7 Cara yang Tepat untuk Meyakinkan Pihak Lain dalam Bernegosiasi

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Cara yang tepat untuk meyakinkan pihak lain dalam bernegosiasi harus dipahami oleh setiap pengusaha. Dalam hal bisnis, negosiasi berfungsi untuk meyakinkan seseorang untuk menanamkan modalnya pada usaha yang dibangun.
Tujuannya, agar bisnis tersebut dapat berjalan lancar dan berkembang lebih besar. Selain itu, kemampuan negosiasi harus dimiliki oleh seseorang dengan pekerjaan di berbagai bidang untuk mencapai kesepakatan.
Negosiasi juga bertujuan untuk menyelesaikan konflik hingga menemukan solusi dari berbagai masalah. Namun, proses ini dapat membuat suasana menjadi tegang. Oleh karena itu, simak cara yang tepat untuk meyakinkan pihak lain dalam bernegosiasi di bawah ini.
Cara yang Tepat untuk Meyakinkan Pihak Lain dalam Bernegosiasi
Meski menjadi hal yang cukup mudah bagi beberapa orang, negosiasi bisa menjadi proses yang sulit dan melelahkan untuk sebagian lainnya. Proses negosiasi terkadang membutuhkan waktu yang sangat panjang.
Namun, dengan pelatihan dan bimbingan yang tepat, keterampilan negosiasi dapat dimiliki semua orang dengan berbagai profesi, seperti bidang pemasaran, penjualan, dan periklanan.
Bidang tersebut sering membutuhkan kesepakatan yang harus menguntungkan kedua belah pihak. Lebih lanjut, menguasai keterampilan negosiasi dengan baik dapat meningkatkan rasa percaya diri ketika akan membuat kesepakatan dengan orang lain.
Mengutip laman kent.ac.uk, berikut cara yang tepat untuk meyakinkan pihak lain dalam bernegosiasi.
1. Memiliki Rencana atau Planning
Untuk mendapatkan negosiasi yang efektif, Anda harus memiliki rencana atau planning, mulai dari tujuan hingga ide-ide yang bisa diajukan agar dapat menguntungkan kedua belah pihak. Rencana yang baik dapat membantu Anda tetap fokus.
2. Pahami Lawan Negosiasi
Cobalah memahami lawan negosiasi yang dihadapi. Anda dapat melakukan sedikit penelitian tentang apa keinginan mereka, hal yang ditawarkan dalam negosiasi tersebut, hingga motivasi negosiasi dari pihak lawan. Dengan begitu, Anda dapat menentukan bagaimana strategi yang tepat untuk meyakinkan pihak lawan.
3. Fokus pada Kebutuhan Lawan
Luangkan waktu untuk mendengarkan kebutuhan pihak lawan dengan cermat. Pahami minat dan harapan mereka. Hal ini dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik, sehingga membangun kepercayaan dan keterbukaan pihak lawan.
4. Gunakan Bahasa yang Positif
Usahakan selalu menggunakan bahasa yang positif dan sopan serta tidak menyinggung pihak manapun. Contohnya, dari pada mengatakan “Kamu salah dalam hal ini”, lebih baik katakan “ Itu benar, tapi….” Anda juga bisa berkata, “Itu ide yang bagus, tetapi jika dilihat lebih dalam,….” dan sebagainya.
5. Gunakan Bahasa Tubuh yang Baik
Salah satu contoh bahasa tubuh yang baik adalah tersenyum. Senyuman dapat menciptakan suasana lebih nyaman untuk berbicara. Selain itu, Anda akan terlihat lebih ramah dan bersahabat.
Jangan lupa untuk mengendalikan emosi. Saat proses negosiasi terjadi, bisa saja suasana berubah menjadi tegang.
Lakukan kontak mata ketika lawan sedang berbicara. Dengan begitu, Anda akan terlihat tertarik dan mendengarkan sehingga membangun kepercayaan pihak lawan lebih dalam.
6. Berikan Alasan yang Jelas dan Detail
Untuk meyakinkan pihak lawan, Anda perlu menyiapkan materi dengan lengkap. Sanggah argumen dengan alasan yang jelas dan detail. Jika perlu, lampirkan data aktual yang membuat pihak lain yakin dengan pendapat tersebut.
7. Buat Perbandingan Baru
Apabila tidak ditemukan kesepakatan yang menguntungkan dua belah pihak, maka buatlah sebuah perbandingan baru dengan menimbang pendapat pihak lawan. Tujuannya agar kedua belah pihak dapat memutuskan tindakan dan membuat kesepakatan baru.
Baca Juga: 25 Contoh Judul Teks Negosiasi dari Berbagai Tema Menarik
Prinsip-Prinsip Negosiasi
Apapun metode negosiasi yang dilakukan, seorang negosiator harus memiliki prinsip dalam melakukan proses negosiasi tersebut. Mengutip buku dengan judul Negosiasi itu Ada Ilmunya tulisan Mahardika Wirastama, berikut ini prinsip negosiasi secara umum:
Negosiasi harus bersifat negotiable, artinya masalah yang ditawarkan memang pantas untuk dinegosiasikan.
Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi memiliki kesamaan substansi. Misalnya, hubungan antara buruh majikan, atas dan bawahan, atau bisnis antara dua perusahaan,
Meski memiliki perbedaan kepentingan, setiap pihak-pihak yang terlibat harus mencari upaya untuk menyelesaikannya.
Negosiasi bertujuan untuk mencari kesepakatan bukan perlawanan.
Masing-masing pihak yang terlibat dapat memberi dan menerima permintaan maupun tuntutan melalui solusi yang diberikan.
Negosiasi bersifat sukarela. Artinya, harus dilakukan oleh para pihak secara murni untuk kebutuhan dan kepentingan masing-masing.
Negosiasi dilakukan dengan proses yang panjang. Jika negosiasi tak menghasilkan kesepakatan bersama, para pihak yang terlibat dapat meminta tolong pihak ketiga untuk membantu menyelesaikannya.
Tips agar Negosiasi Berjalan dengan Lancar
Negosiasi tentu saja melibatkan pertemuan antara kedua belah pihak, baik secara langsung maupun menggunakan alat komunikasi. Agar proses negosiasi berjalan dengan lancar, simak tips berikut ini yang dikutip dari laman moderngov.com:
1. Tajam dalam Berpikir
Ketajaman berpikir diperlukan agar negosiasi menghasilkan kesepakatan dengan kemampuan analitis kedua belah pihak.
2. Sabar
Momen negosiasi terkadang dihiasi dengan ketegangan antara pihak-pihak yang terlibat. Itulah sebabnya, kedua belah pihak dituntut untuk sabar agar segera mendapatkan kesepakatan yang dibutuhkan.
3. Mampu Beradaptasi
Kemampuan untuk beradaptasi dan bersosialisasi akan berpengaruh pada orang-orang yang diajak bernegosiasi. Dengan kemampuan tersebut, kesepakatan akan mudah dicapai dan tidak berbelit-belit.
4. Memiliki Selera Humor
Humor menjadi salah satu cara untuk mencairkan suasana negosiasi yang tegang dan intens. Tapi perlu diingat, pikirkan secara matang humor apa yang cocok dengan situasi tersebut agar tak menyinggung pihak mana pun.
(IPT)
