Konten dari Pengguna

5 Strategi Pembelajaran PAUD yang Efektif dan Menyenangkan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi strategi pembelajaran PAUD. Sumber: Pexels/Yan Krukau
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi strategi pembelajaran PAUD. Sumber: Pexels/Yan Krukau

Pendidikan anak usia dini (PAUD) diyakini merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter, kognisi, dan keterampilan sosial anak sejak dini. Oleh karenanya, strategi pembelajaran PAUD harus dirancang dengan efektif agar anak bisa belajar secara optimal sesuai perkembangannya.

Dikutip dalam Buku Ajar Pengembangan Kurikulum PAI oleh Prof. Dr. Akrim, M.Pd. (2024:180-181), strategi pembelajaran adalah cara sistematis yang dipilih dan digunakan tenaga pendidik untuk menyampaikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan tenaga pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.

Mengetahui Strategi Pembelajaran PAUD yang Efektif dan Menyenangkan

Ilustrasi strategi pembelajaran PAUD. Sumber: Pexels/Allan Mas

Mendidik anak usia dini memang bukan perkara mudah, karena apa yang diberikan bisa berpengaruh terhadap minat belajar dan perkembangan anak ke depannya. Sehingga memilih dan menerapkan strategi pembelajaran PAUD yang tepat sangatlah penting.

Dari banyaknya macam strategi yang ada, strategi pembelajaran di jenjang PAUD yang efektif dan menyenangkan berpusat pada aktivitas bermain, pengalaman langsung anak, dan melibatkan penggunaan media. Adapun strategi yang bisa digunakan sebagai berikut.

1. BCCT (Beyond Centers and Circle Time)

Strategi BCCT merupakan suatu strategi yang memadukan antara teori dan pengalaman praktik. Model BCCT ini menggunakan tiga jenis main yaitu:

  • Main sensorimotor atau fungsional: Anak main dengan benda untuk membangun persepsi.

  • Main peran: Anak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yang sudah dimilikinya.

  • Main pembangunan: Anak bermain dengan benda untuk mewujudkan ide atau gagasan yang dibangun dalam pikirannya menjadi sesuatu bentuk nyata.

2. Strategi Pembelajaran Langsung

Melalui strategi ini, materi pembelajaran disajikan langsung pada anak dan kemudian anak langsung mengolahnya. Misalnya bermain balok, puzzle, melukis dan lain-lain. Dari strategi ini diharapkan anak bekerja secara menyeluruh dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

3. Strategi Pengulangan Cerita Aktif

Bercerita yang dimaksud yaitu menceritakan atau membacakan cerita yang mengandung nilai-nilai pendidikan. Melalui cerita ini daya imajinasi anak bisa ditingkatkan. Guru bisa bercerita disertai gambar maupun dalam bentuk lainnya seperti panggung boneka.

Bagi jenjang PAUD, sebaiknya guru memberikan cerita yang menarik dan bisa membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan memberikan tanggapan setelah cerita selesai. Sehingga pengalaman belajar menjadi lebih efektif, partisipatif, dan menyenangkan.

4. Strategi Lempar Bola (Throwing Ball)

Strategi lempar bola menekankan anak untuk belajar mengembangkan beberapa hal yaitu:

  • Aspek motorik melalui kegiatan melempar dan menerima bola.

  • Aspek intelektual dengan mengingat dan mencatat skor hasil yang diperolehnya.

  • Aspek sosial yaitu anak bersama guru dan kawan-kawannya berinteraksi dengan bebas dan menyenangkan.

  • Aspek pengembangan emosional: Guru atau orangtua memberikan reward kepada seluruh anak dengan adil sesuai skor yang diperolehnya.

5. Strategi Pembelajaran Praktis

Strategi pembelajaran praktis dalam jenjang PAUD merupakan pendekatan atau rencana keseluruhan yang digunakan pendidik untuk membantu anak mencapai tujuan pembelajaran. Strategi ini menekankan kegiatan bermain, bernyanyi, dan berkegiatan.

Strategi pembelajaran praktis dipakai untuk mengasah kecerdasan, emosi, dan keterampilan fisik anak secara ceria, tanpa beban. Strategi ini mencakup penggunaan berbagai metode pembelajaran yang dirancang menarik dan relevan dengan perkembangan anak usia dini.

Pada usia dini, suasana proses belajar harus dibuat menyenangkan. Penerapan strategi pembelajaran PAUD di atas akan membantu pendidik dalam mendorong anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, aktif, dan penuh rasa ingin tahu. (MRZ)

Baca juga: Mengapa Asesmen Menjadi Dasar Penting dalam Proses Pembelajaran PAUD?