80 Contoh Majas Repetisi dan Pengertiannya dalam Bahasa Indonesia

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Contoh majas repetisi dalam bahasa Indonesia adalah salah satu teknik retorika yang sering digunakan dalam sastra. Majas ini berbentuk tulisan untuk memberikan penekanan yang kuat pada suatu ide atau konsep.
Teknik ini melibatkan pengulangan kata-kata atau frasa yang sama dalam kalimat, paragraf, atau bait puisi. Pengulangan ini dapat memberikan kesan yang mendalam, memperkuat pesan yang ingin disampaikan, atau menarik perhatian pembaca pada konsep yang diangkat.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Contoh Majas Repetisi dan Penjelasannya
Tujuan utama dari penggunaan contoh majas repetisi adalah untuk menciptakan efek yang dramatis atau emosional, memperkuat persuasi, atau mengesankan pembaca dengan kekuatan kata-kata.
Berdasarkan kutipan dari Jurnal Penelitian Sastra Vol. 11 No. 1, berjudul Repetisi dan Fungsinya dalam Novel di Tanah Lada Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie: Analisis Stilistika, Sidiq Aji Pamungkas dkk, (2018, 113), majas repetisi adalah majas yang memiliki ciri khusus pengulangan kata yang fungsi utamanya untuk memberikan makna penekanan tertentu.
Dengan mengulang kata-kata atau frasa yang sama, penulis dapat menekankan pentingnya suatu ide atau membuatnya lebih mudah diingat oleh pembaca. Contoh penggunaan majas repetisi adalah seperti yang terdapat dalam pidato-pidato penting, puisi-puisi, lagu-lagu, dan teks-teks sastra lainnya.
Misalnya, dalam pidato "I Have a Dream" oleh Martin Luther King Jr., pengulangan frasa "I have a dream" memberikan tekanan yang kuat pada visinya tentang kesetaraan rasial.
Dalam puisi, penggunaan repetisi sering kali digunakan untuk menciptakan ritme yang menarik atau memperkuat tema tertentu. Misalnya, dalam puisi "Do Not Go Gentle into That Good Night" oleh Dylan Thomas, frasa "Do not go gentle into that good night" diulang pada setiap bait untuk menekankan pesan tentang pentingnya memperjuangkan hidup.
Secara keseluruhan, majas repetisi dalam sastra bahasa Indonesia adalah alat yang kuat dalam karya sastra yang memungkinkan penulis untuk menciptakan efek yang mendalam dan mengesankan pada pembaca melalui pengulangan kata-kata atau frasa yang sama.
Berikut ini beberapa contoh majas repetisi yang dapat diperhatikan untuk lebih memahaminya.
"Hujan turun dengan lebat di malam yang gelap."
"Dia datang, dia melihat, dia menang."
"Langit gelap, langit kelam, langit berawan."
"Dia pergi ke sana, dia pergi ke mari, dia tidak pernah menemukan apa yang dicarinya."
"Hari berganti, malam berganti, waktu terus berlalu."
"Aku menunggu dengan sabar, aku menunggu dengan harapan, aku menunggu tanpa henti."
"Dalam kesendirian, dalam keheningan, dalam ketakutan."
"Pohon-pohon bergoyang, pohon-pohon bersuara, pohon-pohon menari."
"Berkilau di pagi, berkembang di siang, bersemangat di malam."
"Dia tertawa bahagia, dia tertawa riang, dia tertawa tanpa henti."
"Matahari terbenam, merah menyala, meredupkan dunia dengan cahayanya yang hangat."
"Bunga mekar, harum menyegarkan, memancarkan keindahan di taman yang sunyi."
"Angin berdesir, lembut berhembus, menyapu daun-daun gugur dengan lembutnya."
"Bintang berkedip, gemerlap berseri, menyinari malam dengan cahaya magisnya."
"Senja merona, merah jingga memerah, melukiskan lukisan alam yang memesona."
"Ombak berirama, bergelombang bergemuruh, memecah pantai dengan kekuatannya yang menakjubkan."
"Salju turun, putih bersih, menutupi bumi dengan lapisan kelembutan."
"Hujan berdentang, deras mengalir, menari di atas atap dengan irama yang menggoda."
"Embun menetes, dingin menyegarkan, membasahi rumput-rumput di pagi yang cerah."
"Suara burung berkicau, riang bersahutan, menghidupkan hutan dengan kegembiraannya yang tak terbendung.”
"Bunga bermekar, warna-warni memikat, menghiasi kebun dengan kecantikannya yang memesona."
"Senyum berseri, manis menyapa, mencerahkan hari dengan kebahagiaannya yang tulus."
"Angin berbisik, lembut merayu, menghibur hati dengan bisikan-bisiknya yang menenangkan."
"Gelombang bergulung, gemuruh menghantam, menari di lautan dengan keanggunannya yang megah."
"Senja merah, merona mempesona, melambangkan keindahan alam yang tiada tara."
"Pohon bergoyang, daun-daun berdesir, menyanyikan lagu alam yang penuh kedamaian."
"Bintang berkelap-kelip, gemerlap bercahaya, menghias langit malam dengan kemegahannya yang abadi."
"Air terjun mengalir, deras memburu, melukiskan keindahan alam yang memukau."
"Embun pagi, berkilau berseri, memberi berkah pada tanaman-tanaman dengan kelembutannya yang menggoda."
"Suara sungai mengalir, riang bersahutan, mengiringi perjalanan dengan melodi yang menenangkan."
"Rerumputan hijau, subur mempesona, melambangkan kesuburan alam yang tiada tara."
"Bunga mawar, merah memikat, memancarkan keharuman dengan pesonanya yang memikat."
"Berkicau burung, riang bersahutan, menghidupkan suasana dengan keceriaannya yang mempesona."
"Gelombang laut, bergulung bersama, melahirkan kekuatan alam yang menakjubkan."
"Berkicau belalang, riang bersahutan, menghiasi sawah dengan keceriaan yang memukau."
"Bunga matahari, kuning memikat, menambah kehangatan dengan pesonanya yang mengagumkan."
"Berkicau burung camar, riang bersahutan, memperindah pantai dengan keceriaannya yang mempesona."
"Hujan turun, lebat membasahi, memberi kesegaran dengan hentakannya yang menyejukkan."
"Berkicau burung merpati, riang bersahutan, menghibur dengan kehadirannya yang menggembirakan."
"Salju turun, putih bersih, menyelimuti bumi dengan kelembutan yang memukau.”
"Langit biru, tak berawan, memancarkan keindahan yang memikat."
"Gelombang ombak, bergulung-gulung, menari di laut yang luas."
"Pohon-pohon tua, tegak berdiri, menjadi saksi bisu zaman."
"Kicauan burung, riang bersahutan, menghidupkan pagi yang sunyi."
"Bunga-bunga mekar, harum tercium, mempesona hati yang lelah."
"Bintang-bintang gemerlap, bersinar terang, menghias malam yang gelap."
"Sinar matahari, hangat menyinari, mencerahkan hari yang mendung."
"Jeritan anak-anak, riang bersorak, memenuhi taman dengan kegembiraan."
"Daun-daun berguguran, merah bertebaran, melukiskan musim gugur yang indah."
"Suara alam, riuh rendah, menenangkan jiwa yang gelisah.”
"Ketika bulan bersinar, mengiluminasi langit, mencerahkan malam yang sunyi."
"Rintik hujan jatuh, gemericik berderai, menari di atas genting rumah."
"Kata-kata bijak, berkesan terukir, memberi inspirasi pada hati yang resah."
"Tangisan bayi, menggemuruh menggema, merayakan kedatangan kehidupan yang baru."
"Langkah kaki, gemetar gugup, merentangkan jalan di tengah keramaian kota."
"Awan mendung, menggumpal menghitam, menandakan kedatangan badai yang mendung."
"Hembusan angin, meniup menyeruak, melambaikan dedaunan di tepi sungai."
"Senyum lembut, memancar merekah, menyebar kebahagiaan di sekelilingnya."
"Bunyi bel, berdentang berdering, mengawali pagi dengan kehadiran yang menyenangkan."
"Kesunyian malam, meresap mendalam, mengisi ruang dengan keheningan yang memikat."
"Kerlipan bintang, berseri berkelap-kelip, menghiasi langit malam dengan kecantikan yang magis."
"Teriakan merdu, mengalun menyeruak, memenuhi hutan dengan kehidupan yang riang."
"Guguran air terjun, memecah memporak-porandakan, melukis lukisan alam yang dramatis."
"Gelombang laut, menggulung menghantam, menari di atas pasir pantai yang hangat."
"Rerumputan hijau, bergoyang bergelombang, menyambut datangnya angin musim semi."
"Cahaya lilin, berkilau berpendar, menyinari ruangan dengan kehangatan yang menyenangkan."
"Bunyi gemerisik, berdesir bergemuruh, mengiringi perjalanan di hutan yang sunyi."
"Suaranya lembut, merdu memikat, merayu hati dengan kelembutan yang memikat."
"Sinar mentari, memancar menghangat, menyambut datangnya pagi yang cerah."
"Awan-awan putih, melayang terbang, menari di langit biru yang cerah.”
"Di tengah hiruk-pikuk kota yang ramai dengan kehidupannya yang sibuk, di situlah dia merenung, di situlah dia berdiri, dan di situlah dia mencari arti dari segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya."
"Dalam kegelapan malam yang pekat dan sunyi, di antara bayangan-bayangan yang menakutkan dan hening yang menghantui, dia terus berjalan, dia terus mencari, dan dia terus berharap menemukan cahaya yang mengarahkannya pulang."
"Di balik awan mendung yang menyelimuti langit biru yang indah, di antara gemuruh petir dan deru angin yang menderu, mereka bertahan, mereka berjuang, dan mereka tidak pernah menyerah."
"Dengan hati yang hancur dan jiwa yang terluka, dia terus berusaha, dia terus berjuang, dan dia terus berdoa agar bisa bangkit dari kegelapan yang menghantuinya."
"Di tengah kebisingan dan kekacauan dunia yang terus berputar tanpa henti, di antara suara-suara yang bertabrakan dan pandangan-pandangan yang bertentangan, dia mencari kebenaran, dia mencari keadilan, dan dia mencari kedamaian yang hakiki."
"Dengan langkah yang ragu dan pikiran yang bingung, dia melangkah maju, dia melangkah mundur, dan dia terus mencari jalan keluar dari labirin yang rumit yang mengelilinginya."
"Di tengah gemerlap lampu kota yang menyilaukan dan keramaian yang membingungkan, di antara senyum-senyum palsu dan tawa-tawa kosong, dia tetap teguh, dia tetap setia pada nilai-nilai yang diyakininya, dan dia tetap mempertahankan integritasnya."
"Dalam kegelapan malam yang menyelimuti bumi yang sunyi dan dingin, di antara bintang-bintang yang bersinar gemilang dan bulan yang bersinar terang, dia merenung, dia berdoa, dan dia berharap akan datangnya fajar yang membawa kehangatan dan kecerahan dalam hidupnya."
"Dengan beban yang berat di pundaknya dan mimpi-mimpi yang hancur di hatinya, dia terus berusaha, dia terus bertahan, dan dia terus berjuang untuk mewujudkan impian-impian yang pernah menghiasi masa lalunya."
"Di tengah badai yang melanda dengan kekuatannya yang mengerikan dan kehancuran yang ditinggalkannya di belakang, di antara gemuruh petir dan kilat yang memecah langit, dia berdiri, dia bertahan, dan dia tidak pernah menyerah pada tantangan yang menghadangnya.”
Demikian penjelasan lengkap dan daftar contoh majas repetisi yang menggunakan pengulangan kata atau frasa yang sama untuk memberikan tekanan atau efek dramatis pada kalimat bahasa Indonesia tersebut.(zen)
Baca juga: 200 Contoh Kalimat Slogan untuk Berbagai Tujuan
