Konten dari Pengguna

65 Kata Bijak Soekarno tentang Pemimpin, Nasionalisme, dan Perjuangan

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata Bijak Soekarno tentang Pemimpin. Pexels/Madtur
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata Bijak Soekarno tentang Pemimpin. Pexels/Madtur

Kata bijak Soekarno tentang pemimpin mencerminkan pandangan mendalamnya tentang arti kepemimpinan sejati, bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab untuk membimbing, mengabdi, dan berjuang demi rakyat dan bangsa.

Bagi Soekarno, pemimpin sejati adalah yang rela berkorban, tidak mencari keuntungan pribadi, dan selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya.

Kata-kata bijaknya menjadi warisan pemikiran yang relevan sepanjang masa, memberi inspirasi bagi siapa saja yang ingin memimpin dengan integritas dan visi besar untuk kemajuan bangsa.

Daftar isi

Kata Bijak Soekarno tentang Pemimpin

Ilustrasi Kata Bijak Soekarno tentang Pemimpin. Pexels/Jacob

Melalui kata bijak Soekarno tentang pemimpin, Soekarno menanamkan nilai-nilai kepemimpinan yang berlandaskan semangat perjuangan, nasionalisme, dan keadilan.

Dikutip dari situs kesbangpol.banyumaskab.go.id dan uici.ac.id, berikut adalah berbagai kata bijak Bung Karno tentang pemimpin.

  1. Tuhan tidak mengubah nasib suatu bangsa sebelum bangsa itu mengubah nasibnya sendiri.

  2. Jikalau aku misalnya diberikan dua hidup oleh Tuhan, dua hidup ini pun akan aku persembahkan kepada tanah air dan bangsa.

  3. Gantungkan cita-cita mu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.

  4. Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya.

  5. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu!

    Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tetapi budak.

  6. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

  7. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya dia dengan kemajuan selangkah pun.

  8. Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan.

  9. Jangan mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segitiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, pekerjaan kita belum selesai.

  10. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.

  11. Jangan melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau berguna sekali untuk menjadi kaca bengala daripada masa yang akan datang.

  12. Negara ini, Republik Indonesia bukan milik kelompok manapun, juga agama, atau kelompok etnis manapun, atau kelompok dengan adat dan tradisi apapun tetapi milik kita semua dari Sabang sampai Merauke.

  13. Kalau pemuda sudah berumur 21-22 tahun sama sekali tidak berjuang, tak bercita-cita, tak bergiat untuk tanah air dan bangsa, pemuda begini baiknya digunduli saja kepalanya.

  14. Aku ini bukan apa-apa kalau tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, berjuang karena rakyat, dan aku penyambung lidah rakyat.

  15. Jangan kamu pernah merasakan bahwa cinta yang kamu rasakan itu membuatmu derita. Sungguh Tuhan memberikan cinta dalam hatimu adalah anugerah dan itu harus kamu syukuri.

  16. Pemilihan umum jangan menjadi tempat pertempuran. Perjuangan kepartaian yang dapat memecah persatuan bangsa Indonesia.

  17. Nasionalisme tidak bisa berbunga jika tidak tumbuh di taman internasionalisme.

  18. Itulah konsep nasionalisme yang didirikan Indonesia. Bukan orang Jawa, bukan orang Sumatra, bukan orang Kalimantan, Sulawesi, Bali atau lainnya tetapi orang Indonesia, yang bersama-sama menjadi fondasi satu kesatuan nasional.

  19. Bunga mawar tidak pernah mempropagandakan harumnya tetapi keharumannya sendiri menyebar melalui sekitarnya.

  20. Menaklukkan ribuan manusia mungkin tidak disebut pemenang tetapi bisa menaklukkan diri sendiri disebut penakluk yang brilian!

  21. Revolusi hanya benar-benar revolusi jika ini adalah perjuangan terus-menerus – bukan hanya perjuangan eksternal melawan musuh tetapi perjuangan batin, berjuang dan menundukkan semua aspek negatif yang menghambat atau merusak jalannya revolusi.

    Dalam pencerahan ini, revolusi adalah … sebuah simfoni kemenangan atas musuh dan diri sendiri.

  22. Di mana perbudakan berada, di sana tidak ada kebebasan; dan di mana kebebasan berada, perbudakan pun tidak ada.

  23. Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

  24. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.

  25. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

  26. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah tetapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

  27. Hanya bangsa yang berani mengambil nasib dalam tangan sendiri, akan dapat berdiri dengan kuat.

  28. Laki-laki dan perempuan adalah sebagai dua sayapnya seekor burung.

    Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya, jika patah satu daripada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.

  29. Belajar tanpa berpikir itu tidaklah ada gunanya tetapi berpikir tanpa belajar itu sangatlah berbahaya.

  30. Bebek berjalan berbondong-bondong, akan tetapi burung elang terbang sendirian.

  31. Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya.

  32. Tidak ada satu negara yang benar-benar hidup jika tidak seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan di dalamnya.

  33. Kata bijak Soekarno tentang pemimpin lainnya, yakni aku akan memuji apa yang baik, tak pandang sesuatu itu datangnya dari seorang komunis, Islam, atau seorang Hopi Indian.

  34. Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.

  35. Entah bagaimana tercapainya persatuan itu, entah bagaimana rupanya persatuan itu, akan tetapi kapal yang membawa kita ke Indonesia Merdeka itulah Kapal Persatuan adanya.

  36. Untuk membangun negara yang demokratis, maka satu ekonomi yang merdeka harus dibangun.

  37. Kita tidak boleh menjadi bangsa yang lemah, yang selalu meminta dan bergantung.

  38. Bersatu, kita akan kuat. Terpecah belah, kita akan rapuh.

  39. Nasib bangsa ini ada di tangan kita, jangan sia-siakan pengorbanan para pahlawan.

  40. Kemerdekaan tanpa pembangunan ekonomi hanya akan menghambat kemajuan bangsa.

  41. Seandainya kalian tahu betapa dalamnya rasa cintaku pada bangsa ini, mungkin kalian akan menangis.

  42. Cinta kepada bangsa adalah cinta yang sejati, dan itu lebih dari segalanya.

  43. Apabila kita sudah kuat, bangsa lain pun akan hormat kepada kita.

  44. Jangan takut pada kekalahan, takutlah pada ketiadaan semangat.

  45. Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.

  46. Tetapi kecuali daripada itu maka peristiwa menjadi merdekanya sesuatu bangsa yang tadinya dijajah oleh imperialisme bangsa lain, merdeka, betul-betul merdeka, dan bukan merdeka boneka.

  47. Maka aku sekarang berkata kepada para teknisi, kepada seluruh rakyat Indonesia, mari kita kerjakan kita punya tugas, tanpa menghitung-hitung apa yang nanti terjadi dengan kita.

  48. Menurut keyakinan kami, hilangnya pemerintah asing dari Indonesia, belum tentu juga dibarengi oleh hilangnya imperialisme asing sama sekali.

  49. Jangan pernah melupakan sejarah. Ini akan membuat dan mengubah siapa diri kita.

  50. Saya terpesona oleh revolusi. Saya benar-benar terserap olehnya. Saya gila, terobsesi oleh romantisme….

    Revolusi melonjak, berkedip, guntur hampir di setiap penjuru bumi… Saudara-saudara, teruslah mengipasi kobaran api (tetap semangat)… Mari kita menjadi kayu bakar yang memberi makan api (semangat) revolusi.

  51. Engkau telah sering mendengar mengenai diriku, bahwa aku ini sejak umur 16 tahun telah mencemplungkan diri dalam gerakan untuk tanah air, bangsa, dan cita-cita.

  52. Berpedomanlah pada harapan dan ketetapan hati. Berpedomanlah pada cita-cita, berpedomanlah pada impian dan angan-angan.

  53. Perbaikan nasib ini hanya bisa datang seratus persen, bilamana masyarakat sudah tidak ada kapitalisme dan imperialisme.

  54. Dalam pidatoku, 'Sekali Merdeka tetap Merdeka!' Ku cetus semboyan: 'Kita cinta damai tetapi kita lebih cinta kemerdekaan'.

  55. Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup di masa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.

  56. Dari sudut positif kita tidak bisa membangun kultur kepribadian kita dengan sebaik-baiknya kalau tidak ada rasa kebangsaan yang sehat.

  57. Kemerdekaan itu ialah kebebasan jiwa, kebebasan berpikir, kebebasan bertindak tetapi harus berada di dalam batas-batas keadilan dan tanggung jawab.

  58. Jangan pernah mengkhianati bangsa dan negara, karena di situ letak kehormatan kita.

  59. Lupakanlah perbedaan dan tegakkan persatuan untuk kejayaan bangsa.

  60. Tanah air kita ini kaya tetapi kekayaan itu harus dikelola untuk kemakmuran rakyat.

  61. Kebebasan tidak berarti tanpa kemajuan bangsa dan negara.

  62. Selama bintang-bintang di langit masih bersinar, selama itu pula semangat kemerdekaan ini akan terus hidup.

  63. Di atas politik, di atas agama, kita adalah bangsa Indonesia yang satu.

  64. Hidup bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk masa depan anak cucu kita.

  65. Jangan pernah menanyakan apa yang bangsa ini berikan padamu tetapi tanyakanlah apa yang sudah kamu berikan pada bangsa ini.

Kata bijak Soekarno tentang pemimpin mengingatkan akan pentingnya keberanian untuk berdiri teguh dalam prinsip dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. (Mey)

Baca juga: 160 Kata Bijak Menikmati Hidup yang Penuh Inspirasi