Konten dari Pengguna

66 Contoh Pantun Agama 4 Baris dengan Berbagai Tema yang Penuh Makna

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk contoh pantun agama 4 baris. Foto: Pexels/Min An
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk contoh pantun agama 4 baris. Foto: Pexels/Min An

Deretan contoh pantun agama 4 baris sering digunakan untuk menyampaikan pesan moral dan nilai keimanan. Dengan rima khas, pantun ini menghadirkan nasihat spiritual yang mudah dipahami dan diingat dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap agama mengajarkan kebaikan, ibadah, serta akhlak mulia yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam hal ini, pantun menjadi salah satu cara menyampaikan ajaran tersebut.

Di samping sebagai hiburan, pantun juga mengandung pesan mendalam yang dapat menjadi pedoman hidup. Melalui bait-baitnya, ajaran agama tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tetap relevan sepanjang zaman.

Daftar isi

Contoh Pantun Agama 4 Baris

Ilustrasi untuk contoh pantun agama 4 baris. Foto: Pexels/Thought Catalog

Umumnya, setiap bait pantun terdiri dari empat baris dengan pola rima a-b-a-b. Sebagai inspirasi, berikut adalah deretan contoh pantun agama 4 baris, yang dirangkum dari laman sialim.radenfatah.ac.id dan mahasiswa.ung.ac.id:

Kumpulan Pantun Agama 1: Nasihat Iman

  1. Pergi ke pasar membeli jamu,

    Kaki sakit tertusuk paku.

    Sudahi semua acara ghibahmu,

    Mari baca Al-Qur’an bersamaku.

  2. Kayu mahoni dipotong kapak,

    Memotongnya bersama-sama.

    Berbaktilah pada ibu bapak,

    Laksanakan perintah dalam agama.

  3. Mari kawan kita mendaki,

    Mendaki gunung hingga ke puncaknya.

    Jauhilah rasa iri dan dengki,

    Dengan bersyukur atas pemberia-Nya.

  4. Buah manggis buah markisa,

    Hasil petik dari rumah Nurika.

    Dekatkan dirimu kepada Yang Kuasa,

    Agar terhindar dari malapetaka,

  5. Makan rambutan terkena bulu,

    Jari sakit terkena duri.

    Jangan lupa salat selalu,

    Meskipun sibuk setiap hari.

  6. Asam manis buah mangga,

    Dibuat rujak sedap rasanya.

    Bila ingin masuk surga,

    Jauhi larangan, patuhi perintah-Nya.

  7. Anak-anak bermain di taman,

    Ke taman membawa sepatu.

    Ayo kita kuatkan iman,

    Jangan tinggalkan salat 5 waktu.

  8. Dipasar banyak baju batik,

    Hanya satu yang paling indah.

    Walaupun banyak wanita cantik,

    Percuma cantik kalau tidak beribadah.

  9. Makan soto pakai bihun,

    Sedap rasa dalam kuahnya.

    Walaupun hidup seribu tahun,

    Kalau tak salat apa gunanya.

  10. Makan nikmat ayam betutu,

    Jangan lupa meminum jamu.

    Salatlah penuh 5 waktu,

    Karena itu kewajibanmu.

  11. Ada monyet memanjat kelapa,

    Kelapa diminum hilang dahaga.

    Baik-baik bertutur sapa,

    Sopan santun harus dijaga.

  12. Beli lemari yang sudah diukir,

    Ukirannya bagus dari daerah Magetan.

    Hidup di dunia janganlah kikir,

    Orang kikir itu temannya setan.

  13. Anak ayam turun sepuluh,

    Mati seekor tinggal sembilan.

    Bangun awal sembahyang subuh,

    Mintalah doa kepada Tuhan.

  14. Sungguhlah manis si buah nangka,

    Makan hati-hati karena ada getahnya.

    Jauhkan diri dari berburuk sangka,

    Karena itu tidak baik akibatnya.

  15. Pagi-pagi sarapan bubur,

    Siangnya makan rambutan.

    Hidup harus selalu bersyukur,

    Karena itu sumber kebahagiaan.

  16. Bulan di langit terang bercahaya,

    Cahaya memancar ke Tanjung Jati.

    Jikalau hendak hidup bahagia,

    Beramal ibadahlah sebelum mati.

  17. Tanjung Batu, Masjid Walima,

    Seri Kembang, Masjid Al-Barokah.

    Percayalah rukun islam ada lima,

    Jika diamalkan Insyaa Allah berkah.

  18. Jalan-jalan ke kota Bangka,

    Datang ke sana dengan pak Mamat.

    Pintu taubat masih terbuka,

    Buat kamu yang ingin selamat.

  19. Tanam cabe di siang hari,

    Pakai pupuk tak bersisa.

    Keburukan orang jangan dicari,

    Bila tak ingin mendapat dosa.

  20. Ayahku seorang petani,

    Punya sawah juga ladang.

    Mari belajar Al-Qur’an hari ini,

    Agar masa depan lebih cemerlang.

  21. Di pinggir laut banyak kerang,

    Terinjak kaki karena bertingkah.

    Jangan biarkan iman berkurang,

    Selalu jaga dalam setiap langkah.

  22. Di tengah laut menyebar jala,

    Ikan ditangkap, masuk ke wadah.

    Iman tak boleh hanya di kepala,

    Harus terwujud dalam ibadah.

Kumpulan Pantun Agama 2: Umum dan Doa

  1. Ada gitar berwarna coklat,

    Gitarnya dimainkan oleh Dina.

    Hey kamu yang rajin salat,

    Semoga kamu terhindar dari zina.

  2. Ke pasar bersama bibi,

    Hendak membuat suatu olahan.

    Siapa saja yang turut perintah nabi,

    Berarti juga turut perintah Tuhan.

  3. Beli kurma di kota Mekkah,

    Di kota Mekkah ada Kakbah.

    Hari Jumat penuh berkah,

    Semoga rezeki kita datang melimpah.

  4. Melihat taman hati berbinar,

    Suasana indah bak musik melambat.

    Mudahkan rezeki halal dan benar,

    Agar hidup berkah dan tak terhambat.

  5. Naik gunung dengan mendaki,

    Terasa lelah, keringat di dahi.

    Tuntunlah kami di jalan hakiki,

    Dekatkan hati pada cinta Ilahi.

  6. Pohon mangga, pohon kenari,

    Ditanamnya di pekarangan pribadi.

    Ampuni dosa hamba setiap hari,

    Agar selamat di negeri abadi.

  7. Ada Anak gembala mencari rumput,

    Tak peduli panasnya terik di siang hari.

    Apabila malaikat Izrail datang menjemput,

    Kemanakah tempat kita akan berlari?

  8. Buat pempek dimakan bu bidan,

    Dari ikan gabus yang teramat lebarnya.

    Kekuatan jiwa bukan di badan,

    Semakin kuat hebat kesabarannya.

  9. Di sawah banyak jerami,

    Jerami diolah tak buat miskin.

    Tambahkan sabar di hati kami,

    Agar tak lemah dan selalu yakin.

  10. Di kolam pancing banyak ikan,

    Memancingnya bersama kawan.

    Semoga hidup penuh kebaikan,

    Menjadi insan penuh ketakwaan.

  11. Pergi ke museum bersama teman,

    Kaki melangkah sampai halaman.

    Jadikan kami insan beriman,

    Selalu taat sepanjang zaman.

  12. Pagi-pagi meminum jamu,

    Jamunya merek Ayu Ratu.

    Kabulkan doa, limpahkan rahmat-Mu,

    Dalam lindungan kasih dan restu.

  13. Makan ketupat rasanya hambar,

    Pilih berhenti, diganti nastar.

    Karuniakan hidup yang penuh sabar,

    Agar tak mudah putus asa dan gentar.

  14. Siang hari kedatangan tamu,

    Orangnya baik, suaranya syahdu.

    Semoga surga jadi tempat bertemu,

    Bersama orang-orang yang dirindu.

  15. Jalan-jalan beli soto babat,

    Nikmat di lidah terasa sesaat.

    Limpahkan rezeki untuk sahabat,

    Agar hidupnya penuh manfaat.

  16. Sore hari dapat kiriman,

    Paket buah dari seorang teman.

    Semoga keluarga penuh ketentraman,

    Dilimpahi berkah sepanjang zaman.

  17. Hampir saja aku terlambat,

    Pergi bekerja di toko pak camat.

    Ampuni dosa rekan dan sahabat,

    Jadikan hidup mereka selamat.

  18. Memakai green screen jadi tak kasat,

    Editornnya bernama Rahmat.

    Berikan hidayah pada yang tersesat,

    Agar kembali ke jalan selamat.

  19. Membeli kain banyaknya lima,

    Penjual kainnya bernama Tiara.

    Limpahkan rahmat bagi sesama,

    Jauhkan mereka dari sengsara.

  20. Melihat angsa di pinggir taman,

    Meski sendiri aku tak kesepian.

    Karuniakan surga bagi yang beriman,

    Kumpulkan mereka di tempat impian.

  21. Mekar melati seperti menari,

    Harumnya wangi menawan hati.

    Islam cahaya sepanjang hari,

    Petunjuk lurus sampai mati.

  22. Pergi ke pasar membeli gelang,

    Agar tak bercecer harus ditata.

    Muhammad saw. teladan gemilang,

    Membawa rahmat bagi semesta.

Kumpulan Pantun Agama 3: Toleransi

  1. Mata dimanja indah panorama,

    Mendaki gunung dengan berani.

    Hakikat manusia hidup beragama,

    Dalam beragamnya negeri ini.

  2. Terbang tinggi burung merpati,

    Hinggap lama di pohon mahoni.

    Antar umat saling menghormati,

    Agar hidup nyaman dalam harmoni.

  3. Elok dipandang Putri Jelita,

    Orang tuanya menjadi bangga.

    Moderasi beragama acuan kita,

    Agar kerukunan selalu terjaga.

  4. Pergi ke Linggau lewat Lahat,

    Singgah di Muara Enim beli brokat.

    Sebelum masuk ke liang lahat,

    Amalan apa yang sudah dibuat.

  5. Satu, dua, tiga, empat, lima,

    Itu adalah nama-nama angka.

    Tuhan menciptakan manusia berbeda,

    Siapa kita jika memandang sebelah mata.

  6. Jakabaring pusat olahraga,

    Stadion bola pusat utama.

    Tetap jaga kerukunan beragama,

    Untuk tetap hidup damai bersama.

  7. Ada jamu untuk tamu,

    Pendampingnya buah duku.

    Untukmu agamamu,

    Dan untukku agamaku.

  8. Berkelana naik sepeda,

    Singgah sebentar ke pinggir jalan.

    Biarpun akidah kita berbeda,

    Tapi toleransi kita tetap jalan.

  9. Kapal berlayar dengan nahkoda,

    Pergi ke seberang membawa peti.

    Biarpun agama kita berbeda,

    Tapi kita tetap saling menghormati.

  10. Anak ayam turunnya lima,

    Mati seekor tinggallah empat.

    Kita hidup mesti beragama,

    Supaya hidup tidaklah sesat.

  11. Jalan-jalan ke negeri Iran,

    Pulangnya pasti tak lama.

    Sucikan hati, sucikan pikiran,

    Hidup tentram sesama agama.

  12. Kelapa tua minta dibelah,

    Dibelahnya oleh bapak Esa.

    Beda itu sunatullah,

    Ragam itu fitrah bangsa.

  13. Di jalan bertemu musafir,

    Musafir datang membawa teman.

    Janganlah kamu berkata kafir,

    Pada saudara yang berbeda iman.

  14. Pantai indah Tanjung Pinang,

    Nelayan pergi mencari ikan.

    Dendam lama usah dikenang,

    Lebih baik saling memaafkan.

  15. Ke Gunung Dempo pergi mendaki,

    Melihat banyak bunga melati.

    Jangan ada iri dan dengki,

    Karena itu penyakit hati.

  16. Goreng tempe di atas wajan,

    Sambil membuat bolu pandan kukus.

    Marilah kita saling mengingatkan,

    Agar senantiasa berada di jalan yang lurus.

  17. Ayo kita liburan bersama,

    Menikmati senja di tepi pantai.

    Indonesia beragam agama,

    Saling menghormati dan menghargai.

  18. Pergi ke pasar membeli pepaya,

    Pepaya yang dibeli ada lima.

    Indonesia negeri yang kaya,

    Janganlah terpecah karena agama.

  19. Bunga-bunga sangat indah,

    Karena cantik didekati lebah.

    Jangan mencampur amal ibadah,

    Dengan musyrik ataupun bid’ah.

  20. Seri Kembang tempat tinggalku,

    Suansana tempatnya sangatlah ramai,

    Cuma Islam satu agamaku,

    Yang agamanya sangatlah damai.

  21. Gadget canggih di genggaman,

    Hilang koneksi ketika di hutan.

    Gunakan teknologi dalam iman,

    Agar tak hanyut dalam kesesatan.

  22. Di atas bunga ada kumbang,

    Melompat ke kolam dimakan ikan.

    Ilmu dunia terus berkembang,

    Ilmu agama jangan terlupakan.

Baca juga: 30 Contoh Pantun Pendidikan: Jenaka, Berbalas, dan Nasihat

Itulah deretan contoh pantun agama 4 baris dengan berbagai tema yang penuh makna. Semoga ulasan tersebut dapat menginspirasi dan mengingatkan setiap orang untuk selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari. (NF)