50 Contoh Kalimat Efektif, Ciri-Ciri, dan Syarat Penulisannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh kalimat efektif dapat ditemukan di berbagai teks, buku, surat kabar, maupun media lainnya. Kalimat efektif adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, dan lengkap sehingga dapat menyampaikan informasi secara tepat.
Dalam bahasa Indonesia, kalimat efektif dikategorikan sebagai kalimat yang baik. Apa yang dipikirkan pembaca maupun dipahami pendengar sama dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penutur atau penulis.
Agar lebih paham, simaklah berbagai contoh kalimat efektif di bawah ini. Selain itu, artikel ini juga akan mengungkap ciri-ciri dan syarat penulisan kalimat efektif yang perlu dipahami.
Contoh Kalimat Efektif
Dihimpun dari buku Pokok-Pokok Bahasa Indonesia yang disusun oleh Dewi Suprihatin, Terampil Menulis Paragraf oleh Asul Wiyanto, dan beberapa sumber lainnya, berikut contoh kalimat efektif yang dapat ditemukan dalam suatu teks.
Produk hortikultura ini sulit ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Pandai bergaul, berbicara, dan membujuk orang adalah modal utama pemasar produk.
Pimpinan memperingatkan karyawan agar rajin bekerja
Manusia adalah makhluk yang berakal budi
Karena sudah belajar dengan cermat, mahasiswa itu dapat menjawab tes dengan mudah.
Sebagaimana telah ditetapkan, pekerjaan itu biasanya dilakukan dua kali seminggu.
Kakak menolong anak itu dengan membawanya ke pinggir jalan
Untuk menghemat waktu, mari kita lanjutkan acara ini.
Nuryana membelikan Raka baju olahraga.
Seluruh siswa dikenakan peraturan yang sama.
Seluruh mahasiswa dikenakan peraturan yang sama.
Walaupun mengalami kesulitan ekonomi, rakyat tetap bertahan hidup.
Kegiatan itu diadakan di sekolah.
Tugas peneliti adalah menganalisis dan menyajikan hasil analisis data.
Setelah ibadah sholat Jumat, anak-anak melaksanakan kegiatan ekstra wajib pramuka.
Buku itu sudah saya baca.
Dia bukan tukang parkir, melainkan satpam.
Mereka tidak menulis, tetai melukis.
Semua mahasiswa perguruan tinggi ini harus membayar uang kuliah
Korban tewas akibat badai di Alabama, Amerika Serikat, menembus 128 orang.
Tampaknya, simpulan seminar itu bagi dia tidak jelas
Kami datang agak terlambat, sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.
Rapat tadi dihadiri oleh pemimpin dan para stafnya.
Kepala sekolah mengimbau agar para murid giat belajar.
Dia berhasil terhindar dari kecelakaan itu.
Karya tulis ini mengemukakan tentang bank yang mempunyai andil bagi masyarakat.
Saya sedang membuat nasi goreng.
Anak itu adalah anak seorang pegawai bank.
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah telanjur meninggalkan rasa kemanusiaannya.
Menurut ahli bedah, cukup sulit untuk menentukan diagnosis jika keluhan hanya berupa sakit perut.
Jakarta adalah ibukota dari negara Indonesia.
Meskipun masih subuh, ibu sudah mulai masak di dapur.
Teman kelas Rana tidak menduga bahwa Rana akan menjadi juara kelas.
Saya ingin jadi polisi suatu hari nanti.
Saya suka belajar matematika.
Saya bermain musik dengan piano.
Adik saya akan masuk ke sekolah dasar bulan depan.
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Saudaranyalah yang harus bertanggungjawab.
Anak itu tidak malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Karena tidak diundang, dia tidak datang ke acara itu.
Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.
Sejak pagi dia termenung di kursi
Jakarta memiliki pusat perdagangan terbesar di Asean.
Petani bekerja di sawah
Mereka mendiskusikan keselamatan kerja
Meskipun sudah kaya raya, ia tetap bekerja keras.
Saya sudah membaca buku itu.
Ia mengamati data, menulis laporan, dan menyerahkan laporan itu kepada dosen.
Pekerjaan itu sesuai dengan minat orang tersebut.
Ciri-Ciri Kalimat Efektif
Dari beberapa contoh kalimat efektif di atas, dapat diambil beberapa ciri-ciri kalimat efektif. Mengutip buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 7 oleh Heriyanto, ciri-ciri penulisan kalimat efektif yaitu:
Menggunakan diksi atau pemilihan kata yang tepat.
Mempunyai unsur pokok yang harus dimuat dalam kalimat minimal memiliki subjek dan predikat.
Penulisan kalimat sesuai dengan kaidah kebahasaan yang tercantum dalam PUEBI.
Terdapat penekanan ide pokok kalimat.
Tidak mengandung subjek ganda.
Kalimat efektif lebih mengacu penghematan penggunaan kata.
Memakai kesejajaran bentuk bahasan.
Memiliki variasi struktur kalimat.
Memiliki kesetaraan antara struktur bahasa dan jalan pikir yang logis dan sistematis.
Adanya koherensi yang baik.
Memperhatikan paralelisme kalimat.
Baca Juga: 10 Contoh Kalimat Tanya dan Jawabannya dalam Bahasa Indonesia
Syarat Menulis Kalimat Efektif
Menyadur buku Bahasa Indoensia Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi karya Widjono HS,ada beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam menulis kalimat efektif, yaitu:
1. Kesatuan
Kesatuan artinya sebuah informasi yang ditulis atau disampaikan dalam kalimat efektif tidak terpecah-pecah. Kesatuan kalimat ditandai dengan adanya kesepadanan struktur dan makna kalimat, misalnya:
Kami saling memaafkan.
Kuda makan rumput di lapangan.
2. Kesejajaran atau Kesepadanan
Kesejajaran dalam kalimat efektif artinya kalimat tersebut terdapat unsur gramatikal secara utuh, meliputi subjek, predikat, objek, dan juga keterangan kalimat.
Selain itu, dalam kalimat efektif yang sejajar tidak ada subjek ganda. Sebab, hal itu akan memunculkan kalimat yang tidak fokus. Contoh kalimat yang sepadan dan benar, yaitu:
Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa Melayu.
Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting.
3. Keparalelan
Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam suatu kalimat. Artinya, jika bentuk pertama menggunakan nomina, maka bentuk kedua dan seterusnya harus menggunakan nomina.
Jika bentuk pertama menggunakan verba, maka bentuk kedua juga harus menggunakan verba. Contoh kalimat efektif yang memiliki sifat keparalelan, yaitu:
Namanya ditulis dengan jelas di kertas segel atau dicantumkan di kertas khusus.
Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.
4. Ketegasan
Ketegasan dalam kalimat efektif artinya ada penekanan atau penonjolan ide kalimat. Menyadur buku Pokok-Pokok Bahasa Indonesia yang disusun oleh Dewi Suprihatin, ada beberapa cara untuk membentuk penekanan dalam kalimat, yaitu:
Meletakkan kata yang ditonjolkan di depan kalimat atau awal kalimat.
Membuat urutan kata yang bertahap.
Melakukan pengulangan kata atau repitisi.
Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
Menggunakan partikel penekanan atau penegasan seperti kata ‘lah’.
5. Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu. Akan tetapi, tidak harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan suatu kalimat. Menulis kalimat efektif yang hemat dapat dilakukan dengan cara berikut ini:
a. Menghilangkan Pengulangan subjek
Misalnya kalimat, “Karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu” adalah kalimat yang tidak hemat.
Untuk menjadi kalimat yang efektif, hilangkan kata "dia" menjadi, “Karena tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.”
b. Menghilangkan pemakaian superordinate dan hiponimi kata
Misalnya, kata merah sudah mencakup kata warna. Jadi saat membuat kalimat menggunakan kata merah tak perlu menambahkan kata warna. Contohnya, “Ia menggunakan baju merah” bukan "Ia menggunakan baju warna merah."
c. Menghilangkan Sinonim dalam Suatu Kalimat
Misalnya, kata "naik" bersinonim dengan kata "ke atas", kata "turun" bersinonim dengan kata "ke bawah", kata "hanya" bersinonim dengan kata "saja", dan kata "sejak" bersinonim dengan kata "dari". Gunakan salah satu dari kata tersebut dalam satu kalimat.
Misalnya, “Sejak dari pagi dia hanya duduk termenung,” merupakan kalimat yang tidak efektif. Maka, perbaikannya adalah “Sejak pagi dia hanya termenung.”
d. Tidak menjamakkan kata baku yang sudah memiliki arti jamak
Misalnya kata "tamu" dan "hadirin" merupakan kata dengan arti jamak. Tetapi, masih sering ditemukan frasa dalam suatu teks menjadi "Para tamu-tamu" dan “Para hadirin”. Penulisan yang benar adalah "Para tamu" dan "Hadirin."
6. Kecermatan
Kecermatan maksudnya menggunakan kata-kata yang tepat dan tidak menimbulkan arti ganda atau ambigu. Kecermatan kalimat berkaitan dengan ketepatan bentuk kata, pemakaian kata berimbuhan, dan tanda baca.
Kalimat “Manusia ialah makhluk yang berakal budi." adalah kalimat yang tidak efektif. Sebab kata "ialah" bukan definisi formal dan harus disertai dengan sinonim. Penulisan yang benar adalah "manusia adalah makhluk yang berakal budi."
7. Kesantunan
Kesantunan artinya kalimat yang ditulis atau disampaikan harus mengandung suasana baik dan harmonis. Kalimat efektif yang santun ditandai dengan ciri-ciri singkat, jelas, lugas, dan tidak berbeliit-belit.
Contohnya perhatikan kalimat berikut, “Sebagaimana telah ditetapkan, pekerjaan itu biasanya dikerjakan dua kali seminggu.” Kalimat tersebut tidak santun, karena berbelit-belit dan tidak singkat.
Agar menjadi lebih efektif dapat ditulis, "Sebagaimana telah ditetapkan, pekerjaan itu biasanya dilakukan dua kali seminggu.”
(IPT)
