. Begitu indah. Maka, kalau iman yang mewarnai sebuah keluarga, sangat indah sekali.
Ada percekcokan sedikit, dia melakukan yang pertama, ta’aruf: mengetahui, mengenali masalahnya, lalu saling memaafkan. Jika tidak bisa diselesaikan seketika, tafahum, antara keduanya saling memahami, apa sebenarnya pangkal masalahnya. Jika pangkal masalahnya sudah ditemukan, lalu dihadapi sama-sama, diselesaikan sama-sama, tafahum.
Tentu saja kita ingin rumah tangga kita semua adalah rumah tangga masjid. Kelanjutan dari tipe masjid ini adalah mendirikan salat, kemudian menyambung tali silaturahmi dengan keluarga dan seterusnya yang disimbolkan dengan zakat, dan kemudian terakhir, ia harus memiliki rasa takut kepada Allah SWT.
3. Menghargai kaum wanita
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dunia merupakan hiasan dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita yang salihah. Suatu masyarakat atau bangsa dapat dikatakan luhur dan terhormat apabila kaum wanita yang ada di dalamnya baik lagi mulia. Akan tetapi, suatu masyarakat atau bangsa akan jatuh martabatnya dan turun derajatnya apabila kaum wanitanya tidak dihargai lagi dan rusak moralnya.
Dewasa ini, kedudukan kaum wanita di tengah-tengah masyarakat kita tampak semakin merosot martabatnya dan rusak akhlaknya. Mereka direndahkan derajatnya dan dilecehkan kehormatannya, bahkan ada pula yang dinodai kesuciannya. Hal tersebut dapat kita saksikan dalam kehidupan kita sehari-hari mengenai pelecehan dan kejahatan seksual pada wanita.
Dalam agama Islam, seorang wanita dibimbing untuk berhati-hati dalam bergaul dan sopan dalam berbusana. Ya, wanita diajarkan untuk menjaga kehormatannya, pandangan, dan pakaiannya. Dengan demikian, insyaAllah wanita terbebas dari berbagai pelecehan dan kesadisan seksual. Dalam hal menjaga kehormatan ini Allah SWT berfirman,
“Katakanlah kepada kaum lelaki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada kaum wanita beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (bisa) tampak dahinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung (jilbab) ke dadanya…” (an-Nur: 30-31)
4. Menyiapkan diri untuk kematian
Assalamualaikum, wr.wb.
Seperti yang kita tahu, kematian merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Setiap makhluk hidup yang bernyawa pasti akan mengalami kematian yang entah kapan hal tersebut akan terjadi. Meskipun tahu bahwa setiap makhluk akan mati, akan tetapi masih banyak orang yang menjalani hidup seakan-akan mereka tidak akan mati. Artinya, mereka menjalani hidup tanpa menyiapkan bekal sebaik mungkin untuk kehidupan di akhirat nanti.
Oleh karena itu, materi ceramah yang dapat Anda angkat untuk bulan Ramadan ini yaitu tentang pentingnya menyiapkan diri untuk kematian. Dengan begitu, harapannya adalah setiap jamaah yang mendengarkan ceramah tersebut dapat lebih sungguh-sungguh dalam mengingat kematian dan mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal ibadah.
5. Lailatul Qadar
Teman-teman,
Ada yang tahu Lailatul Qadar? Sejarahnya, Nabi Muhammad SAW mendapatkan surat pertama Al Isra yang kemudian dibukukan dalam Alquran yakni pada Lailatul Qadar.
Nabi Muhammad SAW saat itu berada di Gua Hira dan tiba-tiba Jibril datang dengan berkata "Iqra" yang artinya "membaca".
Innaa andzalnaahu fii lailatil qodr
Yang artinya: “Sesungguhnya kami menurunkannya (al-qur’an) pada malam lailatul qadar.” (qs. Al-qadr:1).
Nabi Muhammad SAW diperintahkan membaca oleh Allah SAW dan kemudian pesan-pesan Allah SWT dibukukan menjadi Al Quran. Jadi tuntunan membaca Alquran adalah langsung dari Allah SWT.
Perlu dicatat, Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Alquran dan lebih baik dari seribu malam. Seperti apa riwayat hadis Ibnu Majah:
Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa yang terhalang darinya, maka sungguh telah terhalangi kebaikan seluruhnya.” (HR. Ibnu Majah, Ahmad).
Dari hadis tersebut, teman-teman perlu menambah pahala di malam Lailatul Qadar dengan membaca Alquran, bukan malah pesan dari mantan.
Teman-teman bisa melakukan itikaf atau berdiam diri di dalam masjid, menegakkan sholat di sepertiga malam, memperbanyak zikir serta memperbanyak istighfar dan sholawat nabi.
Lantas, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan sejumlah amalan di atas? Sejumlah ulama bersepakat, tak ada yang tahu pasti kapan malam Lailatul Qadar terjadi.
Meski demikian, tegakkanlah semua amalan di atas pada 10 hari akhir Ramadan. Atau, pada tiap malam di bulan Ramadan.
(JA)
