Konten dari Pengguna

7 Hadis tentang Zina yang Wajib Dipahami Seorang Muslim

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sepasang kekasih yang bertengkar. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sepasang kekasih yang bertengkar. Foto: Pexels.com

Allah SWT melarang hamba-Nya untuk melakukan perzinaan. Sebab, zina merupakan salah satu dosa besar yang mendatangkan siksa teramat pedih bagi siapa pun yang melakukannya. Hal itu telah dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun hadits tentang zina. Oleh sebab itu, penting bagi seorang muslim untuk menghindari dosa besar yang satu ini.

Pengertian Zina

Pengertian zina secara umum, dapat dipahami sebagai tindakan hubungan badan yang diharamkan, baik melalui kemaluan maupun dubur oleh dua orang yang tak terikat status sebagai suami-istri.

Menyadur buku Ensiklopedi Muslim oleh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, zina merupakan salah satu dosa terbesar setelah dosa kekafiran, kesyirikan, dan pembunuhan terhadap jiwa serta perbuatan keji yang paling besar secara mutlak.

Selain merupakan dosa besar, zina dapat menimbulkan berbagai permasalahan, di antaranya terputusnya ikatan hubungan darah, hancurnya kehidupan rumah tangga, ketidakjelasan garis keturunan, meningkatkan risiko terjangkit penyakit kelamin, dan berbagai permasalahan lainnya.

Ilustrasi berpacaran. Foto: Unsplash.com

Karena itulah, zina merupakan hal yang patut untuk dihindari dan termasuk salah satu perbuatan keji yang sangat dibenci Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surah al Isra ayat 32:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Artinya: “Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.”

Ayat Al-Qur’an lainnya yang menjelaskan betapa kejinya perbuatan zina tercantum dalam surah an Nur ayat 2:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap satu dari keduanya dengan seratus kali deraan. Dan janganlah kamu belas kasihan kepada keduanya di dalam menjalankan (ketentuan) agama Allah, yaitu jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah (dalam melaksanakan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.”

Ayat di atas menunjukkan betapa dahsyatnya siksaan yang diganjarkan ke setiap pelaku zina. Hal itu juga dijelaskan dalam surah al Furqan ayat 68-70, yang berbunyi:

* وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا * إِلَّا مَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Jenis Zina

Ilustrasi hukuman bagi pelaku zina. Foto: Pixabay.com

Menurut buku Akidah Akhlak Madrasah Aliyah Kelas XI yang disusun oleh Aminudin dan Harjan Syuhada, secara umum, zina dapat dibedakan menjadi dua jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:

Zina Mukhsan

Jenis zina ini merupakan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang sudah balig, berakal, merdeka, sudah pernah melakukan pernikahan secara sah. Dengan kata lain, zina muhsan merupakan zina yang dilakukan oleh seorang suami, istri, duda atau janda dengan orang lain yang tak terikat pernikahan.

Adapun hukuman bagi pelaku zina muhsan adalah dirajam atau dilontari dengan batu hingga meninggal dunia.

Zina Ghairu Muhsan

Berbeda dengan jenis zina sebelumnya, zina ghairu muhsan merupakan perbuatan yang dilakukan oleh orang yang belum pernah menikah. Hukuman bagi pelaku zina ghairu muhsan, yakni didera atau dicambuk sebanyak seratus kali kemudian diasingkan di suatu tempat yang jauh dari masyarakat selama satu tahun.

Kedua jenis zina di atas hendaknya kita jauhi. Sebab, tak hanya penghakiman sesama manusia selama di dunia yang akan didapat, tetapi juga murka Allah SWT di akhirat kelak. Naudzubillahimindzalik.

Kumpulan Hadits Tentang Zina

Ilustrasi mempelajari hadis tentang zina. Foto: Unsplash.com

Selain dipaparkan secara jelas dalam Al-Qur’an, larangan zina beserta ganjaran siksa yang didapatkan juga disampaikan melalui beberapa hadis.

Dikutip dari NU Online dan berbagai sumber lainnya, berikut kumpulan hadits tentang zina yang perlu dipahami agar dapat meningkatkan iman kita dan terhindar dari perbuatan keji tersebut.

Berzina merupakan tanda tidak beriman pada Allah SWT

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita mematuhi seluruh perintah dan menjauhi segala larangan-Nya sebagai bentuk keimanan, termasuk menjauhi zina. Sebab, orang yang berzina tak ubahnya orang yang mengabaikan larangan-Nya dan akan mendapat dosa.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَان

Artinya: “Jika seseorang itu berzina, iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, iman itu akan kembali padanya.”

Sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhari juga menyebutkan bahwa zina merupakan pertanda tidak berimannya seseorang pada Allah SWT. Rasulullah bersabda:

لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ

“Tidaklah seorang berzina bila dirinya beriman,” (HR. Bukhari).

Hadis di atas menunjukkan betapa kejinya perbuatan zina, sehingga mustahil bagi seseorang yang beriman melakukan perbuatan tersebut.

Zina merupakan pertanda datangnya kiamat

Tak hanya sebagai perilaku yang menandakan ketidakimanan seorang hamba pada Allah SWT, zina juga merupakan pertanda semakin dekatnya hari kiamat. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا

Artinya: “Sesungguhnya di antara tanda-tanda kiamat yaitu diangkatnya ilmu dan kebodohan tampak jelas, dan banyak yang minum khamar dan banyak orang berzina secara terang-terangan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hukuman dan siksaan bagi orang berzina

Seperti yang disebutkan sebelumnya, zina memiliki hukuman yang setimpal bagi siapa pun yang melakukannya. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW menceritakan mimpinya,

“Sampai di suatu tempat seperti tungku pembakaran. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan riuh. Ternyata di sana ada laki-laki dan perempuan telanjang. Tak berselang lama, datanglah lidah api dari bawah menuju mereka. Setelah lidah api itu mengenai mereka, mereka menjerit keras. Ketika pemandangan itu ditanyakan, dijelaskan bahwa sejumlah laki-laki dan perempuan telanjang itu adalah para pezina.” (HR. Bukhari).

Hadis lain yang menyebutkan hukuman bagi pelaku zina juga diriwayatkan oleh Muslim, dari Ubadah bin Shamit ra., Rasulullah bersabda:

البكْر بالبِكْر جَلْدُ مائة ونَفْيُ سَنَة والثّيّبُ بالثّيّبِ ، جَلْدُ مائة والرّجْم

Artinya: “Perawan dengan perjaka (jika berzina), dicambuk 100 kali dan diasingkan setahun. Duda dengan janda (jika berzina), dicambuk 100 kali dan dirajam.” (HR. Muslim).

Selain siksaan di dunia, ada hukuman lain yang diterima para pelaku zina di akhirat kelak. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barang siapa berjabat tangan dengan seorang perempuan, maka kelak di hari akhir ia akan dirantai dengan rantai api neraka. Dan jika ia menciumnya, di hari akhir akan digunting kedua bibirnya dengan gunting api neraka. Dan jika ia berzina dengannya, kedua pahanya akan menyaksikan kelak di hari akhir tentang perbuatannya yang keji itu dan Allah murka padanya.”

Orang yang berzina merupakan manusia yang dihindari Allah SWT

Di hari kiamat kelak, salah satu di antara tiga jenis manusia yang dihindari Allah SWT adalah orang yang berzina. Rasulullah SAW bersabda:

ثَـلَاثَةٌ لَا يُـكَـلّـِمُـهُمُ اللّٰـهُ يَوْمَ الْقِـيَـامَـةِ وَلَا يُـزَكّـِيْهِمْ (وَلَا يَـنْـظُـرُ إِلَيْهِمْ) وَلَـهُمْ عَـذَابٌ أَلِـيْمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَـلِـكٌ كَـذَّابٌ ، وَعَائِـلٌ مُسْتَـكْبِـرٌ

Artinya: “Tiga (jenis manusia) yang tidak diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak pula Allah menyucikan mereka dan tidak memandang pada mereka, sedang bagi mereka siksa yang pedih, yaitu: laki-laki tua yang suka berzina, seorang raja pendusta dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim).

Itulah penjelasan tenyang zina yang telah dipaparkan dalam Al-Qur’an maupun hadis. Semoga kita senantiasa dilindungi dari berbagai perilaku yang dimurkai oleh Allah SWT.

(ANM)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan zina?
chevron-down

Secara umum, zina merupakan tindakan hubungan badan yang diharamkan, baik melalui kemaluan maupun dubur oleh dua orang yang tak terikat status sebagai suami-istri.

Sebutkan jenis-jenis zina!
chevron-down

Secara umum, zina dapat dibedakan menjadi dua golongan, yakni zina mukhsan dan zina ghairu mukhsan.

Apa hadis tentang zina?
chevron-down

Diriwayatkan Abu Daud dan Tirmidzi, Rasulullah bersabda: “Jika seseorang itu berzina, iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, iman itu akan kembali padanya.”