Konten dari Pengguna

73 Kata-Kata Ali bin Abi Thalib yang Bermakna Besar

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kata-Kata Ali bin Abi Thalib. Foto: Unsplash/Sincerely Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kata-Kata Ali bin Abi Thalib. Foto: Unsplash/Sincerely Media

Ali bin Abi Thalib adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam yang dikenal karena kedudukan dan keberaniannya. Banyak kata-kata Ali bin Abi Thalib yang tetap relevan dan menginspirasi umat Islam hingga saat ini.

Mengutip Jurnal Sejarah dan Budaya, Saidin Hamzah & Hamriana, (2022: 130), Ali dikenal cerdas dan memiliki pemahaman mendalam tentang keagamaan, seperti yang tercermin dalam sabda Nabi Muhammad saw, "Aku kota ilmu pengetahuan sedang Ali pintu gerbangnya".

Daftar isi

Kata-Kata Ali bin Abi Thalib

Ilustrasi Kata-Kata Ali bin Abi Thalib. Foto: Unsplash/Alexander Grey

Dalam setiap ucapannya, Ali bin Abi Thalib menyampaikan pesan tentang pentingnya kejujuran, keberanian dan kecintaan pada kebenaran. Berikut adalah kata-kata Ali bin Abi Thalib yang bermakna besar.

  1. Balas dendam terbaik adalah memperbaiki diri sendiri.

  2. Jangan pernah menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena orang yang menyukaimu tidak membutuhkannya, dan orang yang membencimu tidak akan mempercayainya.

  3. Diam adalah jawaban terbaik untuk orang bodoh.

  4. Jangan biarkan kesulitanmu membuatmu gelisah, karena bintang-bintang hanya bersinar lebih terang di malam-malam tergelap.

  5. Jadilah seperti bunga yang tetap harum bahkan pada tangan yang telah menghancurkannya.

  6. Tubuh dimurnikan oleh air. Ego dimurnikan oleh air mata. Kecerdasan dimurnikan oleh pengetahuan. Dan jiwa dimurnikan oleh cinta.

  7. Orang yang putus asa melihat kesulitan dalam setiap kesempatan, tetapi orang yang penuh harapan melihat peluang dalam setiap kesulitan.

  8. Manusia itu ada dua macam: mereka adalah saudaramu seiman atau mereka adalah orang-orang yang setara denganmu dalam hal kemanusiaan.

  9. Orang cantik tidak selalu baik, tapi orang baik selalu cantik.

  10. Orang yang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, maka dia tidak bisa mengendalikan pikirannya.

  11. Janganlah merasa kesepian di jalan kebenaran karena sedikitnya orang yang berjalan di jalan itu.

  12. Satu momen kesabaran di saat marah dapat mencegah seribu momen penyesalan.

  13. Semakin bijak seseorang, semakin sedikit dia akan berbicara.

  14. Jangan biarkan hatimu larut dalam kesedihan atas masa lalu, atau kau tak akan siap menghadapi apa yang akan datang.

  15. Penglihatan mata terbatas, sedangkan pengliharan hati melampaui batas waktu dan ruang.

  16. Tidak ada kekayaan seperti pendidikan dan tidak ada kemiskinan seperti kebodohan.

  17. Wewenang, kekuasaan, dan kekayaan tidak mengubah seseorang, mereka hanya menyingkap dirinya.

  18. Penyakit hati lebih parah daripada penyakit tubuh.

  19. Jika terbukti salah, orang bijak akan mengoreksi dirinya sendiri dan orang bodoh akan terus berdebat.

  20. Janganlah kamu menganggap diamnya seseorang sebagai tanda kesombongannya, bisa jadi dia sibuk bertengkar dengan dirinya sendiri.

  21. Jiwa kalian sangat berharga dan tidak ada yang bisa menyamai harga surga. Karena itu, jualah jiwa kalian hanya dengan harga itu.

  22. Kesopanan tidak memerlukan biaya apa pun, tetapi dapat membeli segalanya.

  23. Kesalahan terburuk kita adalah ketertarikan kita pada kesalahan orang lain.

  24. Takutlah hanya pada kehendak Tuhan, maka kamu tidak akan punya alasan untuk takut pada siapa pun.

  25. Tidak ada yang lebih menyakiti jiwa dan hati yang baik selain hidup di antara orang-orang yang tidak memahaminya.

  26. Janganlah engkau menggunakan ketajaman bicaramu kepada ibumu yang telah mengajarkanmu bicara.

  27. Berbuatlah untuk dunia ini seakan-akan kamu hidup selamanya, dan berbuatlah untuk akhirat seakan-akan kamu akan mati besok.

  28. Orang bijak berpikir dulu baru bicara, sedangkan orang bodoh bicara dulu baru berpikir.

  29. Melawan keinginan sendiri adalah pertarungan terbesar dari semuanya.

  30. Dosa yang membuatmu bersedih dan menyesal lebih disukai Allah daripada kebaikan yang membuatmu sombong.

  31. Membaca Al-Qur’an tanpa perenungan dan pemikiran adalah sia-sia.

  32. Hari-hari kehiupan berlalu seperti awan, karena itu berbuat baiklah selagi kamu hidup.

  33. Takutlah akan dosa-dosa yang kamu lakukan secara rahasia, karena saksi atas dosa-dosa itu adalah Sang Hakim sendiri.

  34. Kesabaran itu ada dua macam: kesabaran terhadap apa yang menyakitkanmu, dan kesabaran terhadap apa yang kamu inginkan.

  35. Manusia berasal dari setetes mani dan pergi sebagai setitik debu. Ia tidak tahu kapan ia datang dan kapan ia pergi, tetapi ia berjalan di bumi dengan anggapan bahwa ia mengetahui segalanya.

  36. Orang yang paling mulia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.

  37. Asketisme bukanlah bahwa kamu tidak boleh memiliki apa pun, tetapi bahwa tidak ada yang boleh memiliki kamu.

  38. Lebih baik mendengarkan musuh yang bijak daripada meminta nasihat dari teman yang bodoh.

  39. Tidak semua orang yang punya hati dapat mengerti, tidak semua orang yang punya telinga dapat mendengar, dan tidak semua orang yang punya mata dapat melihat.

  40. Tentu saja diam terkadang bisa menjadi jawaban yang paling fasih.

  41. Selalu anggap kecerdasanmu kurang; jika tidak, terlalu banyak keyakinan padanya pasti akan membawa pada kesalahan.

  42. Memahami ilmu dan hikmah Al-Qur’an adalah jauh lebih tinggi derajatnya dari menghafal.

  43. Keamanan terletak pada keheningan. Lebih mudah memperbaiki apa yang terlewatkan dengan berdiam diri, daripada mengamankan apa yang hilang dengan berbicara.

  44. Sahabat sejati adalah satu jiwa yang terbagi dalam tubuh yang berbeda.

  45. Tiga tanda orang yang berilmu: ilmu, kesabaran, dan diam.

  46. Tidak ada kekayaan yang lebih besar daripada kebijaksanaan, tidak ada kemiskinan yang lebih besar daripada ketidaktahuan; tidak ada warisan yang lebih besar daripada budaya dan tidak ada dukungan yang lebih besar daripada konsultasi.

  47. Orang yang waspada dan terpelajar akan menerima nasihat dari kejadian apa pun.

  48. Seperti tubuhmu, pikiranmu juga bisa lelah, maka segarkanlah dengan kata-kata bijak.

  49. Orang yang paling tidak berdaya adalah orang yang tidak berdaya memperbaiki dirinya sendiri.

  50. Janganlah engkau terlalu keras, nanti engkau akan patah; janganlah engkau terlalu lunak, nanti engkau akan terjepit.

  51. Dua hal yang dapat menghancurkan manusia: takut akan kemiskinan dan mencari keunggulan melalui kesombongan.

  52. Kebahagiaan datang kepada mereka yang percaya padanya.

  53. Tidak ada modal yang lebih berguna daripada akal dan kebijaksanaan, dan tidak ada kemiskinan yang lebih merugikan daripada kebodohan dan ketidaktahuan.

  54. Kedermawanan Allah terkait dengan rasa syukur, dan rasa syukur terkait dengan bertambahnya kedermawanan-Nya. Kedermawanan Allah tidak akan berhenti bertambah, kecuali rasa syukur seorang hamba pun berhenti.

  55. Jalanilah hidup yang demikian, sehingga ketika engkau meninggal, orang-orang akan meratapi engkau, dan ketika engkau masih hidup, mereka akan merindukan kehadiranmu.

  56. Kepuasan adalah kekayaan yang tidak pernah habis.

  57. Orang yang menyibukkan dirinya dengan hal-hal selain perbaikan dirinya sendiri akan bingung dalam kegelapan dan terjerat dalam kehancuran. Roh-roh jahatnya menenggelamkannya dalam kejahatan dan membuat tindakan buruknya tampak indah.

  58. Berapa banyak pelajaran yang ada dan seberapa sedikit pelajaran yang diambil.

  59. Jangan pernah membuat keputusan saat sedang marah, dan jangan pernah membuat janji saat sedang senang.

  60. Berbahagialah orang yang kesalahannya membuat dirinya tidak melihat kesalahan orang lain.

  61. Tahanlah kesedihan dan musibah dengan sabar, jika tidak, kamu tidak akan pernah bahagia.

  62. Hasil dari rasa takut adalah kekecewaan dan rasa malu adalah frustrasi.

  63. Tidak ada kedamaian bagi orang yang iri hati, dan tidak ada cinta bagi orang yang tidak berakhlak baik.

  64. Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar pula perhatiannya kepada jiwanya.

  65. Janganlah kamu seperti orang yang nasihatnya tidak berguna dan mereka menuntut hukuman untuk memperbaiki diri.

  66. Kekayaan cenderung menciptakan musuh, sedangkan pengetahuan cenderung menghangatkan hati.

  67. Orang yang tamak akan dipermalukan; orang yang membeberkan kesusahannya akan selalu dipermalukan; orang yang tidak dapat mengendalikan lidahnya akan sering menghadapi ketidaknyamanan.

  68. Bergaul dengan orang-orang yang bijak dan berpengetahuan akan meningkatkan derajat seseorang.

  69. Menjadikan satu perbuatan baik berhasil dengan perbuatan baik lainnya adalah kesempurnaan kebaikan.

  70. Kesabaran terhadap iman ibarat kepala terhadap tubuh. Orang yang tidak memiliki kesabaran, maka ia tidak memiliki iman.

  71. Tidak ada ilmu dan pengetahuan yang dapat menandingi renungan dan pemikiran; dan tidak ada kesejahteraan dan kemajuan yang dapat menandingi ilmu dan pengetahuan.

  72. Tidaklah turun suatu musibah kecuali dengan dosa, dan tidak akan hilang kecuali dengan taubat.

  73. Menjaga hubungan baik dengan orang lain adalah separuh kecerdasan, mengajukan pertanyaan yang baik adalah separuh ilmu, dan menata kehidupan rumah tangga yang baik adalah separuh pengelolaan nafkah.

Demikianlah kata-kata Ali bin Abi Thalib yang bermakna besar. Dengan warisan kata-kata bijak yang terus menginspirasi, Ali bin Abi Thalib tetap menjadi panutan dalam mencapai kehidupan yang lebih baik. (nab)

Baca Juga: Kultum Ramadhan Singkat 5-7 Menit yang Menambah Wawasan