Konten dari Pengguna

7 Lagu Daerah Jawa Tengah dan Lirik Selengkapnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lagu Daerah Jawa Tengah. Unsplash/Xavier von Erlach
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lagu Daerah Jawa Tengah. Unsplash/Xavier von Erlach

Setiap daerah di Indonesia memiliki lagu khasnya tersendiri, seperti halnya deretan lagu daerah Jawa Tengah yang akan ditampilkan pada artikel kali ini.

Lagu daerah biasanya mencerminkan budaya, adat, atau identitas suatu daerah dan suku. Pernyataan tersebut dibuktikan dari beragamnya lagu daerah di tiap-tiap provinsi.

Tentu saja hadirnya lagu daerah merupakan bukti kekayaan budaya Indonesia yang wajib dilestarikan dan dikenalkan sebagai warisan kepada generasi baru.

Daftar isi

3 Fungsi Lagu Daerah

Ilustrasi Lagu Daerah Jawa Tengah. Unsplash/Mufid Majnun

Sebelum ke pembahasan lagu daerah Jawa Tengah, ada baiknya ketahui apa saja fungsi-fungsi lagu daerah. Berikut penjelasan lengkap yang diambil dari laman kemendikbud.go.id:

1. Pengiring Tarian

Musik dan lagu tradisional daerah seringkali menjadi bagian integral dalam menghidupkan suasana acara-acara istimewa, seperti pernikahan, sunatan, upacara adat, dan perayaan lainnya.

Penggunaan lagu daerah ini tidak hanya sebagai pengiring tarian, tetapi juga sebagai media untuk memperkuat dan membangkitkan nilai-nilai budaya lokal yang turut diwakili dalam acara tersebut.

Selain itu, kostum atau pakaian adat yang digunakan dalam tarian juga menghadirkan keindahan visual yang menggambarkan kekayaan tradisi dari berbagai daerah di Indonesia.

Dengan demikian, kombinasi antara lagu daerah dan pakaian adat menciptakan pengalaman yang lebih dalam dan memukau bagi para peserta dan penonton acara.

2. Media Bermain

Lagu-lagu daerah sering digunakan sebagai sarana bermain bagi masyarakat lokal, terutama anak-anak.

Dalam banyak permainan tradisional, lagu daerah menjadi pengiring yang menghidupkan suasana permainan, contohnya seperti lagu-lagu Pok Ame-Ame, Sang Bangau dari Betawi, Ampar-Ampar Pisang, dan lainnya.

Penggunaan lagu-lagu ini tidak hanya memperkaya pengalaman bermain, tetapi juga memperkuat hubungan anak-anak dengan budaya dan tradisi dari suatu daerah.

Hal tersebut menciptakan kesempatan yang berharga untuk memperkenalkan dan mempertahankan warisan budaya secara menyenangkan dan edukatif bagi generasi muda.

3. Bagian Upacara Adat

Lagu-lagu daerah juga memiliki peran penting dalam upacara adat di seluruh Indonesia. Lagu daerah sering digunakan untuk mengiringi dan menghidupkan suasana dalam berbagai perayaan adat.

Penggunaan lagu-lagu daerah ini tidak hanya sebagai bagian dari tradisi, tetapi juga sebagai upaya untuk memastikan bahwa kekayaan budaya daerah tetap terjaga dan dikenang oleh generasi mendatang.

Dengan mempertahankan penggunaan lagu-lagu daerah dalam upacara adat, maka dapat berkontribusi pada pelestarian dan penguatan identitas budaya bangsa Indonesia.

7 Lagu Daerah Jawa Tengah: Lirik, Terjemahan, dan Makna

Ilustrasi Lagu Daerah Jawa Tengah. Unsplash//Joachim Schnürle

Berikut adalah deretan lagu daerah Jawa Tengah, lengkap dengan lirik, terjemahan, dan makna dalam lagu tersebut:

1. Suwe Ora Jamu

Lagu daerah Jawa Tengah "Suwe Ora Jamu" terkenal karena mudah diingat, berkat pengulangan lirik yang banyak.

Cerita atau makna dalam lagu ini mengisahkan pertemuan dua orang yang telah lama terpisah. Namun, saat bertemu kembali, mereka justru merasakan kekecewaan.

Lirik lagu Suwe Ora Jamu:

Suwe ora jamu, jamu godhong tela

Suwe ora ketemu, ketemu pisan gawe gela

Suwe ora jamu, jamu sogo thunteng

Suwe ora ketemu, temu pisan atine seneng

Suwe ora jamu, jamu godhong bunder

Suwe ora ketemu, temu pisan tambah pinter

Terjemahan lagu Suwe Ora Jamu:

Lama tidak minum jamu, jamu daun ketela

Lama tidak bertemu

Sekali bertemu membuat kecewa.

Lama tidak minum jamu, jamu daun ketela

Lama tidak bertemu

Sekali bertemu hatinya senang

Lama tidak minum jamu, jamu daun bundar

Lama tidak bertemu

Sekali bertemu tambah pintar

2. Gundul Pacul

Lagu daerah Jawa Tengah "Gundul Gundul Pacul" adalah salah satu lagu yang populer di kalangan anak-anak.

Meskipun demikian, di balik kesederhanaan liriknya, lagu ini mengandung pesan yang mendalam. Melalui ceritanya, lagu ini menyampaikan pesan kepada para pemimpin untuk selalu bertanggung jawab dalam menjalankan tugas yang kerjakan.

Hal ini mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan yang bertanggung jawab dan memberikan inspirasi kepada generasi muda untuk menjadi pemimpin yang baik di masa depan.

Jika pemimpin bersikap sombong dan semena-mena, maka jabatan mereka mudah lenyap dengan cepat.

Lirik lagu Gundul Gundul Pacul:

Gundul gundul pacul cul gembelengan

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Terjemahan lirik Gundul Pacul:

Gundul gundul cangkul kul tidak hati-hati

Membawa bakul tidak hati-hati

Bakul terguling nasinya tumpah sehalaman

Bakul terguling nasinya tumpah sehalaman

3. Jaranan

Lagu Jaranan mengandung pesan tentang pentingnya menghormati orang yang lebih tua serta semua orang secara umum.

Selain itu, lagu ini juga menyampaikan makna bahwa setiap orang harus bisa menyayangi sesama tanpa membedakan status atau latar belakang.

Pesan-pesan tersebut membawa nilai-nilai kebersamaan, kesopanan, dan keadilan dalam hubungan sosial, yang menjadi landasan penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan rukun.

Lirik lagu Jaranan:

Jaranan jaranan jarane jaran teji

Sing nunggang ndoro bei

Sing ngiring poro abdi

Cek cek nong

Cek cek gung

Jarane mlebu ning lurung

Gedebuk krincing, gedebuk krincing, gedebuk krincing

Prok prok gedebuk jeder

Gedebuk krincing, gedebuk krincing, gedebuk krincing

Prok prok gedebuk jeder

Jaranan jaranan jarane jaran kepang

Sing nunggang klambi abang

Mlakune ndhut ndutan

Cek cek nong

Cek cek gung

Jarane mlebu ning lurung

Terjemahan lirik Jaranan:

Kuda kudaan, kuda kudaan

Kudanya kuda teji

Yang naik ndoro bei

Yang diikuti para abdi

Cek cek nong

Cek cek gung

Kudanya masuk di jalan

Gedebuk krincing, gedebuk krincing, gedebuk krincing

Prok prok gedebuk jeder

Gedebuk krincing, gedebuk krincing, gedebuk krincing

Prok prok gedebuk jeder

Kuda kudaan, kuda kudaan

Kudanya kuda kepang

Yang naik baju merah

Jalannya angguk anggukan

Cek cek nong

Cek cek gung

Kudanya masuk di jalan

4. Cublak Cublak Sueng

Lagu Cublak Cublak Suweng sering dinyanyikan oleh anak-anak saat bermain, tetapi pesan yang terkandung di dalamnya sangat mendalam.

Lagu daerah ini mengandung nasihat dari orang tua agar anak-anak mempertahankan hati nurani agar dapat mencapai keselamatan baik di dunia maupun akhirat.

Selain itu, lagu ini juga mengingatkan siapa saja untuk tidak terjerumus dalam keinginan duniawi semata saat mencari kekayaan.

Pesan-pesan dalam lagu ini mengajarkan nilai-nilai moral dan spiritual yang penting bagi pembentukan karakter dan kehidupan yang berarti bagi anak-anak dan generasi selanjutnya.

Lirik lagu Cublak Cublak Suweng:

Cublak-cublak suweng

Suwenge ting gelenter

Mambu ketundung gudhel

Pak Empong lerak-lerek

Sopo ngguyu ndelekakhe

Sir-sir pong dele kopong

Sir-sir pong dele kopong

Terjemahan lirik Cublak Cublak Suweng:

Tempat anting perhiasan

Anting perhiasan yang berserakan

Baunya dituju ke anak kerbau

Bapak yang ompong menengok kanan kiri

Siapa yang tertawa dia yang menyembunyikan

Hati nurani, kedelai kosong tanpa isi

5. Lir Ilir

Lagu Lir Ilir memberikan pesan kepada pendengarnya untuk menjalani kehidupan dengan tekun dan rajin, tidak terlena dalam kemalasan, serta selalu bersyukur kepada Tuhan atas segala yang diberikan-Nya.

Pesan-pesan tersebut memberikan pandangan yang mendalam tentang nilai-nilai kerja, rasa syukur, dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.

Lirik lagu Lir Ilir:

Lir-ilir, lir-ilir tandure wus sumilir

Tak ijo royo-royo

Tak sengguh penganten anyar

Cah angon, cah angon

Penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu penekno

Kanggo mbasuh dodot iro

Dodot iro, dodot iro

Kumitir bedah ing pinggir

Dondomono lumatono

Kanggo sebo mengko sore

Mumpung padang rembulane, mumpung jembar kalangane

Yo surako, surak iyo

Terjemahan lirik Lir Ilir:

Bangunlah-bangunlah tanaman telah bersemi

Demikian menghijau

Bagaikan pengantin baru

Anak gembala, anak gembala panjatkan belimbing itu

Biar licin dan susah

Tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaianmu

Pakaianmu, pakaianmu

Terkoyak-kotak di bagian samping

Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore

Mumpung bulan bersinar terang

Mumpung banyak waktu luang

Ayo bersorak, sorakan iya

6. Prau Layar

Lagu daerah Jawa Tengah yang terkenal, Prau Layar, mengisahkan tentang pengalaman wisata menyenangkan di laut dengan naik perahu layar.

Selain itu, lagu ini juga menggambarkan momen-momen santai yang penting untuk menghilangkan kepenatan setelah bekerja.

Melalui liriknya, Prau Layar memberikan gambaran akan keindahan alam serta pentingnya meluangkan waktu untuk bersantai dan menikmati hidup di tengah kesibukan yang ada.

Pesan yang terkandung dalam lagu ini mengajak pendengarnya untuk mengapresiasi keindahan alam dan menemukan keseimbangan antara kerja dan waktu santai.

Lirik lagu Prau Layar:

Yo konco ning nggisik gembiro

Alerap lerap banyune segoro

Angliyak numpak prau layar

Ing dino minggu dek pariwisoto

Alon praune wis nengah

Byak byuk byak banyu binelah

Ora jemu-jemu karo mesem ngguyu

Ngila ngake roso lungrah lesu

Adhik njawil mas

Jebul wis sore

Witing kelopo katon ngawe-awe Prayogane becik bali wae

Dene sesuk esuk tumandang nyambut gawe

Terjemahan lirik Prau Layar:

Mari teman pergi ke lautan untuk bergembira

Di laut bersinar airnya sangat indah

Kita pergi naik perahu layar

Di hari minggu kita berwisata

Pelan pelan perahu sudah di tengah

Byak byuk byak airnya mengembarak

Tidak jenuh dan tetap tersenyum

Untuk menghilangkan rasa layu di hati

Adik mengingatkan mas ternyata sudah sore

Pohon kelapa tampak melambai -lambai

Marilah kita baik pulang saja

Karena besok kita harus bekerja

7. Gambang Suling

Lagu Gambang Suling diciptakan oleh Ki Narto Sabdo karena ia sangat mengagumi suara suling. Baginya, suara suling memiliki keindahan yang luar biasa dan harmonisasi yang menakjubkan saat dimainkan bersama ketipung dan kentrung.

Ki Narto Sabdo melihat suling sebagai instrumen musik yang mampu menghadirkan keindahan dan keharmonisan yang istimewa, sehingga menciptakan lagu Gambang Suling sebagai ungkapan penghargaan terhadap keindahan alam musik yang diciptakan oleh suling.

Lagu ini menggambarkan kekaguman dan kecintaan akan keindahan suara suling serta harmonisasi yang dihasilkannya ketika dipadukan dengan alat musik lainnya.

Lirik lagu Gambang Suling:

Gambang suling ngumandang swarane

Tulat-tulit kepenak unine

Unine mung ngrenyuh ake

Bareng lan kentrung ketipung suling

Sigrak kendangane

Terjemahan lagu Gambang Suling:

Gambang suling berkumandang suaranya

Tulat tulit enak bunyinya

Bunyinya mengharukan

Bersama kentrung, ketipung suling

Mantap bunyi gendangnya

Itulah deretan lagu daerah Jawa Tengah, lengkap dengan lirik, terjemahan, dan makna yang terkandung di dalamnya. (Andi)

Baca juga: 5 Lagu Daerah Jawa Timur Beserta Liriknya