Konten dari Pengguna

50 Contoh Kalimat Konjungsi Pengecualian beserta Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Kalimat Konjungsi Pengecualian. Unsplash/Unseen Studio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Kalimat Konjungsi Pengecualian. Unsplash/Unseen Studio

Dalam bahasa Indonesia untuk menghubungkan antar kalimat menjadi lebih berkesinambungan dan serasi dapat menggunakan kata hubung yang disebut dengan konjungsi.

Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai penjelasan konjungsi dan beberapa contoh kalimat konjungsi pengecualian.

Konjungsi pengecualian masuk ke dalam jenis konjungsi yang digunakan untuk mengungkapkan perbedaan informasi yang sudah disampaikan sebelumnya dalam sebuah kalimat.

Daftar isi

Pengertian Konjungsi dalam Bahasa Indonesia

Ilustrasi Contoh Kalimat Konjungsi Pengecualian, Foto: Unsplash/Nick Morrison

Pengertian konjungsi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring di kbbi.kemdikbud.go.id adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa dan antarkalimat, sedangkan dikutip dari it.telkomuniversity.ac.id konjungsi berdasarkan ahli linguistik adalah sebagai kata-kata yang menghubungkan satuan sintaksis dari satu kata dengan lainnya.

Jadi dapat disimpulkan konjungsi merupakan kata hubung untuk menyatakan suatu unsur satu dengan yang lainnya baik setara maupun tidak.

Konjungsi tidak memiliki arti leksikal melainkan hanya memiliki arti gramatikal. Artinya konjungsi adalah arti kata yang dikatakan atau dirangkai dalam frasa sesuai dengan konteksnya.

Macam-Macam Konjungsi

Ilustrasi Contoh Kalimat Konjungsi Pengecualian. Unsplash/Aaron Burden

Dikutip dari buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII, Idda Ayu Kusrini (2007:110), konjungsi terdiri dari beberapa macam, yaitu:

1. Konjungsi Aditif

Konjungsi aditif merupakan konjungsi koordinatif yaitu konjungsi yang menggabungkan dua kata, frasa, klausa atau kalimat yang berstatus sama. Contohnya: dan, lagi, serta, lagipula.

Contoh dalam kalimat: Bagaskara mencoba naik sepeda lagi, meski ia gagal berulang kali.

2. Konjungsi Disjungtif

Konjungsi disjungtif merupakan konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua unsur yang sama dengan memilih salah satu dari dua hal atau lebih. Contohnya atau, atau….atau, baik….maupun, baik…baik, dan entah…entah.

Contoh dalam kalimat: Tiap pekan pertama di awal bulan, seluruh warga baik tua maupun muda, berkumpul untuk kerja bakti.

3. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal menjelaskan hubungan waktu antara dua hal atau peristiwa yang tidak sama. Contohnya apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, waktu, sambil, seraya, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, setelah, sesudah, dan tatkala.

Contoh dalam kalimat: Banjir bandang menghantam kampung itu tatkala hujan tak kunjung mereda.

4. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan adalah konjungsi koordinatif yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sama dengan mempertentangkan kedua bagian tersebut. Contohnya tetapi, melainkan, sebaliknya, dan namun.

Contoh dalam kalimat: Aku selalu berbuat baik padamu, tapi kamu selalu mengabaikannya.

5. Konjungsi Pembenaran

Konjungsi pembenaran adalah konjungsi yang menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan atau mengakui satu hal dan menolak hal lain yang ditandai konjungsi tersebut. Contohnya meskipun, walaupun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.

Contoh dalam kalimat: Hari ini saya tetap masuk sekolah kendatipun cuaca sangat panas.

6. Konjungsi Pembatasan

Konjungsi pembatasan menjelaskan batas suatu hal atau perbuatan yang dapat dikerjakan. Biasanya ditemui dalam kalimat yang mempunyai klausa tak terikat yang bergantung pada klausa utama. Contohnya: kecuali, selain, asal.

Contoh dalam kalimat: Aku dan keluargaku sudah mengunjungi seluruh tempat di Pulau Jawa, kecuali Madura dan Purwokerto.

7. Konjungsi Sebab

Konjungsi sebab menjelaskan pertistiwa terjadi karena sebab tertentu. Contohnya: sebab atau karena.

Contoh dalam kalimat: Agam sangat bahagia ketika memakan kue tar, sebab itu ia terlihat sangat lahap.

8. Konjungsi Akibat

Konjungsi akibat menjelaskan peristiwa terjadi akibat suatu hal yang lain. Contohnya: sehingga, sampai, dan akibatnya.

Contoh dalam kalimat: Adine terlalu malas belajar, akibatnya ia tak lulus ujian.

9. Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal tersebut. Contohnya: sebagai, sebagaimana, seperti, bagai, bagaikan, dan seakan-akan.

Contoh dalam kalimat: Lampu itu terang, bagaikan bulan di malam hari.

10. Konjungsi Tujuan

Konjungsi tujuan adalah konjungsi yang menyatakan tujuan dilakukannya tindakan pada klausa pertama. Contohnya: agar, supaya, guna, dan untuk.

Contoh dalam kalimat: Dita berangkat pagi supaya tidak terkena macet di jalan.

11. Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat adalah konjungsi yang dipakai untuk menjelaskan suatu hal yang terjadi, jika sebuah atau beberapa syarat terpenuhi. Contohnya: manakala, asalkan, kalau, jika, andai kata, asal, dan andai.

Contoh dalam kalimat: Kalau ingin pergi, selesaikan dulu pekerjaan rumahmu!

12. Konjungsi Penegas

Konjungsi penegas adalah konjungsi yang menegaskan atau menguatkan. Contohnya: bahkan, apalagi, lagipula, hanya, itupun, begitu juga dan demikian pula.

Contoh dalam kalimat: Ayah sangat menyukai tanaman hias, apalagi anturium.

13. Konjungsi Penjelas

Konjungsi penjelas adalah konjungsi koordinatif yang menjelaskan. Klausa kedua berlaku sebagai penjelas keadaan, peristiwa ataupun hal pada klausa pertama. Contohnya: bahwa.

Contoh dalam kalimat: Yogi mengatakan bahwa ia sangat menyesali perbuatannya

14. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa dan klausa yang kedua katanya adalah subjek. Contohnya: baik..maupun; tidak hanya…tetapi; jangankan…, …pun; bukan hanya…melainkan; entah…entah.

Contoh dalam kalimat: Baik bersama ibu, maupun bersama ayah pergi ke taman bermain tetap terasa menyenangkan.

15. Konjungsi Situasi

Konjungsi pertentangan adalah konjungsi yang berfungsi untuk menjelaskan suatu perbuatan yang terjadi dalam waktu tertentu. Contohnya: sedang, sedangkan, sambil, padahal.

Contoh dalam kalimat: Cilla tetap ke rumah nenek padahal kakinya masih sakit.

16. Konjungsi Pengantar Kalimat

Konjungsi pengantar kalimat fungsinya memulai suatu kalimat atau merangkaikan kalimat tersebut dengan kalimat sebelumnya. Contohnya: akan, bahwasanya, adapun, syahdan, hatta, dan arkian.

Contoh dalam kalimat: Sebelum Damar berangkat, dia mengatakan bahwasanya dia akan pulang lebih cepat.

Contoh Kalimat Konjungsi Pengecualian

Berikut adalah beberapa contoh kalimat konjungsi pengecualian yang merupakan bagian dari konjungsi pembatasan: kecuali, selain, asal.

  1. Rasulullah bersabda “Semua penyakit ada obatnya kecuali penyakit tua.”

  2. Tiada lain jalan untuk menebus kekhilafannya itu kecuali suatu janji dalam hati.

  3. Dan kalian tidak akan beriman (dengan sempurna) kecuali kalian saling mencintai.

  4. Begitu hal ini diumumkan, para pa­ngeran lain menerimanya, kecuali dua orang pangeran.

  5. Pemeriksaan kadar Hb lanjutan tidak dilakukan kecuali kalau ibu dirujuk ke rumah sakit.

  6. Semua orang akan berangkat ke Surabaya kecuali saya yang tetap tinggal di kantor.

  7. Semua rumah sudah diberi cat warna putih kecuali rumah saya masih menggunakan warna pink.

  8. Seluruh jalanan kota akan ramai kecuali salah satu rute yang ada di desa ini.

  9. Semua pohon mahoni akan ditebang, kecuali pohon mahoni yang ada di belakang rumah saya.

  10. Kami melihat banyak bunga yang berjatuhan kecuali pohon bunga di pojok sana masih mekar dan indah.

  11. Saya melihat semua tanaman rumput disini mati kecuali rumput teki.

  12. Semua pohon ditebang untuk diambil pohon kayunya dan rantingnya kecuali pohon Meranti induk untuk dikembangbiakkan selanjutnya.

  13. Kami mampu menghafal nama-nama guru di sekolah kami kecuali nama guru yang menggunakan bahasa Arab.

  14. Kami bisa berbicara semua jenis bahasa daerah kecuali bahasa daerah Aceh.

  15. Saya melihat kucing itu memakan semua makanan kecuali sayur dan buah.

  16. Anda boleh jajan semua makanan kecuali makanan pedas.

  17. Semua peserta lomba menarik tali dengan kuat kecuali Fadlan yang tetap diam mematung melihat semuanya bermain.

  18. Dan aku berharap semoga anakku tidak memberi syafa’atnya kecuali terhadapku terlebih dahulu

  19. Semua bagian sudut rumah sudah dicat dengan warna putih kecuali kamar tidur saya yang masih berwarna merah muda.

  20. Saya sudah mencoba semua motor Honda kecuali motor merk Revo.

  21. Dian sudah pernah pergi ke seluruh kota yang ada di Jawa kecuali Kota Malang.

  22. Saya pernah mengunjungi semua daerah di Kalimantan kecuali Palangkaraya.

  23. Kami akan berupaya menanam tanaman jagung dengan berbagai macam jenis kecuali jagung hibrida.

  24. Saya suka semua jenis buah, kecuali durian.

  25. Saya menyukai semua materi pelajaran IPA kecuali materi pelajaran Biologi.

  26. Semua materi pelajaran Biologi menyenangkan kecuali materi pelajaran Planologi.

  27. Saya menghafal nama-nama tokoh di sejarah kecuali tokoh perjuangan dari Indonesia Timur.

  28. Saya senang melihat semua acara film di TV kecuali acara film India.

  29. Semua jenis ikan bisa hidup di tempat ini kecuali ikan yang berasal dari air asin.

  30. Hampir semua jenis tanaman bisa tumbuh dengan baik di sini kecuali tanaman yang membutuhkan sinar matahari yang panas.

  31. Tamada senang bermain bersama teman-temannya, kecuali bermain petak umpet.

  32. Dia bisa membunuh semua kecoak yang ada di dapur kecuali kecoa yang bersembunyi di belakang lemari.

  33. Tanaman padi dan sayur-sayuran bisa tumbuh bagus di musim penghujan kecuali tanaman jagung.

  34. Semua orang akan mengikuti lomba berlari kecuali ayahnya yang sedang bekerja di kantor.

  35. Mengapa saya tidak boleh jajan semua makanan kecuali makanan pedas?

  36. Semua yang anda sampaikan benar kecuali pendapat anda mengenai hadis nabi.

  37. Samsul bisa menendang semua bola yang ada di sini kecuali bola yang paling kecil di ujung lapangan.

  38. Semua anak di sekolah itu pandai, kecuali Ani yang selalu mendapat nilai rendah.

  39. Selain tas dan baju, semua produk di toko ini diskon 50 persen!

  40. Aku masih membutuhkan semua baju, tas, dan celana panjang. Selain tiga barang itu, kamu boleh menyumbangkannya ke panti asuhan.

  41. Selain Adi dan Fani, kalian semua harus ikut saya ke ruang guru sekarang juga!

  42. Aku tidak ingin pergi ke Mall Paragon saat weekend, selain ramai pasti tidak ada tempat parkir yang kosong.

  43. Dewi telah dimaafkan Dian karena perbuatannya kemarin, asal ia tidak mengulanginya kembali.

  44. Citra diperbolehkan pulang lebih awal, asal semua pekerjaannya sudah selesai.

  45. Saat Anda membeli televisi ini, anda akan mendapat speaker dan rak gratis, asal pembayaran dilakukan secara tunai dan langsung lunas.

  46. Saya suka makanan pedas, asal minumnya air dingin.

  47. Nia ingin datang ke rumah Dita, asal Ayah mengantarkannya.

  48. Teman-teman berjanji membayar iuran asal jumlahnya tidak terlalu besar.

  49. Dia akan melanjutkan pendidikan asal ada yang membiayai.

  50. Pak Buchori dibolehkan untuk kembali berjualan asal lukanya sudah pulih.

Baca Juga: 130 Contoh Kalimat Konjungsi Selesai dan Penjelasannya

Itulah beberapa contoh kalimat konjungsi pengecualian beserta penjelasannya yang dapat dipahami dan dijadikan referensi ketika belajar materi konjungsi di sekolah. (Mit)