8 Manfaat Ikan Patin untuk Bayi serta Kandungan Gizinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Manfaat ikan patin untuk bayi begitu melimpah. Sebagai sumber protein, ikan patin dapat menambah massa otot, mendukung pertumbuhan tulang dan gigi, hingga sebagai sumber nutrisi untuk otak.
Artikel ini membagikan informasi tentang sederet manfaat ikan patin untuk bayi. Jadi, simaklah hingga habis!
Manfaat Ikan Patin untuk Bayi
Ikan patin kaya akan protein, vitamin, dan kandungan mineral. Selain itu, ikan ini juga mengandung lemak sehat yang baik untuk bayi, seperti docosahexaenoic acid (DHA). Dari kandungan-kandungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ikan patin ini sangat baik untuk bayi.
Merangkum kimmyfarm.com, berikut ini sederet manfaat ikan patin untuk bayi:
1. Baik untuk Perkembangan Otak Bayi
Otak dan tubuh pada bayi mengalami perubahan yang dinamis, sehingga pola makan kaya nutrisi penting untuk diperhatikan agar perkembangan otak menjadi optimal. Ikan patin adalah salah satu sumber makanan yang menyimpan asam lemak Omega-3, kandungan yang penting untuk perkembangan otak bayi.
2. Pertumbuhan dan Perkembangan Tulang
Selain itu, ikan tersebut juga mengandung vitamin D yang baik untuk tulang. Vitamin ini diperlukan untuk penyerapan kalsium serta berkontribusi terhadap perkembangan kesehatan tulang dan gigi pada anak kecil.
Lalu, terdapat vitamin B12, niasin, selenium, fosfor, dan magnesium yang tak kalah baik untuk bayi. Oleh karena itu, menambah ikan ini pada makanan bayi sangat bermanfaat bagi mereka.
3. Mengurangi Gejala Asma pada Anak
Food and Drug Administration (FDA) merekomendasikan anak-anak untuk mengonsumsi ikan setidaknya dua hingga tiga kali seminggu. Orang tua dapat memberikan ikan patin pada bayi karena menyimpan banyak protein. Ikan, termasuk ikan patin, dapat mengurangi risiko asma pada anak usia 6 hingga 12 bulan.
4. Meningkatkan Daya Ingat
Anak-anak yang rutin mengonsumsi ikan akan memiliki daya ingat yang lebih baik dibandingkan yang tak mengonsumsi ikan. Ikan patin termasuk ikan yang kaya nutrisi dan mudah dijumpai di sekitar.
5. Mengurangi Gejala ADHD dan Depresi
Masih dikutip dari laman kimmyfarm.com, kekurangan omega-3 yang banyak dijumpai dalam ikan dapat menyebabkan kemungkinan anak-anak terkena ADHD. Selain itu, anak-anak yang kekurangan omega-3 lebih rentan terhadap depresi selama masa remaja.
6. Meningkatkan Penglihatan
Manfaat ikan patin sangat banyak untuk anak-anak dan bayi. Ikan patin kaya akan asam lemak omega-3 yang berperan mendukung struktur sel mata yang sehat pada anak.
7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Docosahexaenoic acid atau DHA dalam omega-3 yang bisa ditemukan pada ikan patin membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, melawan alergi, dan mengurangi infeksi saluran pernapasan pada anak.
Oleh karena itu, disarankan untuk memasukkan ikan patin ke dalam makanan bayi setidaknya dua kali seminggu.
8. Mencegah Stunting
Menurut artikel ilmiah berjudul Edukasi Gizi dan Pelatihan Ikan Patin sebagai Salah Satu Makanan Alternatif Peningkatan Kecukupan Protein dan Pencegahan Stunting oleh Andi Eka Yunianto, dkk., Universitas Siliwangi, ikan patin mengandung banyak zat gizi, terutama protein, yang dapat mencegah stunting pada balita.
Baca Juga: 6 Manfaat Ikan Kembung untuk Anak Berdasarkan Kandungannya
Kandungan Gizi Ikan Patin
Ikan patin masih termasuk keluarga ikan lele, dengan ciri berwarna abu-abu tua dan bagian perutnya terang. Ikan patin adalah salah satu ikan yang kaya nutrisi dan banyak ditemukan di Indonesia.
Daging ikan patin kaya akan protein, vitamin, dan mineral penting yang baik untuk pertumbuhan dan kesehatan bayi. Masih dikutip dari kimmyfarm.com, berikut ini sederet kandungan gizi dalam 100 gram daging ikan patin:
105 kalori
2,9 gram lemak
18 gram protein
50 mg sodium
121% dari kebutuhan harian vitamin B12 (kebutuhan vitamin B12 untuk bayi 0,4 - 0,5 mikrogram per hari)
26% dari kebutuhan harian mineral untuk pertumbuhan (kebutuhan mineral kurang lebih 4% dari berat badan)
24% dari kebutuhan harian fosfor (kebutuhan fosfor untuk bayi 100 - 275 miligram per hari)
15% dari kebutuhan harian tiamin (kebutuhan tiamin untuk bayi 0,2 - 0,3 miligram)
19% dari kebutuhan harian potasium atau kalium (kebutuhan kalium untuk anak-anak sekitar 3.000 miligram per hari)
24% dari kebutuhan harian kolesterol (kebutuhan kolesterol harian sekitar 1.100 miligram)
237 mg omega-3
337 mg omega-6
Serangkaian unsur makro dan mikro yang penting, seperti magnesium, seng, tembaga, kromium, besi, dan kalsium.
Cara Mengolah Ikan Patin Menjadi Menu MPASI Bayi
Ikan patin dapat diolah menjadi nasi tim ikan patin sebagai menu MPASI untuk bayi. Disadur dari Mama Rempong, berikut ini resep MPASI untuk bayi 8 bulan, yakni nasi tim ikan patin:
Bahan-bahan
2/3 ikan patin
1 siung bawang putih, cincang halus
1 siung bawang merah, cincang halus
Secukupnya wortel, parut
Secukupnya nasi
½ bawang bombay, potong sesuai selera
1 sdm tepung maizena
Secukupnya unsalted butter (UB)
Secukupnya air
Cara Membuat
Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Cuci bersih semua bahan yang digunakan untuk membuat nasi tim ikan patin.
Siapkan kukusan tahan panas, masukkan bawang bombay dan ikan patin ke dalam kukusan tersebut, kemudian kukus hingga ikan patin matang.
Tumis bawang merah dan bawang putih menggunakan unsalted butter (UB) hingga harum.
Angkat bawang bombay dari kukusan, sisihkan.
Ambil ikan dari kukusan, pipil dagingnya dan campurkan dengan nasi.
Masukkan campuran nasi dan ikan ke dalam kukusan, kukus kembali kurang lebih 30 menit.
Masukkan bawang bombay ke dalam tumisan, tambahkan wortel parut ke dalam tumisan, aduk hingga merata.
Campurkan tepung maizena dengan air, tuangkan ke dalam tumisan, aduk hingga air mengental, kemudian angkat.
Siapkan nasi tim di mangkuk atau piring, tuangkan kuah tumisan ke nasi.
Nasi tim ikan patin siap disajikan.
Resep ini untuk 2 sampai 3 porsi. Apabila dirasa tekstur nasi tim kurang lembek, dapat menggunakan saringan untuk membantu menghaluskan hingga mendapatkan tekstur yang sesuai. Apabila tak ada unsalted butter (UB) dapat diganti dengan extra virgin olive oil (EVOO), margarin, atau mentega.
Meskipun ikan cukup baik untuk kesehatan dan pertumbuhan, sebaiknya menghindari mengonsumsi berlebih untuk membatasi asupan merkuri. Mengutip laman kimmyfarm.com, ahli gizi menyarankan untuk memberikan ikan kepada anak-anak ataupun anggota keluarga lainnya setidaknya dua kali seminggu.
Anda bisa memilih ikan patin karena mudah dijumpai, serta bergizi tinggi. Anda bisa mengkombinasikan ikan dengan buah-buah dan sayuran.
Sekilas tentang Ikan Patin
Menyadur dari laman dkpp.bulelengkab.go.id, ikan patin atau Pangasius sp. adalah ikan asli perairan Indonesia yang telah berhasil didomestikasi. Ikan patin di Indonesia sangat beragam, yakni Pangasius jambal, Pangasius humeralis, Pangasius lithostoma, Pangasius nasutus, pangasius polyuranodon, dan Pangasius niewenhuisii.
Ciri ikan ini adalah memiliki bentuk tubuh yang memanjang, berwarna putih perak dan abu-abu di punggung. Ikan patin tak memiliki sisik, kepalanya relatif kecil dengan mulut di ujung kepala sedikit ke bawah.
Seperti lele, pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berguna untuk meraba. Sirip punggung ikan patin memiliki sebuah jari-jari keras yang berubah menjadi patil yang besar dengan gerigi belakang, sedangkan jari-jari lunak ada pada sirip punggung dengan jumlah 6 sampai 7 buah.
Lalu, terdapat sirip lemak pada permukaan punggungnya yang ukurannya sangat kecil. Sirip ekornya membentuk cagak dengan bentuk simetris.
Habitat asli ikan patin adalah di tepi sungai besar, muara sungai, dan danau. Apabila dilihat dari bentuk mulutnya, ikan ini tinggal di dasar perairan. Patin adalah hewan nokturnal, yakni banyak beraktivitas di malam hari. Kemudian, patin suka bersembunyi di liang-liang tepi sungai.
Ikan patin yang masih benih akan hidup bergerombol dan sesekali muncul di permukaan air untuk menghirup oksigen, umumnya dijumpai ketika menjelang matahari terbit. Saat ini, menjumpai ikan patin di pasar tak sulit, sebab sudah banyak orang yang membudidayakannya.
Budidaya ikan patin termasuk tidak rumit, karena ikan ini termasuk golongan yang mudah beradaptasi hingga bertahan di perairan buruk sekalipun.
(NSF)
