Konten dari Pengguna

85 Contoh Majas Repetisi Berdasarkan Jenis-jenisnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Contoh Majas Repetisi. Foto: Unsplash/fcscafeine.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Contoh Majas Repetisi. Foto: Unsplash/fcscafeine.

Contoh majas repetisi dapat ditemukan dengan mudah di kehidupan sehari-hari. Majas repetisi adalah salah satu gaya bahasa yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Jenis majas ini menggunakan pengulangan kata dalam satu kalimat.

Penggunaan majas repetisi sering ditemukan dalam puisi, pidato, atau karya sastra lainnya agar lebih berkesan dan menarik perhatian pembaca atau pendengar. Agar lebih memahaminya, maka perlu mengetahui pengertian, jenis, hingga contohnya.

Daftar isi

Contoh Majas Repetisi

Ilustrasi Contoh Majas Repetisi. Foto: Unsplash/CherriesJD.

Dikutip dari buku Buku Pintar Majas, Pantun, dan Puisi karya Ulin Nuha Masruchin (2017: 41), contoh majas repetisi biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam karya sastra seperti puisi, pantun, pidato, dan lainnya.

Majas repetisi sendiri adalah gaya bahasa pengulangan kata, frasa, dan klausa yang sama sehingga dalam suatu kalimat ataupun artikel dapat dianggap penting untuk memberikan penekanan.

Berikut adalah contoh majas repetisi berdasarkan jenis-jenisnya sebagai referensi.

1. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Epizeuksis

Epizeuksis adalah jenis repetisi di mana suatu kata diulang secara langsung dan berurutan tanpa diselingi oleh kata lain. Selain itu juga diartikan sebagai pola pengulangan ini biasanya terjadi dalam satu baris, klausa, atau kalimat.

Contohnya:

  1. Hujan, hujan yang turun deras membasahi tanah yang kering dan gersang.

  2. Luka, luka yang menganga semakin perih terkena hembusan angin malam.

  3. Rindu, rindu yang mengendap dalam dada semakin menyesakkan.

  4. Sunyi, sunyi yang menyelimuti hati terasa semakin dalam dan menyakitkan.

  5. Cinta, cinta yang dulu membara kini hanya menjadi abu kenangan.

  6. Gelap, gelap yang menyelimuti malam membuat semua terasa asing dan menakutkan.

  7. Duka, duka yang mendalam menggores hati hingga terasa pedih.

  8. Senja, senja yang temaram menyisakan bayang-bayang kenangan.

  9. Harapan, harapan yang tersisa semakin redup dalam keheningan malam.

  10. Sepi, sepi yang menghantui jiwa terasa begitu menusuk dan menyakitkan.

  11. Air mata, air mata yang mengalir tak terbendung, mengalir di pipi-pipi yang pucat dan lelah.

  12. Derita, derita yang berkepanjangan membuatnya kehilangan semangat hidup.

  13. Bayangan, bayangan yang selalu menghantuinya semakin nyata di tengah kesunyian malam.

  14. Kenangan, kenangan yang indah kini hanya menyisakan luka di hati.

  15. Mimpi, mimpi yang dulu begitu indah perlahan memudar bersama kenyataan.

2. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Tautotes

Tautotes adalah pengulangan kata atau frasa yang dilakukan secara berulang-ulang, biasanya dalam satuan lingual atau konstruksi yang berbeda.

Contoh:

  1. Malam-malam di kota ini, lampu-lampu berkelip indah di kejauhan.

  2. Siang-siang di tepi pantai, angin-angin bertiup lembut menyapu pasir.

  3. Senja-senja di pegunungan, kabut-kabut mulai turun perlahan.

  4. Dingin-dingin di musim hujan, kopi hangat menjadi teman terbaik.

  5. Hujan-hujan di bulan Desember, kenangan-kenangan pun datang kembali.

  6. Angin-angin di padang rumput, membawa aroma tanah yang basah.

  7. Rindu-rindu di perantauan, selalu terasa lebih dalam saat malam tiba.

  8. Lelah-lelah di perjalanan panjang, akhirnya terbayar dengan pemandangan yang indah.

  9. Gelap-gelap di tengah hutan, suara-suara malam terdengar menggetarkan.

  10. Duka-duka di masa lalu, perlahan tergantikan oleh senyum yang baru.

3. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Anafora

Anafora adalah pengulangan kata pertama pada setiap baris atau atau setiap kalimat.

Contoh:

  1. Di pagi hari, aku melihat matahari terbit. Di pagi hari, aku mendengar kicauan burung. Di pagi hari, aku merasakan udara yang sejuk.

  2. Ketika senja tiba, langit berubah jingga. Ketika senja tiba, angin bertiup lebih lembut. Ketika senja tiba, kenangan masa lalu kembali teringat.

  3. Saat hujan turun, tanah menjadi harum. Saat hujan turun, daun-daun tampak lebih segar. Saat hujan turun, kenangan masa kecil muncul kembali.

  4. Dalam kesunyian malam, aku merenungi hidup. Dalam kesunyian malam, aku mendengar suara hati. Dalam kesunyian malam, aku menemukan ketenangan.

  5. Di bawah cahaya bulan, aku menatap langit. Di bawah cahaya bulan, aku merangkai doa. Di bawah cahaya bulan, aku merasa begitu kecil.

  6. Setiap langkahku, aku belajar tentang kehidupan. Setiap langkahku, aku menemukan makna baru. Setiap langkahku, aku semakin kuat.

  7. Karena cinta, aku belajar mengerti. Karena cinta, aku belajar menerima. Karena cinta, aku belajar untuk memberi tanpa mengharap balasan.

  8. Tanpa harapan, hidup terasa hampa. Tanpa harapan, jalan terasa gelap. Tanpa harapan, kebahagiaan sulit ditemukan.

  9. Dengan keyakinan, aku melangkah. Dengan keyakinan, aku menghadapi tantangan. Dengan keyakinan, aku percaya bahwa segalanya akan baik-baik saja.

  10. Demi masa depan, aku berusaha keras. Demi masa depan, aku tidak mudah menyerah. Demi masa depan, aku siap menghadapi segala rintangan.

4. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Epistrofa

Epistrofa yaitu pengulangan kata atau frasa di akhir baris atau kalimat puisi.

Contoh:

  1. Aku percaya pada harapan. Semua orang butuh harapan. Hidup ini berjalan karena harapan.

  2. Dia berjuang untuk impian. Mereka mendukungnya untuk impian. Segala pengorbanannya demi impian.

  3. Kita harus terus melangkah. Tak ada alasan untuk berhenti melangkah. Dunia ini milik mereka yang berani melangkah.

  4. Aku mencintai ketenangan. Dia mendambakan ketenangan. Kita semua mencari ketenangan.

  5. Mereka menangis karena rindu. Aku tersenyum karena rindu. Bahkan langit mendung karena rindu.

  6. Aku belajar dari masa lalu. Kita tumbuh dari masa lalu. Tak ada yang bisa melupakan masa lalu.

  7. Semua orang ingin bahagia. Tak ada yang menolak bahagia. Hidup terasa lebih indah jika kita bahagia.

  8. Dia selalu berusaha dengan sabar. Aku pun belajar untuk sabar. Karena dalam hidup, kita harus sabar.

  9. Mereka bertahan demi masa depan. Aku berjuang demi masa depan. Semua ini kulakukan demi masa depan.

  10. Dia datang membawa harapan. Semua orang menyambut dengan harapan. Dunia ini penuh dengan harapan.

5. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Simploke

Simploke adalah pengulangan kata atau frasa di awal dan akhir beberapa baris atau kalimat, secara berturut-turut.

Contoh:

  1. Matahari terbit di ufuk timur, memberi kehangatan di ufuk timur. Matahari tenggelam di barat, meninggalkan cahaya di barat.

  2. Rindu datang tanpa diundang, perih pun datang tanpa diundang. Bahagia hadir membawa senyum, kenangan hadir membawa senyum.

  3. Cinta mengajarkan kesabaran, hidup juga menuntut kesabaran. Cinta mengajarkan pengorbanan, hidup juga butuh pengorbanan.

  4. Hujan turun membasahi bumi, hujan juga membawa kesejukan bagi bumi. Hujan turun menyentuh dedaunan, hujan juga menyuburkan dedaunan.

  5. Harapan selalu memberi semangat, harapan juga membawa keajaiban. Harapan selalu hadir dalam doa, harapan juga menyertai langkah.

  6. Senja datang membawa ketenangan, malam pun datang membawa ketenangan. Senja menyapa dengan kehangatan, malam pun menyelimuti dengan kehangatan.

  7. Air mata jatuh dalam kesedihan, air mata juga jatuh dalam kebahagiaan. Air mata meluapkan perasaan, air mata juga mengungkapkan kejujuran.

  8. Mimpi adalah kunci keberhasilan, usaha juga kunci keberhasilan. Mimpi membuka peluang besar, usaha juga membuka peluang besar.

  9. Cahaya menerangi lorong gelap, harapan juga menerangi lorong gelap. Cahaya hadir di setiap sudut, harapan juga hadir di setiap sudut.

  10. Perjalanan mengajarkan arti kehidupan, pengalaman juga mengajarkan arti kehidupan. Perjalanan memberi banyak pelajaran, pengalaman juga memberi banyak pelajaran.

6. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Mesodiplosis

Mesodiplosis adalah pengulangan kata atau frasa di tengah baris, klausa, kalimat yang terjadi berurutan.

Contoh:

  1. Hidup ini adalah tentang pilihan, hidup ini adalah tentang keputusan, hidup ini adalah tentang konsekuensi.

  2. Kesuksesan membutuhkan kerja keras, kebahagiaan membutuhkan kerja keras, masa depan membutuhkan kerja keras.

  3. Dalam cinta ada pengorbanan, dalam persahabatan ada pengorbanan, dalam keluarga pun ada pengorbanan.

  4. Belajar dari pengalaman, tumbuh dengan pengalaman, dan berkembang melalui pengalaman.

  5. Hujan membawa kesedihan, angin membawa kesedihan, bahkan senja pun membawa kesedihan.

  6. Impian menuntut usaha, harapan menuntut usaha, dan masa depan juga menuntut usaha.

  7. Di balik kesuksesan ada kerja keras, di balik kegagalan ada pelajaran, di balik perjuangan ada harapan.

  8. Ketulusan memberikan kedamaian, kejujuran memberikan kedamaian, kesabaran juga memberikan kedamaian.

  9. Kebahagiaan datang dengan keikhlasan, ketenangan datang dengan keikhlasan, dan cinta pun datang dengan keikhlasan.

  10. Saat jatuh tetaplah berusaha, saat gagal tetaplah berusaha, saat lelah tetaplah berusaha.

7. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Epanalepsis

Epanalepsis adalah pengulangan kata di awal baris, klausa, atau kalimat menjadi kata terakhir pada baris, klausa, atau kalimat tersebut.

Contoh:

  1. Hidup adalah perjuangan, dan perjuangan adalah hidup.

  2. Cinta memberi kebahagiaan, karena kebahagiaan berasal dari cinta.

  3. Harapan selalu ada, dan selalu ada harapan.

  4. Kebahagiaan itu sederhana, dan sederhana itu kebahagiaan.

  5. Kesabaran membawa ketenangan, dan ketenangan hadir karena kesabaran.

  6. Impian harus diperjuangkan, dan perjuangan harus dimulai dengan impian.

  7. Masa depan tergantung pada usaha, dan usaha menentukan masa depan.

  8. Ketulusan menciptakan kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari ketulusan.

  9. Persahabatan adalah anugerah, dan anugerah terindah adalah persahabatan.

  10. Keyakinan membawa keberhasilan, dan keberhasilan berasal dari keyakinan.

8. Contoh berdasarkan Majas Repetisi Jenis Anadiplosis

Anadiplosis adalah pengulangan kata atau frasa terakhir suatu baris, klausa, atau kalimat yang menjadi kata pertama baris, klausa, atau kalimat berikutnya.

Contoh:

  1. Kesabaran melahirkan keteguhan. Keteguhan melahirkan kekuatan. Kekuatan melahirkan keberanian.

  2. Ilmu membawa pemahaman. Pemahaman membawa kebijaksanaan. Kebijaksanaan membawa kedamaian.

  3. Kepercayaan menciptakan kenyamanan. Kenyamanan menciptakan ketenangan. Ketenangan menciptakan kebahagiaan.

  4. Harapan memberi keberanian. Keberanian memberi kekuatan. Kekuatan memberi kemenangan.

  5. Mimpi menuntut perjuangan. Perjuangan menuntut pengorbanan. Pengorbanan menuntut ketulusan.

  6. Kesuksesan berawal dari kerja keras. Kerja keras berawal dari tekad. Tekad berawal dari impian.

  7. Kegagalan mengajarkan pengalaman. Pengalaman mengajarkan kebijaksanaan. Kebijaksanaan mengajarkan kehidupan.

  8. Persahabatan membangun kepercayaan. Kepercayaan membangun kedekatan. Kedekatan membangun kesetiaan.

  9. Keikhlasan menumbuhkan ketenangan. Ketenangan menumbuhkan kedamaian. Kedamaian menumbuhkan kebahagiaan.

  10. Kejujuran menciptakan kehormatan. Kehormatan menciptakan kebanggaan. Kebanggaan menciptakan keberanian.

Baca Juga: 20 Contoh Soal Direct and Indirect Speech beserta Jawabannya

Itulah contoh majas repetisi berdasarkan jenis-jenisnya. Majas repetisi ini adalah gaya bahasa dengan pengulangan kata, frasa, atau klausa dalam satu kalimat. (Umi)