Konten dari Pengguna

6 Arti Warna Hanbok yang Menjadi Simbol Status Sosial

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi arti warna hanbok. FotoL iStock/Kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi arti warna hanbok. FotoL iStock/Kumparan.

Hanbok merupakan salah satu pakaian tradisional Korea dengan desain yang unik dan warna-warni. Tak hanya untuk nilai estetika, arti warna hanbok di masa kerajaan melambangkan status sosial pemakainya.

Popularitas hanbok meningkat seiring menjamurnya hallyu atau korean wave di seluruh dunia. Pakaian ini kerap ditampilkan dalam drama sejarah (saeguk) yang berlatar kerajaan.

Hanbok terdiri dari dua pakaian terpisah, yakni jeogori dan chima. Mengutip situs Korean Culture Center, jeogori adalah atasan pas badan setinggi dada dengan tali di bagian depan, sedangkan chima adalah rok berpotongan lebar setinggi pinggang. Setelan tersebut dibuat dari kain katun, rami, hingga sutra.

Arti Warna Hanbok

Ilustrasi arti warna hanbok. Foto: iStock/Kumparan.

Corak kain dan pemilihan warna yang berani membuat hanbok lebih menonjol dibandingkan baju tradisional lainnya. Mengutip laman Asian Journals USA, warna hanbok yang cerah mewakili kegembiraan hidup orang Korea.

Di masa kerajaan, warna hanbok melambangkan kedudukan dan status sosial atau status perkawinan yang mengenakannya. Pemilihan warna hanbok didasarkan pada lima elemen yin-yang, yaitu biru (elemen kayu), merah (elemen api), putih (logam), hitam (air), dan kuning (elemen tanah).

1. Putih

Hanbok putih bisa digunakan oleh bangsawan maupun rakyat biasa. Warna putih melambangkan kejujuran, integritas, dan kemurnian jiwa.

Pada masa pendudukan Jepang, warna ini juga menjadi simbol patriotisme. Jepang melarang orang Korea memakai baju berwarna putih, namun para para nasionalis sengaja memakainya untuk menentang penjajahan.

2. Hitam

Warna hitam melambangkan kecerdasan dan kebijaksanaan. Hanbok warna ini dipakai oleh para intelektual pada masa kerajaan. Di zaman modern, hanbok hitam dikenakan saat acara pemakaan.

3. Hijau

Hijau merupakan salah satu warna yang hanbok yang cukup banyak dipakai meski tidak mewakili elemen yin-yang. Warna ini adalah simbol awal yang baru. Dahulu, hanbok hijau hanya dipakai oleh perempuan yang sudah menikah.

4. Biru

Hanbok berwarna biru kerap dipakai ketika musim semi karena melambangkan kelahiran dan harapan. Selain bangsawan, rakyat biasa juga boleh memakai hanbok berwarna biru.

5. Kuning

Dalam prinsip yin-yang, kuning melambangkan pusat alam semesta. Pada masa kerajaan, hanbok kuning digunakan secara terbatas untuk kaisar dan keluarga kerajaan.

Untuk bangsawan perempuan yang belum menikah, mereka menggunakan hanbok kuning muda. Saat ini, hanbok kuning sudah bisa digunakan siapa saja tanpa memandang strata sosial.

6. Merah

Merah melambangkan keberuntungan serta kekayaan. Hanbok merah kerap dipakai dalam acara pernikahan atau perayaan istana.

Perempuan Korea yang akan menikah mengenakan hanbok merah sebagai simbol harapan mendapat kemakmuran dan keberuntungan selama menjalani kehidupan rumah tangga.

Baca Juga: Baju Adat Korea Selatan: Hanbok untuk Wanita

Frequently Asked Question Section

Apa itu hanbok?
chevron-down

Hanbok adalah pakaian tradisional orang korea.

Apa saja jenis bahan untuk membuat hanbok?
chevron-down

Hanbok dibuat dari kain katun, rami, hingga sutra.

Siapa yang boleh mengunakan hanbok kuning?
chevron-down

Hanbok kuning hanya boleh dipakai untuk bangsawan dan keluarga kerajaan.

(GLW)