Konten dari Pengguna

9 Jenis Majas Perbandingan dalam Bahasa Indonesia dan Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi majas perbandingan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi majas perbandingan. Foto: Unsplash

Dalam bahasa Indonesia, majas merupakan gaya bahasa yang kerap dijumpai dalam berbagai karya sastra, mulai dari cerpen, novel, hingga puisi. Majas adalah cara mengungkapkan sesuatu dengan cara menyamakannya dengan sesuatu yang lain.

Majas juga dikenal sebagai kiasan. Majas umumnya digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau pikiran dengan bahasa yang sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan tertentu terhadap pembaca.

Mengutip buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Pembentukan Istilah oleh Tim BIP, majas terbagi menjadi empat jenis, salah satunya yaitu majas perbandingan.

Majas perbandingan adalah majas yang menyatakan perbandingan dan diungkapkan dengan cara yang berbeda-beda. Majas perbandingan dibagi lagi menjadi 9 jenis. Berikut jenis-jenis majas perbandingan beserta contohnya.

Jenis Majas Perbandingan

Ilustrasi majas perbandingan. Foto: Unsplash

1. Asosiasi (perumpamaan)

Majas asosiasi bertujuan untuk membandingkan dua hal yang sangat berbeda tetapi dianggap sama. Penggunaan majas ini biasanya ditandai dengan kata bagai, bak, seperti, atau seumpama.

Contoh:

  • Pendiriannya kuat bagai batu karang.

  • Menggapai mimpinya itu, bagai pungguk rindukan bulan.

2. Metafora

Majas metafora adalah majas yang memberikan ungkapan perbandingan analogis. Ciri-cirinya yaitu pemakaian kata yang bukan makna sebenarnya.

Contoh:

  • Prestasi Ilham yang selalu menjadi bintang kelas semakin membuat bangga ibunya.

  • Winda memang kembang desa di kampung ini, wajar banyak pemuda yang menyukainya.

3. Personifikasi

Majas personifikasi merupakan gaya bahasa yang memunculkan karakteristik manusia kepada benda mati. Maksudnya, penggunaan majas ini membuat suatu benda mati seolah memiliki nyawa layaknya manusia.

Contoh:

  • Ombak berlarian semakin menambah eksotisnya Pantai Kuta.

  • Dengan lihainya penulis itu berimajinasi dengan pena yang menari-nari di atas kertas.

4. Alegori

Majas alegori adalah majas dinyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran. Majas ini lebih sering ditemukan pada cerpen atau novel.

Contoh:

  • Seorang guru adalah nahkoda bagi murid-muridnya. Ketika sang nahkoda tepat jalur, maka kemudi pun akan tenang-tenang saja.

  • Memang cantik rupa si Safa, bagaikan mawar pesonanya menyihir kumbang-kumbang lelaki di sekitarnya.

5. Hiperbola

Ilustrasi majas dalam novel. Foto: Unsplash

Mengutip buku Ringkasan dan Pembahasan Soal Bahasa Indonesia SMP oleh Rika Lestari, majas hiperbola merupakan majas yang mengungkapkan sesuatu dengan mengganti peristiwa atau tindakan sesungguhnya dengan kata-kata yang lebih hebat pengertiannya.

Contoh:

  • Paket buku sekolah Nina datang secepat kilat.

  • Ibu membanting tulang demi menghidupi anak-anaknya.

6. Litotes

Majas litotes adalah majas yang menggambarkan keadaan dengan kata-kata yang berlawanan dengan kenyataan sebenarnya dengan maksud merendahkan diri.

Contoh:

  • Perjuangan kami hanyalah setitik air dalam luas samudra.

  • Aku hanya rakyat biasa yang mencoba membagikan ilmuku.

7. Metonimia

Metonimia adalah gaya bahasa yang mengungkapkan suatu hal dengan memakai kata lain yang mempunyai hubungan sangat erat atau sudah diakui. Majas metonimia biasanya menggunakan merek dagang atau nama barang.

Contoh:

  • Tolong ambilkan Aqua di meja depan.

  • Ayah pergi ke Bali menggunakan Garuda.

8. Eufimisme

Majas eufimisme melukiskan suatu benda dengan kata-kata yang lembut untuk menggantikan kata-kata lain agar lebih sopan didengar.

Contoh:

  • Mulai besok, Bu Imah menjadi asisten rumah tangga di rumah Kirana. (asisten rumah tangga = pembantu)

  • Banyak tunawisma yang tidur di pinggir jalan. (tunawisma = gelandangan)

9. Sinekdoke

a. Pars pro toto

Pars pro toto adalah majas yang menggunakan sebagian hal untuk menyatakan keseluruhan bagian tersebut.

Contoh:

  • Pemerintah membagikan dana bantuan sebesar Rp200.000 per kepala.

  • Sudah dua hari, Ani tidak kelihatan batang hidungnya.

b. Totem pro parte

Kebalikan dari pars pro toto, majas totem pro parte menggunakan seluruh bagian untuk mewakilkan sebagian hal yang lebih luas maknanya.

Contoh:

  • Indonesia berhasil menjadi juara grup di ajang Olimpiade 2020.

  • Anak muda zaman sekarang sangat senang bermain gadget.

(ADS)