Konten dari Pengguna

50 Nama Bayi dalam Bahasa Bugis Asli Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nama bayi dalam bahasa bugis asli. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nama bayi dalam bahasa bugis asli. Foto: unsplash.com.

Ada berbagai nama bayi dalam Bahasa Bugis asli yang bisa jadi inspirasi. Bugis adalah salah satu suku resmi yang diakui pemerintah Indonesia. Suku ini mendiami wilayah Sulawesi Selatan, seperti Barru, Sidrap, Parepare, Soppeng, Bone, Wajo, dan Palopo.

Nama bayi dalam Bahasa Bugis diambil dari berbagai kosa kata unik yang memiliki arti baik. Nama-nama tersebut dapat ditulis dengan aksara lontrak, atau aksara khas suku Bugis yang berasal dari bahasa Sansekerta.

Orang tua yang ingin memberi nama untuk sang buah hati dengan bahasa bugis asli dapat menyimak artikel ini sampai habis. Akan diungkap puluhan nama bayi dalam bahasa Bugis dengan berbagai makna pada uraian berikut ini.

Kumpulan Nama Bayi Bahasa Bugis Asli dan Artinya

Ilustrasi nama bayi dalam bahasa bugis asli. Foto: shutterstock.com.

Berdasarkan buku Refleksi Budaya dan Kearifan Lokal Suku Bugis yang disusun oleh Khaedir Makkasau, dalam tradisi suku Bugis pemberian nama anak merupakan hal yang sakral. Pemberian nama seorang anak dalam konteks budaya menjadi hal yang sangat esensial.

Terlebih lagi, nama dianggap sebagai harapan dan doa yang dititipkan orang tua agar kelak setelah dewasa si anak akan mengikuti arti nama yang diberikan.

Mayoritas suku Bugis adalah pemeluk agama Islam. Jadi, budaya pemberian nama bayi dalam suku Bugis sangat kental dengan ajaran Islam.

Dikutip dari buku Terlengkap Nama -Nama Bayi Nusantara; 10.000 Nama-Nama Bayi yang disusun oleh Ari Wulandari, berikut daftar nama bayi bahasa Bugis asli lengkap dengan artinya.

Nama-nama di bawah ini dapat digunakan untuk bayi laki-laki maupun perempuan yang bisa dipadukan dengan nama-nama dari bahasa lain.

1. Akko artinya campuran

2. Akku artinya kepunyaan saya

3. Ambo artinya nama umum untuk laki-laki

4. Ambo Mase artinya Anak Laki-laki

5. Ambo Lalo artinya hidupnya selalu mudah.

6. Ambo Uleng artinya bercahaaya Bagai bulan

7. Ambo Unr uartinya Yang Handal

8. Ampa artinya terlihat dan terpandang

9. Andi artinya gelar untuk bangsawan

10. Atu artinya tinggi atau tunggal

11. Benga artinya dikagumi dengan heran

12. Bombang artinya ombak laut

13. Cenning artinya manis

14. Daeng artinya gelar penghormatan

15. Eja artinya kemerahan

16. Enre artinya hidupnya meningkat terus

17. Esa artinya ada atau berada

18. Gatta artinya berombak

19. Gau artinya orang yang giat bekerja

20. Indo artinya nama umun bagi perempuan, atau ibu

21. Kasii artinya dikasihani disayangi

22. Keteng artinya sinar bulan purnama

23. Lalo artinya hidup yang mudah

24. Makatenga artinya berada ditengah-tengah atau adil

25. Malomo artinya mudah hidupnya

26. Marauleng artinya cahaya bulan

27. Mapparenta artinya pemimpin

28. Mappatoba artinya artinya orang yang bertaubat

29. Nyompa artinya sadar atau tobat

30. Ola artinya memberi jalan atau tetap maju

31. Pada artinya sama atau serupa

32. Palalo artinya pemberi arah atau panutan

33. Pallawarukka artinya penghalan keributan

34. Panrengi artinya orang yang menuntun ke jalan yang benar

35. Putri Ayu artinya Gadis cantik

36. Rawallangi artinya dibawah langit

37. Sanna artinya terduga

38. Sompa artinya pemberian Ilahi

39. Takko artinya tanpa disangka

40. Tang artinya kuat, kokoh, teguh

41. Tenri artinya nama putri bangsawan, atau bisa juga diartikan "tidak"

42. Tinro artinya motivator

43. Tunrung artinya tandang

44. Tuo artinya sampai tua, panjang umur

45. Uleng artinya bercahaya bagai Bulan

46. Uleng artinya bulan

47. Unru artinya handal

48. Upe artinya keberuntungan

49. Wellang artinya memberi pencerahan

50. Were artinya nama bayi asal Bugis Makassar yang artinya "memiliki kharomah"

Baca Juga: 250 Nama Bayi Perempuan Bahasa Sunda Penuh Makna

Faktor yang Memengaruhi Nama Bayi Bahasa Bugis Jarang Dipakai

Ilustrasi faktor yang mempengaruhi nama bayi dalam bahasa bugis asli jarang digunakan. Foto: unsplash.com.

Dikutip dari jurnal berjudul Penggunaan Nama Diri Masyarakat Bugis karya Syamsul Rijjal, ada fenomena menarik pada masyarakat Bugis terkait dengan bahasa dalam memilih nama. Masyarakat Bugis tetap menggunakan Bahasa Bugis asli dalam pergaulan sehari-hari.

Namun, mereka memiliki pandangan kurang baik atau sikap negatif dalam penggunaan bahasa Bugis asli sebagai bentuk pemberian nama anak. Adapun berbagai faktor yang mempengaruhi nama bayi Bahasa Bugis jarang digunakan pada generasi saat ini, yaitu:

1. Agama

Faktor agama menjadi salah satu pertimbangan pertama masyarakat Bugis dalam memberi nama anak. Karena mayoritas masyarakat Bugis beragama Islam, penggunaan nama-nama dari Bahasa Arab lebih banyak dari pada bahasa Bugis asli.

Selain itu, bahasa Arab dianggap menjadi cerminan apa yang dituliskan dalam Al-Quran. Dalam Ajaran Islam, nama seseorang akan digunakan sampai akhirat dan orang tualah yang akan mempertanggung jawabkan baik-buruknya nama anak-anaknya.

2. Tren

Tren yang muncul di berbagai media massa juga menjadi faktor masyarakat Bugis mencari nama untuk nama anak mereka kelak. Banyak masyarakat Bugis yang juga mengadopsi nama-nama bahasa Asing seperti Inggris, Jepang, India, hingga Korea.

Sehingga bermunculan nama-nama baru seperti Azizah, Ronal, Ibrahimovich, Saddam Husain, Karina, Bunga, dan lain-lain.

3. Kebanggaan

Bagi sebagian masyarakat Bugis, nama adalah sesuatu yang dapat memberikan sebuah wibawa tersendiri bagi pemiliknya. Contohnya, jika dalam sebuah keluarga telah sukses dan dikenal masyarakat luas, nama menjadi simbol pertama yang dikenal.

Beberapa nama Bugis menjadi salah satu simbol keturunan kelas bangsawan. Misalnya, nama Andi menjadi salah satu tanda sebagai keluarga bangsawan kerajaan seperti Andi Balla Sada, Andi Potangi, Andi Mappatoba, dan Andi Panuguringseng.

Sebagian masyarakat Bugis juga masih menggunakan kata Ambo dan Indo kemudian dikombinasikan dengan kata-kata lain, seperti Ambo Upe, Ambo Awe, Ambo Rareng, dan lain-lain.

Selain bahasa Bugis, ada juga nama-nama dari bahasa lain yang memberikan wibawa tersenduru bagi pemiliknya, seperti Arya, Cakra, Dimas, Duta, Ayu, Sri, Putri, Ika, Dirga, Budi, Dewi, dan lain-lain.

4. Gengsi

Sebagian orang tua generasi saat ini dalam masyarakat Bugis menganggap nama-nama yang masih kental biasanya dianggap sebagai suatu yang kuno. Selain itu, nama-nama tersebut dianggap tidak cocok lagi dengan zaman saat ini.

Pertimbangan lainnya yaitu kondisi psikologis anak ketika bergaul dengan teman-temannya. Anak-anak biasanya mengejek teman-temannya jika memiliki nama yang masih menggunakan bahasa lama seperti bahasa Bugis.

Faktor inilah yang membuat orang tua tidak memberikan nama anak dengan bahasa Bugis asli untuk menjaga gengsi anaknya kelas setelah dewasa.

5. Keturunan

Seperti yang dijelaskan dalam poin sebelumnya, gelar kebangsawanan juga memengaruhi pemberian nama seorang anak dalam masyarakat Bugis. Nama-nama kebangsawanan umumnya diwariskan secara turun-temurun dari garis keturunan ayah.

Misalnya, seseorang bernama Andi Paddaitu memberikan nama kepada anaknya dnegan mengikutkan namanya dan menjadi Anda Latto Paddaitu.

Setelah Andi Latto memiliki anak, nama Andi Latto ini diikutkan lagi di belakang nama anaknya, bisa menjadi Andi Akibe Laatto dan Andi Kubade Latto.

Pada sisi lain, orang-orang Bugis yang tidak termasuk dalam silsilah keluarga bangsawan kadang-kadang merasa malu menggunakan nama-nama bernuansa bangsawan.

Nama mereka biasanya ditandai dengan prefiks atau kata sandang La dan I dalam kelas sosial masyarakat. Kata sandang La dan I inilah yang sering dikombinasikan dengan kata-kata lain seperti, La Upe, La Cilaleng, La Beddu, I Sennang, I Rejja, dan lain-lain.

6. Pemertahanan identitas

Dalam budaya Bugis, masyarakat yang menggunakan nama bahasa Bugis asli bertujuan untuk mempertahankan identitas. Faktor ini juga dipengaruhi oleh faktor gensi atau faktor keturunan.

Kadang keluarga bangasawan memberikan nama anaknya, tidak bermaksud mempertahankan tradisi tetapi bertujuan untuk menyambung silsilah keluarga.

7. Kondisi atau Keadaan

Sering kali pemberian nama anak bagi orang Bugis mengandung makna yang sangat filosofis. Makna nama tersebut biasanya disesuaikan dengan kondisi atau keadaan yang melatarbelakangi proses kelahiran seorang anak.

Misalnya, seorang bernama Andi Nissi Purnama, ternyata proses kelahirannya dibelakangi oleh beberapa peristiwa. Pertama, orang tersebut lahir di bulan Purnama.

Kedua beberapa hari sebelum Ibu Andi Nissin Purnama melahirkannya, orang tuanya sempat membeli mobil bermerek Nissan.

Ketujuh faktor inilah yang mempengaruhi masyarakat Bugis dalam memilih untuk anaknya. Baik nama-nama yang asalnya dari kota kata bahasa lain, maupun nama-nama yang berasal dari Bahasa Bugis itu sendiri.

(IPT)