7 Amalan Sebelum Berangkat Umroh serta Keutamaannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Umroh adalah ibadah yang sering disebut dengan haji kecil karena pelaksanaannya tak jauh berbeda dengan haji. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa amalan sebelum berangkat umroh yang harus dikerjakan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW.
Ibadah ini diwajibkan untuk setiap umat Islam yang telah baligh, berakal sehat, dan mampu untuk melaksanakan. Adapun maksud dari mampu adalah mampu dari segi fisik, aman dalam perjalanan, dan materi.
Sebelum melaksanakan ibadah umroh, ada beberapa amalan yang dapat dikerjakan. Artikel ini akan membagikan beberapa amalan sebelum berangkat umroh. Simak uraiannya berikut ini.
Amalan Sebelum Berangkat Umroh
Merujuk buku Hadis Ahkam oleh Hikmatullah dan buku Haji & Umroh for Woman oleh Dani, dkk., berikut ini beberapa amalan sebelum berangkat umroh:
1. Mandi Ihram
Amalan sebelum berangkat umroh yang pertama adalah mandi ihram. Amalan ini dilaksanakan sebelum pergi ke Miqat dan berihram. Umat Islam harus membersihkan tubuh sampai tak ada kotoran yang menempel. Mandi Ihram dikerjakan sebagaimana mengerjakan mandi junub.
2. Mengenakan Wewangian
Memakai wewangian termasuk dalam sunnah sebelum berangkat umroh. Untuk jamaah laki-laki, dianjurkan mengenakan wewangian di tubuh, jenggot, dan rambut. Sementara wanita boleh menggunakan wewangian tetapi yang aromanya tak semerbak.
3. Menggunakan Kain Ihram
Selama melaksanakan ibadah umroh, setiap jamaah wajib menggunakan kain ihram. Sementara laki-laki menggunakan dua lembar kain berwarna putih, di mana satu lembar dililitkan selayaknya sarung dan satu lainnya digunakan sebagai selendang yang menutupi pundak.
Kemudian, bagi wanita, kain ihram harus menutup semua bagian tubuh dan tak boleh menampakkan lekuk tubuh.
4. Membaca Talbiyah Berulang-ulang
Jumhur ulama menganjurkan untuk mengucapkan talbiyah secara berulang-ulang. Membaca talbiyah ini hukumnya sunnah muakkad. Berikut ini lafalnya:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la syarika lak
Artinya: "Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan (juga milik-Mu)."
5. Salah Sunnah Ihram Dua Rakaat
Amalan selanjutnya adalah mengerjakan salat sunnah ihram dua rakaat sebelum berniat ihram. Pada saat mengerjakan salat ini, pada rakaat pertama, dapat membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun, kemudian pada rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah dan Al-Ikhlas.
6. Berdoa saat Masuk Kota Makkah
Kota Makkah adalah kota yang suci, sehingga saat umat Islam memasuki kota ini dianjurkan untuk membaca doa. Berikut ini bacaan doa yang bisa dilafalkan sebelum melewati gerbang Makkah:
اللَّهُمَّ هَذَا حَرَمُكَ وَأَمْنُكَ فَحَرِّمْنِي عَلَى النَّارِ وَأَمِّنِّي مِن عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ أَولِيَائِكَ وَأَهْلِ طَاعَتِكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
Allahumma haadza haramuka wa amnuka fa harrimnii 'alan naari wa amminnii min 'adzaabika yauma tab'atsu 'ibaadaka waj'alnii min auliyaa-ika wa ahli thaa'atika, yaa rabbal 'aalamiin
Artinya: "Ya Allah, ini adalah Tanah Suci-Mu dan keamanan-Mu. Haramkanlah diriku atas neraka, amankanlah aku dari azab-Mu di hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu, dan jadikanlah diriku termasuk kekasih-Mu dan orang yang taat kepada-Mu, wahai Rabb seru sekalian alam."
7. Berdoa saat Melihat Kabah
Begitu pula saat melihat kabah, dianjurkan untuk membaca doa berikut ini:
اللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيفًا وَتَعْظِيمًا وَتَكْرِيمًا وَمَهَابَةً وَزِدْ مَنْ شَرّفَهُ وَكَرّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ وَاعْتَمَرَهُ تَشْرِيفًا وَتَكْرِيمًا وَتَعْظِيمًا وَبِرًّا
Allahumma zid hadzal baita tasyrifan wa ta'dziman wa takriman wa mahabatan wa zid man syarafahu wa karamahu mim man hajjahu awi'tamarahu tasyrifan watakriman wata'dzhiman wabirran.
Artinya: "Ya Allah, tambahkan lah kemuliaan, kehormatan, keagungan dan kehebatan pada Baitullah ini dan tambahkanlah pula pada orang-orang yang memuliakan, menghormati dan mengagungkannya diantara mereka yang berhaji atau yang berumroh padanya dengan kemuliaan, kehormatan, kebesaran dan kebaikan)."
Baca Juga: 60 Ucapan Doa untuk Orang Umroh Singkat dan Penuh Makna
Keutamaan Umroh
Mengutip buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, Menuju Kesempurnaan Ibadah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW terbitan CV Istana Agency pada 2019, berikut ini sederet keutamaan ibadah umroh:
1. Melebur Dosa
Ibadah umroh dapat melebur dosa yang pernah dilakukan, hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim. Berikut ini isi hadisnya:
العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ
Artinya: "Ibadah umroh ke ibadah umroh berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga." (HR Bukhari dan Muslim)
2. Menghilangkan Kefakiran
Ibadah umroh dan hai dapat menghilangkan kefakiran, sebagaimana hadis Nabi Muhammad SAW berikut ini:
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
Artinya: "Iringilah ibadah haji dengan (memperbanyak) ibadah umroh (berikutnya), karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana alat peniup besi panas menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Dan tidak ada (balasan) bagi (pelaku) haji yang mabrur melainkan surga." (HR At-Tirmizi)
3. Umroh Termasuk Jihad
Ibadah umroh dan haji termasuk ke dalam ibadah jihad. Adapun barangsiapa yang berjihad di jalan Allah SWT akan mendapatkan kedudukan lebih tinggi dibandingkan yang tak berjihad.
4. Doanya Dikabulkan
Orang yang umroh adalah tamu Allah SWT serta doa-doanya akan dikabulkan. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW berikut:
الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
Artinya: "Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji dan berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri." (HR Ibnu Majah)
(NSF)
