Konten dari Pengguna

7 Amalan Bulan Rajab sesuai Sunnah dan Hadis Nabi saw

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi amalan bulan Rajab. Unsplash.com/Ali-Burhan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi amalan bulan Rajab. Unsplash.com/Ali-Burhan

Bulan Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah (Islam) yang dianggap sebagai salah satu bulan suci dalam Islam. Di bulan ini banyak amalan bulan Rajab yang disunahkan oleh Baginda Nabi Muhammad saw.

Dikutip dari nu.or.id, bersama dengan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, Rajab termasuk ke dalam "Al-Ashhur Al-Hurum" atau bulan-bulan yang dihormati. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti puasa sunah, zikir, dan istighfar.

Daftar isi

Kapan Datangnya Bulan Rajab?

Ilustrasi amalan bulan Rajab. Unsplash.com/GR-Stocks

Bulan Rajab dalam kalender Hijriyah dimulai setelah pengamatan hilal (bulan sabit baru) atau sesuai dengan penetapan oleh lembaga keagamaan atau pemerintah. Tanggal awal bulan Rajab akan berbeda setiap tahun dalam kalender Masehi.

Untuk mengetahui kapan bulan Rajab dimulai tahun ini, biasanya merujuk pada hasil rukyatul hilal atau pengumuman resmi dari lembaga seperti Kementerian Agama di Indonesia.

Beberapa peristiwa penting dalam bulan Rajab yaitu Isra Mi'raj Nabi Muhammad saw (meskipun tanggal pastinya masih menjadi perdebatan), dan momentum persiapan spiritual menuju bulan Ramadhan.

Keistimewaan Bulan Rajab

Ilustrasi amalan bulan Rajab. Unsplash.com/GR-Stocks

Bulan Rajab memiliki keistimewaan yang besar dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam berbagai riwayat. Berikut adalah beberapa keistimewaannya berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw:

1. Termasuk Bulan Suci (Al-Ashhur Al-Hurum)

Rasulullah saw bersabda:

"Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun terdiri atas dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulan berturut-turut: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang berada di antara Jumadil Akhir dan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam bulan haram, umat Islam dianjurkan menjauhi dosa, memperbanyak amal ibadah, dan menghindari pertumpahan darah atau peperangan.

Rajab disebut sebagai "Rajab Mudhar" karena suku Mudhar sangat menghormati bulan ini.

2. Anjuran Berpuasa

Rasulullah saw pernah menganjurkan puasa di bulan Rajab sebagai bagian dari amalan mendekatkan diri kepada Allah. Dalam hadis:

"Berpuasalah pada bulan-bulan haram, dan tinggalkan." (HR. Abu Dawud)

Meskipun tidak ada kewajiban khusus berpuasa di bulan Rajab, banyak ulama yang menganjurkan puasa sunah, misalnya Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 Hijriyah).

3. Bulan untuk Memperbanyak Istighfar

Dalam riwayat dari Al-Baihaqi, Rasulullah saw bersabda:

"Perbanyaklah beristighfar di bulan Rajab, karena di dalamnya terdapat ampunan Allah yang sangat luas."

Bulan Rajab menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai persiapan menuju bulan Ramadhan.

4. Isra’ Mi’raj atau Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad saw

Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, meskipun tanggal pastinya berbeda-beda menurut berbagai riwayat.

Peristiwa ini menunjukkan kemuliaan Nabi Muhammad saw sekaligus menjadi momen diperintahkannya shalat lima waktu.

5. Rajab sebagai Bulan Menyemai Kebaikan

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa bulan Rajab adalah waktu untuk "menyemai" amal kebaikan, Sya'ban untuk "menyiram," dan Ramadhan adalah bulan "memanen." Oleh karena itu, bulan Rajab adalah kesempatan emas untuk memulai meningkatkan kualitas ibadah.

Rajab adalah bulan istimewa untuk memperbanyak ibadah seperti shalat, puasa, sedekah, zikir, dan istighfar. Keutamaan bulan ini menjadikannya sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan hati menuju bulan Ramadhan.

Amalan Bulan Rajab Sesuai Hadis Nabi Muhammad saw

Ilustrasi amalan bulan Rajab. Unsplash.com/Rachid-Oucharia

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram dalam Islam yang memiliki keutamaan khusus. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan bulan Rajab dan ibadah pada bulan ini, sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw.

Berikut beberapa amalan yang dianjurkan berdasarkan sunah dan hadis Nabi Muhammad saw:

1. Puasa Sunnah di Bulan Rajab

Berpuasa pada bulan Rajab termasuk amalan yang dianjurkan. Meskipun tidak ada puasa khusus yang diwajibkan, Rasulullah saw menganjurkan puasa pada bulan-bulan haram, termasuk Rajab. Dalam sebuah hadis, Nabi saw bersabda:

"Berpuasalah pada bulan-bulan haram."

Puasa sunah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Puasa Senin dan Kamis: Sesuai dengan kebiasaan Nabi saw berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

  • Puasa Ayyamul Bidh: Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriyah.

2. Memperbanyak Istighfar dan Dzikir

Memperbanyak istighfar dan zikir pada bulan Rajab sangat dianjurkan. Rasulullah saw bersabda:

"Perbanyaklah beristighfar di bulan Rajab, karena di dalamnya terdapat ampunan Allah yang sangat luas."

Zikir yang dapat diamalkan antara lain:

  • Membaca istighfar: "Astaghfirullahal 'azhim"

  • Membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.

3. Salat Sunah

Melaksanakan salat sunah, terutama pada malam pertama bulan Rajab, dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Beberapa ulama menganjurkan salat sunah pada malam 1 Rajab sebanyak 10 rakaat dengan 5 kali salam.

4. Membaca Al-Qur'an

Meningkatkan tilawah Al-Qur'an pada bulan Rajab dapat menambah pahala dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Rasulullah saw bersabda:

"Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan, sedangkan kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat."

5. Bersedekah

Bersedekah pada bulan Rajab memiliki keutamaan tersendiri. Rasulullah saw bersabda:

"Barangsiapa yang melonggarkan satu beban kehidupan sesama saudara mu’min di bulan Rajab, Allah akan membangunkan istana untuknya di surga firdaus yang luasnya sejauh pandangan matanya."

6. Memperingati Isra' Mi'raj

Bulan Rajab dikenal dengan peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw. Memperingati dan merenungkan makna peristiwa ini dapat meningkatkan keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah saw.

7. Berdoa Memasuki Bulan Rajab

Rasulullah saw mengajarkan doa ketika memasuki bulan Rajab:

"Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya'ban, wa ballighna Ramadhan."

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."

Amalan-amalan di atas dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt serta mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.

Sikap Muslim Menyambut Bulan Rajab

Ilustrasi amalan bulan Rajab. Unsplash.com/Utsman-Media

Sikap seorang Muslim dalam menghadapi bulan Rajab seharusnya mencerminkan rasa penghormatan terhadap bulan suci ini serta semangat untuk meningkatkan kualitas ibadah. Berikut beberapa sikap yang dianjurkan:

1. Memahami Keistimewaan Bulan Rajab

Seorang Muslim perlu menyadari bahwa Rajab termasuk bulan haram (al-ashhur al-hurum), bulan yang dimuliakan Allah Swt. Dalam bulan ini, umat Islam dianjurkan:

  • Menjauhi dosa-dosa besar, seperti berkata kasar, berbohong, dan perbuatan maksiat lainnya.

  • Memperbanyak amal kebaikan, karena pahala dilipatgandakan dalam bulan-bulan haram.

Allah berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah ketika Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram." (Surah At-Taubah: 36)

2. Memperbanyak Ibadah Sunnah

Bulan Rajab adalah waktu untuk memperbanyak amal sunnah sebagai bekal menghadapi bulan Ramadhan.

  • Puasa Sunnah: Berpuasa di bulan Rajab menunjukkan rasa syukur atas nikmat Allah Swt dan mendidik diri untuk lebih sabar.

  • Dzikir dan Istighfar: Seorang Muslim sebaiknya memperbanyak dzikir, tasbih, tahmid, dan istighfar sebagai wujud taubat dan penghambaan kepada Allah.

  • Sedekah: Bersedekah di bulan ini memperbanyak kebaikan dan menyucikan harta.

3. Mengambil Pelajaran dari Isra' Mi'raj

Sebagai bulan di mana peristiwa Isra' Mi'raj terjadi, Rajab menjadi momen refleksi untuk mengambil hikmah dari perintah shalat lima waktu. Muslim sebaiknya memperbaiki kualitas shalat, baik secara khusyuk maupun tepat waktu.

4. Memperbaiki Diri dan Meningkatkan Ketaqwaan

Jadikan Rajab sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Tinggalkan kebiasaan buruk dan tingkatkan amalan baik.

Hindari hal-hal yang dapat merusak nilai amal ibadah, seperti iri, dengki, dan prasangka buruk.

5. Bersiap Menyambut Ramadhan

Rajab adalah bulan persiapan menuju Ramadhan. Sebagaimana ditanamkan dalam tradisi ulama, Rajab ibarat waktu "menanam" amal, Sya'ban adalah waktu "menyiram," dan Ramadhan adalah waktu "memanen."

Oleh karena itu, gunakan bulan ini untuk melatih diri dengan amal yang akan terus dilanjutkan di bulan Ramadhan.

6. Berdoa Meminta Keberkahan

Sikap Muslim yang baik adalah senantiasa memohon keberkahan dan petunjuk dari Allah Swt. Rasulullah saw mengajarkan doa khusus:

"Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya'ban, wa ballighna Ramadhan."

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan."

Sikap seorang Muslim saat menghadapi bulan Rajab adalah dengan menghormati keistimewaannya, memperbanyak amal ibadah, menjauhi dosa, dan menjadikannya sebagai momen introspeksi diri untuk meningkatkan kualitas hidup sebagai hamba Allah Swt.

Dengan begitu, melakukan amalan bulan Rajab di bulan ini dapat menjadi sarana persiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan. (Win)

Baca juga: Doa Awal Tahun 2025 Lengkap dengan Artinya